cover
Contact Name
Rusdiyanyo
Contact Email
roesdysh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiep@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal of Islamic Education Policy
ISSN : 25280295     EISSN : 25280309     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Islamic Education Policy menerbitkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan praktek pendidikan Islam melalui tulisan dan laporan akademik dalam perspektif dan skop global. Tujuan utumanya adalah membuka akses bagi dunia internasional, dengan tidak melupakan tuntutan lokal, pada hasil penelitian, yang meliputi peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang kebijakan pendidikan Islam. Karena itu, JIEP menyambut dengan baik tulisan-tulisan yang mendorong perdebatan akademik dari kalangan akademisi yunior dan senior dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
Relevansi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pengarusutamaan Gender Rizka Hidayatul Umami
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i1.1271

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas relevansi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis pengarusutamaan gender. Sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2000, sudah semestinya setiap lembaga pemerintah menerapkan pengarusutamaan gender sebagai landasan membuat kebijakan dalam pembangunan. Hal tersebut juga berlaku di lembaga pendidikan, di mana pengarusutamaan gender sudah harus diintegrasikan atau setidaknya berkorelasi dengan kurikulum pembelajaran. Salah satu mata pelajaran wajib yang perlu mengintegrasikan konsep kesetaraan gender dalam pembelajarannya adalah pendidikan agama islam, karena dalam banyak kasus menyebutkan pemahaman agama yang tidak sensitif gender seringkali membawa dampak sosial yang merugikan perempuan, menghadirkan stereotipe, diskriminasi, marginalisasi dan melanggengkan budaya patriarki di masyarakat. Jenis penelitian ini berbasis kepustakaan atau library research dengan metode deskriptif-analitis.  Adapun hasilnya menunjukkan bahwa pengarusutamaan gender sangat urgen dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran pendidikan agama Islam karena terbukti membawa dampak signifikan dalam perubahan cara pandang pendidik dan peserta didik.Abstract: This article focuses on the relevance of learning Islamic religious education based on gender mainstreaming. In accordance with Presidential Instruction number 9 of 2000, every government agency should have implemented gender mainstreaming as a basis for making policies in development. This also applies in educational institutions, where gender mainstreaming must be integrated or at least correlated with the learning curriculum. One of the compulsory subjects that need to integrate the concept of gender equality in learning is Islamic religious education, because in many cases it is stated that the understanding of religion that is not gender sensitive often brings social impacts that are detrimental to women, presenting stereotypes, discrimination, marginalization and perpetuates a patriarchal culture in society. Sources of data were obtained from books and journal articles related to the research focus. The results show that gender mainstreaming is very urgent to be included in the Islamic religious education curriculum because it has been proven to have a significant impact in changing the perspectives. Kata Kunci: pengarusutamaan gender, kesetaraan gender, pembelajaran PAI                           
Salat Sebagai Basis Pendidikan Agama Islam: Analisis Teori Cliffort Geertz Ahmad Riyadl Mauludi
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i1.1272

Abstract

Abstrak: Salat lima waktu merupakan ibadah yang utama dalam Islam. Banyak kemuliaan dan keistimewaan dalam ibadah ini. Perintah wajib dan dilakukan sebanyak lima kali dalam semalam menjadikan salat sebagai ibadah yang sudah melekat di hati umat Islam. Bagi umat Islam yang beriman dan bertakwa, selain dihinggapi perasaan berdosa, meninggalkan salat juga menjadikan pelakunya menjadi tidak tenang. Sehingga dari sini secara tidak langsung salat sudah memberikan manfaat positif bagi siapa yang menjalankannya. Inilah yang dinamakan dengan pendidikan. Cliffort Geertz dengan teorinya Agama sebagai Budaya menempatkan ibadah salat sebagai simbol-simbol sakral yang akan memengaruhi proses sosial atau budaya. Proses sosial atau budaya inilah yang akan menjadi basis pendidikan agama bagi umat Islam dan tentu dengan sebuah pendidikan akan mengubah hasil budi daya seseorang, khususnya seorang muslim bahkan umat Islam. Hal ini menarik bagi peneliti untuk mencari titik temu antara kewajiban ibadah salat tersebut dengan teori yang dipaparkan oleh Geertz. Sehingga hal ini menjadi hal yang perlu untuk dianalisis lebih dalam. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan mencari sumber-sumber yang membahas masalah salat dan teori Cliffort Geertz. Abstract : Prayer As a Basis for Islamic Education: an Analysis of The Theory of Cliffort Geertz: The five daily prayers are the main worship in Islam. Lots of glory and privilege in this worship. Mandatory orders and carried out five times a day make prayer as a worship that is inherent in the hearts of Muslims. For the faithful and pious Muslims, besides being infested with feelings of sin, leaving the prayers also makes the perpetrators uneasy. So that indirectly prayer has provided positive benefits for those who carry it out. This is what is called education. Cliffort Geertz with his theory of Religion as Culture places the prayer as sacred symbols that will influence social or cultural processes. This social or cultural process will be the basis of religious education for Muslims and certainly with an education will change the results of one's cultivation, especially a Muslim and even Muslims. This is interesting for researchers to look for a meeting point between the obligations of the prayer with the theory presented by Geertz. So this is something that needs to be analyzed more deeply. This research method uses the literature method by searching for sources that discuss the issue of prayer and Cliffort Geertz's theory. Kata Kunci : Salat, Pendidikan, Cliffort Geertz, Agama, Budaya
Penerapan Evaluasi Ranah Afektif Siswa dalam Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kotamobagu Jubair Ali
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i1.1273

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan, problematika, dan solusi  evaluasi ranah afektif siswa pada pembelajaran berbasis kurikulum 2013 di MTs Negeri 2 Kotamobagu. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian yaitu: 1)  Implementasi evaluasi ranah afektif di MTs Negeri 2 Kotamobagu secara umum sudah dilaksanakan namun belum maksimal 2) Problematika evaluasi ranah afektif di MTs Negeri 2 Kotamobagu, guru belum memahami dengan baik tentang pengukuran ranah afektif siswa, sehingga penilaian hanya berdasarkan pengamatan di dalam kelas, tanpa ada catatan tentang sikap siswa selama pembelajaran. 3) Solusi terhadap problematika evaluasi ranah afektif siswa di MTs Negeri 2 Kotamobagu berkaitan dengan teknik evaluasi, maka kepala madrasah menginstruksikan kepada guru untuk membuat laporan  evaluasi sikap. Untuk mengatasi permasalahan berkaitan dengan pelanggaran terhadap ranah afektif siswa, maka guru melakukan bimbingan terhadap siswa di MTs Negeri 2 Kotamobagu. Abstract : Research objectives to analyze the application,  problems, and solutions  to evaluation domain affective on learning based Kurikuum 2013 in MTs Negeri 2 Kotamobagu. Using techniques data collection observation, interviews and documents. The results are:  1) The implantation of the evaluation affective domain in MTS Negeri 2 Kotamobagu in generalization have been implementation, but unoptimized.  2) The problems of evaluation affective domain in MTs Negeri 2 Kotamobagu is teachers understand about measuring affective domain studen, that is implementation of assessment base direct observation in the classroom, without have note a students on the learning process. 3) The Solutions of problems to evaluation affective domain students in MTs Negeri 2 Kotamobagu relating to a technique evaluation, so the head madrasah instructed the teachers to make a report evaluation of attitude. To solve the problem pertaining to a violation of domain affective students, the teacher do guidance of students in MTs Negeri 2 Kotamobagu.Kata Kunci : Evaluasi, Ranah Kognitif, Kurikulum 2013
Pengembangan Religiusitas di Taman Pendidikan Al-Quran Syarifuddin Mahfudh; Prasetio Rumondor
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i1.1269

Abstract

Abstrak: Pengembangan religiusitas pada anak usia dini sangatlah penting untuk penanaman sadar agama sejak dini. Pada zaman globalisasi ini, anak sangat mudah dimasuki pengaruh-pengaruh negatif dari berbagai sumber seperti tontonan televisi yang kurang mendidik, sosial media, dan lingkungan yang sangat mempengaruhi religiusitas anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pengembangan religiusitas anak di Taman Pendidikan al-Qur’an Fathul ‘Ulum di Grojogan Wirokerten Banguntapan Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian berupa upaya pengembangan religiusitas dan tingkat keberhasilan dalam pengembanganya. Tehnik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya pengembangan religiusitas pada anak usia dini yaitu dengan menanamkan pengetahuan agama, nilai akhlak pada kegiatan TPA, menanamkan sadar agama dalam keseharian, yaitu memberikan punishment dengan unsur religiusitas, pengetahuan agama untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dengan membiasakan sejak dini bagaimana cara menjadi Muslim yang taat sehingga menjadi modal yang optimal untuk pengembangan pendidikan selanjutnya. Abstract: The development of religiosity in early childhood is essential for cultivating religious awareness from an early age. In this era of globalization, it is straightforward for children to be accessed by negative influences from various sources such as uneducated television shows, social media, and the environment, which significantly affects early childhood religiosity. This study aims to determine efforts to develop children's religiosity in the Fathul 'Ulum Al-Qur'an Education Park in Grojogan Wirokerten Banguntapan Bantul. This research uses a qualitative approach. The study object is in the form of efforts to develop religiosity and the level of success in its development data collection techniques using observation, interview, and documentation methods. The results of this study indicate that efforts to develop religiosity in early childhood are by instilling religious knowledge, moral values in TPA activities, instilling an awareness of religion in everyday life, namely giving punishment with elements of religiosity, spiritual knowledge to be applied in everyday life, by getting used to it since early on how to become a devout Muslim so that it becomes optimal capital for further educational development. Kata Kunci:   Pengembangan Religiusitas, Pendidikan Agama Islam Taman Pendidikan Al-Qu’ran (TPA)
Reposisi Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Kota Manado Rommy Cahya Nahu; Muh Idris; Ishak Talibo
Journal of Islamic Education Policy Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v4i1.1270

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang posisi guru pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar Kota Manado. Metode yang digunakan dalam membedah atau menganalisis penelitian ini adalah metode kualitatif untuk memberikan pemetaan posisi guru pendidikan agam Islam di Sekolah Dasar Kota Manado sebagai gambaran tentang bentuk reposisi guru agama Islam serta usaha yang dilakukan oleh pemerintah Daerah Kota Manado. Penelitian ini berlokasi di Sekolah Dasar Negeri di Kota Manado. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa: Reposisi guru agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Kota Manado terjadi karena adanya inisiasi guru agama Islam lainnya untuk mengisi posisi guru agama Islam dalam pembelajaran pendidikan agama Islam karena posisi guru agama Islam di posisikan oleh guru yang bukan berlatar belakang guru pendidikan agama Islam dan bahkan bukan guru yang beragama Islam. Selain itu reposisi guru agama Islam di Sekolah Dasar Negeri Kota Manado terjadi disebabkan adanya guru agama Islam mengambil jadwal mengajar di Sekolah lain yang tidak memiliki guru agama Islam guna untuk memenuhi kekurangan jam.Abstract : This study aims to analyze about the position of Islamic education teachers in Elementary Schools in Manado city.            The method used in dissecting or analyzing this research is a qualitative method. It is to provide a mapping of the position of Islamic education teachers in Manado City Elementary Schools as an illustration of the form of repositioning the Islamic education teachers and the efforts made by the local government of Manado City. This research is located at the State Elementary Schools in Manado City. Based on the results of this study, it is found that: The reposition of Islamic education teachers in Manado City Elementary Schools occurred due to the initiation of Islamic education teachers to reallocate Islamic education teachers in Islamic education learning because the position of Islamic education teachers was positioned by teachers who were not having educational teachers background and not even a Muslim teacher. In addition, the reposition of Islamic education teachers in Manado City Elementary Schools occurred due to the existence of Islamic education teachers in taking teaching schedules at other schools which do not have Islamic education teachers in order to meet the shortage of hours. Kata Kunci: Reposisi, Guru Pendidikan Agama Islam, Sekolah Dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5