cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
genggonginzah@gmail.com
Editorial Address
Jl. PB. Sudirman No. 360 Kraksaan Probolinggo Jawa Timur 67282
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Humanistika : Jurnal Keislaman
ISSN : 24605417     EISSN : 25484400     DOI : https://doi.org/10.2345
Humanistika is an Islamic journal belonging to the Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan Probolinggo. Humanistika is a journal that contains scientific works related to thoughts or research in the Islamic field. The existence of the journal Humanistika is certainly very important in exploring, enriching, and developing thoughts and theories and research on Islam. Thus, Humanistika journal will make a positive contribution in enriching the treasures of thought in the Islamic field.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022" : 6 Documents clear
Konsep Psikologi Transpersonal Dalam Mengenal Sebuah Makna Bahagia Dalam Islam Naan Naan; Naufal Nurfajri
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.754

Abstract

This study aims to analyze a concept of Transpersonal Psychology in recognizing a meaning of happiness in Islam from the views of Muslim scholars assessing aspects of the meaning of happiness that occurred in the 21st century which previously had failed to use a (western) understanding approach that sidelined the area of one's spirituality from the aspect of individual happiness. And there is also this study whose writing relies on collecting data from figures known as interpretative methods and exploring sources that are considered relevant to this discussion. The rotation of the focus of this discussion answers the problem of each individual's happiness in part from the happiness of the world and also the happiness of the hereafter by using a Sufistic spiritual approach, combining the two to get absolute happiness or eternal happiness that is not temporary.
Kajian Israiliyat Dalam Tafsir At-Thabari Masriani Imas
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.759

Abstract

Israiliyat sebagai sebuah cerita yang dibawah oleh para ahli kitab yang telah masuk islam lahir dan berkembang sangat pesat terutama di masa tabiin. Tafsir At-Thabari sebagai salah satu kitab tafsir yang banyak dijadikan rujukan dan didalamnya terdapat banyak sekali israiliyat yang tidak disertai status shahih dan tidaknya. Hal ini tentu menjadi tujuan yang benar-benar harus diperhatikan demi menjaga kemurniat penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang mengumpulkan data melalui buku dan majalah. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, yaitu memberikan gambaran yang jelas, objektif dan sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas bentuk Isra'iliyyat dalam tafsir Atabali dan status Shahi, apakah itu isi cerita atau tidak.Adapun hasil dari penelitian ini adalah israiliyat dalam tafsir At-Thabari terbagi menjadi beberapa bagian dengan kualitas sanad dan isi yang berbeda-beda.
Tipologi Nalar Mayarakat Terhadap Larangan Perkawinan Adat Kebo Balik Kandang Muhammad Solikhudin Soleh; Sella Dyah Ariska; Fatimatuz Zahro
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.792

Abstract

Abstrak: Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan yang sebelumnya belum halal menjadi halal dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah SWT guna untuk membentuk keluarga bahagia, sakinnah, mawaddah wa rahmah, serta berkah dunia dan akhirat. Namun dalam realitas di Indonesia banyak berbagai macam kebudayaan/adat istiadat. Khususnya di Jawa, banyak macam adat istiadat yang bagi mereka merupakan larangan yang tidak boleh dilanggar. Seperti larangan perkawinan adat kebo balik kandang yang ada di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Realitas menunjukkan bahwa larangan perkawinan adat kebo balik kandang tersebut telah menjadi suatu hal yang pro dan kontra bagi masyarakat Desa Tanjungtani karena dalam pandangan masyarakat terdapat perbedaan pandangan, meliputi pandangan masyarakat klasik, modern dan tokoh agama. Pandangan masyarakat modern abai terhadap tradisi tersebut, pandangan masyarakat klasik masih meyakini terhadap tradisi tersebut dan tokoh agama menancapkan kontrol harmoni dengan cara menghormati tradisi dan terdapat proses dialektika hukum adat dan hukum Islam atau maqa>sid al-shari>’ah secara khusus. Hal ini merupakan konstruksi sosial yang ada di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Dengan adannya pandangan yang berbeda tersebut karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor kebudayaaan, faktor pendidikan, pola pikir masyarakat, dan faktor kejadian yang menjadikan suatu bentuk pengalaman dengan adannya pengalaman tersebut menjadikan sebagian masyarakat Desa Tanjungtani menjadi percaya akan adannya larangan perkawinan adat kebo balik kandang. Kata Kunci: Masyarakat dan Perkawinan Adat Kebo Balik Kandang. Abstract: Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman who previously had not been halal to become halal with the aim of worshiping Allah SWT in order to form a happy family, sakinah, mawaddah wa rahmah, and the blessings of the world and the hereafter. However, in reality in Indonesia, there are many kinds of culture/customs. Especially in Java, there are many kinds of customs which for them are prohibitions that should not be violated. Such as the prohibition of traditional marriage of kebo balik kandang in Tanjungtani Village, Prambon District, Nganjuk Regency. The reality shows that the ban on traditional marriage of kebo balik kandang has become a matter of pros and cons for the people of Tanjungtani Village because in the community's view there are different views, including the views of classical, modern and religious leaders. he views of modern society are indifferent to the tradition, the views of classical society still believe in the tradition and religious leaders maintain control of harmony by respecting tradition and there is a dialectical process of customary law and Islamic law or maqasid al-shari'ah in particular. This is a social construction in Tanjungtani Village, Prambon District, Nganjuk Regency. With the existence of these different views because they are influenced by several factors, both cultural factors, educational factors, people's mindsets, and incident factors that make a form of experience with the existence of these experiences, some people in Tanjungtani Village believe in the prohibition of traditional marriage of kebo balik kandang. Keywords: Society and Traditional Marriage of Kebo Balik Kandang.
Diskursus Pelaku Dosa Besar Dalam Hadiht Zen Amrullah; Muhammad Hifdil Islam
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.817

Abstract

Pelaku dosa besar dalam diskursus teologi tampak masih menjadi perdebatan di antara para teolog. salah satu teolog rasional yang memberikan statmen terkait pelaku dosa besar adalah Mu’tazilah. Kelompok teologi Mu’tazilah berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidak dianggap sebagai Mu’min atau sebagai Kafir (Al-Manzilah baina Al-Manzilatain). Pernyataan Mu’tazilah ini berlawanan dengan hadith Nabi tentang pelaku dosa besar. Dalam hadith tersebut, nabi Muhammad sangat jelas memposisikan pelaku dosa besar. Namun demikia, hadith tentang pelaku dosa besar belum tersentuh untuk dikaji oleh para peneliti. Sementara di sisi lain, hadith ini seringkali digunakan dasar normatif bagi para teolog, penceramah, dan mufti untuk memghakimi para pelaku dosa besar tanpa mengetahui kualitas dan kuantitas hadith tersebut. Oleh sebab itu, rumusan masalah penelitian ini adalah 1).bagaimana kualitas dan kuantitas hadith pelaku dosa besar. 2) bagaimana kualitas matan hadith pelaku dosa besar. Semntara tujuan penelitian ini adalah 1). mengetahui dan menentukan kualitas dan kuantitas hadith pelaku dosa besar. 2). mengkonfrontasi matan hadith pelaku dosa besar dengan ayat Al-Qur’an dan hadith serupa. Metode penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan ciri deskriptif-interpretative. Karena penelitian ini merupakan penelitian library research Sumber data penelitian ini terdapat primer (kitab hadis al-Musnad karya Ahmad bin Hanbal), sementara data Sekunder adalah kitab-kitab Tobaqot dan Rijal Al-Hadith, sekaligus hadith tersebut akan dibandingkan dengan Hadith riwayat lain. Untuk analisa penelitian ini yaitu analisa Takhrij, analisa konten dan Hermenuetika. Hasil penelurusan terhadap hadith pelaku dosa besar ini melalui kritik sanad dinyatakan bahwa hadith tersebut digolongkan pada hadith Shohih sanadnya muttas}il, rawi-rawinya d}a@bit}, tidak shadh, juga tidak ada ‘illah. Sementara pada kajian atas matan hadith masih terdapat polemik pemahaman atas redaksi hadith tersebut, yaitu; 1). kelompok yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar termasuk kafir. 2). Kelompok yang menagtakan bahwa pelaku dosa besar dikatagorikan fasiq.
Menggali Nilai-Nilai Islam Wasathiyah Dalam Kitab-Kitab Pesantren Sebagai Modalitas Mewujudkan Perdamaian Dunia Ahmad Muzakki; Ahdiyat Agus Susila
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.833

Abstract

Abstract This paper is intended to answer questions related to wasathiyah values, wasathiyah relations and peace, Islamic wasathiyah values ​​in Islamic boarding schools as a modality for pesantren in realizing world peace, and how to promote it as a solution for world peace. After conducting the analysis, it was concluded that moderation (wasathiyyah) is a characteristic of Islam which is a combination and unification of the concepts of ta'adul, tawazun and tawassuth in every pattern of thought, pattern of action, and behavior. At the practical level, the form of moderation in Islam can be classified into four areas of discussion, namely, moderate in matters of aqidah, moderate in matters of worship, moderate in matters of temperament and character, moderate in matters of the formation of the Shari'a. Promoting and campaigning for wasathiyah values ​​through pesantren education can prevent the emergence of radicalism in Indonesia and Muslim-majority countries in general. The promotion of wasathiyah Islam as strategic communication has an important role in maintaining Islamic education. Promoting wasathiyah in the context of Islamic boarding school education requires a balance between the process of delivering information and the process of self-transformation and the system. Knowledge sourced from the scientific tradition of Islamic boarding schools, when disseminated and interpreted in accordance with the wasathiyah concept, will eventually produce people who have strong faith, morality, moderation, and are able to understand and provide an understanding of Islam that is rahmatan lil `alamin.
The Triangle of Educational Leadership Poppy Rachman
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.842

Abstract

Penelitian ini berjudul The Triangle Of Educational Leadership (Perspective on Al-Qur’an, Al-Hadits, and Scientific Theory). Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif teori kepemimpinan terhadap Al-Qur’an, Al-Hadits, dan Teori Ilmiah, yang dikaitkan dengan kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa yang paling kuat dalam kepemimpinan adalah pengaruh. Teori ini dapat diterapkan pada kepemimpinan pendidikan. Penelitian ini hanya sebatas pada karakteristik kepemimpinan, selanjutnya teori kepemimpinan penelitian ini akan diterapkan pada kepemimpinan pendidikan. Dari hasil kajian kepemimpinan diatas penulis mengemukakan teori “The Triangle of Educational Leadership (Teori Segitiga Kepemimpinan)” yang berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits dan dikorelasikan dengan teori keilmuan modern. Teori tersebut adalah “Influence (Pengaruh), Integrity (Integritas), Vision (Visi), Communicative (kemampuan berkomunikasi).

Page 1 of 1 | Total Record : 6