EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
FOCUS The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the science of islam and Islamic thought, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE This journal Contains Islamic studies included education , legal, political , economic , social and cultural
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2019): Desember"
:
10 Documents
clear
Integrasi Kurikulum dan Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Membentuk Sikap Religius Siswa
Naily Rohmah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.464 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.197-218
Kehidupan di era globalisasi memungkinkan sikap religius siswa tergerus. Oleh sebab itu, penting untuk dilakukan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam sejak pendidikan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kurikulum berikut proses internalisasi nilai pendidikan Islam dalam membentuk sikap religius siswa. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ghilmani Surabaya dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kurikulum SDIT Ghilmani Surabaya menggunakan kombinasi dari kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional, kurikulum Kementerian Agama, dan kurikulum lokal. Proses internalisasi nilai pendidikan Islam terhadap sikap religius siswa dilakukan dengan cara membujuk, membiasakan, menumbuhkan kesadaran siswa, meningkatkan disiplin serta menjunjung tinggi peraturan sekolah. Sedangkan metode pembelajaran melalui ceramah, bercerita, tanya jawab, demontrasi, menumbuhkan kebiasaan baik, dan keteladanan. Dengan demikian, integrasi kurikulum dan internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam di SDIT Ghilmani dapat membentuk siswa yang memiliki sikap religius terpuji, taat pada Allah, peduli kepada sesama, berkepribadian baik, jujur, disiplin dan bertanggungjawab.
Kecerdasan Spiritual Anak; Dimensi, Urgensi dan Edukasi
Siti Sofiyah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.934 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.219-237
Permasalahan pokok penelitian ini adalah bagaimana membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga. Adapun tujuan penulis mengangkat topik ini adalah untuk mengungkap peran orang tua dalam membina kecerdasan spiritual anak dalam lingkungan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian kualitatif ini, dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan spiritual adalah sesuatu yang berkaitan dengan ruh, semangat dan jiwa religius serta memiliki pola pemikiran tauhid (integralistik) serta berprinsip hanya karena Allah. Secara umum, ada dua faktor utama yang mempengaruhi kecerdasan yaitu; figur genetik atau bawaan dan faktor lingkungan yaitu lingkungan rumah, kecukupan nutrisi, interfensi dini dan pendidikan di sekolah. Maka, langkah-langkah yang harus diperhatikan orang tua dalam pembinaan kecerdasan spiritual pada anak antara lain: melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, bacakan puisi-puisi atau lagu-lagu yang spiritual dan inspirasional, bawa anak untuk menikmati keindahan alam, ikut sertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial dan jadilah cermin positif. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan bagi orang tua, pendidik, dan penanggungjawab pendidikan pada umumnya dalam upaya menanamkan kecerdasan spiritual sejak dini pada anak.
Komparasi Konsep Sosiokulturalisme dalam Pendidikan: Perspektif Barat dan Islam
Nia Indah Purnamasari
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.337 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.238-261
Tulisan ini menguraikan kerangka konseptual sosiokulturalisme pendidikan Barat yang direpresentasikan oleh Lev Vygotsky. Kerangka tersebut menekankan pada pentingnya interaksi sosial bagi perkembangan belajar anak didik. Pengembangan berlangsung seiring dengan perubahan-perubahan yang ada di lingkungan sosialnya, sehingga akan membentuk kepribadian mereka. Kosepsi ini memiliki kesamaan dengan pendidikan Islam dalam proses pembelajaran, yaitu sama-sama memandang bahwa interaksi sosial dan budaya merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, karena hal itu dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian dan pola pikir individu dalam proses pembelajaran. Sedangkan perbedaan di antara keduanya, yaitu konsep sosiokulturalisme dalam pendidikan Barat lebih menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses pembelajaran bagi perkembangan belajar seseorang. Proses tersebut tanpa tujuan akhir kecuali untuk membentuk tingkatan kognitif yang lebih tinggi dan mengalir sejalan dengan perubahan yang ada di lingkungannya. Sedangkan dalam pendidikan Islam lebih menekankan pada keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi. Dengan kata lain, di samping memperhatikan subjek-subjek kebudayaan, latihan-latihan praktis dan pemikiran, pendidikan Islam mengutamakan pembinaan semangat dan sikap keagamaan.
Peran Ghuruh Tolang dalam Menanamkan Nilai Karakter pada Santri di Musholla al-Ismail Tanah Merah Bangkalan
Abdullah Abdullah;
Moh Ismail
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (550.155 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.129-155
Membincang pendidikan awal di Bangkalan, acap kali dikaitkan dengan ghuruh tolang. Ghuruh tolang adalah figur pendidik yang berperan penting dalam pembentukan karakter dasar anak, namun jarang dikaji dan diteliti. Penelitian deskriptif ini berupaya menganalisis peran ghuruh tolang dalam menanamkan nilai-nilai karakter islami pada santri di musholla al-Ismail Tanah Merah Bangkalan. Hal mendasar yang dilakukan ghuruh tolang adalah mengajari santri membaca al-Qur’an mulai dari mengenalkan huruf hijaiyah hingga dapat membaca al-Qur’an. Temuan penelitian ini memaparkan bahwa masyarakat Madura (dalam hal ini di Tanah Merah Bangkalan) sangat menjunjung tinggi ahklak dan agama, sebab hal itu menjadi petunjuk dalam kehidupan menuju ke arah yang lebih baik. Dengan dasar tersebut, ghuruh tolang menanamkan karakter pada santri yang meliputi tiga aspek, yaitu jasmaniyah, kejiwaan dan kerohanian yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan.
Transformasi Pesantren (Studi terhadap Dialektika Kurikulum dan Kelembagaan Pondok Pesantren Rifaiyah Pati)
Amir Mahmud;
Zaini Tamin AR
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.158 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.156-176
Penelitian ini bermaksud menganalisis perubahan kurikulum pesantren yang kini menjadi diskursus disebabkan dinamika kebijakan pengembangan kurikulum pendidikan nasional. Pada saat yang sama, dinamika pesantren dalam mengembangkan kurikulum, dengan mendirikan lembaga pendidikan formal yang menyerap substansi kurikulum yang diperlukan oleh masyarakat. Penulis menjadikan pondok pesantren Rifaiyah Pati sebagai objek penelitian mengingat pesantren ini survive dengan pengembangan kurikulum yang dialektis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan dianalisis dengan narasi induktif, kemudian disajikan secara kronologis-analitis. Temuan penelitian ini adalah bahwa perkembangan pesantren Rifaiyah mempunyai beberapa kasus yang unik dan dinamis, mulai pergeseran orientasi pengembangan kurikulum, tradisi intelektual, hingga pada pertentangan yang disebabkan oleh ketidaksepemahaman mengenai arah ideologis pesantren. Kasus-kasus spesifik ini tentu saja berpengaruh terhadap kebijakan kelembagaan yang dijalankan oleh pesantren Rifaiyah dalam mewujudkan visi, misi dan tujuanya ke depan. Dari hal ini, penulis menarik benang merah bahwa perubahan pondok pesantren kerap dimulai dari kurikulum, kemudian merambah ke aspek yang lain seperti kelembagaan.
Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis al Qur’an pada Siswa
Siti Aminah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.909 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.177-196
Keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an adalah aspek yang sangat penting dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Karena al-Qur’an adalah dasar sekaligus instrumen utama dalam pembelajaran PAI di sekolah pada setiap jenjang. Oleh sebab itu, dalam meningkatkan kompetensi keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an pada siswa, penggunaan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dapat menjadi alternatif dalam proses belajar mengajar dewasa ini. Pokok masalah pada penelitian ini adalah upaya meningkatkan keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an dengan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) siswa kelas III SDN Tanah Kali Kedinding V Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data, maka temuan penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dapat menjembatani siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis dan membaca al-Qur’an. Dari hasil rerata, kemampuan siswa membaca dan menulis al Qur’an terdapat peningkatan dari sebelumnya 79 menjadi 85, dari nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang mencapai 80. Sehingga metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berdampak positif dalam memadukan keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an siswi kelas III SDN Tanah Kali Kedinding V Surabaya.
Metode Qisas sebagai Upaya Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo
Moh Ridhoi;
Abdul Halim
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.72 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.262-281
Realitas berbicara bahwa di awal proses belajar mengajar, siswa dapat fokus mengikuti pelajaran di dalam kelas. Namun, ketika di tengah proses belajar mengajar, siswa merasa bosan, sehingga timbul keinginan untuk mengobrol dengan teman sebangku, atau bahkan siswa mengantuk dan tertidur di kelas. Karena itu, al-Qur’an menawarkan berbagai pendekatan dan metode dalam pendidikan, khususnya dalam menyampaikan materi pendidikan. Di antara beragam metode yang ada, metode qisas al-Qur’an diterapkan dalam rangka mengembalikan konsentrasi siswa di MI Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode qisas al-Qur’an sebagai upaya meningkatkan konsentrasi siswa di lembaga tersebut. Penulis menggunakan metode kualitatif agar mendapatkan sebuah data yang lebih mendalam dengan menggali informan penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode qisas al-Qur’an dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan kemampuan menghafal siswa di MI Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo. Ada dua tolak ukur yang dapat penulis temukan: pertama, kisah dalam al Qur’an mempunyai hubungan erat dengan permasalahan emosi melalui karakter yang ditampilkan oleh para tokoh dalam cerita, sehingga siswa menjadikannya role model dalam berprilaku. Kedua, bercerita dapat mengundang dan merangsang proses kognisi, sehingga siswa dapat berimajinasi, mengembangkan kesiapan dasar bagi perkembangan bahasa, serta dapat berfungsi untuk membangun hubungan akrab.
Tinjauan Filosofis tentang Kebutuhan dan Tanggung Jawab Peserta Didik
Imam Syafi'i
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.631 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.282-300
Dalam pendidikan, peserta didik merupakan individu yang memiliki potensi untuk berkembang. Dalam perkembangan peserta didik, secara hakiki memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi dan tanggungjawab yang harus diemban. Penelitian pustaka ini berupaya untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan dan tanggung jawab anak didik yang merupakan instrumen penting bagi perkembangan karakternya. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta didik memiliki beragam potensi yang perlu dikembangkan oleh guru melalui proses pendidikan. Kebutuhan peserta didik yang harus dipenuhi di antaranya : kebutuhan fisik, kebutuhan sosial, kebutuhan mendapatkan status, kebutuhan mandiri, kebutuhan berprestasi, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan untuk saling memberikan masukan, dan kebutuhan beragama. Sementara tanggung jawab peserta didik adalah sebagai berikut: Pertama, harus mensucikan jiwanya dari kotoran dan penyakit jiwa. Kedua, selalu konsentrasi terhadap ilmu yang sedang dipelajarinya dan mengurangi kesibukan duniawi. Ketiga, menuntut ilmu secara bertahap dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Keempat, mengetahui nilai ilmu yang dipelajarinya. Kelima, selalu berusaha untuk mendapatkan ridha dari guru dan dan selalu menghormati gurunya. Pemenuhan kebutuhan dan tanggung jawab peserta didik tersebut merupakan bagian dari proses anak didik untuk memiliki akhlak yang mulia. Akhlak yang mulia merupakan modal utama untuk mencari pengetahuan dan mencapai keberhasilan.
Peran Ibu Single Parent dalam Membentuk Kepribadian Anak; Kasus dan Solusi
Warsito Hadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.542 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.301-320
Artikel ini menyoal problematika yang dihadapi seorang ibu sebagai orang tua tunggal (single parent) dalam mendidik anaknya. Idealnya, kolaborasi kedua orang tua berperan besar terhadap perkembangan anak. Masalah muncul ketika peran dua orang harus dihadapi oleh seorang ibu yang notabene bukan pemimpin dalam keluarga. Tulisan ini mencoba mengulas beberapa persoalan single parent dalam mendidik anaknya dengan menghadirkan data utama dari wawancara. Penelitian ini berargumen bahwa masalah pada keluarga single parent pada intinya terletak pada kurangnya perhatian dari orang tua. Hal ini melahirkan sikap yang dikendalikan. Solusi untuk masalah ini terletak pada cara menjadi ibu yang baik. Seorang ibu menjadi agen utama yang menciptakan pribadi anak. Oleh karena itu, kesadaran dalam diri orang tua menjadi elemen mendasar yang menentukan kualitas pendidikan di lingkungan keluarga.
Efektivitas Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Metode Contextual Teaching And Learning
Toha Machsun
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.862 KB)
|
DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.321-341
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran di MTs Muhammadiyah 1 Gresik. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2018-2019. Subjek penelitian adalah beberapa guru MTs Muhammadiyah 1 Gresik yang diidentifikasi mengalami kesulitan dalam menggunakan metode CTL. Data dikumpulkan melalui tes kinerja guru sebelum dan setelah dilakukan supervisi klinis. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan pendekatan kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan supervisi akademik dengan pendekatan klinis cukup efektif. Hal ini ditandai dengan rata-rata nilai kinerja guru dalam mengelola program pembelajaran menggunakan metode CTL setelah dilakukan supervisi akademik dengan pendekatan klinis sebesar 77,1%. Artinya, hasil tersebut telah melebihi batas minimal ketuntasan belajar kelas, yaitu nilai 75%. Terdapat 28 guru dari 30 guru (93,3%) yang telah dinyatakan tuntas dalam menggunakan metode belajar CTL dengan rata-rata nilai mencapai 75%/lebih.