Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa SMAN 2 Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Senjaya, Sukma
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.909 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.4679

Abstract

Kebiasaan   merokok  sudah   meluas   di  hampir   semua   kelompok umur salah satunya pada masa remaja.. Pada bulan Maret 2018 peneliti melakukan survei pendahuluan  dengan  mewawancarai  15  orang siswa yang suka merokok, hasilnya dari 15 orang siswa 11 orang diantaranya mengetahui bahwa merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan 4 orang tidak mengetahuinya. Tujuan  Penelitian  ini untuk  mengetahui  faktor  –  faktor  yang  berhubungan  dengan    perilaku merokok pada siswa  SMAN 2 Kabupaten Garut dengan  metode penelitian survey analitik  dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi   dalam   penelitian   ini   adalah   semua  siswa    yang  suka merokok sebanyak  241 orang,  jumlah sampel  sebanyak 71 orang. Hasil  Penelitian  analisis  ini  menunjukkan  bahwa  ada  hubungan    antara  sikap  dengan perilaku merokok dengan nilai p- value= 0.003, ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok, ada hubungan antara fasilitas dengan perilaku merokok dengan p-value= 0.001, ada hubuungan antara sarana pra sarana denagn perilaku  merokok  dengan p-Value= 0.044, ada hubungan antara orang tua dengan perilaku merokok dengan p -value= 0.043, ada hubungan antara  iklan  dengan  perilaku  merokok  dengan  p-value=  0.013,  ada  hubungan  antara teman sebaya dengan perilaku merokok dengan p-value= 0.024 Kesimpulan Ada hubungan antara sikap, pengetahuan, fasilitas, sarana prasarana, orang tua, iklan dan teman sebaya dengan perilaku merokok. Sebagai saran agar dapat  memberikan bimbingan kepada siswa supaya terhindar dari perilaku merokok, dan mempertegas lagi sosialisasi tentang larangan merokok di sekolah.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) MELALUI METODE PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) DI DESA KARYALAKSANA KECAMATAN IBUN KABUPATEN BANDUNG Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Senjaya, Sukma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.472 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.516

Abstract

Penyakit Demam Berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah penderitanya dan semakin luas penyebarannya. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian serta sering kali menimbulkan wabah. Obat untuk membasmi virus dan vaksin untuk mencegah penyakit Demam berdarah sampai saat ini belum ditemukan. Upaya pencegahan demam berdarah melalui metode pemberantasan sarang nyamuk adalah salah satu upaya pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue yang dilaksanakan dengan tepat guna oleh pemerintah dengan melibatkan perilaku masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah melalui metode pemberantasan sarang nyamuk di RW 02 Desa Karyalaksana Kecamatan Ibun kabupaten Bandung. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling yang melibatkan 32 kepala keluarga yang dijadikan responden dan alat pengumpul data dengan menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisa dan dikategorikan dalam tingkat baik, cukup, kurang baik, dan tidak baik. Hasil yang di dapat dalam penelitian ini menggambarkan bahwa perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah di RW 02 Desa Karyalaksana Kecamatan Ibun kabupaten Bandung sebagian besar baik. Pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fisik 3M yaitu menguras, menutup, juga mengubur sebagian besar termasuk kategori baik.
FREE SEX BEHAVIOR IN TEENAGE SMA NEGRI 2 LELES GARUT Senjaya, Sukma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.827 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.406

Abstract

The increasing free sex culture among students began to threaten the future of the Indonesian nation. Even free sex behavior is increasing from year to year. The data collected by the Director of Youth and Protection of Reproductive Rights of the National Family Planning Coordinating Board (BKKBN), Masri Muadz, shows that the case shows an increasingly saddle for us. The goal to be achieved in this research is to identify the knowledge, attitudes and actions of respondents about free Sex Behavior in adolescents in SMA Negri 2 Leles. This research uses descriptive research design. Descriptive is a research method that is done with the main purpose to create a description or description of a situation objectively (Notoatmodjo, 2005). Where this research to know the description of sexual behavior of adolescent in SMA Negri 2 Leles. The sample used is 100 respondents consisting of grade 1, class 2, and grade 3 with inclusion criteria registered as a student of SMA Negri 2 Leles. Instruments used in the form of questionnaires knowledge, attitudes and actions of students related to free sex behavior in adolescents. The questionnaire was modified again by researchers from previous researchers.Conclusions from the study: Free sex is a sexual relationship conducted with people based on likes like, ranging from kissing (kiss the forehead, cheeks, and lips) to stimulate the holding of the genitals and sexual intercourse. Teenagers have free sex because of internal and external factors. The various reasons and factors of teenagers to have free sex are teenagers have a wrong view of the meaning of love, easy to get emotion and persuasion couples or peers based on the mistaken love, so it is easy to have free sex. Besides that the influence of social media about sex that smells porn easy and easily accessed flowing freely. The teenagers are now not only in the city even in the village has experienced a shift in value that is quite worrying about sex and romance, many teenagers who do not understand about the problem of sex and adolescent love today. Keywords: Behavior, Free Sex, Adolescent
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) DI SMA X GARUT Nugraha, Nunu; Widianti, Efri; Senjaya, Sukma
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol 6, No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHESIF
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3733.352 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v6i1.155

Abstract

Tercapainya kematangan seksual pada remaja akhir memunculkan dorongan seksual yang memicu remaja untuk memenuhi kebutuhan seksualnya bahkan melakukan hal yang tidak pantas untuk dilakukan. Apabila tidak tercapai akan terjadi kebingungan peran pada masa remaja yang akan menyebabkan remaja mengembangkan perilaku menyimpang. Salah satu perilaku menyimpang yang mungkin terjadi adalah perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Penelitian ini deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini siswa-siswi kelas XI-XII di SMA X Garut. Sampel pada penelitian ini menggunakan stratified random sampling sebanyak 266 siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen yang terdiri dari 26 item pertanyaan. Data dianalisis dengan analisa deskriptif dan disajikan dalam bentuk presentase. Hasil penelitian ini diketahui bahwa tingkat pengetahuan remaja tentang lesbian, gay, biseksual dan transgender adalah sebagian besar responden pengetahuan baik sejumlah 221 responden (83,1%). Simpulan penelitian ini bahwa sebagian besar responden dalam kategori pengetahuan yang baik.
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG FAKTOR PEYEBAB KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RS dr. SLAMET GARUT Senjaya, Sukma
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.137 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.455

Abstract

Skizofrenia  merupakan  jenis  gangguan  psikotik  yang  sering  terjadi  di  masyarakat terutama  dari  golongan  sosial  ekonomi  rendah.  Pasien  dengan  skizofrenia  diperkirakan  akan kambuh  50  %  pada  tahun  pertama,  70  %  pada  tahun  kedua.  Salah  satu  faktor  yang mempengaruhi penyebab kambuh ini adalah keluarga yang tidak tahu cara menangani perilaku klien di rumah. Penelitian  ini  bertujuan  mendapatkan  gambaran  pengetahuan  keluarga  pasien skizofrenia tentang faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan. Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  keluarga  pasien  skizofrenia  yang  datang  ke Poliklinik JIwa RS dr. Slamet Garut dimana pasien minimal sudah dirawat 2 kali di Rumah Sakit adapun  jumlah  populasi  adalah  67  %  x  444  orang  dari  kunjungan  pasien  yang  datang  ke Poliklinik  sebesar  297  orang  (dimana  67  %  adalah  jumlah  pasien  lama,  444  adalah  jumlah kunjungan pasien dalam 1 bulan ke Poliklinik RS dr. Slamet Garut) Jenis  penelitian  ini  adalah  deskritif  dengan  tehnik  analisis  menggunakan  rumus prosentase.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  menggunakan  cara  pengisian  kusioner  oleh responden yang berjumlah 30 keluarga. Setiap kusioner diisi oleh salah satu anggota keluarga yang dipilih sesuai dengan kriteria sampel. Bentuk kusioner berupa multi coice pilihan A, B, C, D, E.Pengambilan  sampel  dari  penelitian  ini  menggunakan  teknik  accidental  sampling. Kriteria  sampel  adalah  sebagai  berikut  :  Berumur  minimal  ada  pada  tahap  usia  dewasa  awal, Tidak sedang mengalami gangguan jiwa, Bersedia menjadi responden. Adapun besarnya sampel dalam penelitian ini adalah :  Biasanya sampel diambil 10 % -  15 % (Arikunto, 2008). Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil 10 % dari 297 orang, jadi jumlah sampel 10 % x 297 orang = 30 orang Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  gambaran  pengetahuan  keluarga  pasien skizofrenia  tentang  faktor-faktor  yang  menyebabkan  kambuh  secara  keseluruhan  pada  klien skizofrenia hampir setengahnya (33 %) adalah kurang. Berdasarkan sub variabel diperoleh hasilsebagai berikut : Pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor pasien sebagain besar  responden  memiliki  pengetahuan  yang  kurang  baik  (67  %),  pengetahuan  keluarga tentang  penyebab  kambuh  dari  faktor  obat  sebagain  besar  responden  memiliki  pengetahuan yang kurang baik (37 %),  pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor keluarga hamper setengahnya responden memiliki pengetahuan yang kurang baik (30 %), pengetahuan keluarga tentang penyebab kambuh dari faktor lingkungan sebagain besar responden memiliki pengetahuan yang kurang baik (63 %).Berdasarkan  hasil  penelitian  tersebut  kepada  perawat  kesehatan  jiwa  diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan pengetahuan keluarga melalui program penyuluhan keluarga dilakuakn sejak awal masuk ruang perawatan baik secara individual maupun secara kelompok atau dengan kunjungan rumah berupa diskusi atau komunikasi antara anggota keluarga Kata  Kata Kunci  :  Pengetahuan  Keluarga,  Pasien  Skizofrenia,  Faktor-faktor  Yang Menyebabkan Kekambuhan
PERCEPTION OF HIV STIGMA PERCEPTION IN HIV INFECTED PEOPLE Rini - Anggraeni; Titin Sutini; Sukma Senjaya
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 3, No 4 (2020): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v3i4.160

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that can attack the human immune system. In Garut infected with HIV during 2018 there were 251 and the number who died was 181, also the cause of high mortality and morbidity, which can cause psychosocial problems such as stigma. The purpose of this study to describe the perception of HIV stigma in Guntur Garut Army Hospital. The design of this study was descriptive quantitative with a population of people infected with HIV of 199 people. The sample collection technique used Accidental Sampling with a sample size of 45, the variable in this study was HIV stigma. The questionnaire used is the Berger stigma scale, with the results of the validity test of 0.98 and Cronbach's alpha reliability of 0.92. Using Univariate Analysis Techniques. Based on the results of the study, it can be seen that 57.8% of respondents have a bad HIV stigma, when viewed from several dimensions, the highest dimension is Disclosure Cocerns 55.6%. Then Public Attitude 53.3%, Personalized Stigma dimensions 68.9%, and Negative Self Image dimensions 64.4% B. Results. Conclusion Based on the results of research conducted on 45 respondents, it was found that the perception of HIV stigma at the TNI AD Guntur Garut Hospital had a bad stigma perception. In the Disclosure Cocerens dimension, it was the highest aspect that was perceived as lacking, followed by public attitudes, Personalized Stigma and Negative Self Image.
Penyuluhan Kesehatan Jiwa untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Masalah Kesehatan Jiwa di Lingkungan Sekitarnya Indra Maulana; Suryani S; Aat Sriati; Titin Sutini; Efri Widianti; Imas Rafiah; Nur Oktavia Hidayati; Taty Hernawati; Iyus Yosep; Hendrawati H; Iceu Amira D.A; Sukma Senjaya
Media Karya Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.399 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v2i2.22175

Abstract

Menurut data WHO (2016), terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena dimensia. Di Indonesia, dengan berbagai faktor biologis, psikologis dan sosial dengan keanekaragaman penduduk; maka jumlah kasus gangguan jiwa terus bertambah yang berdampak pada penambahan beban negara dan penurunan produktivitas manusia untuk jangka panjang. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6.1% dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1.000 penduduk. Menurut National Alliance of Mental Illness (NAMI) berdasarkan hasil sensus penduduk Amerika Serikat tahun 2013, di perkirakan 61.5 juta penduduk yang berusia lebih dari 18 tahun mengalami gangguan jiwa, 13,6 juta diantaranya mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, gangguan bipolar. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan permasalahan kesehatan jiwa yang ada di negara-negara berkembang. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyaraakat umumnya dan keluarga yang menjadi binaan khususnya tentang bagaimana cara perawatan dan menjaga kesehatan jiwa setiap masyarakat serta merawat anggota masyarakat yang mengalami gangguan jiwa. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan simulasi. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberdayaan masyarakat tentang kesehatan jiwa. Hasil yang di capai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekitarnya. Kesimpulannya adalah Kegiatan PPM ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan jiwa yang terjadi di sekitar lingkungannya Kata kunci: Kesehatan jiwa, penyuluhan, warga.
Penyuluhan tentang Bahaya Merokok pada Siswa SMAN 2 Iceu Amira; Hendrawati H; Sukma Senjaya
Media Karya Kesehatan Vol 2, No 1 (2019): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.684 KB) | DOI: 10.24198/mkk.v2i1.20039

Abstract

      Perilaku merokok menjadi permasalahan, baik secara lingkungan maupun individu. Artinya perilaku merokok selain disebabkan faktor  dari dalam diri juga disebabkan oleh lingkungan, salah satunya adalah teman sebaya   yang     pada  tahap awal mempengaruhi untuk melakukan merokok  (46%),  seorang anggota keluarga bukan orang tua (23%), dan orang tua (14%). Tujuan kegiatan ini agar siswa  memahami upaya pencegahan bahaya merokok, mensosialisasikan kepada sekolah dan masyarakat. Metode dari kegiatan ini untuk  memberikan penyuluhan kesehatan tentang bahaya merokok, sasarannya semua siswa SMAN 2 Kabupaten Garut. Kegiatan ini dimulai dengan  membuat perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan. Hasil kegiatan berdasarkan pengukuran pengetahuan melalui pre dan post test. Hasil pre test 41 % siswa tidak mengetahui mengenai bahaya merokok, 43 % tahu sebagian, dan 12 % memahaminya. Dari 15 pertanyaan jawaban yang salah, paling banyak pertanyaan berkaitan dengan  bahaya merokok dan penyakit /dampak dari perokok aktif  serta perokok pasif. Setelah materi di sampaikan kemudian melaksanakan post test bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perubahan pengetahuannya siswa-siswi setelah mendapatkan materi, diikuti 159 siswa/ peserta ,dengan hasil sebagai berikut:    nilai 95 sebanyak 3 orang, nilai 90 sebanyak 13 orang, dan nilai 85 sebanyak 22 orang,   nilai 82 sebanyak 25 orang, nilai 80 sebanyak 22 orang ,  nilai 77 sebanyak 25 orang, nilai 75 sebanyak 18 orang, nilai 70 sebanyak 14 orang dan  nilai 60 sebanyak 17 orang. Dilihat dari hasil post test ,tujuan tercapai , hampir 90 % siswa / siswi SMA Negeri 2 kabupaten Garut mengetahui mengenai bahaya merokok , hasil dari pre test ke post test ada kenaikan sebesar 47 %. Kata kunci: Bahaya Merokok, penyuluhan, siswa.
Kiat Mengatasi Kecemasan pada Masa Pandemi COVID-19 Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya; Udin Rosidin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 1: Februari (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i1.267

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 saat ini berdampak pada semua tatanan kehidupan manusia. Kasus COVID-19 yang terus meningkat pada saat ini membuat semua negara menerapkan kebijakan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia pemerintah menerapkan kebijakan diantanranya pembatasan sosial berskala besar untuk menekan penyebaran virus ini. Adanya pandemi COVID-19 tersebut membuat masyarakat mengalami ketakutan dan merasa tidak aman dan nyaman karena hampir setiap hari kasus COVID-19 terus bertambah. Orang yang positif COVID-19 dan angka kematian yang meningkat berdampak pada gangguan kesehatan psikososial yaitu kecemasan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kecemasan dampak COVID-19. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media ceramah, diskusi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata rata nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan. Rata rata nilai pengetahuan peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah 56 dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan meningkat mejadi 80. Peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kecemasan pada masa pandemi COVID-19 ini berdampak pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 dan melaksanakan perilaku hidup sehat secara mandiri.Abstract: The current COVID-19 pandemic has an impact on all aspects of human life. The increasing number of COVID-19 cases at this time has forced all countries to implement policies to impose restrictions on community activities to prevent the spread of the Corona virus. In Indonesia, the government has implemented policies including Large-Scale Social Restrictions to suppress the spread of this virus. The existence of the COVID-19 pandemic has made people experience fear and feel insecure and comfortable because almost every day the number of COVID-19 cases continues to grow. People who are positive for COVID-19 and the increasing mortality rate has an impact on psychosocial health disorders, namely anxiety. The purpose of implementing this community service activity is to increase public knowledge in overcoming anxiety about the impact of COVID-19. So that people feel safe and comfortable in the face of this COVID-19 pandemic. The method used in this activity is the implementation of health education using lectures, discussions and simulations. The results of the activity showed an increase in the average value of participants' knowledge before and after the implementation of health education. The average knowledge value of participants before health education was carried out was 56 and after health education increased to 80. Increased public knowledge in dealing with anxiety during the COVID-19 pandemic has an impact on increasing the community's ability to carry out COVID-19 health protocols and carry out healthy lifestyles independently.
Pregnancy Education Can Reduce Stress and Mothers Remain Fit an Delivery During The Covid 19 Pandemic Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Sukma Senjaya; Indra Maulana
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.782 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i2.1442

Abstract

Pain in labor can cause blood pressure to increase which causes stress and disrupted labor, this can certainly hamper labor so that the delivery time will be longer. The purpose of the activity is to increase knowledge and understanding of pregnancy exercise which can reduce stress so that delivery runs smoothly during the covid-19 pandemic. The method used is webinar via zoom, question and answer and demonstration and poster distribution. The results of the health webinar activity are named “Pregnancy Gymnastics Education Can Reduce Stress and Mothers Stay Fit During Delivery During Covid-19”. which will be held on Sunday, April 25, 2021, starting at 09.00 to 12.00. In the process of conducting the webinar; The participants looked very enthusiastic when the material was given. Participants participated in the webinar enthusiastically even though it was conducted online. The webinar activity was conducive because the participants paid attention to the material presented well and asked questions.