Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan
Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan is a periodical journal published by LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiyata Kediri with ISSN number 2442-6555 (online) and ISSN 2355-6498(prin). This Journal was first published online in 2015 with volume number 2 no 1. Jurnal Wiyata publish various original articles related to "Pharmacology, Toxicology and Pharmaceutics; Profesi Kesehatan; Menejmen Informasi Kesehatan; Mikrobiologi (Medis); Imonologi dan Alergi; Kedokteran Gigi; Pelayanan Medis Emergensi; Histologi; Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan; Hematologi". This journal has been indexed Sinta 4 with Decree number: 30 / E / KPT / 2019. This journal is published twice a year in June and December. Every article that goes to editorial staff is selected through a Preliminary Review process by considering whether the article suits the scientific scope of journal. Manuscripts that do not comply with the writing guidelines for publication will be rejected by the editor before further review. The manuscripts that meet the specified guideline will be subject to peer-Preview Process for substansial and formatting check. If the manuscript is improperly prepared, it will be sent back to the author for either major or minor revision. The author should resubmit the revised manuscript within one month of provisional acceptance. Based on Reviewer comments, the Editorial Board then takes a final decision to accept or reject the article for publication.
Articles
17 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2015)"
:
17 Documents
clear
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STATUS GIZI KURANG PADA BALITA UMUR 1 – 5 TAHUN
Andriani, Rully;
Wismaningsih, Endah Retnani;
Indrasari, Oktovina Rizky
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (381.933 KB)
Latar belakang: Gizi kurang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan terjadinya mortalitas dan morbiditas pada balita. Salah satu hal yang diduga berkaitan dengan kejadian gizi kurang pada balita adalah pemberian ASI Eksklusif. Tujuan: Menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian status gizi kurang pada balita umur 1-5 tahun. Metode: Jenis Penelitian adalah survey analitik dengan jenis penelitian cross sectional study. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling total, yaitu sebanyak 33 orang. Variabel independen yaitu pemberian ASI eksklusif, sedangkan variabel dependen yaitu status gizi yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden (60.6%) tidak memberikan ASI Ekslusif. Sebanyak 51.5% balita yang mengalami gizi kurang berusia 2-3 tahun, Hasil uji statistik menggunakan chi square dengan nilai signifikansi p=0,000 lebih kecil dari p yang ditetapkan yaitu <0,05 maka hipotesis diterima. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita umur 1 – 5 tahun. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi kurang pada balita dengan variabel lain sebagai pengontrol.
PERBEDAAN EFEK PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN GERUSAN DAUN PETAI CINA (Leucaena glauca, Benth) DAN POVIDON IODINE 10 % DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH PADA MARMUT (Cavia porcellus)
Ika Rahmawati
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Daun petai cina mengandung bahan kimia untuk menyembuhkan luka tanpa menimbulkan efek samping iritasi. Tujuan: Menganalisis perbedaan efek perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina dibandingkan dengan povidon iodine 10%. Metode: Desain penelitian ini adalah true experiment dengan post test group only dengan sampel terdiri dari 20 ekor marmut yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor. Variabel pada rata-rata kesembuhan luka dengan menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram, 20 gram, 30 gram dan povidon iodine 10% dengan uji statistik one way anova. Hasil: Kelompok gerusan daun petai cina 30 gram p = 0,002. Tetapi perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram dan 20 gram dibandingkan dengan Povidon iodine 10% hasil analisa menunjukkan p = 0,077 dan p = 0,008 dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Simpulan dan Saran: Gerusan daun petai cina 30 gram memberikan hasil penyembuhan yang signifikan. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan dengan menggunakan penilaian kesembuhan luka yang lebih komplek untuk menutupi keterbatasan dalam penelitian ini.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA CABAI MERAH (Capsicum annum L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Lailatul Badriyah;
Algafari B Manggara
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.703 KB)
Latar belakang: Vitamin C atau asam askorbat merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh yang berfungsi membantu proses metabolisme tubuh. Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen interseluler. Pengukuran kadar vitamin C penting dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada cabai merah (Capsicum annum L.). Metode: Jenis penelitian secara deskriptif eksperimental menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-300 nm. Sampel penelitian ini adalah cabai merah yang ditentukan secara random sampling. Hasil: Kadar vitamin C yang diperoleh sebesar 4,463 ppm dan prosentase yang didapat sebesar 0,4463 % b/b. Simpulan dan saran: Hasil menunjukkan bahwa cabai merah (Capsicum annum L.) memiliki kadar vitamin C sebesar 4,463 ppm dan 0,4463 % b/b. Perlu dilakukan uji vitamin C (asam askorbat) pada cabai dengan jenis dan varietas yang berbeda untuk dibandingkan kandungan vitamin C terbesarnya.
PERBEDAAN KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANO PADA PERENDAMAN TEH HITAM DAN KOPI
Afrida Nurmalasari
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.229 KB)
Latar belakang: Resin komposit nano adalah bahan restorasi yang memiliki filler berukuran sangat kecil, sehingga dapat memperbaiki sifat fisik, tahan abrasi dan menurunkan kekasaran permukaan. Resin komposit nano bersifat porus dan menyerap cairan seperti kopi dan teh hitam. Kopi dan teh hitam adalah jenis minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan memiliki kandungan asam. Tujuan: Menganalis perbedaan kekasaran permukaan resin komposit nano pada perendaman teh hitam dan kopi. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah experimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Sampel penelitian berupa balok persegi berukuran 5 mm x 5 mm dan ketebalan 2 mm. Kelompok 1 adalah 5 sampel komposit nano direndam dalam seduhan teh hitam. Kelompok 2 adalah 5 sampel komposit nano direndam dalam seduhan kopi dan kelompok 3 adalah 5 sampel komposit nano direndam dalam aquades masing-masing dilakukan selama 24 jam/hari selama 7 hari. Kekasaran permukaan diukur surface roughness tester dan hasilnya dilakukan uji statistik one way anova. Hasil: Uji Anova menunjukkan nilai p=0,00 berarti terdapat perbedaan bermakna, hasil uji LSD terdapat perbedaan bermakna antar kelompok penelitian.Simpulan dan saran: Terdapat perbedaan kekasaran permukaan resin komposit pada perendaman teh hitam dan kopi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan dengan minuman bersoda
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL PADA LANSIA: STUDI CROSS-SECTIONAL PADA KELOMPOK JANTUNG SEHAT SURYA GROUP KEDIRI
Ekawati Sutikno
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.178 KB)
Latar belakang: Prevalensi gangguan kesehatan mental pada lansia cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesehatan mental pada lansia sebagai dasar penentuan intervensi untuk menurunkan prevalensi gangguan kesehatan mental. Tujuan: Menganalisis prevalensi gangguan kesehatan mental dan faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan kesehatan mental pada lansia anggota Kelompok Jantung Sehat Surya Group di Kota Kediri. Metode: Pendekatan cross-sectional dilakukan pada anggota Kelompok Jantung Sehat Surya Group di Kota Kediri, sebanyak 40 orang. Variabel bebas meliputi karakteristik responden, fungsi keluarga, kesehatan fisik, hubungan sosial, dan lingkunga sedangkan variabel terikat adalah kesehatan mental. Variabel kesehatan mental dinilai dengan intsrumen WHOQOL-BREF. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil: Prevalensi gangguan kesehatan mental pada lansia sebanyak 25%. Variabel yang berhubungan dengan kesehatan mental (p<0.05) adalah jenis kelamin, fungsi keluarga, kesehatan fisik, dan lingkungan. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara jenis kelamin, fungsi keluarga, kesehatan fisik, dan lingkungan dengan kesehatan mental. Perlu adanya penentuan gangguan kesehatan mental yang spesifik.
PERBEDAAN EFEK PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN GETAH POHON YODIUM (Jatropha multilafida L) DAN POVIDON IODINE 10% DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH PADA MARMUT (Cavia porcellus)
Cristina Dewi S
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Kandungan dalam getah pohon yodium (Jatropha multifida L) terdapat flavanoid, lektin dan saponin untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Menganalisis perbedaan efek perawatan luka dengan menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10% dalam mempercepat penyembuhan luka bersih pada marmut. Metode: Desain penelitian ini adalah true experiment dengan post test group only, terdiri dari 21 ekor marmut yang dibagi 3 kelompok perlakuan dengan simple random sampling. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah rata-rata kesembuhan luka pada perlakuan perawatan luka menggunakan getah pohon yodium, povidon iodine 10%, dan kontrol yang hanya dibersihkan menggunakan aquadest dengan menggunakan uji statistik one way anova. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara perlakuan perawatan luka menggunakan getah pohon yodium, povidon iodine 10% dan kontrol, tetapi perawatan luka menggunakan menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10%, tidak terdapat perbadaan yang signifikan antara perawatan luka menggunakan getah pohon yodium dibandingkan dengan povidon iodine 10%. Simpulan dan saran: Efek perawatan luka bersih menggunakan getah pohon yodium memiliki perbedaan yang bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan dengan menggunakan penilaian kesembuhan luka secara mikroskopis.
HUBUNGAN PELAYANAN POSYANDU X DENGAN TINGKAT KEPUASAN LANSIA
ENDAH RETNANI WISMANINGSIH
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.754 KB)
Latar Belakang: Kepuasan merupakan gambaran harapan seseorang terhadap pelayanan ataupun jasa yang dirasakan apakah sesuai dengan harapan atau tidak. Tingkat kepuasan akan meningkat pada lansia yang mendapat pelayanan yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Kabupaten Kediri. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional dengan menggunkan teknik accidental sampling. Sampel penelitian sebanyak 24 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada penelitian ini adalah pelayanan posyandu sedangkan variabel terikatnya adalah tingkat kepuasan lansia. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik Korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan pelayanan posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelayanan Posyandu X dinilai sedang yaitu sebesar 73,08%, serta tingkat kepuasan lansia adalah puas yaitu sebesar 61,54%. Dari hasil uji statistik Rank Spearman nilai r = 0,582 dan sig = 0,02 yang menunjukkan terdapat hubungan antara pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Posyandu X. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan pelayanan Posyandu X dengan tingkat kepuasan lansia di Posyandu X Kabupaten Kediri. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan jumlah sampel yang representatif dengan teknik sampling yang sesuai.
PERUBAHAN pH SALIVA SETELAH MENGUNYAH APEL ROME BEAUTY DAN MANALAGI
Endah Kusumastuti
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.245 KB)
Karies adalah suatu penyakit jaringan keras gigi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya karies gigi yaitu dengan menjaga derajat keasaman (pH) saliva. Mengkonsumi buah terutama buah yang mengandung banyak serat, seperti apel dapat menjaga kesehatan rongga mulut karena dapat menjaga derajat keasaman (pH) saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh setelah mengunyah apel Rome Beauty dan apel Manalagi terhadap pH saliva. Jenis penelitian ini adalah eksperimental klinis.Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 orang yang seluruhnya diinstruksikan untuk mengunyah apel Rome Beauty dan apel Manalagi kemudian diintruksikan untuk meludah pH saliva diukur sebelum dan sesudah perlakuan pada menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60. Analisa data menggunakan uji Anova dan Manova.Hasil uji Anova, pH Saliva pada kelompok apel Rome Beauty pada menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60 memiliki nilai signifikan dan pH saliva pada kelompok sampel apel Manalagi pada menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60 memiliki nilai tidak signifikan. Hasil uji Manova perbandingan pH saliva kelompok apel Rome Beauty dan apel Manalagi pada menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60 memiliki nilai signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan pengaruh mengunyah apel Rome Beauty dan apel Manalagi terhadap pH saliva.
UJI DAYA HAMBAT AIR REBUSAN BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.)TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Esherichia coli
MM. Ryaniarti Estri W;
Susilo Ribut Anggarbeni
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.562 KB)
Latar belakang: Rosella merupakan salah satu tanaman obat keluarga yang banyak digunakan sebagai ramuan tradisional. Kandungan senyawa rosella seperti flavonoid, saponin dan tanin mampu menghambat pertumbuhan bakteri salah satunya bakteri Escherichia coli sebagai penyebab infeksi diare.Tujuan: Mengetahui daya hambat dan konsentrasi bunga rosella yang dapat menunjukkan zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli. Metode: Penelitian eksperimen yang dilakukan di wilayah Jombang. Populasi penelitian ini adalah seluruh bunga rosella merah kering yang dijual di pasar Jombang. Jumlah sampel sebanyak 10 sampel, diambil dengan tehnik total sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengenceran rebusan bunga rosella apabila dibandingkan dengan antibiotik Kotrimoksazol pada konsentrasi 10%-70% bersifat resisten yang menunjukkan diameter zona hambat <11 mm, sedangkan pada konsentrasi 80%-100% bersifat sensitive yang menunjukkan diameter zona hambat 15-16 mm.Simpulan dan saran: Terdapat zona hambat pada pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan bakteri uji lainnya dan ekstrak hasil fraksinasi, sehingga efek manfaat dari ekstrak dapat terlihat lebih nyata.
PENGEMBANGAN DAN UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota) SEBAGAI LOTIO TERHADAP Staphyllococcus aures
Prihardini, Prihardini;
Wiyono, Anang Setyo
Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : LP2M IIK (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Ilmu Kesehatan) Bhakti Wiy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.86 KB)
Latar belakang: Tanaman sawo manila (Manilkara zapota L) dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif sebagai obat tradisional untuk penyakit yang berhubungan dengan kulit misalnya jerawat yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak dan lotio ekstrak daun sawo manila memiliki aktivitas antibakteri pada Staphylococcus aureus. Metode: Dalam penelitian ini ekstrak daun sawo manila diformulasikan menjadi lotio pada konsnetrasi 90mg, 120 mg, 150 mg dan dibagi dalam 5 perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, lotio ekstrak daun sawo manila 90mg, lotio ekstrak daun sawo manila 120 mg, lotio ekstrak daun sawo manila 150mg. Hasil: Hasil dari penelitian bahwa lotio ekstrak daun sawo manila memiliki aktifitas antibakteri pada Staphylococcus aureus dan terdapat perbedaan aktitifat pada setiap konsnetrasi. Konsentrasi lotio ekstrak daun sawo manila 90 mg telah memberikan aktifitas antibakteri, sedangkan konsentrasi 150 mg memberikan aktifitas yang besar. Adapun pada perlakuan antibitotik pembanding yaitu Tetrasiklin 56 mg memberikan hasil yang lebih besar dibanding konsentrasi 150 mg. Simpulan dan saran: terdapat perbedaan aktitifas pada setiap konsnetrasi lotion ekstrak daun sawo manila.