cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017" : 12 Documents clear
PENGARUH VARIASI DIAMETER NOSEL TERHADAP TORSI DAN DAYA TURBIN AIR Rosmiati Rosmiati; Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.365 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.462

Abstract

Turbin air merupakan salah satu jenis mesin fluida dari kelompok mesin-mesin tenagayang dapat merubah energy fluida menjadi energy mekanis berupa putaran poros turbin,kemudian energy mekanis pada putaran poros turbin tersebut digunakan untuk memutarkangenerator dengan menggunakan air sebagai fluida kerja. Penelitian ini menggunakan turbinpelton yang bersudu sendok sayur dan bertujuan penelitian untuk mengetahui pangaruh variasidiameter nosel terhadap torsi dan daya turbin. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruhdiameter nosel turbin terhadap torsi dan daya turbin yaitu torsi turbin maksimum terjadi padadiameter nosel ⅓ inchi, kemudian torsi turbin kedua pada diameter nosel ½ inchi, torsi turbinketiga pada diameter nosel ¾ inchi, dan torsi turbin terendah terjadi pada diameter nosel 1inchi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental nyata berskalalaboratorium. Dari hasil penelitian turbin air dapat diambil kesimpulan bahwa torsi turbin dandaya turbin maksimum terjadi pada diameter nosel ⅓ inchi dengan nilai torsi sebesar 0,645 Nmdan daya turbin maksimum dengan nilai sebesar 5,966 Watt. Sedangkan torsi turbin dan dayaturbin terendah terjadi pada diameter nosel 1 inchi dengan nilai torsi sebesar 0,165 Nm dannilai daya turbin sebesar 0,864 Watt.Kata Kunci : Turbin air, diameter nosel, torsi dan daya turbin.
PENGARUH DIAMETER FILLER DAN ARUS PADA PENGELASAN TIG TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA KARBON RENDAH Eko Budiyanto; Eko Nugroho; Achmad Masruri
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.002 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.467

Abstract

Terdapat berbagai jenis pengelasan yang dapat digunakan dalam prosespenyambungan logam, salah satunya adalah TIG (Tungsten Inert Gas). TIG yang juga biasadisebut GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) adalah jenis pengelasan yang menggunakanpanas dari nyala pijar yang terbentuk antara elektroda tungsten yang tidak terumpan denganmenggunakan gas mulia sebagai pelindung terhadap pengaruh luar pada saat prosespengelasan. Elektroda las menggunakan batang wolfram yang dapat menghasilkan busurlistrik tanpa ikut mencair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasiarus dan diameter filler (kawat las) terhadap pengelasan baja karbon rendah. Penelitian inimengunakan las TIG dengan filler jenis ER 309L berdiameter 1,2 mm, 1,6 mm, 2,0 mm dan2,4 mm. Bahan yang akan dilas adalah bahan baja karbon rendah dengan kuat tarik bahansebesar 36,37 kgf/mm2. Saat proses pengelasan, kuat arus yang yang divariasikan denganfiller adalah 80A, 100A dan 120A. Kampuh yang dipakai adalah jenis kampuh V dengansudut 900. Untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan tersebut, spesimen pengelasandilakukan pengujian tarik dan foto stuktur mikro. Kuat tarik sambungan las tertinggiditunjukkan pada pengelasan yang menggunakan filler berdiamater 1,6 mm dengan kuat arus120 A dengan kuat tarik sambungan sebesar 41,74 kgf/mm2. Kuat tarik terendah didapatkanpada pengelasan yang menggunakan diameter filler 2,0 mm sebesar 39,71 kgf/mm2 denganmengunakan kuat arus 120A. Pengamatan struktur mikro difokuskan pada daerah HAZ (HeatAffected Zone). Pada spesimen pengelasan yang mengunakan diameter filler 1,6 mm denganvariasi kuat arus sebesar 80A, 100A dan 120 A. Terjadi peningkatan jumlah butiran ferit danmengecilnya butiran ferit di daerah HAZ pada setiap kenaikan arus dalam pengelasan.Kata kunci: Baja karbon rendah, Filler, HAZ, Kuat Arus, TIG.
RANCANG BANGUN ALAT PRAKTIKUM TURBIN AIR DENGAN PENGUJIAN BENTUK SUDU TERHADAP TORSI DAN DAYA TURBIN YANG DIHASILKAN Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.554 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.463

Abstract

Turbin air adalah salah satu mesin penggerak yang mana fluida kerjanya adalah air yang dipergunakan langsung untuk memutarkan roda turbin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instalasi turbin air jenis pelton dan dilakukan pengukuran terhadap gaya, putaran dan debit aliran dengan variasi bentuk sudu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan berskala laboratorium sekaligus hasil rancang bangun turbin air ini digunakan sebagai alat praktikum mahasiswa jurusan teknik mesin. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh bentuk sudu terhadap torsi dan daya turbin yaitu Torsi turbin maksimum terjadi pada sudu sendok sayur dengan nilai sebesar 0,555 Nm, kemudian torsi kedua pada sudu datar dengan nilai sebesar 0,435 Nm, torsi ke tiga pada sudu setengah silinder dengan nilai sebesar 0,420 Nm, torsi keempat pada sudu sendok nasi dengan nilai sebesar 0,375 Nm, dan torsi terendah terjadi pada sudu lengkung dengan nilai sebesar 0,360 Nm. Sedangkan daya turbin maksimum terjadi pada sudu sendok sayur dengan nilai sebesar 5,652 Watt, kemudian daya turbin tertinggi kedua terjadi pada sudu sendok nasi nilai sebesar 5,024 Watt, urutan daya turbin tertinggi ketiga terjadi pada sudu lengkung dan pada sudu setengah silinder nilai sebesar 4,082 Watt, sedangkan daya turbin terendah terjadi pada sudu datar nilai sebesar 3,297 Watt.Kata Kunci : Rancang bangun, turbin air, bentuk sudu, torsi, daya turbin.
PENGARUH JARAK ANTAR PIPA PADA KOLEKTOR TERHADAP PANAS YANG DIHASILKAN SOLAR WATER HEATER (SWH) Susanto, Helmi; Irawan, Dwi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.935 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.470

Abstract

Energi surya yang sampai kepermukaan bumi dapat dikonversi menjadi energi panasdengan menggunakan kolektor surya. Didalam kolektor terdapat beberapa komponendiantaranya pipa pemanas sebagai media untuk mengalirkan air kedalam tangki penyimpanan.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja kolektor surya diantaranya yaitu jarakataupun diameter belokan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perpindahan panas yangterjadi pada kolektor pemanas air tenaga surya dengan variasi jarak antar pipa tembaga sertamengetahui efisiensi perubahan panas yang terjadi dan mengetahui berapakah ukuran pipapemanas yang tepat pada pemanas air tenaga surya. Metode penelitiannya dilakukan denganbeberapa tahap yaitu studi pustaka, pembuatan alat, pengujian dan analisis hasil penelitian.Variasi jarak pipa tembaga yaitu 5 cm, 7 cm dan 9 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwaperpindahan panas konveksi yang paling besar dengan jarak pipa tembaga 5 cm yaitu 549,73watt pada intensitas matahari tertinggi 723,33 W/m2 dengan efisiensi perubahan suhu sebesar33,33%. Sedangkan dengan jarak pipa 7 cm perpindahan panas konveksi yang terjadi sebesar256,33 watt pada intensitas tertinggi mencapai 758,67 W/m2 dengan efisiensi perubahan suhusebesar 21,98%. Dan jarak pipa 9 cm perpindahan panas konveksi yang terjadi sebesar 101,74watt pada intensitas matahari tertinggi 813,33 W/m2 dengan efisiensi perubahan suhu sebesar13,33%.Kata Kunci: Jarak Pipa, Kolektor Surya, Solar Water Heater.
STRESS ANALYSIS PISTON SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODESK INVENTOR 2015 Asroni Asroni; Dwi Irawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.563 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.465

Abstract

Modifikasi adalah cara merubah bentuk suatu benda atau barang dari bentuk awaldengan bentuk selanjutnya yang berbeda agar berbeda tanpa menghilangkan fungsi asli daribenda atau barang tersebut. Objek yang sering digunakan biasanya sepeda motor, sebagaicontoh modifikasi ruang bakar. Melihat kondisi di lapangan seringkali pada saat modifikasitidak menghiraukan atau tidak mengetahui bagaimana kerusakan akibat dari hasil modifikasiruang bakar tersebut. Akibatnya kerusakan pada ruang bakar sering terjadi seperti rusaknyapiston akibat thermal ataupun tekanan yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalahmengetahui pengaruh modifikasi ruang bakar terhadap tegangan, regangan, dan deformasipada piston. Penelitian ini menggunakan metode simulasi, dengan jenis sepeda motor merkHonda tipe Revo 100cc tahun 2008, dengan cara mengikis pada head cylinder. Nilaipengikisan tidak dikikis (standard); 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 mm. Hasil penelitian inimengakibatkan perubahan nilai kompresi di tiap ukuran pengikisannya dan akibat daripengikisan tersebut yaitu: 147 Psi dengan nilai tegangan 633,64 Mpa, regangan 0,00573415ul, deformasi 0,0228577 mm. 156 Psi dengan nilai tegangan 672,434 Mpa, regangan0,00608522 ul, deformasi 0,0242572 mm. 167 Psi, dengan nilai tegangan 719,849 Mpa,regangan 0,0065143 ul, deformasi 0,025976 mm. 177 Psi, dengan nilai tegangan 762,954Mpa, regangan 0,00690438 ul, deformasi 0,0275228 mm. 186 Psi, dengan nilai tegangan801,748 Mpa, regangan 0,00725545 ul, deformasi 0,028922 mm. 192 Psi, dengan nilaitegangan 827,611 Mpa, regangan 0,0079895 ul, deformasi 0,029855 mm..Kata kunci: Piston, Motor Bakar, Simulasi, Autodesk Inventor 2015, Modifikasi RuangBakar.
APLIKASI MINYAK KELAPA SAWIT PADA PHOTOVOLTAIC YANG TERINTEGRASI PADA DINDING BANGUNAN SEBAGAI PENDINGIN PASIF UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN MENURUNKAN BEBAN PENDINGIN RUANGAN A Yudi Eka Risano; M Dyan Susila E S; Yoga Pratama
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.88 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.460

Abstract

Menanggapi isu green building dan penggunaan clean energy yang sangat santer saat ini, pemanfaatan energi terbarukan menjadi meningkat. Penggunaan energi surya menggunakan photovoltaic (PV) pada sistem Building Intergated Photovoltaics (BIPV) akan menambah pasokan listrik dan mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik. Menurut M. Farid dan Abhat A. Low dalam jurnal MONEV Muhammad Irsyad, Penambahan Minyak Kelapa Sawit pada Photovoltaic yang Terintegrasi pada Dinding Bangunan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Menurunkan Beban Pendingin Ruangan (2012), persoalan tiap kenaikan 1oC temperatur PV yang mengurangi efisiensi PV 0,4 – 0,5% dapat disiasati dengan integrasi Phase Change Material (PCM). Selain itu dengan sifatnya sebagai pendinginan pasif, masuknya kalor ke dalam ruangan juga akan direduksi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat karakteristik efisiensi PV dan perambatan kalor pada ruangan model BIPV yang diintegrasikan dengan PCM CPO. Pengujian dilakukan dengan membandingkan dua model BIPV yang dengan dan tanpa PCM CPO. Variasi dilakukan dengan kemiringan BIPV 45º dan 30º masing-masing orientasi timur dan barat. Setelah dilakukan empat variasi percobaan, BIPV dengan kemiringan 30º lebih unggul dibanding dengan kemiringan 45º. Perbandingan perpindahan panas dinding dalam menuju ruang BIPV dengan PCM CPO kemiringan 30º orientasi barat lebih signifikan dan stabil, terutama pada intensitas 850 W/m² perbandingan panas dari dinding dalam menuju ruang yang sebesar 0,4012 W dapat diredam dengan menggunakan CPO hanya sebesar 0,2596 W. Kemudian pada puncak perpindahan panas tertinggi dari dinding dalam ke ruang model BIPV tanpa CPO dengan intensitas 923 W/m² mencapai 0,43426 W, dengan penambahan PCM CPO hanya 0,25913 W. Perbedaan efisiensi dengan pemakaian PCM CPO juga lebih unggul hingga menaikkan efisiensi 5,75% saat intensitas 982 W/m² sudut penyinaran 120 º dari timur.Kata kunci : green building, clean energy, photovoltaic, Bahan Perubah Fasa, Minyak Kelapa Sawit, pendingin pasif.
PEMANFAATAN LIMBAH BLOTONG DAN BAGASE MENJADI BIOBRIKET DENGAN PEREKAT BERBAHAN BAKU TETES TEBU DAN SETILAGE Untung Surya Dharma; Nurlaila Rajabiah; Chika Setyadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.498 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.472

Abstract

Biobriket adalah energi alternatif yang ramah lingkungan karena menggunakanlimbah-limbah sisa produksi baik itu rumah tangga, perkebunan maupun sampah dari prosesalam, seperti daun – daun yang gugur sebagai bahan bakunya. Bahan baku pembuatanbiobriket dalam penelitian ini adalah blotong dan bagase dengan perekat tetes tebu dansetilage. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan biobriket dengan jenis perekat danefesiensi pembakaran yang terbaik dari ketiga variasi persentase perekat yang berbeda.Metode yang digunakan adalah menggunakan metode eksperimental. Perbandingancampuran antara bahan baku limbah blotong dan bagasse, dengan perekat tetes tebu dansetilage menggunakan variasi sebagai berikut Blotong : Bagasse : Tetes Tebu = 1 : 1 : 4,Blotong : Bagasse : Setilage = 1 : 1 : 4 dan Blotong : Bagasse : Tetes Tebu : Setilage = 1 : 1 :2 : 2. Untuk mendapatkan karakteristik berupa nilai kalor, kadar air dan kadar abu daribiobriket yang dibuat, dilakukan uji aproksimasi di laboratorium. Pengujian pembakaranbiobriket di kompor briket juga dilakukan untuk mendapatkan efisiensi thermal dari hasilpembakaran. Hasil yang didapat adalah briket yang berbentuk silinder pejal, Nilai kalortertinggi dimiliki oleh briket dengan perekat campuran antara tetes tebu dan setilage yaitu4792,6769 kal/gr. Sedangkan efisiensi thermal tertinggi didapat dari hasil pembakaranbiobriket dengan perekat tetes tebu yaitu 9.33%.Kata kunci : Bagase, blotong, karakteristik biobriket, setilage, tetes tebu.
PENGARUH FILTER DAN CYCLONE PADA REAKTOR GASIFIKASI TIPE UPDRAFT TERHADAP HASIL PEMBAKARAN SYN-GAS Kemas Ridhuan; Yudistira Yudistira
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.176 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.466

Abstract

Salah satu produk gas dari proses gasifikasi yaitu kandungan tar dari proses pirolisisyang tidak terdegradasi thermal dengan baik, untuk encapai efisiensi penggunaan alat makaproses gasifikasi harus melalui penyaringan dengan menggunakan filter dan pemurnian gasdengan menggunakan siklon. Pada tahap ini sangat penting dikarenakan peningkatan densitasenergi produser gas melalui proses penyaringan dan pemurnian syn-gas yang terbawa dariproduser gas sehingga memperlama produksi syn-gas atau pembakaran syn-gas. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan siklon dan filter terhadappembakaran syn-gas pada burner, lama waktu gas produktif dan berapa banyak tar yangdapat dipisahkan oleh siklon dan filter pada proses gasifikasi tipe updraft. Metode penelitianini dengan proses gasifikasi menggunakan reaktor tipe updraft, blower dengan daya 150 watt,bahan bakar kulit buah kelapa muda. filter dengan padatan sabut kelapa. Pengujian denganmemvariasikan penggunaan siklon dan siklon, yang dilakukan di laboratorium Teknik MesinU.M. Metro. Hasil pengujian tanpa menggunakan siklon, dan filter menyebabkan nyala apipada burner terjadi semburan tar bersamaan dengan nyala api yang bercampur asap dengansuhu api sebesar 311ºC dan warna api merah, setelah penambahan siklon dan filter nyala apiterlihat bersih dan tidak terjadi penyemburan tar diburner serta suhu api mencapai 375ºCdengan warna api orange kemerahan. Lama syn-gas yang keluar 2 menit setelah ditambahkansiklon dan filter lama nyala api bertambah 5 menit menjadi 7 menit. Pemurnian syn-gasberdampak pada kualitas api yang semakin membaik. Tar yang dapat dipisahkan oleh burner490 gram, setelah penggunaan siklon dan filter, siklon mampu memisahkan tar sebanyak320 gram, dan filter mampu memisahkan tar sebanyak 30 gram dan pada burner 70 gram.Kata Kunci : Biomassa, Filter, Gasifikasi, Pembakaran, Siklon, Syn gas, Updraft.
RANCANG BANGUN MESIN PARUT KELAPA SKALA RUMAH TANGGA DENGAN MOTOR LISTRIK 220 VOLT Gugun Gundara; Slamet Riyadi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.498 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.461

Abstract

Proses pemarutan kelapa tenaga yang relatif besar dan kemampuan khusus agar hasilnya baik dan tangan tidak terluka. Untuk mempermudah pemarutan dan menjaga higienitas serta meningkatkan kapasitas pemarutan pada rumah tangga dan industri kecil sudah di buat alat bantu atau mesin parut kelapa banyak mesin parut kelapa di rancang atau di buat dengan berbagai model dan harganya barvariasi. Salah satu rancangan atau desain yang beredar dipasar adalah mesin parut yang menggunakan mesin motor dengan bahan bakar bensin. Mesin ini dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan keselamatan bagi pemakai, mempercepat proses pemarutan kelapa, meningkatkan kapasitas, serta menjaga higienitas dari kelapa parut. Tetapi alat mesin parut kelapa skala rumah tangga dan industri kecil masih relatif mahal. Pada perancangan ini dibuat alat dengan redesain mesin parut kelapa mini untuk mengurangi biaya material dan biaya manufaktur. Melakukan perubahan denga bentuk dan dimensi untuk kerangka dan penyangga. Disamping itu juga perubahan pada komponen mesin dengan motor listrik skala rumah tangga dengan daya 220 volt.Kata kunci: daya, desain, industry, mesin, motor listrik
PENGARUH JENIS PAHAT DAN VARIABEL PEMOTONGAN DENGAN MENGGUNAKAN TOOLPOST SEGMENTASI PADA MESIN BUBUT MERK KNUTH TIPE TURNADO 230 TERHADAP EFISIENSI PEMBUBUTAN Eko Nugroho; Kemas Ridhuan; Suraya Suraya
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.669 KB) | DOI: 10.24127/trb.v6i1.468

Abstract

Toolpost adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai tempat untuk memasang pahat bubut. Pada komponen origin mesin bubut, untuk mendapatkan center mesin menggunakan plat tambahan apabila posisi pahat tidak center terhadap sumbu mesin. Ini menjadi salah satu unsur yang perlu dipelajari agar efisiensi pembubutan meningkat. Penelitian ini menggunakan toolpost segmentasi yang dirancang serta dibuat terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh alat potong serta parameter pembubutan dalam efisiensi pembubutan yang meliputi kekasaran permukaan dan keseragaman ukuran hasil pembubutan. Selain itu untuk melihat pengaruh penggunaan toolpost segmentasi terhadap waktu setting pahat. Penelitian ini menggunakan parameter besar rpm 405 putaran/menit, kecepatan pemotongan memanjang 0,038 mm/put dan 0,053 mm/put, kecepatan pemotongan melintang 0,017 mm/put dan 0,024 mm/put. Variasi kedalaman pemotongan 1, 2, dan 3 mm. Penelitian diawali dengan pembuatan toolpost, perakitan alat, dilanjutkan pengujian pembubutan dengan toolpost yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan parameter yang optimal dalam pembubutan menggunakan toolpost segmentasi serta meningkatnya efisiensi waktu setting pahat. Pembubutan yang menghasilkan ukuran yang konsisten menggunakan pahat ISO 2 dengan selisih ukuran yang dihasilkan lebih sedikit dibandingkan menggunakan pahat ISO 6 , sedangkan untuk mendapatkan kekasaran permukaan yang baik dapat menggunakan pahat ISO 6 karena tingkat kekasaran (Ra) lebih baik dibandingkan pahat ISO 2. Penggunaan toolpost segmentasi juga mampu meningkatan kecepatan waktu setting pahat. Waktu yang digunakan untuk setting kurang dari 5 menit. Parameter ideal pada penelitian ini yakni kedalaman pemotongan 3 mm, kecepatan pemotongan 0,053 mm/putaran.Kata kunci: Efisiensi pembubutan, toolpost, variabel pemotongan.PendahuluanDalam industri terutama di bidang manufaktur harus

Page 1 of 2 | Total Record : 12