cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal AKP
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TANDA dan GEJALA MENOPAUSE DI PKK DUSUN JAMBU DESA JAMBU KECAMATAN KEYEN KIDUL Khafidhoh, Astika Tafrikul; Ridwan, Achmad
Jurnal AKP Vol 8, No 2 (2017): Jurnal AKP - Desember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Menopause adalah keadaan dimana seseorang telah berhenti haid selama satu tahun. Ada beberapa Tanda dan Gejala yaitu keringat di malam hari, perubahan berat badan, perubahan kulit, perubahan fisik, ketidakteraturan siklus haid, rasa panas, kerutan pada vagina, sembelit, gejala sistem perkemihan, perubahan pada mulut, gangguan psikis dan emosi, penurunan libido, penurunan daya ingat, dan mudah tersinggung, insomnia, jantung berdebar, dan perubahan menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang tanda dan gejala menopause di PKK Dusun Jambu Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya adalah semua ibu-ibu PKK dengan jumlah 30 ibu dengan sampel 30 responden diambil dengan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah gambaran pengetahuan ibu tentang tanda dan gejala menopause dikumpulkan dengan menggunakan koesioner dengan jumlah 20 pertanyaan. Data yang dihasilkan diolah dan dianalisis secara prosentase. Data disajikan dalam bentuk diagram pie.Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan tentang tanda dan gejala menopause dalam kriteria kurang yaitu 14 responden (47%).Agar ibu-ibu PKK memiliki pengetahuan tentang tanda dan gejala menopause maka perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan cara memberikan penyuluhan serta informasi yang aktif kepada ibu-ibu atau responden.Kata Kunci : pengetahuan, ibu, menopause. ABSTRACTMenopause is a condition where a person has stopped menstruation  for a year. There are several signs and symptoms, they are night sweats, weight changes, skin changes, physical changes, menstrual cycle irregularities, hot flashes, vaginal wrinkles, constipation, urinary system symptoms, changes in the mouth, psychic and emotional disorders, decreased libido, memory loss, and irritability, insomnia, palpitations, and menstrual changes. The purpose of this research was to determine the mothers knowledge about the signs and symptoms of menopause in PKK Dusun Jambu Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul.The research design that used is descriptive. The population is all the mother in PKK by the number of thirty mothers with a sample of thirty respondents were taken with a total sampling technique. Variables of research is an overview of mother knowledge about the signs and symptoms of menopause collected using questionnaire with twenty questions. The data that produced were processed and analyzed as a percentage. The data presented in the form of pie charts. From the results of research, the majority of PKK members are have knowledge about the signs and symptoms of menopause in less criteria is fourteen respondents ( 47 % ). In order mothers of PKK have knowledge about signs and symptoms of menopause, need to increase knowledge by providing counseling and active information to the mothers or the respondent. Keywords : knowledge , mother, menopause.
PENGETAHUAN SISWI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KELAS XII TENTANG ALAT KONTRASEPSI PIL Wijaya, Dedy Achmat; Ridwan, Achmad
Jurnal AKP Vol 8, No 1 (2017): Jurnal AKP - Juni 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program KB dilakukan guna menurunkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia. KB pil merupakan metode kontrasepsi dengan cara diminum yang berisi hormon sintesis estrogen dan progesteron. KB pil terdiri dari 2 macam yaitu KB pil kombinasi dan progestin. Banyak perempuan mengalami kesulitan didalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Hal ini tidak hanya terbatasnya metode yang tersedia tetapi juga oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi pil.Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan Siswi SMA kelas XII tentang Alat Kontrasepsi Pil.Jenis penelitian ini adalah deskriptif, lokasi dan waktu penelitian di SMAN1 Papar pada tanggal 15 mei 2014.Populasi penelitian 196 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling.. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesionerHasil peneltian dari 66 responden, pada pengetahuan Siswi SMA Kelas XII Tentang alat kontrasepsi pil  di dapatkan hasil pengetahuan baik 9 responden (14%), cukup  27 responden (41%), dan pengetahuan kurang 30 responden (45%).Untuk meningkatkan Pengetahuan Siswi SMA Kelas XII Tentang Alat Kontrasepsi Pil” di SMAN 1 Papar Kabupaten Kediri bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang. Disarankan untuk lebih aktif membaca buku tentang alat kontrasepsi pil atau konsultasi ke petugas kesehatan ketika memerlukan pengetahuan tentang alat kontrasepsi pil.Kata Kunci : Pengetahuan, Siswi SMA Kelas XII, Alat Kontrasepsi Pil. 
GAMBARAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP TERHADAP PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD PARE Anto, Febri Dwi
Jurnal AKP Vol 8, No 2 (2017): Jurnal AKP - Desember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Kepuasan pasien adalah keadaan saat keinginan, harapan dan kebutuhan pasien dapat dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana gambaran tingkat kepuasan pasien rawat  inap setelah diberikan pelayanan keperawatan di RSUD Pare.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya adalah pasien yang ada di ruang flamboyan dengan jumlah 30 pasien dengan sampel 30 responden diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel penelitian adalah tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan keperawatan dikumpulkan dengan menggunakan koesioner dengan jumlah 25 pertanyaan. Data yang dihasilkan diolah dengan cara editing, cording, scoring, tabulating dan dianalisis secara prosentase.Data disajikan dalam bentuk diagram dan tabel. Dari hasil penelitian didapatkan hampir setengah lebih responden sangat puas terhadap pelayanan keperawatan sebanyak 19 responden (63,3%) dan yang mengatakan puas   sebanyka 10 responden (33,3%) dan yang mengatakan cukup puas sebanyak 1 responden (3,3%) dari total 30 responden.            Sehubungan dengan hasil tersebut diatas dalam rangka untuk mempertahankan mutu pelayanan  keperawatan dirumah sakit mulai dari sarana atau fasilitas fisik ruang sudah memadai, petugas memberi pelayanan dengan ramah, sopan, profesional dan dapat diandalkan. disimpulkan bahwa mutu pelayanan keperawatan di RSUD pare kabupaten kediri sudah dinilai memuaskan. Disarankan agar pelayanan yang ada tetap dipertahankan atau dioptimalkan.kata  kunci : kepuasan, pelayanan keperawatanABSTRACT             Patient satisfaction is the current state of desire, expectations and patient needs can be met. A service is considered satisfactory if the service can meet the needs and expectations of patients. The purpose of this study is how the image of the level of patient satisfaction after nursing care given in hospitals Pare.            The study design is descriptive. The population was patients in flamboyant space with the number of samples of 30 patients with 30 respondents taken with accidental sampling technique. The research variables are the level of patient satisfaction to nursing service kuesioner collected using the number 25 queries. The resulting data is processed by means of editing, cording, scoring, tabulating and analyzed by percentage. The data presented in the form of diagrams and tables .            From the results, over almost half of the respondents are very satisfied with nursing care as much as 19 respondents ( 63.3 % ) and who say satisfied as much as 10 respondents ( 33.3 % ) and that says quite satisfied as much as 1 respondent (3,3%) of total of 30 respondents.In connection with the above results in order to maintain the quality of nursing care in the hospital ranging from physical means or facility space is adequate, the officer gave service with a friendly, courteous, professional and reliable. Concluded that the quality of nursing care in hospitals Pare Kediri district has been judged to be satisfactory. it is recommended that existing services be maintained or optimized. keywords : satisfaction , nursing services
HUBUNGAN ANTARA MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN SISWA KELAS XII MENGHADAPI UJIAN NASIONAL Kurniasari, Septi; Maftukhah, Anik
Jurnal AKP Vol 8, No 1 (2017): Jurnal AKP - Juni 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUjian nasional adalah ujian atau evaluasi belajar yang diadakan oleh Kemendiknas untuk menentukan kelulusan seorang siswa Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan siswa kelas XII menghadapi ujian nasional di SMA Dharma Wanita Pare Kediri Tahun 2016.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sebagai populasi adalah siswa dan siswi kelas XII SMA Dharma Wanita 1 Pare pada Tahun Ajaran 2013/2014 sebanyak 90 siswa. Sampel sebanyak 74 responden, diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Data mekanisme koping diolah dengan persentase, tingkat kecemasan dengan metode HARS ( Hamilton Anxiety Rating Scale ) dan hubungan kedua variabel dengan uji korelasi Spearman’s Rho.Hasil mekanisme koping siswa kelas XII dalam menghadapi ujian nasional 61 responden (82%) memiliki kategori mekanisme koping maladaptif. Hasil tingkat kecemasan siswa kelas XII menghadapi ujian nasional 41 responden (55%) memiliki kategori cemas berat. Hasil uji statistik Spearman’s didapatkan hasil ρ = 0,000 (< α = 0,05) korelasi 0,733 dapat diartikan bahwa ada hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan siswa kelas XII menghadapi ujian nasional.Dari hasil data disarankan untuk siswa kelas XII diharapkan lebih meningkatkan mekanisme koping dengan cara lebih aktif dengan mengikuti bimbingan belajar dari sekolah dan dari luar sekolah serta dengan mengikuti kegiatan keagamaan dapat mengurangi tingkat kecemasan dan menambah wawasan mekanisme koping.Kata kunci  : Mekanisme Koping, Tingkat Kecemasan, Ujian Nasional
H UBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU DENGAN ENURES IS NOCTURNAL PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 4 - 5 TAHUN Dewa, Bagas Surya; Cahyono, Aris Dwi
Jurnal AKP Vol 8, No 2 (2017): Jurnal AKP - Desember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBanyak anak usia prasekolah yang masih sering mengompol pada malam hari (enuresis nocturnal) bahkan terjadi pada anak yang sudah masuk usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan enuresis nocturnal pada anak prasekolah usia 4-5 tahun.            Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional yaitu menghubungkan dua variabel dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Populasi adalah seluruh 57 ibu dari anak prasekolah usia 4-5 tahun, sampel penelitian adalah 54 ibu dari anak prasekolah usia 4-5 tahun yang bersedia untuk diteliti.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan pola asuh kurang sebanyak 30 orang (56%) dan anak yang mengalami enuresis nocturnal sebanyak 38 orang (70%). Dengan uji statistik spearman rho, hasilnya α value = 0,000 < 0,05, r = 0,779 artinya ada hubungan positif kuat antara pola asuh ibu dengan enuresis nocturnal yaitu semakin kurang pola asuh ibu maka terjadi enuresis nocturnal.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh dengan kriteria kurang dan sebagian besar mengalami enuresis nocturnal. Maka dari itu perlu adanya peningkatan oleh petugas kesehatan dalam pemberian penyuluhan serta informasi kepada ibu dari anak prasekolah tentang pola asuh yang baik.Kata Kunci : Pola Asuh, Ibu, Enuresis Nocturnal, Anak PrasekolahABSTRACTMany of pre-school children who still often wet the bed at night (enuresis nocturnal) even to the children at school age. The purpose of this research is to identify correlation between mother’s care patterns with enuresis nocturnal to the pre-school children at the age of 4-5 years old.             Research design was cross sectional by connecting two variables with purposive sampling technique. Populations were all 57 mothers of pre-school children at the age of 4-5 years old. Research samples were 54 mothers of pre-school children at the age of 4-5 years old that were willing to be observed.            From research result showed that 30 respondents (56%) had low care pattern and 38 children (70%) experienced enuresis nocturnal with Spearman Rho statistical test of α value = 0,000 < 0,05, r = 0,779. It meant that there was strong positive correlation between mother’s care patterns with enuresis nocturnal namely the lower mother’s care pattern would cause enuresis nocturnal.From research result, it can be concluded that most of respondents have low criteria of care patterns and most of them experience enuresis nocturnal. Therefore, it needs some increase efforts from medical staffs in giving guidance and information to the mothers of pre-school children about the good care patterns.  Key words : Care Patterns, Mother, Enuresis Nocturnal, Pre-school Children
Jurnal AKP 12 Vol. 8 No. 1 : 1 Januari – 30 Juni 2017 GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG EFEK SAMPING KB SUNTIK 1 BULAN Valentino, Nico; Suryono, Suryono
Jurnal AKP Vol 8, No 1 (2017): Jurnal AKP - Juni 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pengetahuan akseptor tentang alat kontrasepsi suntik 1 bulan mengakibatkan kecemasan ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi suntik 1 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan  ibu tentang alat kontrasepsi suntik 1 bulan.Desain yang digunakan adalah deskriptif. Populasi sebanyak 42 responden. Sampel sebanyak 35 responden dengan tehnik purpossive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan efek samping KB Suntik 1 bulan. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner.Hasil penelitian didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 1 responden (2,8%), pengetahuan cukup sebanyak 10 responden (28,6%) dan pengetahuan kurang sebanyak 24 responden (68,6%).Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SD, hal ini yang menyebabkan responden sulit untuk menerima informasi atau memahaminya sehingga pengetahuan responden tentang efek samping KB suntik 1 bulan dalam kategori kurang. Hal tersebut juga dikarenakan sebagian besar responden tidak pernah mendapatkan informasi.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, responden perlu ditingkatkan pengetahuannya dengan cara membaca atau mencari informasi dari berbagai media massa tentang efek samping alat kontrasepsi suntik 1 bulan. Selain itu bagi petugas kesehatan dianjurkan untuk memberi informasi kepada akseptor tentang KB Suntik 1 Bulan terutama efek sampingnya.Kata kunci: Pengetahuan, Efek Samping, KB Suntik 1 Bulan ABSTRACT            Lack of knowledge from acceptors about the side effects of 1 month injection contraception causes mother’s anxiety in using 1 month injection contraception. The purpose of this research is to identify description of mother’s knowledge about the side effects of 1 month injection contraception. Research design was descriptive. Population consisted of 42 respondents. Sample size consisted of 35 respondents by using purposive sampling technique. Variable in this research was knowledge about the side effects of 1 month injection contraception. Instrument in this research was questionnaire. Research result showed that 1 respondent (2,8%) had good knowledge; 10 respondents (28,6%) had fair knowledge and 24 respondents (68,6%) had low knowledge. Based on research result can be concluded that most of respondents have elementary school education background. It will cause them difficult to accept information or to understand and makes respondent’s knowledge about the side effects of 1 month injection contraception is in low category. It is also caused by most of respondents who never getting information.Based on research result, respondents need to increase their knowledge by reading or looking for information from many mass media about the side effects of 1 month injection contraception. Moreover, for medical staffs are suggested to give information to the acceptors about the side effects of 1 month injection contraception.Key words: Knowledge, Side Effect 1 Month Injection Contraception
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PERKEMBANGAN MORAL PADA ANAK PRASEKOLAH (3-5Tahun) Fitriani, Ratna; Khosasih, Mohammad Ikhwan
Jurnal AKP Vol 8, No 2 (2017): Jurnal AKP - Desember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSepanjang siklus kehidupan anak memiliki tahap-tahap pertumbuhan salah satunya perkembangan moral anak. Pada massa anak-anak terutama anak usia prasekolah seharusnya anak sudah memiliki moral yang cukup baik, sehingga diperlukan kemampuan orang tua yang baik tentang perkembangan moral anak prasekolah. Untuk itu setiap orang tua yang memiliki anak usia prasekolah di wajibkan mengerti tentang perkembangan moral anak prasekolah sejak dini, pendidikan dan pengetahuan orang tua yang baik tentang perkembangan moral anak prasekolah sangatlah penting untuk mengarahkan anak dengan moral yang benar .Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya sebanyak  39 orang tua siswa. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling, dengan jumlah sample sebanyak 15 responden.Dari hasil penelitian dari 15 responden memiliki pengetahuan perkembangan moral anak prasekolah dengan kriteria cukup yaitu ada 8 responden (53%), kriteria baik 5 responden (34%), sebagian kecil kriteria kurang ada 2 responden (13%).Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan pengetahuan tentang perkembangan moral anak usia prasekolah sebagian besar cukup dikarenakan kurangnya orang tua dalam memperluas pengetahuan tentang perkembangan moral anak, maka diperlukan  peran perawat untuk meningkatkan pengetahuan orang tua murid dengan cara memberikan penyuluhan bekerjasama dengan pihak sekolah.Kata Kunci : pengetahuan orang tua, perkembangan , prasekolah.ABSTRACTDuring life cycle, children have growth stages, one of those is moral development of children. On childhood period, especially pre-school age, children should have good moral, therefore it needs a good ability from parents about moral development of pre-school children. Therefore, every parents who have pre-school children are obligated to understand about moral development of pre-school children earlier, education and good knowledge from parents about moral development of pre-school children is very important to direct children with right moral. Research design was descriptive. Population consisted of 39 parents of children. Sample was taken by using accidental sampling technique with sample size were 15 respondents. Research result from 15 respondents showed that 8 respondents (53%) had fair criteria of moral development of pre-school children, 5 respondents (34%) had good criteria, and 2 respondents (13%) had low criteria. From research result above, it can be concluded that most of knowledge from parents about moral development of pre-school children include in fair criteria. Therefore it needs to increase knowledge from parents by giving guidance with cooperation with school institution.Key words : knowledge,development, pre-school children.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU LANSIA Safitri, Winda Mei; Yektiningsih, Erwin
Jurnal AKP Vol 8, No 1 (2017): Jurnal AKP - Juni 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKposyandu lansia telah banyak didirikan tetapi banyak lansia yang tidak hadir dalam posyandu lansia dan ada kecenderungan untuk kurang aktif dalam kegiatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia di Dusun Bendo Asri Desa Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah lansia di wilayah penelitian, sejumlah 82 orang. Sampel 35 orang dan teknik sampling yang digunakan adalah purposive. Variabel pada penelitian ini meliputi variabel dependen : dukungan keluarga dan variabel independen : kunjungan lansia ke Posyandu. Pengumpulan data dengan kuesioner dan analisis data dengan uji korelasi Spearman Rho.Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara variabel dukungan keluarga dengan variabel keaktifan lansia ke Posyandu sebesar 0,877 dengan signifikansi α= 0,000, bermakna yang terhadap hubungan yang sangat kuat antara dukungan keluarga dengan keaktifan kunjungan lansia ke Posyandu Lansia.Dari penelitian ini direkomendasikan salah satu strategi untuk meningkatkan keaktifan lansia ke Posyandu Lansia dengan menguatkan dukungan keluarga. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Keaktifan Lansia, Posyandu
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN LANSIA YANG ARTHRITIS REMATOID DAN GOUT DALAM MENGATASI NYERI SENDI (Studi Deskriptif di Puskesmas Adan – Adan Kabupaten Kediri) Hardikasari, Debby Aprilia
Jurnal AKP Vol 8, No 2 (2017): Jurnal AKP - Desember 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arthritis Rematoid adalah radang cairan sendi yang persisten, biasanya menyerang sendi-sendi perifer dengan penyebaran yang simetris. Gout adalah adanya endapan kristal asam urat akibat dari penumpukan sisa metabolisme purin. Masyarakat akan mengatasinya dengan berbagai cara baik farmakologis maupun non-farmakologis. Untuk itu peneliti mempunyai tujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia yang Arthritis Rematoid dan Gout dalam mengatasi nyeri sendi.        Desain yang digunakan adalah deskriptif. Dengan populasi 196 orang di Puskesmas Adan-Adan, dan menggunakan teknik “Purposive Sampling” dengan 79 responden.        Hasil penelitian tentang cara mengatasi nyeri sendi yang memiliki pengetahuan tidak baik ada 4 responden, pengetahuan kurang ada 42 responden, pengetahuan cukup ada 26 reponden, sedangkan yang memiliki pengetahuan baik ada 7 responden.        Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa studi tingkat pengetahuan pasien lansia yang Arthritis Rematoid dan Gout dalam mengatasi nyeri sendi masih kurang. Maka dari itu perlu adanya peningkatan dalam pemberian penyuluhan dan pendidikan kesehatan tentang cara mengatasi nyeri sendi yang benar.Kata kunci : Arthritis Rematoid, Gout, cara mengatasi nyeri sendi.ABSTRACTArthritis rheumatoid and gout. It can be overcome by taking medicines, cold compress, reducing weight, diet of carbohydrate and fat, modality medication (such as by swimming and stop smoking) and non-pharmacology (such as massase cutaneous, distraction, relaxation, imagination). The purpose of this research is to identify description of knowledge level from the elder’s patients with arthritis rheumatoid and gout in healing joint pain.Research design was descriptive research method. With 196 people in Adan-Adan Public Health Center by using “Purposve Sampling” with 79 respondents. Research result showed that respondents who had knowledge about method to overcome joint pain with low criteria consisted of 4 respodents, 42 respondents had minimum criteria, while 26 respondents had fair criteria, and 7 respondents had a good criteria, from total 79 respondents. Based on research result, it can be concluded that study about knowledge level from the elder’s patients with arthritis rheumatoid and gout in healing joint pain still needs to be continued. Therefore, it needs increase in giving guidance and health education about appropriate method to overcome joint pain.Key words : Arthritis rheumatoid, gout., method to overcome joint pain.
GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA MENOPAUSE TENTANG AKTIVITAS SEKSUAL Chasanah, Iswatun; Sukatmi, Sukatmi
Jurnal AKP Vol 8, No 1 (2017): Jurnal AKP - Juni 2017
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana ovarium berhenti menghasilkan sel telur sehingga aktivitas mestruasi berkurang. Wanita yang mengalami menopause sering mendapat masalah pada kemampuan seksualnya. Akan tetapi, saat ini wanita yang mengalami menopause maupun yang belum mengalami belum cukup mengerti tentang pengetahuan menopause maupun aktivitas seksualnya saat mengalami menopause. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui pengetahuan wanita menopause tentang aktivitas seksual di Desa Senden Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya adalah seluruh wanita menopause 81 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Variable penelitian adalah gambaran penetahuan wanita menopause tentang aktivitas seksual dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah 20 pertanyaan. Data yang yang dihasilkan diolah dengan cara editing, cording,scoring, tabulating dan dianalisis secara prosentase. Data dihasilkan dalam bentuk diagram dan tabel.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 responden (45%) terbanyak berpengetahuan baik, sementara itu 15 responden (33%) berpengetahuan kurang, dan 10 responden (22%) berpengetahuan cukup, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dari tingkat pendidikan dan sumber informasi dikarenakan pada tingkat pendidikan terdapat 12 responden (27%) berpendidikan SMA dan 5 responden (11%) berpendidikan S1,selain itu wanita juga mendapat informasi dari tenaga kesehatan maupun dari keluarga di Desa Senden Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan penyuluhan di posyandu, wanita menopause dapat mengerti tentang menopause dan tentang aktivitas seksualnya saat menopause. Disarankan untuk tenaga kesehatan agar memberi penyuluhan kembali secara detail.Kata Kunci : Menopause, Aktivitas Seksual