cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: DESEMBER 2020" : 7 Documents clear
KOMBINASI PUPUK ORGANIK HAYATI DAN KOMPOS TKKS UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) Sukriming Sapareng; Rosnina Rosnina; Yasmin Yasmin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.673

Abstract

Pemakaian pupuk hayati yang diaplikasikan dengan tepat dan benar akan berpengaruh positif terhadap ketersediaan unsur hara, ketahanan terhadap serangan penyakit dan meningkatkan kesehatan tanah sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih baik dan produksi dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keragaan bibit kelapa sawit dengan pemberian pupuk organik hayati dan kompos TKKS. Penelitian dilaksanakan dengan mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu perbandingan volume kompos TKKS : top soil dan waktu pemberian pupuk hayati. Secara keseluruhan diperoleh 16 kombinasi, setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan, dimana setiap unit percobaan terdiri atas 3 bibit kelapa sawit. Jumlah bibit kelapa sawit seluruhnya adalah 144 bibit kelapa sawit. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan peningkatan pertumbuhan. Kombinasi perlakuan terbaik adalah perbandingan kompos TKKS dengan top soil 2:6 dan pemberian pupuk hayati setiap bulan dengan peningkatan pertumbuhan bibit kelapa sawit masing-masing untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang adalah 97.18%, 52.26% dan 110.10%.
KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN KOMBINASI PLASTICIZER SERTA APLIKASINYA PADA BUAH NANAS TEROLAH MINIMAL Rahmi A Mudaffar
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.669

Abstract

Edible film yang terbuat dari pati relatif mudah sobek, sehingga perlu penambahan plasticizer agar lebih lentur. Karakteristik edible film akan menentukan kualitas akhir terhadap aplikasinya pada produk pangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu ; (1) mengetahui karakteristik edible film dari limbah kulit singkong dengan kombinasi perlakuan penambahan plasticizer, (2) mengetahui pengaruh aplikasi pengemasan dengan metode coating dan wrapping pada buah nanas terolah minimal. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama yaitu ekstraksi pati kulit singkong. Pati hasil ektraksi kemudian dianalisis; (1) kadar air, (2) kadar pati, (3) kadar amilosa, dan (4) suhu gelatinisasi. Pada tahap ini akan diperoleh pati kulit singkong yang terbaik sebagai bahan dasar edibel film. Tahap kedua yaitu pembuatan edible film pati kulit singkong, dengan menggunakan kombinasi plasticizer dalam berbagai konsentrasi yaitu gliserol (2%, 4%, 6%) dan propilen glikol (2%, 4%, 6%). Edible film yang diperoleh kemudian dianalisis; (1) ketebalan, (2) kuat tarik, (3) persen pemanjangan dan (4) laju transmisi uap air. Analisis data yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dua faktorial dengan dua kali ulangan. Tahap ketiga yaitu aplikasi edible film pada buah nanas terolah minimal, dengan metode; (1)  Kontrol (tanpa perendaman dan pelapisan), (2) Perendaman (coating), dan (3) Pelapisan (wrapping). Tahap aplikasi ini akan dilakukan selama 3 hari dan setiap harinya akan dilakukan pengamatan terhadap susut berat dan warna. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini memperlihatkan suhu gelatinisasi pati ubi kayu 63oC, kadar air pati ubi kayu 10,14%, kadar pati ubi kayu 97,35% dan kadar amilosa 9,584%.  Sedangkan pada sifat fisik dan mekanis edibel film menunjukkan ketebalan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Kuat tarik yang terbaik penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Persen pemanjangan yang terbaik yaitu penambahan gliserol 6%, gliserol 2%.  Sedangkan untuk laju transmisi uap air yaitu penambahan gliserol 2%, propilen glikol 2%.  Selanjutnya hasil pengamatan aplikasi dari edibel film memperlihatkan susut bobot yang terbaik pada perlakuan wrapping yaitu 26,41%.  Sedangkan untuk parameter warna yang terbaik pada perlakuan coating dengan nilai rata–rata panelis ialah 3,34.
SIMPANAN KARBON TANAH PADA EKOSISTEM MANGROVE KELURAHAN SONGKA KOTA PALOPO Srida M Ayu; Andi Rosdayati; Nardy N Nadjib
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.670

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengukur simpanan karbon tanah pada ekosistem mangrove Kelurahan Songka Kota Palopo. Penelitian dilakukan pada 5 titik ekosistem mangrove Kelurahan Songka  yang dipilih menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan perbedaan jenis, pertumbuhan dan kerapatan mangrove. Data yang dikumpulkan terdiri atas tekstur tanah, Bulk density dan % C tanah yang diperoleh dari hasil analisis sampel yang diambil dari 3 interval kedalaman pada masing-masing titik  dengan 3 ulangan untuk dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata simpanan karbon tanah pada ekosistem mangrove  kelurahan Songka sebesar 163,08 ton/ha.
UJI OPTIMUM PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UBI JALAR UNGU MELALUI APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH Sitti Aminah; Sulfiani Sulfiani; Ambo Upe
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.671

Abstract

Upaya peningkatan produksi ubi jalar masih terus dilakukan, untuk itu usaha yang dapat ditempuh dengan berbagai macam paket teknologi, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan produksi yang tinggi yaitu dengan melalui pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui konsentrasi terbaik pada ZPT dari ekstrak jagung manis yang mampu menghasilkan umbi ubi jalar ungu yang optimum. Metode penelitian disusun dengan menggunakan model Rancangan Acak Kelompok (RAK). 5 perlakuan ZPT (z) yaitu z0: konsentrasi 0 ppm, z1: konsentrasi 1 ppm, z2: konsentrasi 2 ppm, z3: konsentrasi 3 ppm, dan z4: konsentrasi 4 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit petak penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per petak, dan bobot umbi per hektar. Hasil Uji BNT_α=0.05, menunjukkan bahwa aplikasi ZPT konsentrasi 2 ppm, menghasilkan umbi ubi jalar ungu segar panen sebesar 62,17 ton/ha (rata-rata 42,36 ton/ha).
PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH VARIETAS BIMA MELALUI APLIKASI EKSTRAK JAGUNG MANIS SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK ORGANIK Asrijal Asrijal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.667

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak jagung manis, dosis pupuk organik dan interaksinya yang mampu meningkatkan produktivitas bawang merah varietas Bima. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola Rancangan Petak Terpisah (RPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jagung manis pada konsentrasi 1.5 ppm memperlihatkan hasil umbi bawang merah varietas Bima tertinggi yaitu 17.30 t ha-1; dan pemberian pupuk organik dosis 4 t ha-1 menghasilkan umbi bawang merah varietas Bima tertinggi yaitu 17.23 t ha-1.
PRODUKSI BIJI DAN BIOMAS JAGUNG PAKAN TERNAK YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DAN KEPADATAN AWAL TANAM BERBEDA PADA LAHAN KERING Syamsul Bahri; Sutrisno H Purnomo
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.672

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di lahan milik petani di kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo dengan luas areal penanaman seluas 2 ha lahan kering. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu penggunaan pupuk sebagai faktor pertama dan kepadatan awal tanam sebagai faktor kedua. Adapun perlakuan yang diteliti adalah faktor pertama : Penggunaan Pupuk P0 = Pupuk Anorganik 100 % (urea 300 kg/ha, SP36 100 kg/ha dan KCl 100 kg/ha) atau (urea 2,6 kg/plot, SP36 0,88 kg/plot dan KCl 0,88 kg/plot) P1 = Pupuk Anorganik 50 % (urea 150 kg/ha, SP36 50 kg/ha dan KCl 50 kg/ha) atau (urea 1,3 kg/plot, SP36 0,44 kg/plot dan KCl 0,44 kg/plot) + Pupuk Organik 50 % (3 ton/ha) atau (26,25 kg/plot), P2 = Pupuk Organik 100 % (6 ton/ha) atau (52,5 kg/plot) dan faktor kedua : Kepadatan Awal Tanam K0 = Kepadatan 35.500 tan/ha  (jarak tanam 70 x 40) K1 = Kepadatan 70.500 tan/ha  (jarak tanam 35 x 40) K2 = Kepadatan 105.500 tan/ha  (jarak tanam 35 x 20). Pengukuran terhadap 5 tanaman sampel yang diambil secara acak pada setiap petakan percobaan kemudian klobotnya dibuka lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Jagung pipilan kering ditimbang beratnya untuk menghitung produksi jagung pipilan kering. Pengukuran produksi hijauan segar dilakukan dengan menimbang berat hijauan segar (hijauan jagung hasil penjarangan dari tanaman antara dan hijauan jerami jagung setelah jagung dipanen) yang berasal dari 5 tanaman sampel pada setiap petakan percobaan yang diambil secara acak baik tanaman antara maupun tanaman utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk anorganik 100 % dapat meningkatkan produksi pipilan kering jagung 7,69 ton/ha dan biomas 19,32 ton/ha, kepadatan awal tanam 35.500 tanaman/ha meningkatkan produksi jagung tertinggi pada komponen produksi biomas 18,98 ton/ha dan pipilan kering 7,51 ton/ha jagung tanaman utama sedangkan kepadatan awal tanam dengan jarak tanam 35 x 20 cm dengan produksi tertinggi pada komponen produksi biomas 3,14 ton/ha dan jagung muda 0,73 ton/ha tanaman antara dan tidak terdapat interaksi pemberian pupuk dengan kepadatan awal tanam terhadap peningkatan produksi jagung
PEMBERIAN KOMPOS TKKS YANG DIDEKOMPOSISI TRI-PO DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merr) Akmal Akmal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.668

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Katulungan Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dimulai pada Bulan Desember 2019 sampai dengan Maret  2020. Yang bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit yang di Dekomposisi Tri-Po pada dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan (k) yaitu : k0 (tanpa perlakuan), k1 (hasil kompos TKKS 10 kg Tri-Po 4:2), k2 (hasil kompos TKKS 10 kg tri-po 4:4), k3 (hasil kompos TKKS 10 kg tri-po 4:6), k4 (hasil kompos TKKS 10 kg tri-po 4:8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit yang didekomposisi dengan Tri-Po pada dosis yang berbeda berpengaruh terhadap produksi tanaman kedelai yaitu pada perlakuan pemberian kompos TKKS dengan dosis Tri-Po 4:8 (k4) memperlihatkan hasil terbaik pada jumlah polong, berat polong per-100 biji dan berat polong per-bedengan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7