cover
Contact Name
Rusdiyanyo
Contact Email
roesdysh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiep@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal of Islamic Education Policy
ISSN : 25280295     EISSN : 25280309     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Islamic Education Policy menerbitkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan praktek pendidikan Islam melalui tulisan dan laporan akademik dalam perspektif dan skop global. Tujuan utumanya adalah membuka akses bagi dunia internasional, dengan tidak melupakan tuntutan lokal, pada hasil penelitian, yang meliputi peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang kebijakan pendidikan Islam. Karena itu, JIEP menyambut dengan baik tulisan-tulisan yang mendorong perdebatan akademik dari kalangan akademisi yunior dan senior dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
PENANAMAN NILAI MODERASI BERAGAMA SISWA MTs N 2 KOTAMOBAGU MELALUI SIMBOL AGAMA, KONTEN MODERAT DAN RELASI SOSIAL Huju Mokoginta
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i1.1722

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa penanaman nilai moderasi beragama siswa MTsN 2 Kotamobagu melalui simbol Agama, konten moderat dan Relasi Sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengambilan sampel snowball sampling melalui  wawancara dengan siswa madrasah MTsN 2 Kotamobagu sebagai informan kunci, kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kesiswaan dan dewan pembina kegiatan keagamaan, maka penelitian ini menemukan bahwa penanaman nilai moderasi beragama siswa MTsN 2 Kotamobagu melalui simbol Agama sepanjang simbol agama tersebut di tempatkan di tempat umum, berkaitan dengan konten moderat siswa mengakses konten-konten yang mendeklarasikan moderasi beragama di facebook dan youtube. Siswa tidak setuju terhadap konten-konten yang bermuatan kekerasan beragama, dan radikalisme yang dapat memecah hubungan antar umat beragama dan Dalam relasi sosial, siswa bersedia tinggal berdampingan dan menjalin pertemanan dengan orang yang berbeda agama.Abstract: Investing in The Values of Religious Moderation Students of MTs N 2 Kotamobagu Through Religious Symbols, Moderate Content, And Social Relations. This study aims to analyze the inculcation of the value of religious moderation in MTsN 2 Kotamobagu students through religious symbols, moderate content, and social relations. By using a descriptive approach and a snowball sampling technique through interviews with madrasah students at MTsN 2 Kotamobagu as key informants, madrasa heads, deputy heads of student madrasas, and the board of supervisors for religious activities, this study found that inculcating the value of moderation in MTsN 2 Kotamobagu students through religious symbols. As long as the religious symbol is placed in a public place, it is related to moderate content; students access to content that declares religious moderation on Facebook and YouTube. Students disagree with content that contains religious violence and radicalism that can break relations between religious communities, and in social relations, students enjoy content and make friends with different people.Kata Kunci: Moderasi Beragama, Simbol agama, Konten moderat dan Relasi social
INTEGRASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SMA KELAS X Muhammad Lutfi Gonibala
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i1.1905

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengupas tuntas Fenomena Tindak beragama yang Ekstrim, mengkaji Faktor-faktor penyebabnya, Kemudian menemukenali Pola Integrasi Nilai-nilai Moderasi beragama dalam Pembelajran PAI dan Budi Pekerti di SMA Kelas X sebagai Upaya untuk menangkal tersebarnya Pemahaman dan Tindak beragama yang keliru di Lingkungan Sekolah. Dengan menggunakan Pendekatan Library Research (Kajian Pustaka) serta Analisis yang mendalam maka disimpulkan ada 3 Pola Integrasi yang tepat untuk digunakan dalam Pembelajaran PAI berbasis Moderasi beragama, yaitu Integrasi Nilai-nilai Moderasi beragama melalui KD dan KI yang mengandung Nilai-nilai Moderasi, Integrasi melalui Experiental Learning atau Metode Belajar berbasis Pengalaman, serta Integrasi melalui Hidden Curriculum atau Kurikulum tersembunyi yang di Implementasikan bersama oleh seluruh Unsur yang ada di dalam Sekolah.
URGENSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN Muh Idris; Sabil Mokodenseho; Evra Willya; Yusno Abdullah Otta
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i1.1907

Abstract

Abstrak: Manusia dihadapkan pada beberapa bencana alam yang mengerikan yang membahayakan kehidupan mereka dan biosfer. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas manusia yang menyebabkan pemanasan global. Oleh karena itu, diperlukan upaya sadar untuk melakukan pelestarian lingkungan dan ini akan lebih efektif bila dilakukan oleh semua pihak. Pendidikan Islam merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan karena membangun kesadaran akan pentingnya lingkungan dan merupakan perjalanan yang dirintis untuk kelangsungan hidup generasi berikutnya. Pendidikan membantu memahami berbagai nilai dan konsep yang diperlukan untuk mengembangkan sikap dan keterampilan dalam membangun hubungan timbal balik antara manusia, budaya dan lingkungan. Melalui pendidikan, manusia membentuk sikap yang membantu untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Abstract: The urgency of Islamic Education in Environment Conservation. Humans are faced with terrible natural disasters that endanger their lives and the biosphere. These are inseparable from human activities, which lead to global warming. Therefore, it takes conscious effort to carry out environmental Conservation, which would be more effective when carried out by all parties. Islamic education is one of the efforts aimed at conserving the environment because it builds awareness of its importance and is a journey pioneered for the next generation's survival. Education helps to understand various values and concepts needed to develop the attitudes and skills toward building mutual relations between humans, culture, and the environment. Through education, humans form attitudes that help to have a concern for the environment.  Kata Kunci: Pendidikan Islam; Pelestarian Lingkungan
REORIENTASI DAN PRAKSIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL PERSPEKTIF PEMIKIRAN AZYUMARDI AZRA Wisnu Muhammad Hamzah; Muh Idris; Yusno Abdullah Otta
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i1.1687

Abstract

Permasalahan yang akan dibahas dalam tesis ini yaitu (1) Bagaimana Konsep Pendidikan Multikulutral Perspektif Azyumardi Azra, (2) Bagaimana Praksis Pendidikan Multikultural Perspektif Pemikiran Azyumardi Azra. Penelitian pada tesis ini merupakan penelitian studi tokoh. Jenis penelitian ini dengan jenis kajian pustaka (library research) yakni proses mencari dan menyusun secara sistematis dan data yang diperoleh dari pustaka, baik dari sumber primer, sumber sekunder, dan dari data pendukung.            Penelitian ini menunjukkan: (1) Pandangan pendidikan multikultural menurut Azyumardi Azra adalah pendidikan tentang keragaman kebudayaan masyarakat Indonesia dalam membentuk keikaan di tengah kebhinnekaan. Dari pandangan Azyumardi Azra tersebut, lahirlah konsep pendidikan yaitu revitalisasi titik temu bangsa. yaitu wawasan kebangsaan, Pancasila, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. (3) Praksis Pendidikan multikultural menurut Azyumardi Azra adalah dilakukan melalui tiga ranah pendidikan, yaitu pendidikan formal, informal, dan nonformal. Pendidikan multikulutral di dalam ruang lingkup nonformal adalah dimulai dari keluarga, ayah dan ibu mengajarkannya dari rumah. Dalam ruang lingkup formal adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan multikultural dalam setiap mata pelajaran. Dalam ruang lingkup informal adalah dilakukan dengan melalui karang taruna, ormas, dan forum-forum dalam masyarkat lainnya.Kata Kunci : Konsep Pendidikan Multikulutral, Praksis Pendidikan Multikulutral
PEMBERIAN PENGUATAN (REINFORCEMENT) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN PAI KELAS XI DESAIN GRAFIS DI SMK BINA BANUA BANJARMASIN Alfin Maulana Anwar
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i1.1897

Abstract

Penguatan (reinforcement) merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru di dalam pembelajaran. Penguatan ini berguna untuk memberikan motivasi kepada peserta didik untuk merangsang motivasi dan keaktifan sehingga prestasi serta kualitas belajar akan meningkat. Pemberian penguatan memiliki pengaruh yang berupa sikap positif terhadap proses belajar siswa. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pemberian penguatan (reinforcement) dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI Desain Grafis di SMK Bina Banua Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatakan kualitatif-diskriptif, yaitu penelitian yang mengambarkan kejadian-kejadian secara detail. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian reinforcement dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas XI di SMK Bina Banua Banjarmasin setelah dilihat dari proses pelaksanaannya, yakni dari tujuan pemberian penguatan (reinforcement), komponen pemberian penguatan (reinforcement), dan cara pemberian penguatan (reinforcement).

Page 1 of 1 | Total Record : 5