Journal TABARO Agriculture Science
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1: MEI 2022"
:
10 Documents
clear
DEKOMPOSISI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN CENDAWAN PELAPUK
Sukriming Sapareng;
Amir M Amir M
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1262
Tandan kosong kelapa sawit tidak dapat langsung terurai menjadi kompos karena masih dalam bentuk unsur yang kompleks, sehingga harus didegradasi terlebih dahulu dan proses degradasi secara alami memakan waktu yang sangat lama, untuk itu dipakai cendawan untuk mempercepat proses degradasi. *Cendawan pelapuk mempunyai kemampuan ligninolitik, yaitu kemampuan mengelurkan enzim yang dapat mendegradasi lignin. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi TKKS, dedak, dan kapur dolomit. Bahan dicampur merata kemudian diinokulasi dengan cendawan pelapuk dalam empat perlakuan yaitu tanpa cendawan pelapuk (K0), Pleurotus sp (K1), Tramella sp (K2), danTrichoderma sp (K4). Penelitian ini menunjukkan kualitas kompos dengan parameter yang berbeda seperti suhu, pH, unsur hara makro dan rasio C:N. Perlakuan inokulasi cendawan Trichoderma sp memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Rasio C/N setelah 8 minggu dekomposisi yaitu 22.09. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan inokulasi cendawan Trichoderma sp bisa menjadi biodekomposer potensial untuk TKKS.
AKTIVITAS INSEKTISIDA EKSTRAK BIJI SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP Spodoptera frugiperda J. E. Smith
Nur Yasin;
Tiara Maharani;
Agus M Hariri;
Lestari Wibowo
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1252
Salah satu hama yang menyerang tanaman jagung yaitu ulat grayak (Spodoptera frugiperda) yang merusak tanaman jagung. Salah satu upaya pengendalian S. frugiperda yaitu penggunaan insektisida nabati, seperti biji sirsak (Annona muricata) yang dilarutkan dalam pelarut organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak biji sirsak dengan tiga jenis pelarut terhadap mortalitas dan perkembangan S. frugiperda. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Ilmu Hama Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini disusun dengan rancangan acak kelompok, yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas: (1) kontrol, (2) aplikasi ekstrak biji sirsak dengan pelarut akuades konsentrasi 2%, (3) aplikasi ekstrak biji sirsak dengan pelarut metanol konsentrasi 2%, dan (4) aplikasi ekstrak biji sirsak dengan pelarut heksan konsentrasi 2%. Dalam penelitian ini terdapat 20 satuan percobaan, pada setiap satuan percobaan digunakan 10 ekor larva S. frugiperda instar II. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F dan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji sirsak dengan tiga jenis pelarut mempengaruhi pekembangan dan mortalitas larva S. frugiperda. Pembentukan pupa dan imago yang normal menjadi menurun. Ekstrak biji sirsak dengan tiga jenis pelarut juga menyebabkan menurunnya stadium larva, pupa, dan imago, serta lama hidup S. frugiperda. Ekstrak biji sirsak pelarut heksan serta metanol mempunyai daya hambat makan (antifeedant) kategori kuat larva S. frugiperda. Ekstrak biji sirsak pelarut heksan menyebabkan mortalitas larva S. frugiperda pada 6 hari setelah aplikasi lebih tinggi (94%) daripada dengan pelarut akuades (56%).
PENDAPATAN ON FARM, OFF FARM, DAN NON FARM PADA RUMAH TANGGA PETANI PADI DI DESA CAMPAGAYA KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR
Nur Anil Saputri;
Sri Mardiyati;
Nadir Nadir
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1257
Para petani padi yang ada di Desa Campagaya seabagian besar telah mengetahui pendapatan dan jalur pemasaran hasil panen beserta masalah-masalah yang dihadapi. Akan tetapi1secara spesifik, mereka belum pernah melakukan analisis pendapatan mereka dari usahatani padi maupun dari luar usahatani padi. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian secara spesifik mengenai sumber pendapatan on farm, serta kontribusi yang diberikan oleh sektor off farm, dannon farm petani padi di Desa Campagaya Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sedangkan, teknik penentuan1sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Jumlah pendapatan petani tergantung pada tingkat penerimaan yang dipengaruhi oleh produktivitas padi. Selain itu, jumlah biaya yang dikeluarkan juga berpengaruh dalam menentukan jumlah pendapatannya yang dimana semakin besar suatu biaya usahatani yang dikeluarkan, maka pendapatan akan berkurang. Selain pendapatan dari usahatani, terkadang petani juga mengandalkan pendapatan dari dua subsector pertanian lainnya yaitu subsector off farm dan non farm. Tingkat pendapatan usahatani on farm pada rumah tangga petani padi didapat dari total penerimaan Rp.13.805.120,91/ha dikurangi dengan total biaya produksi Rp.4.624.434,58 sehingga menghasilkan pendapatan rata-rata perhektar sebesar Rp.9.180.686,33. Adapun kontribusi off farm sebesar Rp.1.379.800,85 ha/ musim dengan kontribusinya terhadap pendapatan petani sebesar 29,50%. Sedangkan pendapatan pada non farm sebesar Rp.2.920.341,39 dengan kontribusi sebesar 53,31%.
DEGREENING MEMPERBAIKI WARNA KULIT DAN TIDAK MEMPENGARUHI MUTU INTERNAL BUAH JERUK
Taruna Shafa Arzam AR;
Akmal Akmal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1253
Penampilan warna kulit buah jeruk local dapat diperbaiki dengan teknologi degrening menggunakan ethefon. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh konsentrasi ethefon terhadap terhadap perubahan warna dan Total Padatan Terlarut (TPT), Total Asam (TA) jus buah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2019. Rancangan penelitian yang akandigunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi ethefon , yaitu 0 ppm (k0), 500 ppm (k1) dan 1000 ppm (k2) yang ulangan sebanyak 4 kali dengan menggunakan Analisis Ragam yang diuji lanjut dengan BNT pada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ethefon baik pada konsentrasi 500 ppm dan 1000 ppm dapat mengubah warna kulit menjadi jingga yang setara dengan warna kulit buah jeruk “Ponkam” berdasarkan Citruc Color Chart, indeks warna (CCI) dan ohue dan kedua kelompok jeruk yang diberi perlakuan degreening berbeda nyata lebih baik jika dibandingkan dengan buah control. Penelitian ini juga terlihat bahwa degreening tidak mempengaruhi total padatan terlarut, total asam, rasio TPT/ TA dan kekerasan buah pada taraf 5 %. Namun perlakuan degreeningmenggunakan ethefon berpengaruh pada penyusutan bobot buah.
SIMPANAN BIJI GULMA DALAM TANAH PADA LAHAN PERTANIAN YANG BERBEDA
Abdul Gani;
Sutrisno Hadi Purnomo;
Nikmah Musa
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1258
Penelitian bertujuan untuk mengetahui komposisi dan dominansi jenis gulma pada simpanan biji gulma dalam tanah pada beberapa lahan pertanian, keanekaragaman, kesamaan jenis gulma dan indeks kekayaan jenis pada simpanan biji gulma dalam tanah pada beberapa lahan pertanian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai januari 2021 di kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo. Parameter pengamatan yaitu mengidentifikasi nama jenis gulma dan menghitung jumlah gulma pada jenis yang sama, dengan menggunakan metode kuadran. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 417 gulma yang terdiri dari 6 jenis gulma yaitu Acalypha indica L, Phylanthus urinaria L, Euophorbia hirta L, Acmella uliginosa (Sw) Cass, Digitarius sanguinalis L (Scop) dan Peperomia pelucida. Pada lahan perkebunan di dominansi oleh Acalypha indica L, pada lahan tegalan di dominansi oleh Phylanthus urinaria L, pada lahan pekarangan di dominansi oleh Acmella uliginosa (Sw) Cass dan pada lahan sawah di dominansi oleh Digitarius sanguinalis L (Scop). Nilai indeks keanekagaragamn dilahan perkebunan dan tegalan termasuk dalam klriteria sedang, Nilai indeks keanekaragaman dilahan pekarangan dan sawah termasuk dalam kriteria rendah. Nilai indeks kesamaan dilahan perkebunan dan sawah termasuk kedalam kriteria sangat tinggi, Nilai indeks kesamaan dilahan tegalan dan pekarangan termasuk dalam kriteria rendah. Nilai indeks kekayaan disemua lahan pertanian memiliki kriteria rendah.
INDEKS ADOPSI INOVASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO JAGUNG HIBRIDA PADA LAHAN KERING
Sudirman Sudirman;
Ribut Suryanto
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1254
Sistem tanam jajar legowo umumnya dilakukan pada tanaman padi, namun di Kabupaten Lombok Timur sistem tanam tersebut sudah dikembangkan pada komoditi jagung. Inovasi sistem jajar legowo jagung hibrida merupakan hasil penelitian dan pengkajian serta telah dikembangkan terutama pada lahan-lahan kering dan terbukti jarak tanam menggunakan jajar legowo pada jagung hibrida mampu meningkatkan hasil biji jagung, tapi belum banyak diterapkan oleh petani yang disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks tingkat adopsi inovasi sistem tanam jajar legowo jagung hibrida pada lahan kering. Lokasi Penelitian di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan menggunakan metode survei. Jumlah responden ditentukan sebanyak 73 orang yang dipilih secara random dari populasi petani jagung di lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive dengan rumus Slovin. Data yang diamati terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer dianalisa menggunakan analisis faktor untuk mendapatkan indeks komposit adopsi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks tingkat adopsi inovasi sistem tanam jajar legowo jagung hibrida pada lahan kering mencapai tingkat adopsi kategori tinggi (indeks di atas rata-rata 100) mencapai 70 persen dan indeks tingkat adopsi kategori rendah (indeks di bawah rata-rata 100) mencapai 30 persen
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) PADA AKLIMATISASI ANGGREK Dendrobium sp.
Paradillah Paradillah;
Muh. Yusuf Idris
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1259
Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh pemberian PGPR terhadap pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium dan Green House lnstalasi Pengamatan, Peramalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (IP3OPT) wilayah I Luwu. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), satu faktor yaitu pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari akar bambu yang terdiri 4 taraf perlakuan yaitu : P0: Tanpa PGPR (kontrol) P1 : 15 ml PGPR / liter air P2 : 25 ml PGPR / liter air P3 : 35 ml PGPR / liter air . Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali ulangan, sehingga terdapat 80 sampel pengamatan. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian konsentrasi PGPR pada tanaman anggrek, yang dimana perlakuan P3 (35 ml/liter air) memberikan nilai terbaik pada laju pertumbuhan aklimatisasi tanaman anggrek untuk seluruh parameter pengamatan antara lain : tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar dan volume akar.
PRODUKTIVITAS OPTIMUM BAWANG MERAH VARIETAS BIMA
Ambo Upe;
Asrijal Asrijal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1255
Produksi dan produktivitas bawang merah dapat ditingkatkan melalui pemberian zat pengatur tumbuh dan pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk Mendapatkan konsentrasi ekstrak jagung yang optimum terhadap hasil umbi bawang merah per hektar. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Rancangan Petak Petak Terpisah (RPPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titik optimum ekstrak jagung manis dan jagung putih dicapai pada konsentrasi 2.38 ppm dan 2.37 ppm dengan hasil optimum bawang merah varietas Bima perhektar sebesar 17.7090 t ha-1dan 15.9127 t ha-1
TINGKAT KESUKAAN ROTI BERBAHAN KOMPOSIT TEPUNG PISANG LOWE DENGAN TEPUNG TERIGU
Ramadhani Chaniago;
Andi Ece Trisnawati;
Sulastri Sulastri;
Irma Irma;
Elna Susanti Kasim;
Richard Dareda
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1261
Pisang lowe yang digunakan pada penelitian ini adalah pisang lokal yang banyak tumbuh didataran Kabupaten Banggai. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Luwuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, pada bulan Maret 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan teksur dari produk roti berbahan baku subtitusi tepung pisang lowe. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) masing-masing perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali menjadi 12 unit perlakuan (4 perlakuan diulang 3 kali hasilnya 12). Adapun formulasi penggunaan tepung pisang lowe dan tepung terigu, yaitu : A = Tepung Pisang Lowe 100g tanpa tepung terigu; B = Tepung Pisang Lowe 75g + tepung tepung terigu 25g; C = Tepung Pisang Lowe 50g + tepung tepung terigu 50g; D = Tepung Pisang Lowe 25g + tepung tepung terigu 75g. Penelitian ini berlangsung dengan 2 tahap, yaitu tahapan pertama pembuatan tepung pisang lowe dan tahapan kedua membuat roti menggunakan kombinasi tepung pisang lowe dengan tepung terigu. Metode analisis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan “Skala Hedonik”, yaitu tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur. Sampel disajikan secara acak, kepada panelis diminta untuk memberikan nilai menurut tingkat kesukaan. Jumlah skala yang digunakan terdiri dari 5 skala yaitu : 1. Sangat tidak suka 2. Tidak suka 3. Agak suka 4. Suka 5. Sangat Suka. Uji organoleptik yaitu uji hedonik dengan melibatkan 26 orang panelis tidak terlatih. Dari hasil penelitian dapat ditarik menjadi kesimpulan bahwa : Produk roti yang terbuat dari komposit tepung pisang lowe dengan tepung terigu memberikan pengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Sesuai dengan hasil penilianan tingkat kesukaan panelis baik warna, aroma, rasa, dan tekstur roti komposit dari tepung pisang lowe dengan tepung terigu (50 g : 50g) diterima dan di sukai panelis dengan skala agak suka-suka.
ANALISIS PENDAPATAN DAN NAFKAH PETANI BAWANG MERAH DI DESA NANGAWERA KECAMATAN WERA KABUPATEN BIMA
Ferian Ferian;
Amruddin Amruddin;
Sumarni Sumarni
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1256
Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani bawang merah serta untuk mengetahui dapatkah pendapatan bawang merah menjadi sumber nafkah bagi petani bawang merah di Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 215 orang petani bawang merah, jumlah sampel yang diambil sebanyak 15%, yaitu 32 orang petani bawang merah dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata-rata biaya dari uasahatani bawang merah di Desa Nangawera Kecamatan Wera Kabupaten Bima sebesar Rp 36.797.508,00/panen/ha dan jumlah rata-rata pendapatan usahatani bawang merah Rp 77.301.755,00/panen/ha. Kontribusi usaha tani bawang merah terhadap rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar 72,26, hal ini menunjukan bahwa usahatani bawang merah dapat menjadi sumber nafkah utama bagi petani bawang merah di daerah tersebut.