cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 756 Documents
Frontmatter Berkala Arkeologi Vol. 10 No. 1 Maret 1989 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 10 No 1 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.604 KB)

Abstract

Upacara Kalang Obong (Suatu Tinjauan Etno-Arkeologi) Hari Lelono
Berkala Arkeologi Vol 10 No 1 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1738.477 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i1.533

Abstract

Dalam masyarakat Jawa dikenal sekelompok penduduk yang disebut 'Wong Kalang' (Orang Kalang). Orang Kalang banyak yang menjadi pedagang kayu atau petani sukses, sehingga mereka hidup berkecukupan. Orang Kalang mendiami beberapa kota dan daerah tertentu, seperti Tegal Gendu (Kata Gede) Yogyakarta, Petanahan dan Ambal di Kebumen, Pekalongan, Semarang, Walikukun, Madiun, Tulungagung, Surabaya, dan di daerah Banyuwangi.
Prospek Tradisi Pembuatan Gerabah Di Kampung Gonebalano, Pulau Muna (Sulawesi Tenggara) E.A. Kosasih
Berkala Arkeologi Vol 10 No 1 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2526.615 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i1.534

Abstract

Muna termasuk salah satu puJau di gugusan selatan Propinsi Sulawesi Tenggara, dengan data arkeologi yang berupa lukisan gua. Selain lukisan gua, terdapat tinggalan-tinggalan dari masa Islam yang berupa makam-makam kuna, dan barangkali terdapat pula sisa-sisa arkeologis dari masa klasik (pengaruh agama Hindu-Budha).
Unsur Logam Pembentuk Mata Uang Kepeng Dinasti Song Dari Bali Dan Trowulan Sudarti Prijono; Lucas Partanda Koestoro
Berkala Arkeologi Vol 10 No 1 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.699 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i1.535

Abstract

Salah satu jenis temuan yang cukup penting karena memiliki kandungan bermacam informasi yang sering dijumpai dalam berbagai peneilitian di situs-situs arkeologi adalah mata uang logam. Selain informasi seperti nilai nominal, tahun penerbitan, atau liputan peredarannya, dari jenis temuan ini dapat pula diketahui material yang digunakan untuk membentuknya. Dari hal yantJ terakhir ini diperoleh pula keterangan akan nilai intrinsiknya (Prio Widiyono, 1986: 330-332).
Temuan Lepas Beliung Persegi dan Cara-Cara Mencari Konteksnya Goenadi Nitihaminoto
Berkala Arkeologi Vol 10 No 1 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.407 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i1.536

Abstract

Pada umumnya beliung persegi ditemukan oJeh penduduk atau oleh petugas, baik dalam penelitian intensif maupun sebagai temuan permukaan. Temuan penduduk dan temuan permukaan pada umumnya tidak diketahui konteksnya dengan temuan lain, sehingga dianggap sebagai temuan lepas. Temuan dalam penelitian intensif pun kadang-kadang menghadapi kenyataan semacam ini, tetapi pada umumnya konteks temuan itu dapat diketahui dengan baik.
Pertanggalan Relatif Situs Gunungwingko (Studi Pendahuluan) Goenadi Nitihaminoto
Berkala Arkeologi Vol 10 No 1 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1812.429 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i1.537

Abstract

Situs Gunungwingko berupa dua deret bukit pasir. Deretan pertama terletak di sebelah utara, sedangkan deretan kedua terletak di sebelah selatannya. Deretan bukit pasir pertama selanjutnya disebut B 1, sedangkan deretan bukit pasir kedua disebut B2. Penelitian di B1 telah dilakukan sebanyak 7 kelompok, yaitu B1 A-G dan penelitian di B2 telah dilakukan sebanyak 5 kelompok, yaitu 82 H-L.
Cover Berkala Arkeologi Vol. 10 No. 2 September 1989 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 10 No 2 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.614 KB)

Abstract

Frontmatter Berkala Arkeologi Vol. 10 No. 2 September 1989 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 10 No 2 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.543 KB)

Abstract

Sangiran For The Archaeologist A Short Guide For Students Gert-Jan Bartstra
Berkala Arkeologi Vol 10 No 2 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3071.327 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i2.540

Abstract

To-day the most important locality of Pleistocene hominids in Southeast Asia is Sangiran. This is where Homo erectus fossils come from, to which species the famous Pithecanthropus and Meganthropus belong. Geographically or physiograplhically the area of Sangiran can be described as a basin surrounded by hills, of which the highest summits lie c1bout 180 m above sea level. From a geological point O'f view, however, Sangiran is a dome, where different deposits have been pushed upwards. As a result of subsequent erosion splendid stratigraphic sections are to be found, where Pleistocene and older deposits are exposed.
Analisis Sisa Gajah Dari Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola (Kalimantan Selatan): Suatu Pengumuman Rokus Due Awe
Berkala Arkeologi Vol 10 No 2 (1989)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1810.929 KB) | DOI: 10.30883/jba.v10i2.541

Abstract

Dalam tahun 1987 Pusat Penelitian Arkeologi Nasio­nal diminta untuk mengoreksi suatu temuan yang baru dilakukan oleh Bidang Permuseuman Sejarah dan Purba­kala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebu­dayaan Propinsi Kalimantan Selatan. Penemuan tersebut dituangkan dalam sebuah laporan yang dilengkapi dengan beberapa buah foto dan denah lokasi penemuan. Di da­lam laporan itu diinformasikan bahwa berdasarkan ukur­an tulang yang besar-besar, tim yang bersangkutan me­nyatakan bahwa sisa-sisa binatang fosil yang ditemukan itu berasal dari suatu individu yang disebut sebagai go­rila. Setelah dilakukan pengamatan terhadap foto-foto yang dilampirkan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional mengidentifikasikan sebagai salah satu individu Bangsa Proboscidea (Bangsa berbelalai atau gajah).

Filter by Year

1980 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue