cover
Contact Name
Anugrah Nur Rahmat
Contact Email
anugrahnr0@gmail.com
Phone
+6281253524447
Journal Mail Official
jpkmi.kesmas@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas lambung Mangkurat Jl A Yani km.36 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia)
ISSN : 24071625     EISSN : 25810901     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jpkmi.v7i1
urnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPKMI) adalah jurnal ilmiah yang memfokuskan pada ilmu Kesehatan Masyarakat. Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu Anak dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2016)" : 6 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN, ASUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK, DAN DURASI TIDUR DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA POLISI Kurniawati, Yulia; Fakhriadi, Rudi; Yulidasari, Fahrini
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2759

Abstract

AbstrakObesitas dapat terjadi pada polisi dan disebabkan multifaktor. Berdasarkan studi pendahuluan di Polres Kota Banjarmasin, sebanyak 10,32% polisi mengalami obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara pola makan, asupan energi, aktivitas fisik, dan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada polisi di Kepolisian Resort Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan sampel 84 responden. Hasil penelitian menunjukkan 23 responden pola makan sering, 61 responden pola makan tidak sering, 1 responden asupan energi lebih, 83 responden asupan energi cukup, 43 responden aktivitas fisik sedang, 41 responden aktivitas fisik tinggi, 33 responden durasi tidur kurang, dan 51 responden durasi tidur cukup. Analisis chi square pada tingkat kemaknaan 95% menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan, aktivitas fisik, dan durasi tidur dengan kejadian obesitas (p-value=0,047; p-value=0,0001; p-value=0,009) dan tidak ada hubungan antara asupan energi dengan kejadian obesitas (p-value=0,333). Pola makan, aktivitas fisik, dan durasi tidur berhubungan dengan kejadian obesitas pada polisi.Kata-kata kunci : obesitas, pola makan, aktivitas fisik, durasi tidur, polisi AbstractObesity can occur in police and caused multifactorial. Based on preliminary studies in the Banjarmasin Police Resort, the police as much as 10.32% are obese. This research aims to explain correlation between dietary habit, energy intake, physic activity, and sleep duration with obesity of police in the Banjarmasin Police Resort. This study uses a case control approach with a sample of 84 respondents. The results showed 23 respondents diet often, 61 respondents diet is not often, one respondent energy intake more, 83 respondents energy intake enough, 43 respondents moderate physical activity, 41 respondents physical activity high, 33 respondents sleep duration less, and 51 respondents duration sleep enough. Chi square analysis at the significant level of 95% indicates that there is a correlation between dietary habit, physical activity, and sleep duration with obesity (pvalue= 0.047; p-value=0.0001; p-value=0.009) and there is no correlation between energy intake with obesity (p-value=0.333). Dietary habit, physical activity and sleep duration are correlate with obesity of police.Keywords: obesity, dietary habit, physical activity, sleep duration, police
HUBUNGAN ANTARA USIA, JENIS KELAMIN, LAMA KERJA, PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN APD PADA TENAGA KESEHATAN Apriluana, Gladys; Khairiyati, Laily; Setyaningrum, Ratna
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2754

Abstract

AbstrakPekerja Rumah Sakit mempunyai risiko lebih tinggi dibanding pekerja industri lain untuk terjadinya Penyakit Akibat Kerja dan Kecelakaan Akibat Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara usia, jenis kelamin, lama kerja, pengetahuan, sikap dan ketersediaan alat pelindung diri (APD) dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 125 responden yang ditentukan dengan rumus Isaac & Michael. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia, lama kerja, pengetahuan dan sikap (p-value < 0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan ketersediaan APD (p-value > 0,05) dengan perilaku penggunaan APD pada tenaga kesehatan di RSUD Banjarbaru. Perlu penelitian lanjut untuk mengetahui perilaku ini di rumah sakit lain dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan membandingkannya dengan beberapa rumah sakit lainnya serta variabel lain yang belum diteliti.Kata-kata kunci: perilaku, penggunaan APD, tenaga kesehatan AbstractHospital workers have a higher risk than other industries workers to Occupational Diseases and Accident. This study aims to clarify relationship between age, sex, length of work, knowledge, attitudesand availability of personal protective equipment (PPE) with the behavior of the use of PPE among health workers. This is an observational analytic study with cross-sectional design. The sample was 125 respondents determined by the Isaac & Michael’s formula. The research instrument used questionnaire. Data analysis using Chi Square test. The results showed a significant relationship between age, length of work, knowledge and attitude (p-value <0.05) and no significant relationship between sex and the availability of PPE (p-value> 0.05) with the behavior of the use of PPE among health workers in Banjarbaru Hospital. Further research to determine this behavior in another hospital with bigger samples and compare it with some other hospitals as well as other variables that have not been studied is needed.Keywords: behavior, the use of PPE, health workers
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Sharfina, Hanifati; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2755

Abstract

AbstrakMenurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Puskesmas dengan data angka kejadian tertinggi diare pada balita usia 12-59 bulan adalah Puskesmas Sungai Tabuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk yang merupakan penelitian observasional analitik dengan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden dengan perbandingan jumlah sampel 1:2 dihitung menggunakan rumus Lemeshow. Analisis statistik dengan uji Chi Square (α = 95%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh antara kualitas air bersih (p-value=0,927), ada pengaruh antara pembuangan air limbah (SPAL) (p-value=0,001, OR=19,600), ada pengaruh antara ketersediaan jamban (p-value=0,001, OR=5,714), ada pengaruh antara perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) (p-value=0,001, OR=25,667), ada pengaruh antara pemberian ASI ekslusif (p-value=0,001, OR=9,036), ada pengaruh antara penggunaan botol susu (p-value=0,001, OR=6,476), dan ada pengaruh antara pengolahan, penyediaan, dan penyajian makanan (p-value=0,002, OR=4,667) dengan kejadian diare pada balita.Kata-kata kunci: lingkungan, perilaku, diare, balita AbstractAccording to data from Department of Health in Banjar District in 2015, the health center has the highest incidence rate of data diarrhea in infants aged 12-59 months is Sungai Tabuk Health Center. This is an observational analytic study with case control study. The population were children under five years old who were in Puskesmas Sungai Tabuk taken using simple random sampling technique. The research sample of 90 respondents to the comparison sample of 1: 2 is calculated using the formula Lemeshow. Data analysis of univariate and bivariate using Chi Square test (α = 95%). The results showed no influence of water quality (p-value = 0.927), there is the influence of wastewater disposal (SPAL) (p-value = 0.001, OR = 19,600), there are the influence of the availability of latrines (p-value = 0.001, OR = 5.714), there is the influence of the behavior of Handwashing (CTPS) (p-value = 0.001, OR = 25.667), there the effect of exclusive breastfeeding (p-value = 0.001, OR = 9.036), there is an effect of the use of milk bottles (p-value = 0.001, OR = 6.476), and there is influence between processing, provision, and presentation of the food (p-value = 0.002, OR = 4.667) with the incidence of diarrhea in infants.Keywords: environment, behavior, diarrhea, children under five years old
PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PERAWAT DALAM PEMILAHAN DAN PEWADAHAN LIMBAH MEDIS PADAT Fahriyah, Lailatul; Husaini, Husaini; Fadillah, Noor Ahda
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2756

Abstract

AbstrakPemilahan dan pewadahan limbah medis padat dimulai dari sumber yang menghasilkan limbah yaitu perawat. Di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas terdapat masalah perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat tahun 2015 di RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 158 responden dihitung menggunakan rumus Lemeshow uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat (p-value=0,0001), dan ada hubungan antara sikap dengan perilaku perawat dalam pemilahan dan pewadahan limbah medis padat (pvalue= 0,021). Kesimpulan bahwa pemilahan dan pewadahan limbah medis padat berhubungan dengan pengetahun dan sikap dengan perilaku perawat.Kata-kata kunci: Pemilahan dan pewadahan, limbah medis padat, perawat AbstractSorting and lug solid medical waste started from sources that generate waste that nurse. In the Hospital Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas contained nurse behavioral problems in sorting and lug solid medical waste. The general objective of studi was to clarify the relationship between knowledge, attitude and behavior of nurses in sorting and lug solid medical waste. This study population was all nurses in 2015 at the Hospital Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas taken using simple random sampling technique. The research sample numbering 158 respondents was calculated using the formula Lemeshow test different hypotheses two proportions. Data analysis of univariate and bivariate with Chi Square test. The results showed relationship between knowledge of the behavior to nurses in sorting and lug solid medical waste (p-value=0,0001), and there is a correlation between attitude and behavior of nurses in sorting and lug solid medical waste (pvalue= 0,021). The conclusion that a sorting and lug solid medical waste related to knowledge, attitude and behavior of nurses.Keywords: Sorting and lug, solid medical waste, nurse.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN BERAT BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA KABUPATEN BANJAR Diniya, Nashihatu; Rahayu, Atikah; Musafaah, Musafaah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2757

Abstract

AbstrakBerat badan bayi lahir merupakan salah satu gambaran keadaan kesehatan dan gizi bayi dalam masa kandungan. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2013 di wilayah kerja Puskesmas Martapura terdapat 41 kasus BBLR, pada tahun 2014 terdapat 35 kasus, dan pada tahun 2015 terdapat 48 kasus BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan case control study melalui pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil pada tahun 2013, 2014 dan 2015 di wilayah kerja Puskesmas Martapura Kabupaten Banjar yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 164 responden dengan perbandingan jumlah sampel 1:3 dihitung menggunakan rumus Lemeshow uji hipotesis beda dua proporsi. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Square tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara paritas ibu dengan berat bayi baru lahir (pvalue= 0,017), ada hubungan antara LILA ibu dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,0001), ada hubungan antara status kunjungan antenatal care ibu dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,003), ada hubungan antara kadar Hb ibu dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,0001), ada hubungan antara usia ibu saat hamil dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,008), dan ada hubungan antara usia kehamilan ibu dengan dengan berat bayi baru lahir (p-value=0,0001). Kesimpulan berat bayi baru lahir dipengaruhi oleh paritas >4, LILA <23,5, kunjungan antenatal care tidak lengkap, kadar Hb kategori anemia, usia ibu saat hamil dan usia kehamilan yang berisiko.Kata-kata kunci: Berat bayi lahir rendah, paritas, usia kehamilan, ibu hamil. AbstractBirth weight babies is one of the representation of baby health and nutrient condition in pregnant period, Dinas Kesehatan District of Banjar data on 2013 in work area of Public Health Center Martapura showed that there were 41 cases BBLR, on 2014 there were 35 cases, and on 2015 there were 48 cases. This research was analitic observasional with case control study through retrospective approach. Research population was all pregnant women on 2014, 2014, and 2015 in work area Public Health Center Martapura District of Banjar which collected using simple random sampling technique. Research sample was 164 respondents with amount comperation 1:3 counted used Lemeshow formula proportion two different hyphotesis test. Data analysis in univariat and bivariat with Chi Square test with 95% confidence level. The research result showed that there was correlation between mother parity with birth weight babies (p-value=0,017), there was correlation between mother LILA with birth weight babies (p-value=0,0001), there was correlation between mother visit status with birth weight babies (p-value=0,003), there was correaltion between Mother Hb degree with birth weight babies (pvalue= 0,0001), there was correlation between mother age on pregnant period with birth weight babies (p-value=0,0001). The conclusion’s with birth weight babies influenced by parity >4, LILA <23,5, uncomplete antenatal care visit, Hb degree anemia category, mother agen on pregnant period and risk age of pregnant.Key words: low birth weight, parity, age on pregnant, pregnant women.
HUBUNGAN SISTEM KAPITASI DAN PENGHARGAAN DENGAN KEPUASAN KERJA DOKTER UMUM PRAKTIK PERORANGAN BPJS KESEHATAN BANJARMASIN Alhamidah, Noor Rizka; Adenan, Adenan; Pujianti, Nita
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v3i3.2758

Abstract

AbstrakSalah satu fasilitas kesehatan tingkat primer dalam pelayanan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional JKN adalah praktik dokter umum perorangan. Sesuai dengan Permenkes No. 69 Tahun 2013 ditetapkan tarif kapitasi untuk Praktik Dokter Umum adalah Rp 8.000,- s.d Rp. 10.000,-. Jumlah dokter umum praktik perorangan yang bekerja sama di Kalimantan Selatan sebanyak 125 dokter. Sedangkan untuk jumlah dokter umum praktik perorangan tertinggi yang terdaftar bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah di Kota Banjarmasin sebanyak 35 dokter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sistem kapitasi dan penghargaan dengan kepuasan kerja dokter umum praktik perorangan BPJS Kesehatan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik sampling jenuh sebanyak 31 orang responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan CI=95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara antara sistem kapitasi dan penghargaan dengan kepuasan kerja dokter praktik perorangan mitra BPJS Kesehatan Banjarmasin (p-value=0,001 dan p-value=0,021).Kata-kata kunci : Sistem kapitasi, penghargaan, kepuasan kerja. AbstractOne of the primary-level health facilities of tiered services in the National Health Insurance Programis general practice Doctors. Based on Regulation of Health Minister N0. 69 in 2013, capitation rates for the general practice Doctors is Rp 8,000 till Rp10.000. The number of general practice Doctors who work together in South Kalimantan is 125 doctors. Banjarmasin City is the highest number ofgeneral practice Doctors registered cooperation with Social Health Security Agency (BPJS) is 35 doctors. This study aimed to analyze the correlation between capitation system and reward and job satisfaction of general practice Doctors of Social Health Security Agency (BPJS) in 2016. This study used cross sectional approach with saturated sampling technique as much as 31 respondents. The research instrument a questionnaire. Data analysis using chi square test with CI = 95%. The results showed that there is a significant relationship between the capitation system and reward and job satisfaction of practice individual Doctors as BPJS health partner in Banjarmasin (pvalue = 0.001 and p-value = 0.021).Keywords : capitation system, reward, job satisfaction

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 3 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 3 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 3 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 1 (2015): April 2015 Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014 More Issue