cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 23 No 1 (2003)" : 15 Documents clear
Bahaya Disintegrasi Bangsa Akibat Otonomi Daerah Pada Masa Mataram Islam Sambung Widodo
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.052 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.864

Abstract

Pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Islam, pemerintahan raja sebenarnya merupakan hubungan yang hierarkis antara satuan-satuan kekuasaan yang berdiri sendiri, sangat otonom dan dapat mencukupi kebutuhan sendiri, yang secara vertical dihubungkan oleh ikatan-ikatan perorangan diantara beberapa pemegang kekuasaan (bupati). Selain dari ikatan-ikatan penghubung berupa pengabdian dan kesetiaan kepada satu orang yang sama, yaitu raja, nampaknya tidak ada hubungan administrative secara horizontal yang dapat memastikan atau melindungi kemerdekaan para bupati dari satu sama lainnya. Dalam kenyataannya tindakan sewenang-wenang terhadap sesama pejabat raja mudah terjadi bila daya pengawasan pemerintah pusat menjadi lemah. Keadaan yang demikian menggoda para pejabat raja (para bupati) untuk bertindak sewenang-wenang terhadap sesamanya, sebab otonomi yang diberikan kepada para pejabat (bupati) itu disertai dengan hak untuk memiliki Angkatan bersenjata sendiri.
Bentuk Makam-Makam Belanda Di Cilacap Dan Purworejo Muhammad Chawari
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.241 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.865

Abstract

Makam-makam Belanda yang terdapat di Indonesia - khususnya Jawa, lebih khusus lagi di Cilacap dan Purworejo - mempunyai bentuk yang khas. Bentuk-bentuk tersebut sangat berbeda dengan bentuk-bentuk makam orang-orang pribumi pada umumnya. Perbedaan tersebut tidak hanya pada bentuk makam, tetapi juga ukuran, dan variasinya. Dengan mempelajari bentuk-bentuk makam Belanda tersebut dapat diketahui latar belakang adanya perbedaan bentuk makam antara satu individu dengan individu yang lain dalarn masyarakat Belanda di Indonesia.
Tradisi Yang Berkembang Di Seputar Situs Candi Petirtaan Cabean Kunti Hari Lelono
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2289.597 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.866

Abstract

Daerah lereng gunung Merapi dan Merbabu, rupa-rupanya merupakan tempat yang sejak jaman dahulu selalu ramai. Di daerah Boyolali pada lereng timur Gunung Merapi banyak dijumpai candi-candi petirtaan, diantaranya situs Cabean Kunti/ Sumur pitu. Tradisi yang masih hidup adalan tradisi Nguras Lepen yang dilakukan secara massal oleh seluruh warga Desa Cabean Kunti, dan tradisi Ngirim Lepen yang dilakukan oleh perorangan. Dua tradisi yang masih hidup sama-sama ditujukan kepada penguasa alam raya/ Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang diberikan berupa air yang memberikan kehidupan bagi seluruh warga desa.
Bibliografi Beranotasi Tentang Situs Keraton Ratu Boko Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.726 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.867

Abstract

Situs Keraton Ratu Boko yang terletak di alas bukit di daerah Prambanan, Yogyakarta, merupakan peninggalan arkeologi masa Kerajaan Mataram Kuna (abad ke-8-10 Masehi). Kompleks percandian ini terdiri dari tiga kelompok bangunan, yaitu (1) Bagian barat, berupa halaman bertingkat tiga. Ketiga halaman tersebut dihubungkan oleh gapura-gapura yang tertutup (paduraksa). Pada halaman-halaman tersebut terdapat sisa-sisa bangunan yang sekarang sudah dipugar, (2) Bagian tenggara, berupa sekelompok bangunan yang terdiri atas dua bagian. Satu bagian berupa lantai batu dengan pagar keliling dari batu. Bangunan ini disebut "pendopo". Bagian lainnya berupa kolam-kolam dengan bangunan-bangunan yang disebut "keputren", dan di sekitarnya terdapat bangunan-bangunan kecil berbentuk candi yang terletak di atas kolam-kolam, (3) bagian timurlaut, merupakan tiga buah gua yang terletak di lereng bukit. Selain ketiga kelompok tersebut, masih banyak peninggalan-peninggalan lain yang bentuk maupun fungsinya tidak jelas.
Pemasyarakatan Hasil Penelitian Arkeologi: Sebuah Kerangka Sugeng Riyanto
Berkala Arkeologi Vol 23 No 1 (2003)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2381.282 KB) | DOI: 10.30883/jba.v23i1.868

Abstract

Tidak akan ada yang menganggap salah jika kegiatan seperti penerbitan hasil penelitian arkeologi, pameran, penyuluhan, pertemuan ilmiah, atau bentuk publikasi yang lain dikategorikan sebagai "pemasyarakatan" hasil penelitian arkeologi. Pada dasarnya kegiatan-kegiatan tersebut adalah upaya untuk menginformasikan hasil penelitian arkeologi kepada masyarakat. Namun tentu saja tujuannya tidak sekedar memberikan informasi tanpa peduli apakah efeknya sesuai dengan yang diharapkan dan direncanakan. Sementara itu informasi menjadi operasional melalui komunikasi. Oleh karena itu penting artinya untuk memandang dan menempatkan pemasyarakatan basil penelitian arkeologi di dalam bingkai prinsip-prinsip komunikasi.

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue