cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 756 Documents
Appendix Vol. 38 No.1 (2018) Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 38 No 1 (2018)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.173 KB)

Abstract

PENGANALISAAN WILAYAH DAN PERTUMBUHAN KEBUDAYAAN TINGGI DI SUMATRA SELATAN John N Miksic
Berkala Arkeologi Vol 5 No 1 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8804.579 KB) | DOI: 10.30883/jba.v5i1.263

Abstract

Walaupun seorang ahli arkeologi t-erkenal pernah mengemukakan suatu hipotesa bahwa pusat kerajaan Sriwijaya mungkin tidak terletak di sekitar kota Palembang, Sumatra Selatan,1! namun kebanyakan data arkeologi masih mendukung kesimpulan banwa daerah sekitar Bukit Seguntang dan pertemuan antara Sungai Musi, Ogan, dan Komering, tidak terlalu jauh dari suatu kraton di antara tahun 682 sampai 1082 Mt. Di dalam karangan ini akan dipegang suatu asumsi bahwa daerah sekitar Palembang pernah merupakan suatu pusat kekuasaan politik pada awal masa Klas1k, yang dikenal dengan nama Sriwijaya.
MASA DEPAN ARKEOLOGI BAWAH AIR DI INDONESIA Harry Widianto; Lucas Partanda Koestoro
Berkala Arkeologi Vol 5 No 1 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6623.732 KB) | DOI: 10.30883/jba.v5i1.264

Abstract

Perkembangan arkeologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari kehidupanmasa silam berdasarkan benda-benda yang ditinggalkan, telah mengalamikemajuan pesat sejak abad 19. Bermula dari minat yang menimbulkanpengkoleksian benda-benda arkeologis, yang berakhir dengan usahauntuk mengungkap beberapa aspek yang mellputi benda tadi, antara lainjenis, fungsi, periode dan sebagainya. Langkah seperti ini mulai terlihatjelas pacrd tahun 1836, ketika J .C Thomsen~ kurator dari Museum Nasional Copenhagen, memperkenalkan Sistem Tiga. iaman (Three Ages ·system) bagi benda-benda hasil koleksinya. Klasifikasi tersebut didasarkan pada bahan dasar, yaitu batu, perunggu dan. besi (Soejono, 1976: 4). Kemudian disusul dengan langkah berikutnya yang lebih terarah, sehingga dalam waktu singkat, Ilmu Arkeologi telah mengalami proses pematangan. Konsekwensi logis dari proses tadi adalah tuntutan metode kerja yang sistematis bagi ilmu ini, seperti yang dinyatakan oleh Fagan sebagai berikut: ''We have talked of Archaeology as a discipline,_a label diliberately chosen because it fits well. The methods of archaeological research imply disicipline--accurate recording. precise excavation, using scientific methode, and detail analysis in the laboratory (Fagan, 1975:7)
Cover Vol V No. 1 Maret 1984 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 5 No 1 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2678.119 KB)

Abstract

Jurnal Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta
Back Cover Vol. 5 No. 1 (1984) Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 5 No 1 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.722 KB)

Abstract

Preface Vol.5 No.1 Maret 1984 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 5 No 1 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3038.59 KB)

Abstract

Jurnal Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta
LUKISAN MANUSIA DI PULAU LOMBLEN, FLORES TIMUR (TAMBAHAN DATA HASIL SENI BERCORAK PRASEJARAH) Sumijati Atmosudiro
Berkala Arkeologi Vol 5 No 1 (1984)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4144.084 KB) | DOI: 10.30883/jba.v5i1.262

Abstract

Dalam masa prasejarah Indonesia, hasrat manusia untuk mengekspresikankeindahan, muncul ketika manusia mulai hidup semi menetap di dalamgua-gua. Ekspresi keindahan tersebut, dituangkan dalam bentuk seni lukis,yang diterapkan pada dinding-dinding gua atau dinding-dinding batu. Hasilseni di atas selain sebagai usaha untuk mengekspresikan keindahan dimungkinkan pula sebagai ekspresi yang menggambarkan pengalaman, .perjuangan, dan harapan hidupnya. Lukisan itu pada umumnya dibuat dengan warna merah, kemudian warna hitam, dan warna putih. Obyek yang dilukis 'antara lain berupa; cap-cap tangan, babi rusa, binatang melata, perahu dan lain sebagainya.
TEKNOLOGI PLESTOSEN SUATU HASIL ADAPTASI BIO-KULTURAL Harry Widianto
Berkala Arkeologi Vol 2 No 1 (1981)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2000.671 KB) | DOI: 10.30883/jba.v2i1.288

Abstract

Faktor alam, manusia dan kebudayaan merupakan 3 faktor utama yang saling berinteraksi. Manusia merupakan faktor subyek, menghadapi alam untuk dapat melanjutkan kehidupannya. Suatu kehidupan yang panjang telah dilaluinya, dengan disertai tantangan hebat melalui seleksi alam: mereka yang sanggup mengatasi keganasan alam akan dapat melanjutkan kehidupannya, sedangkan yang tidak sanggup akan kandas. Seleksi alam dianggap sebagai suatu mekanisme pokok yang mengarahkan perubahan, dan adaptasi manusia terhadap lingkungan merupakan faktor penting untuk dapat bertahan.
HIASAN KEMUNCAK BANGUNAN Djoko Soekiman
Berkala Arkeologi Vol 1 No 1 (1980)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5115.111 KB) | DOI: 10.30883/jba.v1i1.278

Abstract

Apabila kita berkunjung ke kota-kota di Indonesia pertama-tama yang menarik perhatian kita adalah bentuk-bentuk bangunan rumah penduduk.Berdasarkan macam-macam bentuk atap rumah, masing-masing diberinama menurut gayanya sendiri, di Jawa misalnya ada yang dinamakanatap joglo, atap limasan, tajug, kampung dan sebagainya. Di Minangkabau rumah gadang mempunyai bentuk atap khusus yang berbeda dengan bangunan meunasah dari Aceh. Tegasnya nenek moyang Indonesia telah mewariskan kepada kita beraneka macam bentuk atap rumah, masing-masing dengan ciri khusus, dan kesemuanya memiliki keindahan tersendiri. Bentuk atap bangunan rumah kampung yang di Jawa merupakan bangunan rumah yang paling sederhana misalnya, mempunyai keindahan tersendiri di tengah-tengah alam Indonesia yang indah permai. Cobalah pembaca sekali-sekali mengamati pondok rakyat di kaki Gunung Merapi, Semeru atau Tangkubanperahu di pagi hari, sungguh menakjubkan! Rumah beratap kampung di selasela rindangnya rumpurl bambu atau pepohonan di lereng bukit yang hijau dengan tiang-tiang gantungan sangkar burung membeii kesan kedamaian dan kebahagiaan penghuninya lebih-lebih ditingkah suara, kokok ayam atau kambing yang mengembik, sungguh mempesona!
PRASASTI RUMWIGA Machi Suhadi
Berkala Arkeologi Vol 4 No 1 (1983)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5318.603 KB) | DOI: 10.30883/jba.v4i1.302

Abstract

Prasasti Rumwiga I dan Rumwiga II yang berupa lempeng tembaga ini ditemukan di desa Payak, Kecamatan Srimulyo, Kabupaten Bantul, pada tahun 1981 dan sekarang disimpan di Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Daerah lstimewa Yogyakarta di Bogem. Beberapa sarjana Indonesia sudah membacanya, antara lain Bapak Boechari dan Bapak M.M. Soekarto, tetapi belum ada yang menerbitkan. Prasasti Rumwiga I ditranskripsikan pada tanggal 1 Desember 1982 dan prasasti Rumwiga II ditranskripsikan pada tanggal 4 Desember 1982.Karangan ini yang berupa transkripsi dan terjemahannya saja hanyalah dimaksudkan sebagai bahan informasi bagi kalangan di luar peneliti epigrafi agar isinya segera dapat diketahui dan dapat dimanfaatkan untuk penyusunan kronologi sejarah Jawa Tengah pada awal abad ke X Masehi.

Filter by Year

1980 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue