cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2019)" : 17 Documents clear
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RISIKO 4T DESA JAHIANG KECAMATAN SALAWU KABUPATEN TASIKMALAYA Nuraisyah, Siti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.782 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.506

Abstract

Menurut definisi WHO (World Health Organization), kematian ibu adalah kematian seorangwanita terjadi saat hamil, bersalin dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsungterhadap kehamilan. Hasil survei di Puskesmas Salawu menunjukkan adanya ibu hamil yang berisikopada masa kehamilan yaitu berjumlah 246 orang, diantaranya ibu hamil dengan usia < 20 tahun yaituberjumlah 112 orang, usia > 35 tahun berjumlah 88 orang, > 3 anak berjumlah 37 orang dan jarakterlalu dekat < 2 tahun berjumlah 9 orang. Di Desa Jahiang 4 T yang terbanyak menyebabkanterjadinya KPD (Ketuban Pecah Dini) sebesar 25% yaitu 12 orang dari 48 ibu hamil. Dari wawancarayang di lakukan pada 10 ibu hamil 7 diantaranya belum mengatahui tentang resiko 4 T. Rancanganpenelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapatmemperoleh jawaban terhadap rumusan masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamilsebanyak 30 orang, priode bulan Juni 2018 di Desa Jahiang Kecamatan Salawu KabupatenTasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu hamil tentangrisiko 4 T di Desa Jahiang Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya termasuk ke dalam kategorikurang sebanyak 13 orang (43,3%). Saran bagi ibu hamil, diharapkan dapat memberikan informasiberdasarkan pengalaman terhadap kehamilan yang berisiko terhadap ibu hamil. Dan dapatmengetahui risiko hamil pada 4 T (Ibu hamil pada usia terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat, danterlalu banyak).
us 2019 190 IMPLEMENTASI PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PUSKESMAS BANCAK KABUPATEN SEMARANG Messakh, Sanfia Tesabela
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.71 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.497

Abstract

Masa muda atau remaja adalah masa dimana pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan cepatbaik secara fisik maupun intelektual dikaitkan dengan mulai terjadinya pubertas. Oleh sebab itu masaini adalah masa transisi anak-anak menuju kedewasaan dengan demikian permasalahan kesehatanreproduksi yang dihadapi remaja terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu kurangnya informasimengenai kesehatan reproduksi remaja dapat berdampak negatif pada perilaku menyimpang sepertihubungan seksual diluar nikah, kehamilan yang tidak diinginkan yang berdampak bagi remaja untukmelakukan tindakan aborsi, pernikahan dini serta terinfeksi penyakit menular contohnya HIV/AIDS.Sebagai langkah awal mencegah terjadinya dampak-dampak negatif, maka pendidikan kesehatanreproduksi bagi remaja sangat penting. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai layanankesehatan primer memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembekalan pengetahuan bagiremaja.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah implementasi program kesehatan reproduksiremaja di Puskesmas Bancak sudah terlaksana dengan maksimal. penelitian saat ini metode yangdigunakan adalah kualitatif – deskritif agar mendapatkan data mendalam serta mengandung makna.Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data di lakukan dengan wawancara secara mendalam.Subjek penelitian yaitu kepala Puskesmas dan pengelola program kesehatan remaja. Tempat penelitiandi Pukesmas Bancak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Bancak terdapat 3tema yang diperoleh yaitu pelayanan kesehatan remaja, jejaring program kesehatan peduli remaja danhambatan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada remaja.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) MELALUI METODE PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DI DESA KARYALAKSANA KECAMATAN IBUN KABUPATEN BANDUNG Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Senjaya, Sukma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.472 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.516

Abstract

Penyakit Demam Berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderitanya dan semakin luas penyebarannya. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian serta sering kali menimbulkan wabah. Obat untuk membasmi virus dan vaksin untuk mencegah penyakit Demam berdarah sampai saat ini belum ditemukan. Upaya pencegahan demam berdarah melalui metode pemberantasan sarang nyamuk adalah salah satu upaya pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue yang dilaksanakan dengan tepat guna oleh pemerintah dengan melibatkan perilaku masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah melalui metode pemberantasan sarang nyamuk di RW 02 Desa Karyalaksana Kecamatan Ibun kabupaten Bandung. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling yang melibatkan 32 kepala keluarga yang dijadikan responden dan alat pengumpul data dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dan dikategorikan dalam tingkat baik, cukup, kurang baik, dan tidak baik. Hasil yang di dapat dalam penelitian ini menggambarkan bahwa perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah di RW 02 Desa Karyalaksana Kecamatan Ibun kabupaten Bandung sebagian besar baik. Pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fisik 3M yaitu menguras, menutup, juga mengubur sebagian besar termasuk kategori baik.
GAMBARAN KETERCAPAIAN TRANSFUSI DARAH SESUAI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PADA PASIEEN THALASEMIA MAYOR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS Wibowo, Daniel Akbar
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.776 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.502

Abstract

Thalasemia adalah penyakit keturunan akibat kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin.Thalasemia merupakan penyakit kronik dan salah satu pengobatannya adalah dengan transfuse darahatau transfuse sel darah merah secara terus-menerus. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahuigambaran ketercapaian transfuse darah sesuai standar operasional prosedur pada pasien thalasemiamayor di Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif denganjumlah populasi dan sampel sebanyak 65 kegiatanatau orang . Hasilpenelitian menunjukan ketercapiantranfusi darah pada tahap persiapan alat adalah lebih dari setengah kegiatan atau persiapan tercapaisesuai standar operasional prosedur yaitu sebanyak 46 responden (71%), dan kurang dari setengahkegiatan tidak tercapi sesuai standar operasional prosedur yaitu sebanyak 19 responden(29%).Ketercapian tranfusi darah pada tahap kerja adalah lebih dari setengah kegiatan tercapai sesuaistandar operasional prosedur yaitu sebanyak 46 responden (71%), dan kurang dari setengah kegiatantidak tercapai sesuai standar operasional prosedur yaitu sebanyak 19 responden (29%). saran yangdapat peneliti berikan terutama bagi perawat di Ruangan Talasemia, memotivasi untuk selalumelakukan tindakan perawatan sesuai dengan SOP (Standar Operasiona Prosedur), meningkatkanpengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tranfusi darah pada pasien talasemia mayor agartidak menimbulkan resiko bahaya baik bagi perawat maupun pasien yang mendapatkan pelayanandalam hal ini dapat menghindari terjadinya reaksi komplikasi pada tranfusi
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENYEBAB KEMATIAN NEONATUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IMBANAGARA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018 Pratamy, Desy
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.926 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.507

Abstract

Kematian merupakan masalah yang serius di dalam Negara berkembang salah satunya adalah kematianneonatus. Kematian neonatus merupakan angka kematian tertinggi, terdapat dua per tiga dari seluruhkematian bayi di usia kurang dari 1 bulan. Dari kematian bayi yang berusia kurang dari satu bulantersebut dua pertiganya merupakan kematian bayi dengan usia kurang dari 1 minggu, sedangkan duapertiga dari jumlah bayi yang meninggal pada usia 1 minggu tersebut, meninggal pada 24 jam pertamakehidupan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang penyebabkematian neonatus Di Wilayah Kerja Puskemas Imbanagara Kabupaten Ciamis Tahun 2018. Jenispenelitian ini adalah penelitian deskriptifi, peneliti hanya akan menggambarkan atau mendeskripsikanvariabel tertentu dalam suatu penelitian tanpa mencari hubungan antar variabel. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Imbanagara Kabupaten Ciamis bulan Januari, Februarisampai Maret sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Jadi total sampel pada penelitian iniadalah 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa pengetahuan Ibu tentangpenyebab kematian neonatus Di Wilayah Kerja Puskemas Imbanagara Kabupaten Ciamis Tahun 2018,diketahui bahwa sebagian besar responden (52.5%) atau sebanyak 21 orang dengan kategoripengetahuan baik. Tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranyayaitu oleh pengalaman dan informasi. Diharapkan lebih mengetahui dan bisa menanggulangi agar tidakterjadi kematian bayi dengan mengikuti penyuluhan mengenai kehamilan, persalinan, KB danreproduksi yang sehat untuk mengurangi risiko terjadinya kematian neonatal
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU YANG MEMILIKI BALITA DENGAN KUNJUNGAN POSYANDU DI DESA PAYUNG AGUNG KECAMATAN PANUMBANGAN KABUPATEN CIAMIS Winda, Nova
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.659 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.498

Abstract

Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan di desa yang memudahkan masyarakat untukmengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu hamil dan anak balita. Keaktifan keluarga padasetiap kegiatan posyandu tentu akan berpengaruh pada keadaan status gizi anak balitanya, karena salahsatu tujuan posyandu adalah memantau peningkatan status gizi masyarakat terutama anak balita danibu hamil. Posyandu menjadi pelayanan kesehatan penting untuk bayi dan balita yang paling awal,namun pada kenyataannya di posyandu warga masyarakat sendiri banyak yang tidak memanfaatkanposyandu untuk memantau tumbuh kembang anakaya dengan alasan sibuk kerja atau tidak sempatmembawa anak balitanya ke posyandu dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya pemantauantumbuh dan kembang pada anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan tingkat pengetahuanibu tentang posyandu yang memiliki balita dengan kunjungan posyandu di Desa Payung AgungKecamatan Panumbangan Kabupten Ciamis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatifkuantitatif deagan metode deskriptif analitik. Pelaksanaan penelitian pada bulan April-Mei 20I6dengan sampel sebanyak 76 responden. Instrumen menggunakan kuesioner. Kesimpulan dari hasilpenelitian ini adalah sebagian besar responden 52,6% memiliki pengetahuan baik, sehingga ibu datangke posyandu sedangkan sebagian kecil 22,4% memiliki pengetahuan kurang sehingga ibu tidak datangke posyandu. Saran yang dapat peneliti berikan diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukanbagi Dinas Kesehatan untuk lebih meningkatkan Program posyandu di desa-desa dan diharapkan agaribu lebih disiplin untuk datang ke posyandu agar ibu bisa mengetahui tumbuh kembang balitanya.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KESEMBUHAN GEJALA HALUSINASI DI REHABILITASI KEJIWAAN DUSUN CIHEDEUNG 2 KECAMATAN SUKARATU KOTA TASIKMALAYA Al farisi, Syahrul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.358 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.503

Abstract

Halusinasi adalah ketidakmampuan klien dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan stimulusyang ada sesuai yang diterima oleh panca indra yang ada. Keluarga merupakan unit paling dekatdengan penderita, dan merupakan “perawat utama” sekaligus menjadi pendukung bagi penderita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkatkesembuhan pasien halusinasi di Rehabilitasi Kejiwaan Dsn. Cihideung 2 Kec. Sukaratu yang ada diKota Tasikmalaya.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Studi Korelasi dengan rancangan cross sectional.Teknik sampling non probality sampling jenis purposive sampling dengan sampel 40 orang. Datadiambil menggunakan Kuesioner dan observasi dan dianalisis dengan uji chi-square hipotesis alternatifditerima jika tingkat kemaknaan ≤ 0,05.Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa dari 24orang responden dengan dukungan keluarga baik, ada 21 orang yang dinyatakan sembuh dan 3 orangyang tidak sembuh. Sedangkan dari 16 orang dengan dukungan keluarga kurang, ada 5 orang yangdinyatakan sembuh dan 11 orang yang tidak sembuh. Secara keseluruhan lebih banyak responden yangsembuh dalam dukungan keluarga baik yaitu sebanyak 24 orang (52,5%) dan yang tidak sembuhsebanyak 3 orang (7,5%). Setelah dianalisis diperoleh hasil p=0,000 < α=0,05 Artinya hipotesisditerima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga terhadapkesembuhan klien gangguan halusinasi.Dari hasil penelitian diharapkan para perawat dapat lebih meningkatkan dalam memberikan asuhankeperawatan pada klien halusinasi maupun gangguan jiwa lainnya dengan melibatkan keluarga dalamsetiap proses keperawatan pasien.
ETERMINAN PERILAKU BAB (BUANG AIR BESAR) SEMBARANGAN DI DESA JAMBERAMA KECAMATAN SELAJAMBE KABUPATEN KUNINGAN annashr, Nissa noor
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.252 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.508

Abstract

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)di Indonesia, hingga tahun 2015, 62 juta (53%) penduduk pedesaan masih belum memiliki akses kesanitasi yang layak. 34 juta dari mereka masih melakukan BAB (buang air besar) sembarangan. Padatahun 2015, data dari Puskesmas Selajambe, menunjukkan bahwa 74,98% rumah tangga di DesaJamberama memiliki jamban di rumah mereka. Ini berarti bahwa ada 25,02% rumah tangga yang tidakmemiliki jamban di rumah mereka. Ini mengindikasikan bahwa mereka memiliki peluang untukmelakukan perilaku BAB sembarangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prevalensiBAB sembarangan dan menganalisis faktor determinan dari perilaku BAB sembarangan di DesaJamberama, Kecamatan Selajambe. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2016dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dari populasi menggunakan teknik total samplingsehingga ada 469 sampel diundang untuk berpartisipasi. Variabel independen dan dependen diketahuimelalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Variabel independen adalah umur,jenis kelamin, status sosial ekonomi. Variabel dependen adalah perilaku BAB sembarangan. Analisisdata terdiri dari analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square dan fisher exact. Hasilpenelitian menunjukkan prevalensi BAB sembarangan di wilayah studi adalah 6,8% (32 rumahtangga). Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel umur (p = 0,715) dan jenis kelamin (p = 0,501)tidak berkontribusi terhadap perilaku BAB sembarangan. Sementara itu, status sosial ekonomi (p =0,037) menjadi faktor determinan dari perilaku BAB sembarangan.
EVALUASI SEDIAAN PATCH DAUN HANDEULEUM (Graptophyllum griff L) SEBAGAI PENURUN PANAS Hermanto, Fauzi Juniawan; Nurviana, Vera
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.292 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.499

Abstract

Daun handeuleum digunakan secara empiris oleh masyarakat Cibalong sebagai obat penurunpanas. Kandungan flavonoid dalam daun handeuleum dapat bekerja sebagai inhibitor cyclooxygenase(COX) yang memicu pembentukan prostaglandin yang berperan dalam proses inflamasi danpeningkatan suhu tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan aktivitas antipiretik denganmembuat sediaan patch transdermal daun handeuleum sehingga diperoleh suatu sediaan yang efektifdan efisien dalam penggunaannya. Proses pembuatan sediaan dibagi menjadi 3 formulasi denganperbandingan konsentrasi ekstrak daun handeuleum secara berturut-turut yaitu formula 1 (0,2 g),formula 2 (0,6 g), dan formula 3 (1 g). Dosis 2 diperoleh berdasarakan konversi dari dosis empirisnya.Evaluasi sediaan dilakukan untuk mengetahui formula yang memiliki kualitas patch daun handeueleumyang paling baik. Evaluasi ini mencakup pengamatan organoleptik, uji keseragaman bobot, ujiketahanan lipat, uji ketebalan, uji pH, dan uji daya serap kelembaban. Hasil evaluasi sediaan pachtransdermal daun handeuleum menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan mutusediaan.
OLA KONSUMSI MAKANAN PADA ANAK AUTISME rukmasari, Erna arum
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.272 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.504

Abstract

Saat ini prevalensi anak autisme meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 1987 jumlah anak autismediperkirakan 1:5000. Jumlah ini meningkat dengan pesat, pada tahun 2005 menjadi 1:160, dan tahun2014 WHO mengidentifikasi 1 dari 68 anak mengalami autisme (1 dari 42 anak laki-laki dan 1 dari189 anak perempuan). Kondisi yang sering terjadi pada anak autisme adalah gangguan pencernaan danpenyimpangan metabolisme yang menyebabkan gluten dan kasein tidak bisa dicerna dan berubahmenjadi peptida yang bisa meracuni otak dan memberi efek pada gangguan fungsi otak, sehingga anakmenjadi hiperaktif. Terapi diit merupakan salah satu terapi yang dapat dilakukan di rumah dengan caramenghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten, kasein, jamur, dan makanan yangmengandung zat aditif, sehingga pengaturan pola makan perlu mendapat perhatian. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui pola konsumsi makanan pada anak autisme di SLBN 1 Garut. Penelitianini menggunakan rancangan crossectional dengan sampel penelitian total populasi yaitu seluruh siswaSLBN 1 Garut penyandang autisme. Pola konsumsi makanan dikumpulkan dengan metode food recalldan food frekwensi yang diolah dengan program NutriSurvey dan dianalisis secara deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan rata-rata asupan energi sebanyak 1673,863 Kcal, asupan protein 63,113 gram,asupan lemak 61,100 gram, dan asupan karbohidrat sebanyak 255,250 gram. Sepuluh jenis makananyang paling banyak dikonsumsi anak autisme di SLB N 1 Garut adalah susu, es krim, nugget, sosis,biskuit, mie instan, roti, keju, youghurt, dan jus buah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa anakautisme di SLB Negri 1 Garut memiliki rata-rata asupan protein, lemak dan karbohidrat di bawahkebutuhan yang seharusnya, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten, kasein danjamur/fermentasi.Disarankan orang tua untuk meningkatkan pemberian nutrisi dan membatasi pemberian makanan yangmengandung gluten, kasein dan mengandung zat aditif, serta menggantinya dengan makanan yanglebih sehat.

Page 1 of 2 | Total Record : 17