cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
MAJALAH ILMIAH GLOBE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 18, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
IDENTIFIKASI TINGKAT BAHAYA LONGSOR DENGAN SKALA DATA BERBEDA UNTUK PERENCANAAN DAS MIKRO NARUWAN, SUB DAS KEDUANG Wahyuningrum, Nining; Supangat, Agung Budi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.332 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2016.18-2.242

Abstract

ABSTRAKDalam rangka mendukung perencanaan pengelolaan, DAS Mikro Naruwan yang termasuk pada Sub DAS Keduang, DAS Solo, dilakukan identifikasi tingkat potensi bahaya tanah longsor. Penggunaan skala yang berbeda mempengaruhi tingkat kedetilan data. Analisis dilakukan dengan menggunakan software ArcMap 10.2 dengan data spasial yang terdiri dari intensitas hujan, kemiringan lahan, tipe batuan, keberadaan sesar, kedalaman regolit, penggunaan lahan, infrastruktur dan kepadatan pemukiman. Hasil analisis menunjukkan bahwa apabila menggunakan data penutup lahan skala 1:250.000, 86,4% lokasi penelitian merupakan lahan tidak rentan longsor dan 13,6% sedikit rentan. Namun demikian, bila mengunakan data skala 1:5.000 kategori kerentanan tersebut mengalami penurunan tingkat, yaitu kategori tidak rentan berubah menjadi agak rentan 64,2% dan 35,8% sedikit rentan, sedangkan kategori tidak rentan mengalami penurunan menjadi agak rentan dan sedikit rentan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan skala detil diperlukan dalam perencanaan pengelolaan DAS mikro dan menentukan skala prioritas penanganan. Longsor pada kategori agak rentan paling luas berada di Desa Bubakan (36%), disusul Wonokeling (19,0%) dan Wonorejo (8,6%). Secara fisik, prioritas penanggulangan bencana longsor secara berurutan lebih banyak di lakukan di Desa Bubakan, kemudian di Wonokeling dan Wonorejo.Kata kunci: mikro, DAS, longsor, skala, detilABSTRACTTo support watershed management planning of Naruwan Microcatchment, Keduang Sub Watershed, Solo Watershe. Identification of potential landslide vulnerability was conducted to support. Using the different scale is expected to influence the detail data. Analyses were performed using ArcMap 10.2 software with spatial data that consists of rainfall intensity, slope, rock type, fault, regolith depth, landuse, infrastructure and population density. The results showed that when using land cover data of 1: 250.000 scale, 86,4% of the area are not susceptible to landslides and 13,6% moderately low susceptible. However, when using the data of 1: 5.000 scale, landslide category has decreased its susceptibility level. Not susceptible category turned into moderately susceptible 64,2% and 35,8% moderately low susceptible, while the category declined not susceptible to be moderately susceptible and moderately low susceptible. This fact shows that the use of detailed scale is needed in the micro watershed management planning and it will determine the priority handling. Moderately susceptible landslide is mostly located in Bubakan village (36%), Wonokeling (19,0%) and Wonorejo (8,6%). Physically, the landslide disaster management priorities sequentially should be in the Bubakan village, then Wonokeling and Wonorejo.Keywords: micro, watershed, landslide, scale, detail
Halaman Muka MIG Vol. 18 No. 2 2016 Globe, Redaksi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.651 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2016.18-2.739

Abstract

PEMETAAN PERGERAKAN LALU LINTAS KENDARAAN DI KELURAHAN KUKUSAN KOTA DEPOK Kentjana, Nabila Hasna; Wibowo, Adi; Nurlambang, Triarko
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.493 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2016.18-2.386

Abstract

ABSTRAKPergerakan penduduk dari tempat asal ke tujuan sejalan dengan pergerakan kendaraan. Pergerakan penduduk dari Depok ke Jakarta berbeda di tiap daerah perbatasan, seperti di Kelurahan Kukusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan pergerakan lalu lintas kendaraan di Kelurahan Kukusan. Untuk menjawab tujuan penelitian digunakan analisis spasial-temporal dengan unit data segmen jalan dan data primer yaitu: lebar dan arah jalan, asal-tujuan, rute, kecepatan dan volume kendaraan. Hasil pemetaan pergerakan lalu lintas kendaraan di Kelurahan Kukusan menunjukkan bahwa model jaringan jalan dengan arah selatan, timur dan barat secara umum menuju ke utara untuk pagi hari dan sebaliknya untuk sore hari. Hasil analisis pola spasial menunjukkan pola pergerakan kendaraan di Kelurahan Kukusan memusat di Jalan K. H. M. Usman. Segmen utara lebih banyak dilalui oleh lalu lintas kendaraan dari Kelurahan Kukusan, segmen tengah lebih banyak lalu lintas kendaraan dari dalam dan luar Kelurahan Kukusan dan segmen selatan lebih banyak lalu lintas kendaraan yang datang ke Kelurahan Kukusan. Analisis Spasial-temporal menunjukkan bahwa segmen yang lebih banyak dilalui oleh lalu lintas kendaraan dengan pola pagi hari di Jalan K. H. M. Usman memiliki nilai volume kendaraan 1.409,05 smp/jam adalah segmen tengah. Segmen selatan yang memiliki nilai derajat kejenuhan 0,71 lebih tinggi dari segmen tengah. Pola sore hari yang memiliki volume kendaraan tertinggi adalah segmen selatan yaitu 1.251,8 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan 0,79. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen jalan dengan jumlah Point of Interest (POI) terbanyak memiliki derajat kejenuhan yang lebih tinggi.Kata Kunci: jaringan jalan, lalu lintas, model spasial, pola spasial-temporalABSTRACTThe movement of people from origin to destination was aligned with the movement of vehicular. Movements of people from Depok to Jakarta had different spatialy like Kukusan Village. The aim of study to determine the traffic patterns of vehicle movement on Kukusan Village. To answer this research objective used spatial-temporal analysis with unit segments and primary data were: wide and direction of the road, origin-destination, routes, speed and volume of vehicular. The map of the movement of vehicular traffic in Kukusan Village by respondents shows a model of the road network to the south, east and the west generaly headed north in the morning and vice versa for afternoon. The results of the spatial patterns indicate that movement of vehicles in Kukusan Village centered on K. H. M. Usman northern segment with more impassable by vehicle traffic from Kukusan Village, the middle segment more vehicle traffic from within and outside Kukusan Village and southern segments more traffic vehicles come to Kukusan Village. Spatial-temporal analysis shows the northern segment more impassable by vehicle traffic in the Kukusan Village, the morning patterns at K. H. M Usman had value of vehicle volume 1,409.05 upc/hour in midle segmen, although the southern segment with value of degrees saturation 0,71 more than value of midle segmen.The afternoon pattern within highest volume on southern segmen with vehicle volume 1,251.8 upc/hour with degres saturation value 0,79. These results concluded that the road segment with highest number of POI had a highest degres saturation.Keyword: road networks, traffic, spatial modeling, spatial-temporal pattern
PEMETAAN KERENTANAN PETANI DI DAERAH DENGAN BAHAYA BANJIR TINGGI DI KABUPATEN KARAWANG Barus, Baba; Dharmawan, Arya Hadi; Tommi, Tommi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.499 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2016.18-2.351

Abstract

ABSTRAKBanjir merupakan salah satu fenomena perubahan iklim yang sering terjadi di Kabupaten Karawang. Banjir membawa dampak kerugian yang sangat besar terhadap masyarakat kabupaten yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya banjir dan tingkat kerentanan petani di daerah bahaya banjir tinggi di Kabupaten Karawang. Untuk mencapai kedua tujuan tersebut, maka analisis dalam penelitian ini dilakukan dua tahap. Tahapan pertama, dilakukan analisis tingkat bahaya banjir. Analisis tingkat bahaya banjir dilakukan untuk mendapatkan kelas tingkat bahaya banjir lahan sawah di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan dalam analisis tingkat bahaya banjir adalah tumpang susun (overlay) peta sawah, peta kejadian banjir, peta drainase tanah, peta curah hujan dan peta administrasi Kabupaten Karawang. Tahapan kedua, dilakukan analisis kerentanan petani di daerah bahaya banjir tinggi. Metode yang digunakan untuk analisis kerentanan petani adalah dengan menghitung indeks kerentanan nafkah atau Livelihood Vulnerability Index (LVI). Data yang digunakan untuk menghitung indeks LVI adalah data responden petani di daerah bahaya banjir tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan daerah di Kabupaten Karawang yang memiliki kelas tingkat bahaya banjir tinggi terdapat di Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur dan Jayakerta. Tingkat kerentanan nafkah petani di daerah bahaya banjir tinggi pada Kecamatan Telukjambe Barat menunjukkan petani di Dusun Pengasinan dan Dusun Kampek, Desa Karangligar, tingkat kerentanannya lebih tinggi dibandingkan dengan petani di Dusun Peundeuy, Desa Ciptamarga, Kecamatan Jayakerta.Kata kunci: banjir, tingkat bahaya, kerentananABSTRACTFlood is one of the climate change phenomenon that often occurs in Karawang District. Flood impact very big loss to the district community, mostly working in agriculture. This research aim to analyze the level of flood hazards and the vulnerability of farmers in high flood hazard area at Karawang District. The analysis consists of two steps. First step, the analysis of flood hazard level. The analysis aim to obtain flood hazard level class paddy field at Karawang District. The methods are overlay paddy fields maps, event flood maps, soil drainage maps, rainfall maps and administrative maps of Karawang District. The second step, analysis of farmer vulnerability in high flood hazard area. The analysis aim to determine the level of farmers vulnerability in high flood hazard area. The method is Livelihood Vulnerability Index (LVI). The data is respondent farmers in high flood hazard area. Results of this study indicate areas in Karawang District which has a high flood hazard level such as West Telukjambe, East Telukjambe and Jayakerta Sub District. The level of livelihood vulnerability in high flood hazard area shows farmers in Dusun Pengasinan and Dusun Kampek, Karangligar Village, West Telukjambe Sub District is higher than farmers in Dusun Peundeuy,Ciptamarga Village, Jayakerta Sub District.Keywords: flood, hazard, vulnerability
ANALISIS SPASIAL KELEMBAGAAN PETANI DAN KEMISKINAN PETANI TANAMAN PANGAN MENGGUNAKAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION DI PROVINSI JAMBI Nashwari, Inti Pertiwi; Rustiadi, Ernan; Siregar, Hermanto; Juanda, Bambang
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1899.969 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2016.18-2.280

Abstract

ABSTRAKEmpat puluh persen (40%) masyarakat Indonesia yang terlibat dalam pertanian masih hidup di bawah garis kemiskinan. Berbagai upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi tingginya jumlah petani miskin belum mampu menurunkan kemiskinan petani secara berarti. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kegiatan pertanian, fasilitas fisik pertanian dan akses kelembagaan petani terhadap pengurangan kemiskinan petani tanaman pangan di Provinsi Jambi. Provinsi Jambi dipilih sebagai lokasi penelitian karena wilayah ini memiliki kemiskinan di pedesaan yang tinggi dan Nilai Tukar Petani (NTP) yang paling rendah di Indonesia. Pendekatan spasial metode Geographically Weighted Regression (GWR) dipilih sebagai pendekatan alternatif dalam analisis kemiskinan petani karena dapat mempertimbangkan adanya keragaman karakteristik kemiskinan dan penyebab kemiskinan yang berbeda di masing-masing wilayah. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya desa dengan jaringan jalan beton/aspal berpengaruh signifikan dalam menurunkan kemiskinan petani tanaman pangan di beberapa kecamatan Kabupaten Kerinci, satu kecamatan di Kabupaten Merangin dan seluruh kecamatan di Kabupaten Sungai Penuh. Semakin besar persentase desa yang melakukan kegiatan pemberdayaan dana bergulir/simpan pinjam untuk modal usaha pertanian selama tiga tahun terakhir di Kabupaten Sungai Penuh dan beberapa kecamatan di Kabupaten Kerinci akan menurunkan jumlah kemiskinan petani tanaman pangan di wilayah tersebut. Keberadaan fasilitas irigasi dan kegiatan pertanian tidak ada yang berpengaruh signifikan terhadap penurunan kemiskinan petani tanaman pangan.Kata kunci: kemiskinan, petani tanaman pangan, analisis spasial, Geographically Weighted RegressionABSTRACTForty percent (40%) of Indonesian people in agriculture sectors are still living under the poverty line. The government policies have been implemented to reduce poor farmers but it’s not significant. The purpose of this study is to describe the spatial pattern of agricultural activity, the agricultural facilities and farmers access to the farm institution and to analyze its impact on poverty reduction in food crop farmers in Jambi Province. Jambi Province is selected because have high number of poverty in rural area and the lowest Farmer’s Term of Trade Indices (NTP) in Indonesia. Spatial approach Geographically Weighted Regression (GWR) was used to analyze the factors influencing the poverty among food crops famers and consider the diversity of the characteristics of poverty and a cause of poverty is different in each region. The result of this study are rural area with asphaltroads was significantly influence reducing poverty food crop farmers in several districts Kerinci, districts Merangin and districts Sungai Penuh. Rural area with empowerment activities by revolving fund for agriculture also significantly influence reducing poverty food crop farmers in the district Sungai Penuh and district Kerinci in the last three years. The irrigation facilities and agricultural activities not significant reduce farmers crops poverty.Keywords: poverty, food crop farmer, spatial analysis, Geographically Weighted Regression
PREDIKSI SPASIAL DINAMIKA AREAL TERBANGUN KOTA SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL REGRESI LOGISTIK Nahib, Irmadi
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 18, No 2 (2016)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1810.984 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2016.18-2.421

Abstract

ABSTRAKSalah satu indikator perkembangan fisik wilayah kota dapat diidentifikasi melalui fenomena perubahan tutupan lahan bervegetasi menjadi lahan terbangun. Perubahan lahan tersebut dapat berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan, akibat berkurangnya ruang terbuka hijau. Kota Semarang dengan visi terwujudnya Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang berbudaya menuju masyarakat sejahtera, merupakan  wilayah yang rentan mengalami perubahan penggunaan lahan yang cenderung kearah lahan terbangun. Penelitian ini mengintegrasikan model Cellular Automata (CA) dan regresi logistik biner untuk memprediksi dinamika lahan terbangun di Kota Semarang. Citra yang digunakan adalah Citra Ikonos 2002, Ikonos 2006 dan Quickbird 2012. Model CA pada penelitian ini digunakan untuk memprediksi sebaran penutup lahan tahun 2022 dan 2032 dengan mempertimbangkan jarak terhadap jalan, jarak terhadap sungai, jarak terhadap lahan terbangun, ketinggian, kepadatan penduduk, evidence likelihood perubahan lahan dan indeks pengembangan kelurahan yang diakomodasi dalam peta sub-model transisi hasil model regresi logistik biner. Hasil penyusunan model ini adalah peta prediksi penutup lahan dengan akurasi 78,21 % validitas model yang dihasilkan dapat dikategorikan “moderate” mengindikasikan bahwa peta yang dihasilkan dapat digunakan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa Kota Semarang pada tahun 2022 terjadi pertambahan luas lahan terbangun rata-rata 284 ha/tahun dan pada tahun 2032 rata-rata 226 ha/tahun.Kata kunci: cellular automata, pemodelan, regresi logistik biner, lahan terbangunABSTRACTOne indicator of the physical development of the city can be identified by phenomenon of land expansion, vegetated land cover changes to be built-up area. The land use changes can impact to environmental degradation, due to reduced green open space. Semarang as a city of trade and services cultured toward a prosperous community, a region that is vulnerable to changes in land use tends toward small plots. This research integrates the model of Cellular Automata (CA) and binary logistic regression to predict the dynamics of builtup area in the city of Semarang. The image used is a Ikonos imagery (2002), Ikonos imagery (2006) and Quickbird (2012). Model CA in this research use to predict the distribution of land cover 2022 and 2032 with respect to: distance to roads, the distance to the river, the distance to the built-up area, elevation, population density, evidence likelihood of land use change and development villages index were accommodated in the map sub-model transition binary logistic regression model results. The results of this study are predictive maps of built-up area  with an accuracy of 78,21 % so that the validity of the resulting model can be categorized as "moderate", indicates that the probability map is valid. Modeling results showed that Semarang City in 2022 predicted rate of increase of  built-up area an average 284  ha / year and in 2032 rate of increase of built-up area an average 226 ha / year.Keywords: cellular automata, modelling, binary logistic regression, built-up area

Page 1 of 1 | Total Record : 6