cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
PEMANTAUAN SEDIMENTASI MENGGUNAKAN DATA BATIMETRI HIGH FRECUENCY DI PERAIRAN SAYUNG, DEMAK-JAWA TENGAH Ondara, Koko; Rahmawan, Guntur Adhi
GEOMATIKA Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-1.987

Abstract

Kecamatan Sayung merupakan wilayah terabrasi di Kabupaten Demak yang terkena dampak paling parah dari kenaikan muka air laut di kawasan Pantai Utara Jawa. Perencanaan untuk pembuatan struktur pelindung pantai kawasan pesisir Sayung, Demak, Jawa Tengah sebagai salah satu solusi dalam mengendalikan dampak abrasi yang terjadi memerlukan penelitian batimetri (kedalaman perairan laut) untuk memantau besarnya sedimentasi yang ada di perairan laut tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman perairan, volume sedimen, kemiringan topografi dasar perairan serta ketebalan sedimen dasar perairan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 dan tahun 2018. Data batimetri diperoleh dengan pengukuran langsung di lapangan pada tahun 2016 dan 2018. Data tersebut diperoleh menggunakan echosounder dual frekuensi. Kemudian data tersebut dikoreksi terhadap pasut lalu dihitung tebal sedimen yang diperoleh menggunakan pemodelan numerik. Hasil analisis proses sedimentasi yang terjadi di dasar perairan menunjukkan adanya penambahan ketebalan sedimen sebesar 0.32 m dengan pertambahan volume sedimen sebesar 1.181.731,38 m3.
VISUALISASI PEMODELAN HASIL ANALISIS JARINGAN ANGKUTAN UMUM DI KABUPATEN KULON PROGO Susanta, Febrian Fitryanik; Aditya, Trias
GEOMATIKA Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-1.1085

Abstract

Pembangunan Bandar Udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulon Progo berdampak pada berubahnya trayek jaringan angkutan umum yang telah ada. Perlu adanya perencanaan trayek baru yang sesuai dengan permintaan penumpang. Multimoda transportasi perlu direncanakan untuk pembangunan transportasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memodelkan trayek angkutan umum di Kabupaten Kulon Progo serta memvisualisasikannya dengan metode analisis visual. Pemodelan trayek angkutan umum diolah menggunakan metode analisis jaringan spasial (SpNA). Hasilnya divisualisasikan dalam tampilan grafik dan peta menggunakan metode analisis visual yang memanfaatkan Operations Dashboard for ArcGIS. Visualisasi pemodelan jaringan transportasi angkutan umum ini bersifat visual interaktif untuk memudahkan pengambil kebijakan dalam menyusun rencana penentuan jaringan trayek. Berdasarkan hasil pemodelan ini, ada tujuh rencana lokasi pembangunan pemberhentian baru. Selain itu, terdapat sebelas pemodelan trayek lintasan yang menghubungkan lokasi-lokasi pemberhentian. Terminal dapat melayani seluruh wilayah di Kabupaten Kulon Progo dalam rentang waktu 50 menit.
SURVEI DIMENSIONAL DAN KALIBRASI SISTEM MULTIBEAM LAUT DALAM DI KAPAL RISET BARUNA JAYA I Haryanto, Dwi; Febriawan, Hendra Kurnia; Safi`, Ahmad Fawaiz; Irfan, Muhamad
GEOMATIKA Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-2.1143

Abstract

Wilayah laut Indonesia bagian tengah dan timur merupakan perairan laut dalam dengan informasi batimetri yang masih terbatas. Data batimetri laut dalam dapat diperoleh menggunakan alat survei khusus, yaitu Multibeam Echosounder (MBES). MBES laut dalam pada Kapal Riset (KR) Baruna Jaya I mampu menghasilkan data batimetri hingga kedalaman 11 km. MBES laut dalam tersebut mempunyai dimensi fisik yang relatif besar, sehingga transducer MBES harus dipasang secara permanen pada tunas kapal. Sistem MBES laut dalam terdiri dari beberapa sensor yang terintegrasi dalam satu sistem akuisisi MBES. Agar menghasilkan data batimetri berkualitas tinggi, perlu dilakukan survei dimensional untuk memperoleh informasi sudut miss-alignment transducer MBES dan posisi secara 3D (tiga dimensi) sensor sistem MBES laut dalam secara akurat dalam satu referensi sistem koordinat. Paper ini bertujuan untuk memperoleh nilai ketidaklurusan (miss-alignment) transducer MBES dan nilai offset sensor - sensor yang terpasang pada KR Baruna Jaya I terhadap suatu sistem koordinat kapal menggunakan metode survei dimensional. Selain itu, hasil survei dimensional tersebut diverifikasi secara dinamis menggunakan metode kalibrasi patch test. Hasil survei dimensional menunjukkan pemasangan fairing sebagai rumah transducer MBES memenuhi toleransi dengan nilai roll: -0,089˚ dan yaw: 0,292˚ sedangkan nilai pitch (-0,120˚) tidak memenuhi toleransi. Hasil pemasangan transducer MBES menunjukkan nilai roll dan yaw memenuhi toleransi (roll: 0,012˚ dan yaw: 0,200˚), sedangkan nilai pitch di atas ambang toleransi (pitch: 0,698˚). Nilai kesalahan pemasangan transducer diverifikasi dengan hasil kalibrasi Patch Test MBES dan mendapatkan nilai roll: 0,20°, pitch: 0,45°, dan yaw: -1,43°.
PREFACE GEOMATIKA VOL 25 No. 2 Jurnal, Pengelola
GEOMATIKA Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-2.1237

Abstract

PEMODELAN TIGA DIMENSI (3D) BANGUNAN CAGAR BUDAYA MENGGUNAKAN DATA POINT CLOUD Waljiyanto, Waljiyanto; Chintya, Ni Putu Praja
GEOMATIKA Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-1.1103

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan warisan budaya sebagai daya tarik wisata seperti bangunan cagar budaya. Arsip bangunan budaya belum dikelola dengan baik. Sebagian besar dari bangunan cagar budaya hanya berisi informasi atribut (nama, alamat, dan sejarah), aspek geospasial seperti alamat ter-geocoding dan peta struktural belum menjadi prioritas. Metode yang paling populer terkait dengan struktur bangunan adalah Building Information Modeling (BIM). BIM telah digunakan secara luas dalam perencanaan bangunan baru dan manajemen aset. Dalam beberapa tahun terakhir, BIM mulai digunakan dalam dokumentasi bangunan budaya. Teknik ini dikenal sebagai Heritage Building Information Modeling (HBIM). Tujuan HBIM adalah untuk melestarikan dan memantau bangunan warisan melalui model 3D. Model tersebut memuat unsur arsitektur bangunan cagar budaya dengan informasi semantiknya. Kompleksitas elemen bangunan dapat mempengaruhi Level of Detail (LoD) dari suatu model. LoD model berkorelasi dengan metode perolehan data. Makalah ini bertujuan untuk membuat model 3D bangunan budaya dan menguji LoD model 3D yang berasal dari point cloud bangunan budaya di Yogyakarta. Point cloud untuk membuat model 3D diperoleh dari survei topografi dan survey laser scanner. Atribut informasi diperoleh dengan melakukan dokumen dan penelitian lapangan.
PENGAMATAN JANGKA PENDEK PERILAKU ARUS DAN KEKERUHAN RELATIF PADA KANAL ANTAR-TERUMBU PASCA-PASANG PERBANI Poerbandono, Poerbandono; Djunarsjah, Eka; Windupranata, Wiwin
GEOMATIKA Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-2.1071

Abstract

Makalah ini membahas perilaku jangka pendek arus dan kekeruhan relatif. Pembahasan didasarkan pada analisis data dari pengamatan lapangan di satu titik pada kedalaman sekitar 30 m. Titik pengamatan terletak di kanal antar-terumbu sekitar 600 m timur laut Pulau Pramuka ke arah Pulau Panggang. Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) berfrekuensi 614,4 kHz digunakan dalam pengukuran selama 25 jam dan 50 menit, sekitar dua hari setelah pasang perbani. ADCP mengukur profil arus dan hamburan balik dengan interval 1 m. Analisis dilakukan dengan menghubungkan saat perubahan kecepatan arus dengan pasut. Selain itu, kekeruhan relatif dihitung dari hamburan balik menggunakan persamaan kalibrasi empiris. Dari analisis, diperoleh korelasi positif antara tunggang pasut dengan kecepatan arus. Kecepatan arus tertinggi (yaitu 0,42 meter per detik) berkorelasi dengan saat air tinggi yang lebih rendah (lower high water). Kecepatan arus terdistribusi secara merata di sepanjang kolom air. Dibandingkan dengan di lapisan bawah, kecepatan arus di lapisan atas meningkat lebih cepat. Kekeruhan relatif yang dihitung dari hamburan balik menunjukkan bahwa material padat tersuspensi lebih banyak terkumpul di lapisan bawah. Peningkatan kekeruhan relatif diidentifikasi terjadi saat air rendah setelah air pasang tinggi (higher high water). Arah gerak arus saling berkebalikan dengan jumlah kejadian yang dua kali lebih banyak dan kecepatan arus yang dua kali lebih kuat ke arah ke arah 33° dibandingkan dengan ke arah 226°.
GPS-DERIVED SECULAR VELOCITY FIELD AROUND SANGIHE ISLAND AND ITS IMPLICATION TO THE MOLUCCA SEA SEISMICITY Heliani, Leni Sophia; Pratama, Cecep; Parseno, Parseno; Widjajanti, Nurrohmat; Lestari, Dwi
GEOMATIKA Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-2.1199

Abstract

Sangihe-Moluccas region is the most active seismicity in Indonesia. Between 2015 to 2018 there is four M6 class earthquake occurred close to the Sangihe-Moluccas region. These seismic active regions representing active deformation which is recorded on installed GPS for both campaign and continuous station. However, the origin of those frequent earthquakes has not been well understood especially related to GPS-derived secular motion. Therefore, we intend to estimate the secular motion inside and around Sangihe island. On the other hand, we also evaluate the effect of seismicity on GPS sites. Since our GPS data were conducted on yearly basis, we used an empirical global model of surface displacement due to coseismic activity. We calculate the offset that may be contained in the GPS site during its period. We remove the offset and estimate again the secular motion using linear least square. Hence, in comparison with the secular motion without considering the seismicity, we observe small change but systematically shifting the motion. We concluded the seismicity in the Molucca sea from 2015 to 2018 systematically change the secular motion around Sangihe Island at the sub-mm level. Finally, we obtained the secular motion toward each other between the east and west side within 1 to 5.5 cm/year displacement.
PREFACE GEOMATIKA VOL 26 No. 1 Geomatika, Jurnal
GEOMATIKA Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-1.1219

Abstract

DETEKSI TIPE DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN ANALISIS DIGITAL CITRA PENGINDERAAN JAUH Ginting, Devica Natalia Br; Faristyawan, Rizky
GEOMATIKA Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-1.977

Abstract

Garis pantai merupakan informasi batas wilayah antara darat dan laut. Informasi garis pantai sangat diperlukan dalam kegiatan di pesisir, terkhusus bagi negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Pengukuran lapangan untuk mendapatkan informasi garis pantai akan menghabiskan biaya, waktu dan tenaga yang besar. Penginderaan jauh mampu menghasilkan informasi garis pantai secara efektif. Lokasi kajian dilakukan di Pesisir Pulau Flores Timur dan Pulau Adonara Barat yang memiliki tiga tipe pantai yaitu berbakau, berpasir, dan tebing berbatu. Penelitian ini bertujuan melakukan ekstraksi garis pantai berdasarkan tipenya melalui proses digital. Data yang digunakan Landsat-5, Landsat-8, dan Sentinel-2. Perbandingan band digunakan untuk menganalisi tipe (Green/SWIR dan Green/NIR) pada Landsat-5 yang selanjutnya dibandingkan dengan tipe pantai yang bersumber dari referensi serta mengektrak garis pantai (Green/NIRand Green/SWIR). Citra Landsat-8 dan Sentinel-2 digunakan melihat perubaan garis pantai selama 10 tahun. Hasil ekstraksi menunjukkan bahwa perbandingan band NIR dan Green menunjukkan hasil yang terbaik. Perubahan garis pantai akibat fenomena alam berupa erosi dan sedimentasi yang disebabkan oleh arus laut tidak berdampak signifikan kecuali di sekitar Selat Larantuka namun perubahan garis pantai akibat aktivitas manusia berupa pembangunan bandara memberikan perubahan sebesar 4,8 Ha.
KAJIAN TEKNIK STEREO PLOTTING PADA FOTO UDARA FORMAT KECIL UNTUK MENGHASILKAN DATA DTM Harintaka, Harintaka
GEOMATIKA Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-2.1171

Abstract

Pada fotogrametri, untuk menghasilkan data Digital Terrain Model (DTM) dari foto udara dilakukan dengan cara stereo plotting. Ada dua cara stereo plotting, cara interaktif dan otomatis. Cara interaktif memerlukan waktu yang lama bagi operator untuk melihat dan mendeliniasi dalam ruang 3D untuk menghasilkan posisi tiga dimensi (3D) objek dalam sistem koordinat tanah. Cara otomatis adalah melakukan proses stereo matching  dengan salah satunya menggunakan algoritma korelasi silang. Pada cara otomatis ini, setiap pasangan foto stereo diidentifikasi objek yang sama secara otomatis, kemudian dihitung koordinat 3D-nya menggunakan persamaan space intersection. Penelitian ini mengkaji penggunaan kedua teknik tersebut pada Foto Udara Format Kecil (FUFK) untuk menghasilkan data DTM dan dibandingkan hasilnya. Pada penelitian ini digunakan satu blok pemotretan udara yang terdiri dari lima jalur terbang, dengan setiap jalur terdiri dari 40 foto. Setelah dilakukan hitungan triangulasi udara, pasangan – pasangan foto stereo dipilih dan dibentuk epipolar image. Kemudian proses stereo plotting secara interaktif dan otomatis diterapkan dan dibandingkan hasilnya. Hasil kajian menunjukkan data DTM yang dihasilkan antara teknik stereo plotting interaktif dan otomatis adalah mirip, tetapi tidak identik. Ini terjadi terutama di daerah campuran dengan tajuk pohon rapat. Keunggulan teknik stereo plotting interaktif adalah hasil sangat akurat dan tanpa memerlukan tahapan editing lagi, sedangkan teknik otomatis adalah kecepatan proses tetapi masih memerlukan editing.