cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
STUDI PERBANDINGAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DI SEMENANJUNG BLAMBANGAN KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT AQUA MODIS Zainab, Siti; Wibisana, Hendrata; Casita, Cintantya Budi
GEOMATIKA Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.083 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-1.889

Abstract

Pemetaan kandungan klorofil-a di pesisir pantai banyak dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat kesuburan dari lingkungan perairan yang dimaksud. Tingkat kesuburan yang diharapkan dapat memberikan gambaran populasi dari perikanan tangkap yang dibutuhkan oleh masyarakat pesisir dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Penginderaan jauh sebagai salah satu teknologi yang baru telah memberikan banyak manfaat untuk pendeteksian dan pemetaan konsentrasi klorofil-a skala global. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan gambaran kandungan klorofil-a pada dua area yang berbeda yaitu di daerah Semenanjung Blambangan dan daerah Teluk Blambangan. Metode yang dikembangkan dari penelitian ini adalah penggunaan algoritma penginderaan jauh dan teknik regresi guna mendapatkan model matematis yang optimal untuk digunakan dalam peramalan kandungan klorofil-a di masa yang akan datang. Dari penelitian ini diperoleh model matematis yang paling sesuai untuk kondisi Teluk Blambangan yaitu pada panjang gelombang sinar hijau dengan nilai 531 nanometer (nm), di mana korelasi yang terbesar adalah Chlor-a = 21228*(Rrs_531)-42,371 dengan nilai R2 sebesar 0,7951 yang didapatkan dari panjang gelombang sinar hijau yaitu Rrs_531 dari citra satelit Aqua Modis Level-2. Fenomena ini dapat disimpulkan bahwa kandungan klorofil-a di semenanjung Blambangan pada bulan Agustus 2017 cukup signifikan di mana diperoleh rata-rata konsentrasi dari klorofil-a sebesar 18,45 ppt(mg/ m³) sehingga dapat diprediksikan bahwa populasi ikan yang ada di perairan tersebut juga meningkat pada bulan tersebut. Hasil akhir yang didapatkan berupa peta tematis kandungan klorofil-a untuk algoritma model linier, di samping itu persamaan matematis yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan oleh para peneliti lainnya untuk mendapatkan model yang lebih akurat yang dapat menggambarkan kondisi riil di lapangan. 
PREFACE GEOMATIKA VOL. 25 NO. 1 Jurnal, Pengelola
GEOMATIKA Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.789 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-1.1069

Abstract

ALGORITMA PENENTUAN DAN REKONTRUKSI ARAH KIBLAT TELITI MENGGUNAKAN DATA GNSS Gumilar, Irwan; Trihantoro, Nur Fajar; Bramanto, Brian; Andreas, Heri; Abidin, Hasanuddin Zainal; Gamal, Mohamad
GEOMATIKA Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.627 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-2.974

Abstract

Kiblat merupakan arah yang dituju umat Muslim ketika melakukan ibadah shalat. Terdapat beberapa dalil baik Al-Quran ataupun As-Sunnah yang mewajibkan ibadah shalat untuk menghadap kiblat. Perkembangan teknologi penentuan posisi dan algoritma pengukuran arah sangat memungkinkan untuk menentukan arah kiblat secara teliti, sekalipun untuk daerah yang tidak memungkinkan untuk melihat Kakbah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan mekanisme perhitungan arah kiblat dan rekonstruksinya menggunakan teknologi GNSS. Metodologi yang dilakukan yaitu dengan menerapkan beberapa metode penentuan posisi menggunakan GNSS untuk menentukan arah kiblat dan perhitungan arah kiblat di atas bidang elipsoid menggunakan metode Vincenty. Rekontruksi arah kiblat dilakukan dengan menerapkan irisan koreksi normal geodesik, koreksi skew normal, dan koreksi defleksi vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode statik, RTK, dan RTPPP GNSS dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat. Penerapan metode Vincenty di atas bidang elipsoid untuk penentuan azimut memperlihatkan arah yang tepat ke arah Kakbah. Untuk keperluan rekonstruksi arah kiblat, pemberian koreksi normal geodesik, koreksi skew normal, dan koreksi defleksi vertikal dapat meningkatkan ketelitian sekitar 2 menit. Khusus untuk pengukuran titik backsight dengan RTK, azimut yang didapatkan berbeda sekitar 2 menit dibandingkan dengan metode statik. Perbedaan 2 menit ini menyebabkan arah Kakbah bergeser sekitar 3,6 km, walaupun masih tetap berada di kota Mekah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan ketelitian yang tinggi untuk pengukuran tepat ke arah kiblat maka harus digunakan metode penentuan posisi statik, menggunakan metode Vincenty di atas elipsoid untuk pengukuran azimutnya, serta menerapkan koreksi irisan normal geodesik, koreksi skew normal, dan koreksi defleksi vertikal untuk rekonstruksinya.
MODEL ESTIMASI NILAI TANAH MENGGUNAKAN ANALISIS GEOSTATISTIKA Sugito, Nanin Trianawati; Soemarto, Irawan; Hendriatiningsih, Sadikin; Leksono, Bambang Edhi
GEOMATIKA Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.536 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-2.955

Abstract

Penilaian tanah menjadi salah satu aspek dalam sistem kadaster yang terintegrasi dengan penggunaan tanah dan penguasaan tanah. Tanah dapat dinilai atas dasar manfaat yang bisa diberikan. Tinggi rendahnya nilai tanah dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya faktor ekonomi, sosial, pemerintah, dan fisik. Berdasarkan faktor yang dapat menentukan nilai tanah tersebut, diketahui bahwa penggunaan tanah dapat pula berpengaruh terhadap pembentukan nilai tanah. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa tata guna lahan merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap nilai tanah. Pada penelitian ini digunakan analisis geostatistika yang diterapkan dalam pemodelan nilai tanah. Perhitungan estimasi nilai tanah dilakukan dengan menggunakan model spherical, exponential, maupun gaussian. hasil penelitian menunjukkan bahwa model semivariogram terbaik berdasarkan perhitungan adalah model gaussian, karena memiliki besaran standar deviasi terendah bila dibandingkan dengan standar deviasi yang dihasilkan oleh model exponential dan spherical. Model matematika nilai tanah hasil analisis geostatistika akan dimodifikasi dengan memasukkan bobot tata ruang. Model matematika nilai tanah hasil modifikasi ini diharapkan dapat mencerminkan nilai yang sebenarnya, di mana selanjutnya dapat dipergunakan dalam pembuatan pembuatan zona nilai tanah.
EVALUASI CARA PENGIKATAN KE TITIK TETAP PADA PENENTUAN POSISI DENGAN GNSS Prasidya, Anindya Sricandra; Taftazani, Muhammad Iqbal; Mutiarasari, Wahyu Marta; Hayuningsih, Annisa Farida; Chintya, Ni Putu Praja; Muryamto, Rochmad
GEOMATIKA Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.261 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-2.881

Abstract

Pengikatan ke titik tetap dalam sebuah penentuan posisi dengan GNSS merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil perataan jaring GNSS. Cara pengikatan ke titik tetap masih jarang dikaji, padahal hal ini sering terjadi. Jauhnya lokasi titik tetap dan pendeknya baseline yang disurvei membuat cara pengikatan secara langsung ke titik tetap menghasilkan geometri jaringan yang kurang ideal. Masalah ketelitian yang dihasilkan akibat kasus tersebut dikaji pada penelitian ini. Dua pendekatan cara pengikatan yang dipakai dalam studi ini yakni skema-1 dan skema-2. Skema-1 adalah pengikatan langsung dari dua titik tetap (KPG2 dan BTL2) ke titik uji (PM1, PM2, PM3, dan PM4), sedangkan skema-2 adalah cara pengikatan beranting dari titik KPG2 dan BTL2 ke titik perantara dekat lokasi (PABU) yang dipakai untuk mengikat titik-titik uji. Titik uji diamat selama 30 menit dan titik PABU diamati selama 3 jam menggunakan pengamatan GNSS diferensial statik. Berdasarkan analisis, diketahui bahwa dengan asumsi titik PABU fixed dan perambatan kesalahannya pada koordinat akhir tidak diperhitungkan, skema-2 memiliki ketelitian koordinat yang lebih tinggi (2,5 mm sampai dengan 8,3 mm) dibandingkan skema-1 (24,9 mm s.d. 67,9 mm). Nilai koordinat dari dua skema tersebut berbeda secara statistik (rentang kepercayaan = 95%) hanya pada komponen easting-nya sedangkan komponen northing dan height-nya tidak demikian. Ketelitian antara kedua skema pun berbeda secara statistik pada semua komponen koordinat. Dengan demikian, pada kasus ini, cara pengikatan beranting menghasilkan ketelitian koordinat yang lebih tinggi dibandingkan pengikatan langsung.
SPATIO-TEMPORAL CHARACTERISTICS OF SEA LEVEL ANOMALY IN THE INDONESIAN WATER Sarsito, Dina Anggreni; Wijaya, Dudy Darmawan; Trihantoro, Nur Fajar; Fathulhuda, Muhammad Syahrullah; Pradipta, Dhota
GEOMATIKA Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.135 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-2.980

Abstract

Indonesia is an archipelago state lies between Indian and Pacific Oceans at the South East Asia region. Its unique geomorphological and geographical setting affect variabilities of instantaneous sea surface height (ISSH) concering to one of the sea reference surface i.e mean sea surface height (MSSH). The differences between both heights, known as sea level anomaly (SLA), can be recognized as one of the parameter that describes the dynamic phenomena of the ocean. We investigated the Spatiotemporal characteristics of long-term SLA in this research based on 30 years of sea-level data derived from the multi-mission of satellite Altimetry (Topex/Poseidon, Jason-1, Jason-2 and Jason-3). The Spatiotemporal of SLA characteristics in Indonesian waters indicate substantial variations due to the influences of geographical location, bathymetric depth, and seasonal patterns. The SLA rate in the Indonesian region provides values that vary between 3.4 mm/yr to 5.3 mm/yr that higher than 3.2 mm/yr global SLA rate. The impact caused by the phenomenon needs to be taken into account given the vulnerability and disaster that could endanger the islands and coastal area in Indonesia.
PENGGUNAAN FOTO UDARA FORMAT KECIL UNTUK IDENTIFIKASI KERENTANAN LINGKUNGAN TERHADAP BENCANA TSUNAMI DI YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT (YIA) Fauzi, Yulian; Hartono, Hartono; Brotopuspito, Kirbani Sri; Kongko, Widjo
GEOMATIKA Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.146 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-2.970

Abstract

Yogyakarta International Airport (YIA) terletak dalam zona rawan bencana tsunami dengan risiko tinggi. Wilayah ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia yang merupakan zona subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa bumi megathrust dan tsunami besar. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan analisis kerentanan lingkungan terhadap bencana tsunami di YIA menggunakan Foto Udara Format Kecil (FUFK). Kerentanan lingkungan dinilai dari kondisi topografi, keberadaan petunjuk evakuasi, akses evakuasi, sumber daya untuk evakuasi, dan kondisi jalur evakuasi. Pengumpulan data melalui pemotretan FUFK menggunakan Wahana Udara Nir Awak (WUNA) dan pengamatan kondisi lingkungan. Hasil identifikasi dan analisis menunjukkan kerentanan lingkungan untuk menghadapi bencana tsunami di lokasi kajian masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari keberadaan petunjuk arah evakuasi yang tidak tersebar dengan baik, terbatasnya jalan untuk jalur evakuasi, dan tidak adanya perbukitan. Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang sangat mungkin ditetapkan di YIA dan sekitarnya adalah bangunan perlindungan evakuasi.
pyGABEUR-ITB: A FREE SOFTWARE FOR ADJUSTMENT OF RELATIVE GRAVIMETER DATA Wijaya, Dudy Darmawan; Muhamad, Norman Arif; Prijatna, Kosasih; Sadarviana, Vera; Sarsito, Dina A.; Pahlevi, Arisauna; Variandy, Erfan D.; Putra, Widy
GEOMATIKA Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.303 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-2.991

Abstract

pyGABEUR-ITB (Python GayaBEUrat Relatif – Institut Teknologi Bandung) is a free and interactive software for adjustment of relative gravimeter data, developed based on Python programming language. pyGABEUR-ITB can adjust relative gravity measurements and provide reliable estimates for correcting instrument’s systematic errors, such as gravimeter drift. Furthermore, pyGABEUR-ITB can also detect possible outliers in the observations using the t-criterion method. Since pyGABEUR-ITB is using the weighted constraint adjustment, at least one fixed station is required accordingly. Relative gravimeter data around Palu-Donggala area (Central Sulawesi) observed by Center for Geodesy Control Networks and Geodynamics, Geospatial Information Agency, were used to test the performance of pyGABEUR-ITB. The processing results were then compared against those calculated using GRAVNET software. The comparisons show that both pyGABEUR-ITB and GRAVNET softwares statistically provide simillar results, with the total RMS value of about 5 mGal. In term of computer’s requirement, pyGABEUR-ITB can be excecuted under a computer with the following minimal requirements: x64 CPU, 1 GB memory and WINDOWS 7 OS. Finally, it is important to mention that pyGABEUR-ITB is recently suited to process the data from the gravimeter that adopts the principle of vertical spring balance. In the near future, pyGABEUR-ITB will be extended to be able to automatically adapt to various observation principles.
PEMETAAN DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI SIDOARJO-PASURUAN DENGAN MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH Wijayanti, Niken Dwi
GEOMATIKA Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-1.1025

Abstract

Perairan Porong merupakan daerah muara sungai yang mengalami proses sedimentasi akibat bermuaranya air Sungai Porong ke Selat Madura yang membawa sedimen. Hal tersebut diduga akan menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai yang ada di sekitarnya. Disamping itu, perubahan morfologi daratan seperti abrasi atau sedimentasi dipengaruhi oleh faktor oseanografi fisik seperti arus. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh arus terhadap distribusi Total Suspended Solid (TSS) serta dampaknya terhadap perubahan garis pantai di Perairan Sidoarjo-Pasuruan. Data yang digunakan yaitu citra Landsat 7 (2002) dan Landsat 8 (2013 dan 2017) yang diperoleh dari United States Geological Survey serta data arus dari Copernicus Marine Environment Monitoring Service. Penginderaan jauh digunakan untuk menganalisa perubahan garis pantai dan distribusi TSS. Hasil penelitian menunjukkan arus, dengan kecepatan 0.02-0.1 m/s, di Perairan Sidoarjo-Pasuruan berpengaruh terhadap distribusi TSS dengan arah menuju Barat dan Barat Laut. Konsentrasi TSS yang tinggi di perairan dekat pantai menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai yang ditandai dengan tingginya sedimentasi di lokasi tersebut. Lebih lanjut hasil menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di Sidoarjo-Pasuruan tahun 2002-2013 sebesar 9,305 km dan 2013-2017 sebesar 3,226 km. Peningkatan konsentrasi TSS di Perairan Sidoarjo-Pasuruan sebanding dengan penambahan garis pantai.
ANALISIS HASIL PENETAPAN BATAS DESA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sutanta, Heri; Pratiwi, Imasti Dhani; Atunggal, Dedi; Cahyono, Bambang Kun; Diyono, Diyono
GEOMATIKA Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24895/JIG.2020.26-2.1163

Abstract

Batas administrasi desa memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Batas desa di Kabupaten Gunungkidul didelineasi ulang pada tahun 2018 melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Acuan utama untuk membuat Peta Kerja Batas adalah Peta Desa Lama skala 1:5.000 yang dibuat antara tahun 1932-1938. Batas desa pada Peta Desa Lama tersebut diinterpretasi dan didigitasi di Citra Tegak Resolusi Tinggi dari Badan Informasi Geospasial. Penelitian ini menganalisis perbedaan batas dalam hal karaksteristik segmen batas, pergeseran segmen batas, dan perubahan luas wilayah. Terdapat perubahan karakteristik segmen batas yang berupa titik temu, segmen berbatasan dan segmen tidak berbatasan. Pergeseran posisi segmen batas yang terjadi sampai 1.773 m pada Peta RBI, dan 997 m pada hasil identifikasi peta desa lama. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan dibandingkan dengan luas menurut Peta RBI sebesar 287,79 hektar, dan 269,22 hektar jika dibandingkan dengan data BPS. Dalam hal luas wilayah desa terdapat 71 desa mengalami penambahan luas wilayah dibandingkan dengan Peta RBI dan 67 desa jika dibandingkan dengan data BPS. Perbedaan sumber data, skala, dan metode pembuatan batas di Peta RBI dan hasil kesepakatan menghasilkan perbedaan karakteristik batas, posisi garis batas, dan luas wilayah. Berdasarkan hasil ini, batas desa definitif perlu disegerakan penyediaannya untuk menggantikan jenis batas lain yang terpaksa digunakan.