cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ILMIAH GEOMATIKA
ISSN : 08542759     EISSN : 25022180     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Geomatika (can be called Jurnal Ilmiah Geomatika-JIG) is a peer-reviewed journal published by Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial-BIG). All papers are peer-reviewed by at least two experts before accepted for publication. Geomatika will publish in two times issues: Mei and November.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
PEMODELAN BANJIR ROB MENGGUNAKAN METODE STEEL DAN TORRIE DI WILAYAH JAKARTA: (Tidal Flood Modeling using Steel and Torrie Methods in the Jakarta Region) Agel Vidian Krama; Nurul Qamilah
Geomatika Vol. 28 No. 1 (2022): JIG Vol. 28 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global telah mengakibatkan peningkatan air laut dan banjir rob yang melanda daerah dataran pantai termasuk wilayah Jakarta yang merupakan pusat perekonomian Indonesia yang mempunyai perkembangan pembangunan yang pesat. Model spasial banjir rob wilayah Jakarta yang didasarkan pada fluktuasi gelombang pasang, penurunan muka tanah dan ketinggian tempat, merupakan kajian utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah membuat model spasial banjir rob wilayah Jakarta yang terjadi pada tahun 1984-2014 dan prediksinya hingga tahun 2100. Melalui grid 2x2 m, penurunan muka tanah ekstraksi menjadi informasi spasial sebagai basis data pemodelan. Model regresi linear multivariate divalidasi melalui verifikasi lapangan pada 32 lokasi penelitian. Model menunjukkan bahwa wilayah yang akan tergenang pada tahun 2030, 2050, 2080 dan 2100 cenderung bertambah dari luasan tahun 2014, yakni 25% sampai 36% dari luas wilayah wilayah Jakarta.
EVALUASI KUALITAS TEMATIK PETA PENGGUNAAN LAHAN YANG DIPEROLEH DARI DATA VOLUNTEERED GEOGRAPHIC INFORMATION Studi Kasus di Kota Yogyakarta: (Thematic Quality Assessment of Land-use Map Derived from Volunteered Geographic Information Data, Case study in Yogyakarta City) Ni Putu Praja Chintya; Wahyu Marta Mutiarasari; Waljiyanto; Dhany Yudi Prasetyo; Wulan Ratna Mayangsari
Geomatika Vol. 28 No. 1 (2022): JIG Vol. 28 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan yang dinamis dan kompleks tidak diikuti dengan kecepatan perolehan data pemerintah daerah, seperti data penggunaan lahan. Pemerintah daerah biasanya memetakan penggunaan lahan menggunakan teknologi penginderaan jauh (citra satelit) dan survei lapangan. Kedua metode pemetaan tersebut memerlukan biaya yang besar dan waktu yang lama. Kondisi tersebut merupakan pendorong kebutuhan suatu metode akuisisi data yang murah, cepat dan tepat seperti metode Volunteered Geographic Information (VGI). VGI adalah suatu fenomena penggunaan web dalam membuat, mengumpulkandan menyebarluaskan informasi geospasial secara sukarela oleh individu yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda (bukan profesional). Data VGI yang bersumber dari platform seperti OpenStreetMap, Geonames, Twitter, Flickr dan Geo-Wiki, dapat menjadi suatu alternatif untuk memperoleh data penggunaan lahan yang riil dan terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi data VGI, yaitu OpenStreetMap (OSM) sebagai sumber data dalam pembuatan peta penggunaan lahan riil. Data acuan yang digunakan untuk menguji kualitas peta penggunaan lahan adalah data penggunaan lahan dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa hasil ditunjukkan pada penelitian ini antara lain (1) nilai overall accuracy peta penggunaan lahan yang diperoleh sebesar 73% untuk klasifikasi penggunaan lahan level 1, dimana kelas transportasi dan hunian masing-masing memiliki user accuracy tertinggi yaitu 100% dan 74%; kelas hunian dan layanan kesehatan masing-masing memiliki nilai producer accuracy tertinggi yaitu 98% dan 24%; (2) terdapat 42% penggunaan lahan di area studi belum terpetakan di OSM, sebagian besar di Kelurahan Mergangsan dan Kelurahan Pringgokusuman; dan (3) kesalahan dalam klasifikasi disebabkan oleh tidak terdapatnya informasi atribut penggunaan lahan pada data OSM dan kekeliruan pengguna dalam memberikan tag atau data atribut.
Front Page Geomatika Vol. 28 No. 1 Tahun 2022 Sekretariat Redaksi Geomatika
Geomatika Vol. 28 No. 1 (2022): JIG Vol. 28 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INDEX GEOMATIKA VOL 28 NO 1 TAHUN 2022 JIG
Geomatika Vol. 28 No. 1 (2022): JIG Vol. 28 No. 1 Tahun 20220
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Page JIG Vol. 27 No. 1 Tahun 2021 JIG
Geomatika Vol. 27 No. 1 (2021): JIG Vol. 27 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DESAIN KONFIGURASI JARING GPS UNTUK PEMANTAUAN DEFORMASI SESAR SERMO: (GPS Network Configuration Design for Deformation Monitoring of Sermo Fault) Yulaikhah; Subagyo Pramumijoyo; Nurrohmat Widjajanti; Purnama Budi Santosa
Geomatika Vol. 27 No. 1 (2021): JIG Vol. 27 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaring pemantauan deformasi Sesar Sermo telah dibangun menyebar sepanjang jalur sesar sebanyak 15 titik. Namun demikian, pada saat pengukuran lapangan dengan menggunakan GPS secara simultan masih terdapat kendala dalam hal ketersediaan alat GPS. Penyediaan alat dalam jumlah banyak tidak mudah untuk dilakukan serta membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu diperlukan pembuatan desain jaring pemantauan deformasi yang efisien namun tetap sensitif terhadap deformasi yang terjadi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk untuk mendesain konfigurasi jaring pemantauan deformasi Sesar Sermo yang optimum berdasarkan kriteria sensitivitas jaringan. Desain jaringan dilakukan terhadap dua jaring yang berbeda, yaitu jaring GPS makro yang terdiri atas 5 titik, dan jaring GPS makro dan mikro yang terdiri atas 15 titik. Jaring didesain untuk dapat mendeteksi pergeseran sebesar 5 mm dan 10 mm.Selanjutnya analisis sensitivitas jaring dilakukan dengan uji pergeseran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaring GPS makro (terdiri 10 baseline) belum cukup sensitif untuk mendeteksi pergeseran sebesar 5 mm. Namun untuk mendeteksi deformasi 10 mm, cukup digunakan 4 baseline dengan kontribusi yang paling signifikan terhadap sensitivitas jaring. Demikian juga jaring GPS makro dan mikro belum cukup sensitif untuk mendeteksi pergeseran 5 mm pada satu sisi blok sesar. Untuk bisa mendeteksi pergeseran 10 mm cukup dengan 26 baseline. Dengan demikian pengukuran tidak perlu dilakukan secara simultan di semua titik. Pengukuran dapat didesain dalam beberapa sesi sehingga jumlah alat GPS yang diperlukan dapat dikurangidan biaya dapat direduksi
EVALUASI VARIAN DATA MODEL TERAIN DIGITAL DALAM PENENTUAN MODEL GEOID LOKAL Studi kasus: D.I. Yogyakarta: (Evaluation of Digital Terrain Models for Local Geoid Determination a Case Study in D.I. Yogyakarta Province, Indonesia) Fajar Sutejo; Leni Sophia Heliani
Geomatika Vol. 27 No. 1 (2021): JIG Vol. 27 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan model geoid lokal teliti membutuhkan data topografi beresolusi tinggi sebagai representasi kondisi topografi. Sejak Juli 2018, Indonesia telah merilis model topografi mosaik (seamless) mencakup seluruh wilayah Indonesia dengan resolusi spasial mencapai 0,27 arcsec, yaitu DEM Nasional (DEMNAS). DEMNAS dibangun dengan mengkombinasikan berbagai sumber data RADAR serta data masspoint hasil stereo-plotting. DEMNAS diklaim dapat menggantikan penggunaan DEM SRTM maupun peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dalam berbagai keperluan, salah satunya dalam penentuan model geoid lokal. Akan tetapi, pemanfaatan DEMNAS dalam penentuan model geoid lokal belum diuji. Penentuan model geoid lokal pada studi ini menggunakan metode Least Square Collocation (LSC). Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan varian data Digital Terrain Model (DTM) DEMNAS, peta RBI skala 1:25.000, dan SRTM30_plus dalam penentuan model geoid lokal di wilayah D.I. Yogyakarta. Hasil pemodelan geoid lokal menunjukkan bahwa nilai koreksi terrain terkecil dihasilkan dari DTM SRTM30_plus yaitu sebesar 22,196 mGal, sedangkan nilai indirect effect terkecil dihasilkan dari DTM peta RBI skala 1:25.000, yaitu sebesar 0,272 m. Ketelitian tertinggi undulasi geoid lokal D.I. Yogyakarta dihasilkan dari DTM peta RBI skala 1:25.000 dengan nilai simpangan baku sebesar 0,440 m. Penelitian ini menunjukkan bahwa DTM yang paling optimal digunakan untuk pemodelan geoid lokal D.I. Yogyakarta adalah peta RBI skala 1:25.000. Namun, penggunaan DTM peta RBI skala 1:25.000, DEMNAS, dan SRTM30_plus untuk pemodelan geoid lokal menunjukkan hasil ketelitian yang tidak berbeda secara signifikan
PERFORMA DAN STRESS TESTING DALAM UPAYA MENGOPTIMALKAN WEBGIS OPEN SOURCE Studi Kasus WebGIS Ekowisata Sungai Mudal Kulon Progo: (Performance and Stress Testing to Optimize Open Source WebGIS, Case Study WebGIS of Ekowisata Sungai Mudal Kulon Progo) Rachmad Wirawan; Aries Dwi Wahyu Rahmadana; Afif Ari Wibowo; Puspita Indra Wardhani; Syamsul Bachri; Muhammad Muhajir
Geomatika Vol. 27 No. 1 (2021): JIG Vol. 27 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Web-based Geographic Information System atau yang dikenal dengan WebGIS merupakan suatu teknologi baru yang berfungsi untuk mengelola data spasial dan terus mengalami perkembangan. Pemanfaatan WebGIS pada media open source digunakan untuk memperkenalkan kondisi spasial, salah satunya pada kegiatan pariwisata agar mudah diakses oleh wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur performa dan tingkat stres pada aplikasi WebGIS dengan beberapa kriteria. Metode pengujian menggunakan aplikasi perangkat lunak meliputi Pagespeed Insight, GTmetrix, dan Webserver Stress Tool. Hasil dari pengujian performa WebGIS menggunakan Pagespeed Insight mendapatkan nilai 78 yang termasuk pada kelas medium, sedangkan hasil pengujian menggunakan GTmetrix didapati hasil nilai pagespeedmencapai 61 % dengan waktu download 3,7 detik. Hasil pengujian tingkat stres menggunakan Webserver Stress Tool diperoleh hasil rata-rata kejadian error 0,056 % dari 5 sesi pengujian dengan jumlah penggunayang berbeda
ANALISIS KEMAMPUAN KLASIFIKASI CITRA BERBASIS OBJEK UNTUK PEMETAAN PENUTUP LAHAN SKALA DETIL DI SEBAGIAN KOTA BANDAR LAMPUNG: (Analysis of Object Based Image Classification Capabilities for Detailed Scale Landcover Mapping in Part of Bandar Lampung City) Iqbal Arrahman; Muhammad Kamal
Geomatika Vol. 27 No. 1 (2021): JIG Vol. 27 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan skala detil penutup lahan penting dilakukan untuk mendukung kegiatan memantauperkembangan wilayah, perencanaan wilayah, dan evaluasi sumberdaya alam. Metode interpretasi visual sangat efektif untuk kegiatan pemetaan objek penutup lahan, terutama dari aspek akurasi tematik dan geometrik objek. Akan tetapi, metode interpretasi visual sering kali tidak menghasilkan peta yang konsisten karena bergantung pada kemampuan interpreter dan kurang efektif dari segi waktu. Metode klasifikasi berbasis objek berpotensi untuk mengatasi kelemahan tersebut, yaitu dapat dilakukan pemetaan secara digital, sistematis dan konsisten, dapat direplikasi (diulang), serta mampu mempertimbangkan aspek geometrik objek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan klasifikasi berbasis objek untuk pemetaan penutup lahan skala detil, dilihat dari nilai uji akurasi yang dihasilkan. Penilaian akurasi pemetaanuntuk klasifikasi berbasis objek membutuhkan area-based accuracy assessment yang menilai akurasi dari segi semantik (tematik) dan geometrik objek hasil pemetaan dibandingkan dengan data referensi. Data referensi untuk uji akurasi menggunakan hasil interpretasi visual yang dikonfirmasi dengan survei lapangan. Kedua peta diperoleh dari citra WorldView-2 pan-sharpened (ukuran piksel 0,5 m), kemudian hasil pemetaan di-overlay dan dihitung akurasi berdasarkan user’s accuracy (UA), producer’s accuracy (PA), overall quality (OQ), dan overall accuracy (OA). Hasil pemetaan menunjukkan klasifikasi berbasis objek menghasilkan overall accuracysebesar 71,27 %. Angka ini menunjukkan bahwa pada penelitian ini, hasil klasifikasi berbasis objek belum mampu menyamai akurasi atau kemampuan hasil pemetaan skala detil dari interpretasi visual
PEMETAAN MULTI-TINGKAT POTENSI BIJIH BESI MENGGUNAKAN CITRA HYPERSPEKTRAL EO-1 HYPERION DAN MULTISPEKTRAL LANDSAT 8-OLI DI SEKITAR SUNGAI PROGO, YOGYAKARTA: (Multi-Level Mapping of Iron Ore by using the Combination of Hyperspectral EO-1 Hyperion Imagery and LANDSAT 8-OLI Multispectral in Progo River, Yogyakarta) Zulfa Andriansyah; M Ihsanur Adib; Iklila Rahmatika; Sanjiwana Arjasakusuma
Geomatika Vol. 27 No. 1 (2021): JIG Vol. 27 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Merapi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan gunung api aktif yang menyediakan sumber daya mineral melalui aktivitas vulkaniknya. Bijih besi dalam magma yang dikeluarkan melalui erupsi gunung api dapat terbawa aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Penelitian ini merupakan penelitian permulaan untuk memetakan potensi keberadaan bijih besi yang terendapkan di sekitar aliran Sungai Progo, Yogyakarta, dengan menggunakan kombinasi citra hiperspektral dan multispektral. Data penginderaan jauh yang digunakan berupa Citra LANDSAT 8-Operational Land Imager(OLI) and Citra Earth Observation 1 (EO-1) Hyperion. Citra Hyperion memberikan informasi mengenai jenis mineral besi secara spesifik namun cakupan areanya lebih kecil, sedangkan kombinasi Band Ratio 4/2 dan (4+6)/5 dari citra LANDSAT 8-OLI memberikan informasi mengenai potensi keberadaan bijih besi. Kombinasi pemetaan multi-tingkat Hyperion dilakukan untuk mendapatkan nilai ambang batas mineral besi pada Band Ratio 4/2 dan (4+6)/5 yang digunakan untuk pemetaan potensi bijih besi pada Sungai Progo. Klasifikasi Spectral Angle Mapper menggunakan pustaka spektral bijih besi dilakukan pada citra Hyperion berhasil menemukan potensi konsentrasi mineral besi di kawah Merapi. Poligon klasifikasi hasil pemetaan SAM tersebut digunakan untuk menentukan nilai batas ambang indeks di rasio 4/2 dan (4+6)/5, untuk memetakan kandungan mineral besi di Sungai Progo. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran kandungan mineral besi yang terdeteksi di sepanjang Sungai Progo, namun akurasi dari metode yang dihasilkan masih perlu untuk dikaji pada penelitian berikutnya, dan juga diterapkan pada sensor hyperspectral baru seperti PRISMA