cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: Juli 2015" : 10 Documents clear
Analisis Kemunculan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial dalam Kegiatan Pembelajaran IPA Kelas IV SD yang Menggunakan KTSP dan Kurikulum 2013 Gusviani, Evi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2706

Abstract

Dewasa ini, dekadensi moral merupakan hal yang memerlukan penanganan serius mengingat pembentukan watak dan martabat bangsa bergantung pada pembentukan pribadi dari manusia itu sendiri. Upaya yang dapat dilakukan dalam lingkungan pendidikan yaitu membina karakter peserta didik dengan mengembangkan sikap spiritual dan sosial yang dijadikan komponen dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemunculan sikap spiritual dan sosial pada kegiatan pembelajaran IPA kelas IV SD yang menggunakan KTSP dan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa observasi kegiatan pembelajaran untuk menganalisis kemunculan sikap spiritual dan sosial menggunakan videograph. Berdasarkan hasil perhitungan total rata-rata kemunculan sikap spiritual dan sosial diperoleh SD yang menggunakan Kurikulum 2013 mendapatkan hasil yang lebih besar. Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya dan sebagai motivasi bagi guru untuk dapat memunculkan sikap spiritual dan sikap sosial, khususnya dalam pembelajaran IPA.
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Sekolah Dasar Melalui Model Guided Discovery Learning Nurmalasari, Nia
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD yang memperoleh pembelajaran dengan model Guided Discovery Learning. (2) Mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD yang memperoleh pembelajaran matematika dengan model pembelajaran langsung? (3) Mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD yang memperoleh pembelajaran dengan model Guided Discovery Learning lebih baik dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasieksperimen dengan desain kontrol pretest posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V sekolah dasar di kecamatan Batujajar, tahun ajaran 2014-2015. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V dari 2 sekolah di wilayah tersebut. Data penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Dari keseluruhan proses dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini adalah: (1) Dengan menggunakan model pembelajaran guided discovery learning, pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD meningkat, (2) Dengan menggunakan model pembelajaran langsung, pemahaman konsep matematika siswa kelas V SD meningkat. (3) Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran guided discovery learning lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung”. Model pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini memberikan pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa
Penggunaan Model Problem Based Learning untukMeningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Sikap Peduli Lingkungan Peserta Didik Handayani, Dwi; Sopandi, Wahyu
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2702

Abstract

Era globalisasi menuntut sumber daya manusia yang memiliki kemampuan memecahkan masalah. Kemampuan ini dikembangkan melalui pendidikan IPA. Hasil observasi menemukan peserta didik kurang memperoleh kemampuan memecahkan masalah dan pembentukan sikap peduli lingkungan. Salah satu model pembelajaran yang berawal dari masalah adalah Problem Based Learning. Dalam Problem Based Learning peserta didik menyelesaikan masalah nyata tentang lingkungan dan berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Peserta didik yang menjadi pemecah masalah diharapkan memiliki sikap peduli lingkungan. Penelitian ini bermaksud mengkaji pengaruh penggunaan Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan sikap peduli lingkungan. Subjek yang diteliti merupakan peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan kelompok kontrol (pra tes dan pos tes). Kelompok eksperimen mendapatkan PBL sedangkan kelompok kontrol mendapatkan bukan PBL. Kemampuan memecahkan masalah diukur dengan soal uraian. Sikap peduli lingkungan dihimpun dengan angket sikap eksplisit dan sikap implisit. Teknik analisis data menggunakan SPSS for window versi 21. Kemampuan memecahkan masalah menggunakan Independen Test, sedangkan sikap peduli lingkungan menggunakan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan memecahkan masalah peserta didik yang memperoleh PBL (𝒙̅ = 0,440) lebih tinggi dari peserta didik yang memperoleh pembelajaran bukan PBL (𝒙̅ = 0,281), t (56) = 2,213 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙= 1,671. Sikap peduli lingkungan peserta didik yang memperoleh PBL lebih tinggi dari peserta didik yang memperoleh pembelajaran bukan PBL. Dengan demikian Model Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan memecahkan masalah dan sikap peduli lingkungan peserta didik Sekolah Dasar.
Peningkatan Keterampilan Menulis Deskripsi dengan Teknik Rumpang Melalui Media Gambar Baehaki, Ilham; Cahyani, Isah
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2707

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Keterampilan menulis bisa dikatakan merupakan puncak dari keterampilan berbahasa, karena di dalamnya termuat tiga keterampilan yang lain, yakni menyimak, berbicara, dan membaca. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterampilan menulis karangan deskripsi peserta didik sebelum dan setelah belajar melalui teknik rumpang disertai gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua kali siklus serta dua tindakan dalam setiap siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri Campaka I Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar keterampilan menulis deskripsi peserta didik, lembar observasi, , pedoman penilaian keterampilan menulis deskripsi. Analisis kualitatif dan kuantitatif sederhana dilakukan untuk mengukur rata keterampilan menulis karangan deskripsi peserta didik sebelum dan setelah tindakan serta perbandingan peningkatan keterampilan antar tindakan dan antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan teknik rumpang melalui media gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi peserta didik. Pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan teknik rumpang melalui media gambar dapat dijadikan metode alternatif di sekolah dasar.
Analisis Kemunculan Aspek Keterpaduan dan Penguasaan Konsep Terpadu Siswa Sekolah Dasar Melalui dan Kurikulum 2013 Solihah, Rika
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemunculan aspek keterpaduan yang dilakukan oleh guru dan pencapaian penguasaan konsep terpadu siswa kelas IV SD melalui KTSP dan Kurikulum 2013 pada IPA konsep sumber daya alam. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif dengan sampel dua SD yang menggunakan KTSP dan dua SD Kurikulum 2013. Instrumen yang digunakan berupa software videograph untuk menganalisis kemunculan aspek keterpaduan dan tes penguasaan konsep terpadu berupa soal pilihan ganda. Berdasarkah hasil kemunculan aspek keterpaduan dalam proses pembelajaran baik KTSP maupun Kurikulum 2013 masih sedikit dalam memunculkan aspek keterpaduan. Sedangkan perhitungan t’ untuk tes penguasaan konsep terpadu KTSP lebih baik daripada Kurikulum 2013. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa pembelajaran terpadu tidak hanya dalam kurikulum 2013 saja, tetapi dalam KTSP pun yang pembelajarannya masih disipliner pembelajaran terpadu dapat dimunculkan.
Pengaruh Strategi Problem Solving Menurut Wankat dan Oreovicz Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dan Self-Regulaed Siswa Andrayani, Novi Nur
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2708

Abstract

Permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis dan selfregulated learning siswa menjadi dasar dalam penelitian ini, sehingga alternatif solusi dalam permasalahan tersebut mutlak diperlukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menelaah esensi dari pembelajaran matematika dengan menggunakan strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis dan self-regulated learning siswa. Metode penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan Non Equivalent Pretest-postest Contro Group Design. Subjek penelitian kelas V di dua SD Negeri Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang. Data diperoleh dari tes kemampuan pemahaman konsep matematis dengan materi geometri/bangun datar, angket selfregulated learning siswa, serta lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pemahaman konsep matematis dan self-regulated learning siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara ekspositori. 2) peningkatan pemahaman konsep matematis dan selfregulated siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran secara ekspositori. Dengan demikian strategi problem solving menurut Wankat dan Oreovicz dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SD Melalui Pembelajaran Dengan Pendekatan Problem Posing Wulandari, Dwi Putri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendektan problem posing, mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran langsung, dan mengetahui perbandingan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan problem posing dan pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi, desain penelitiannya menggunakan nonequivalent control group design dengan sampel siswa kelas IV SD di Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dengan menggunakan pendekatan problem posing pemahaman konsep matematika siswa kelas IV SD meningkat, dengan menggunakan model pembelajaran langsung pemahaman konsep matematika siswa kelas IV SD meningkat, peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem posing lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung.
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Eksloratif Masitoh, Itoh; Prabawanto, Sufyani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan pemahaman konsep matematika antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalen pretestt postest control group. Dengan populasi seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor tahun pelajaran 2014/2015, dan sampelnya adalah siswa kelas V dari dua SDN di wilayah tersebut. Instrumen yang digunakan adalah instrumen te. Hasil penelitian adalah bahwa: (a) Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self Confidence Siswa Kelas V Sekolah Dasar -, Yusmanto; Herman, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2705

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan model discovery learning, perbedaan self-confidence siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan model discovery learning, dan hubungan kemampuan berpikir kritis matematis dengan selfconfidence siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen. Populasi penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Tanggeung kabupaten Cianjur. Sampel terdiri dari kelas 48 orang yang dibagi menjadi 24 siswa di kelas Va sebagai kelompok eksperimen dan 24 siswa di kelas Vb sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen tes, skala self-confidence matematika. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap rata-rata pretes dan postes dengan menggunakan Uji-t, rata-rata gain ternormalisasi antara kedua kelompok sampel dengan uji nonparametrik Mann-Whitney, rata-rata self confidence dengan uji-t, dan hubungan antara kemampuan berpikir kritis matematis dan self-confidence siswa dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis. Self-confidence matematika siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model discovery learning lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran langsung. Tidak terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis matematis dan self-confidence Siswa SD. Pembelajaran dengan model discovery learning dapat menjadi alternatif model pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Dasar.
Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Wulandari, Wulan Sri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2710

Abstract

Penggunaan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share diperlukan untuk membantu siswa berkomunikasi secara matematis dalam menyatakan ide-ide matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan motivasi belajar matematika yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV sehingga yang digunakan adalah sampel total. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes uraian kemampuan komunikasi matematis dan angket motivasi belajar matematika yang diberikan sebelum dan setelah perlakuan. Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share diberikan kepada kelas eksperimen, dan kelas kontrol mendapat pembelajaran konvensional. Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peningkatan kemampuan komunikasi matematis yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih tinggi daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. 2) peningkatan motivasi belajar matematika yang mendapatkan pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share lebih tinggi daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional

Page 1 of 1 | Total Record : 10