cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2015)" : 26 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DENGAN KASUS TB DAN UPAYA PENGOBATAN DI WILAYAH PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Rismawan, Wawan; Syfariah, Yayah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.762 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.122

Abstract

Background: Until recently, tuberculosis (TB) among children in Indonesia is still becoming a health problem. Early detection and treatment compliance are keys to the success of controlling program of TB. Fact says that only 29% of community visit health centers after the symptoms lead to TB. Community perception toward the danger of disease plays an important role in health seeking behavior. Objective: To increase community perception about smoking and tuberculosis in Tasikmalaya District and to increase of new case detection coverage. Method: This was a quantitative and qualitative study with a cross sectional study design. Samples were 142 people. Tasikmalaya District. Data were collected through closed questionnaire and in-depth interview on four informants. Quantitative data were then analyzed with chi-square test and binomial regression. Meanwhile, qualitative data were analyzed using content analysis. Results: Bivariable analysis showed that the perception about TB was significantly related to health seeking behavior. Parents who had a good perception about TB had an opportunity 1.3 times greater to health seeking behavior than the group who had a poor perception about TB. High education was significantly related to health seeking behavior (RP=1.3; p=0.005 CI 95%=1,07-1,57, respectively) but age, knowledge, information source, family income and motivation were not significant. Meanwhile, results of multivariable analysis showed that education did not change the opportunity for health seeking behavior to health providers. Finally, results of qualitative analysis showed that TB had a greater severity than vleck. Conclusion: Smoking had not significant relationship with TB but Perception about TB and education had a significant relationship with health seeking behavior.
SINTESIS SENYAWA N’-(3,5-DINITROBENZOYL)-ISONICOTINOHYDRAZIDE DAN STUDI INTERAKSINYA PADA Mycobacterium tuberculosis ENOYL ACYL CARRIER PROTEIN REDUCTASE (INHA) Ruswanto, Ruswanto; Ratnasari, Aimi; Tuslinah, Lilis
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.168 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.112

Abstract

Senyawa N’-(3,5-dinitrobenzoyl)-isonicotinohydrazide disintesis melalui reaksi asilasi antara isoniazid dengan 3,5-dinitrobenzoil klorida dalam pelarut tetrahidrofuran dengan cara refluks selama 8 jam. Persentase hasil senyawa sintesis yang diperoleh adalah 11,88%. Kemurnian hasil sintesis telah diuji dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan beberapa eluen yang berbeda menghasilkan noda tunggal dengan nilai Rf yang berbeda dari isoniazid dan 3,5-dinitrobenzoyl klorida dan uji jarak lebur menunjukkan rentang yang sempit. Identifikasi struktur dilakukan dengan menggunakan metode secara spektroskopi yaitu spektrofotometri UV – VIS, IR dan MS menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis merupakan senyawa N’-(3,5-dinitrobenzoyl)-isonicotinohydrazide sesuai dengan hipotesis. Studi interaksi secara In Silico dilakukan menggunakan software ArgusLab yang menunjukkan energi ikatan senyawa N’-(3,5-dinitrobenzoyl)-isonicotinohydrazide lebih baik daripada isoniazid dengan parameter nilai bindding afinity lebih kecil daripada senyawa isoniazid, nilai binding affinity terbaik senyawa N’-(3,5-dinitrobenzoyl)-isonicotinohydrazide adalah -8,466699 kcal/mol pada reseptor tuberkulosis dengan kode PDB 2X23. Hasilnya divisualisasi menggunakan bantuan sofware Molegro Molecular Viewer (MMV) menunjukkan bahwa senyawa N’-(3,5-dinitrobenzoyl)-isonicotinohydrazide dapat berinteraksi dengan residu asam amino melalui interaksi ikatan hidrogen. Analisis Drugs Scan menunjukkan bahwa senyawa N’-(3,5-dinitrobenzoyl)-isonicotinohydrazide memenuhi syarat sebagai obat dengan mengikuti aturan Lipinski’s rule of five serta di uji toksisitasnya menggunakan ECOSAR (Ecological Structure Activity Relationships) dan hasilnya menunjukkan bahwa senyawa N’-(3,5-dinitrobenzoyl)-isonicotinohydrazide memiliki nilai LC50 dan EC50 >100 mg/L sehingga termasuk dalam kategori rendah karena >100mg/L. Kata Kunci: Modifikasi, Isoniazid, Mycobacterium tuberculosis.
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DAN KOLESTEROL TOTAL PADA PENDERITA OBESITAS SEBELUM DAN SESUDAH MENGKONSUMSI MINUMAN PROBIOTIK Kusmiati, Meti; Herdiansyah, Kakan Dian; Nuraeni, Suciawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.152 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.128

Abstract

Obesitas apabila menetap selama periode tertentu dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan metabolik seperti meningkatnya kadar glukosa dan kolesterol. Selain meningkatkan kesehatan usus, probiotik juga telah banyak dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolesterol serta dapat memelihara biota usus yang dapat memberikan efektifitas yang baik dalam memelihara sensitifitas insulin Metode penelitian yang di gunakan adalah metode yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kadar glukosa pada penderita obesitas sebelum dan sesudah mengkonsumsi minuman probiotik terhadap 19 orang sampel yang mengalami penurunan sebesar 47,4%, yang mengalami kadar glukosa tetap (tidak ada penurunan maupun peningkatan) sebesar 5,2%, dan yang mengalami peningkatan sebesar 47,4%. Sedangkan kadar kolesterol total yang mengalami penurunan sebesar 89,5% dan yang mengalami peningkatan sebesar 10,5%. Kata kunci : Obesitas, Probiotik, Glukosa, Kolesterol total
GAMBARAN KADAR GLUKOSA, PROTEIN DAN NATRIUM PADA ANAK DENGAN STATUS GIZI BURUK Nurpalah, Rianti; Wahyuni, Dewi; Lutfiah, Eva; Mariana, Lidya
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.813 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.118

Abstract

Gizi buruk adalah kondisi yang paling parah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Gizi buruk merupakan kondisi kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein (KEP) dalam makanan sehari hari. Status gizi pada balita dapat menimbulkan pengaruh yang sangat menghambat pertumbuhan gizi, mental maupun kemampuan berfikir yang pada akhirnya akan menurunkan produktifitas kerja. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran kadar glukosa, protein dan natrium dalam darah anak dengan status gizi buruk, sampel yang diperiksa sebanyak 20 orang balita dengan status gizi buruk yang terdapat di wilayah Sukaresmi Kabupaten Garut. Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium RSUD dr. Slamet Garut dengan menggunakan metode enzimatik untuk glukosa, metode biuret untuk protein dan metode Ion Selektif Elektrode untuk natrium. Dari hasil penelitian didapat hasil sampel dengan kadar glukosa darah normal sebanyak 60% (12 orang), persentase sampel dengan kadar glukosa darah rendah sebanyak 25% (5 orang), kadar glukosa darah tinggi sebanyak 15% (3 orang). Sedangkan untuk protein didapat hasil sebesar 10% (2 orang) rendah dan sebanyak 90% (18 orang) normal, dan untuk natrium diperoleh hasil 80 % (16 orang) kadar natriumnya normal , 10 % (2 orang) kadar natriumnya rendah, dan 10 % (2orang) kadar natriumnya tinggi. Kata Kunci : Gizi Buruk, Glukosa, Protein, Natrium
GAMBARAN INDEKS ERITROSIT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU Suhartati, Rochmanah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.354 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.108

Abstract

Penyakit tuberkulosis dapat menimbulkan kelainan hematologi, baik sel-sel hematopoiesis maupun komponen plasma. Kelainan-kelainan tersebut sangat bervariasi dan kompleks. Kelainan - kelainan hematologis ini dapat merupakan petanda diagnosis, pentunjuk adanya komplikasi atau merupakan komplikasi obat - obat anti tuberkulosis. Metode penelitian bersifat deskriptif. Subjek penelitian diambil dari 20 data rekam medis pasien 2 puskesmas kabupaten Tasikmalaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran indeks eritrosit pada pasien tuberkulosis paru. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai indeks eritrosit pada pasien tuberkulosis yang diambil sampel di puskesmas cineam dan puskesmas karangnunggal didapatkan hasil gambaran eritrosit hipokrom normositik 10%, hipokrom mikrositik 20%, hiperkrom makrositik 10% normokrom makrositik 5% , normokrom normositik 55%. Berdasarkan hasil penelitian gambaran index eritrosit pada pasien tuberkulosis paru dapat disimpulkan gambaran indeks eritrosit volume sel rerata (MCV), hemoglobin sel rerata (MCH), konsentrasi hemoglobin sel rerata (MCHC) terdapat hasil hipokrom normositik 10%, hipokrom mikrositik 20%, hiperkrom makrositik 10% normokrom makrositik 5% , normokrom normositik 55%. Kata Kunci : Index eritosit, Anemia, Tuberkulosis
SINTESIS SENYAWA 1-(4-HEPHTILBENZOIL-3-METILTIOUREA) DAN UJI SITOTOKSISITAS TERHADAP SEL T47D SEBAGAI KANDIDAT ANTIKANKER Ruswanto, Ruswanto; Nugraha, Asep
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.553 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.123

Abstract

Telah dilakukan sintesis senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) dari reaksi asilasi antara N-metiltiourea dengan 4-heptilbenzoil klorida dalam pelarut tetrahidrofuran dengan modifikasi metode Schotten Baumann menggunakan refluks selama 8 jam dalam suasana basa. Persentase perolehan kembali hasil sintesis adalah 30,16 %. Kemurnian hasil sintesis ditunjukkan dengan adanya noda tunggal pada KLT dan jarak lebur yang sempit. Identifikasi struktur senyawa hasil sintesis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri Ultraviolet, spektrofotometri Infra Merah, dan spektrometri Resonansi Magent Inti Proton (RMI) yang menandakan bahwa senyawa hasil sintesis merupakan senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) sesuai dengan perkiraan. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menggunakan metode MTT (3-(4,5-dimetiltiazol-2-il)-2,5-difenil tetrazolium bromid). Dari uji in vitro diperoleh IC50 dari senyawa 1-(4-heptil benzoil-3-metiltiourea) terhadap sel T47D sebesar 27,9 μg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea) memiliki potensi sebagai kandidat antikanker. Kata kunci : sintesis, 1-(4-heptilbenzoil-3-metiltiourea), sitotoksisitas, MTT.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KROP KUBIS PUTIH (Brassica oleracea L. var. capitata) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA SERUM DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Nofianti, Tita; Windiarti, Devi; Prasetyo, Yulius
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.023 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.113

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida serum darah tikus. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus jantan galur Wistar dengan berat badan 100-250 gram yang berumur 2-3 bulan. Tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol normal) yang diberi pakan standar dan air minum. Kelompok II (kontrol negatif) yang diberi perlakuan diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar dan air minum. Kelompok III (kontrol positif) yang diberi diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar, suspensi simvastatin 0,18 mg/200 g BB tikus, dan air minum. Kelompok IV, V, dan VI (dosis uji) yang diberi sediaan ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) secara oral dengan dosis 0,0185 g/kg BB tikus, 0,0370 g/kg BB tikus, dan 0,074 g/kg BB tikus yang telah di induksi diet lemak tinggi, propiltiourasil 1,8 mg/200 g BB tikus, PGA 2%, pakan standar, dan air minum. Penetapan kadar trigliserida dan kolesterol total dilakukan selama 14 hari dengan menggunakan metode GPO (Glycerol-3-Phosphate Oxidase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol krop kubis putih (Brassicaoleracea L. var. capitata) berpengaruh terhadap penurunan rata-rata kadar kolesterol total tikus dan dosis yang paling efektif adalah dosis III (0,074 gram/200g BB tikus) dengan presentasi penurunan sebesar 71,35%. Sedangkan pemberian ekstrak etanol krop kubis (Brassica oleracea L) mempunyai aktivitas menurunkan kadar trigliserida serum darah tikus, dan dosis efektif adalah dosis III yang mempunyai nilai persen penurunan kadar trigliserida sebesar 77,66%.Kata kunci : Ekstrak Etanol Krop Kubis, Kolesterol total, Trigliserida, Diet Lemak Tinggi.
POTENSI ANTIKANKER DARI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG DENGAN BERBAGAI TINGKAT KEPOLARAN TERHADAP SEL T47D Lestari, Tresna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.392 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.104

Abstract

Telah dilakukan uji aktivitas sitotoksik dari ekstrak bunga kecombrang yang diekstraksi menggunakan pelarut dengan berbagai tingkat kepolaran terhadap sel T47D. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu refluks secara bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Hasil uji aktivitas sitotoksik diketahui ekstrak n-heksan memiliki potensi sitotoksisitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat dan metanol dengan nilai IC50 berturut-turut adalah 372,117 ppm; 455,263 ppm; 448,589 ppm.Kata Kunci : kecombrang, refluks, kepolaran pelarut, aktivitas sitotoksik
MICROBIAL FUEL CELL BERBASIS YEAST Saccharomyces cerevisiae Mardiana, Ummy
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.604 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.129

Abstract

Nowadays, many research on energy production have been intensively developed. MFCs are known as green technology is a new opportunity for the sustainable production of energy by converting chemical energy to electrical energy by biodegradation using microorganisms as biocatalysts.We propose a microbial fuel cellwhich Baker’s yeast Sacharomyces cereviceae as biocatalyst, whereas K3Fe(CN)6 was used as electron acceptor in the catholyte. Chronoamperometry has been selected as method to determination of the MFC operational characteristics.Several conditions to optimize current and power density of the MFC has been observed. The effect of yeast preparation, tempetarature, stability of yeast and have been characterized and prepared for MFC. The effect of yeast preparation could achieve enhancement of power output around 40%, meanwhile the optimum temperature has been achieved at 400C. The stability of yeast has been obtained during 3 weeks of observation. The MFC operation has been built during 7 days of running and the maximum current density produced by the cell was 92.5 mA.m-2 . Further developments are in progress to improve performance and power output to make yeast fuel cells applicable as one of promising biotechnology for desalination and water treatment. Keywords: Microbial fuel cell (MFC), Microbial desalination cell (MDC) Sacharomycescereviceae, biocatalyst, electrodialysis, desalination
EFEKTIVITAS EKSTRAK CABAI RAWIT (Capsicum frustecens L) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes albopictus Hidana, Rudy; Anisa, Dea
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.222 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.119

Abstract

Tanaman buah cabai rawit (capsicum frustecens L ) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai kegunaan. Salah satu kegunaannya sebagai larvasida. Daya larvasida cabai rawit berasal dari kandungan aktifnya yaitu flavonoid, saponin, tannin, dan capsaicin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak cabai rawit dalam membunuh larva nyamuk Aedes albopictus. Penelitian ini bersifat eksperimen yaitu untuk melihat pengaruh beberapa konsentrasi dari ekstrak cabai rawit terhadap kematian larva nyamuk Aedes albopictus. Pada penelitian ini menggunakan 5 perlakuan konsentrasi ekstrak cabai rawit ( 0,5%, 1%, 2%, 3%,4%) dan 0% sebagai kontrol dengan 4 kali pengulangan. Digunakan 480 ekor larva nyamuk Aedes albopictus masing masing 20 ekor setiap wadah uji dalam 100 ml larutan ekstrak cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi dari berbagai ekstrak cabai rawit yang diaplikasikan selama 24 jam ditemukan bahwa larva nyamuk Aedes albopictus ditemukan mati seluruhnya pada konsentrasi efektiv yaitu 4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi ekstrak cabai rawit (capsicum frustecens L ) yang digunakan, maka jumlah larva nyamuk Aedes albopictus yang mati semakin banyak dan mampu menghambat pertumbuhan larva nyamuk Aedes albopictus ini dibuktikan dengan tidak terjadinya metamorfosis selanjutnya.

Page 2 of 3 | Total Record : 26