cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 361 Documents
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN KONSENTRASI STARTER PADA KARAKTERISASI KIMIA VIRGIN COCONUT OIL YANG BERBAHAN DASAR KELAPA (Cocos nucifera) Novitriani, Korry; Nurpalah, Rianti; Kusmiati, Meti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.892 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.146

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan salah satu hasil olahan dari buah kelapa (Cocos nucifera) dengan proses fermentasi, starter yang digunakan adalah bakteri Lactobacillus casei galur komersial yakult®. Teknik fermentasi tanpa melibatkan panas dianggap memiliki keuntungan pada karakteristik kimia dari VCO salah satunya akan menghasilkan bilangan peroksida yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan konsentrasi starter terhadap karakteristik kimia VCO. Uji karakteristik kimia meliputi penetapan bilangan peroksida, bilangan iodium, bilangan penyabunan dan bilangan asam lemak bebas. Sedangkan untuk melihat pengaruh dari variasi yang dilakukan menggunakan metode uji T. Variasi penambahan konsentrasi starter 1% dibandingkan 2% menghasilkan berbeda signifikan pada bilangan asam bebas, bilangan iodium dan bilangan peroksida. Konsentrasi 1% dibandingkan 3% menghasilkan berbeda signifikan hanya pada bilangan asam bebas. Konsentrasi 2% dibandingkan 3% menghasilkan berbeda signifikan hanya pada bilangan iodium. Berdasarkan data hasil maka dapat ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi starter perpengaruh pada beberapa karakteristik kimia pada VCO.
PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI DI KARANGPETE RT. 01 RW. 06 SALATIGA Dary, Dary
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.566 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.412

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan bergizi yang diberikan kepada anak di usia enam sampai dua puluh empat bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Melalui pendekatan penelitian kualitatif tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana pemberian makanan pendamping ASI(MP-ASI) di kelurahan Karangpete RT.01 RW. 06 Kota Salatiga. Penelitian dilakukan terhadap enam orang responden dengan kriteria ibu yang mempunyai bayi dili bawah usia 12 bulan, sementara itu yang menjadi pokok dalam penelitian ini meliputi pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dan MP-ASI,faktor pemberian MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan, bentuk pemberian MP-ASI dan pengaruh pemberian MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan. Temuan hasil penilitian menunjukan bahwa lima dari enam partisipan memberikan MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan namun para partisipan mengetahui dengan jelas tentang manfaat ASI eksklusif, MP-ASI, usia pemberiaan MP-ASI dan pengaruh pemberian MP-ASI sebelum bayi berusia enam bulan, namun pada kenyatannya tindakan yang dilakukan berbanding terbalik dengan pengtahuan yang dimiliki sehingga terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Kata Kunci: Pemberian MP-ASI, Pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DALAM PERAWATAN PASIEN GANGGUAN JIWA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN : ISOLASI SOSIAL DI RSUD KOTA TASIKMALAYA Rismawan, Wawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.386 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.102

Abstract

Morbiditas gangguan jiwa Januari-Mei 2012 sebanyak 543 kunjungan yang mengidap berbagai jenis penyakit jiwa, salah satunya menunjukan gejala isolasi sosial, klien menarik diri dari kehidupan bermasyarakat, tidak mau bergaul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap keluarga tentang perawatan klien dengan isolasi sosial di Poliklinik Psikiatri RSUD Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Crosectional. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien isolasi sosial yang konsultasi di poli jiwa. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling yang berjumlah 22 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data untuk analisa univariat menggunakan rumus  persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan keluarga sebagian besar (40,9%) atau 9 responden berpengetahuan baik, (36,4%) atau 8 responden memiliki pengetahuan cukup, dan sisanya (22,7%) atau 5 responden memiliki pengetahuan kurang. Variabel sikap menunjukkan bahwa didapatkan rata-rata sikap keluarga 38,32 (95% CI: 37,47-39,17) dengan standar deviasi 1,91. Sikap terendah nilainya adalah 33 dan sikap tertinggi nilainya adalah 43. Derajat kepercayaan 95% menghasilkan rata-rata sikap keluarga tentang perawatan klien dengan Isolasi Sosial diantara 37,47 sampai dengan 39,17, artinya interpretasi distribusi frekuensi dari variabel sikap keluarga tentang perawatan klien dengan isolasi sosial didapatkan bahwa sebanyak 12 atau (54,5%) responden yang unfavorable, dan sisanya (45,5%) atau 10 responden yang favorable. Kata Kunci           : Pengetahuan, sikap, perawatan, isolasi sosial
IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA DAUN CINCAU (Cyclea barbata Miers) dan UJI ANTAGONIS TERHADAP Salmonella typhi Khusnul, Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.707 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.267

Abstract

Banyak mikroba yang dapat menyebabkan penyakit, seperti Salmonella typhi yang merupakan salah satu bakteri penyebab demam tifoid. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa dalam daun cincau terdapat senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Tetapi penggunaan tanaman ecara terus-menerus tanpa adanya pelestarian dapat merusak ekosistem tanaman itu sendiri. Jamur endofit dapat dijadikan solusi dalam penemuan antimikroba baru karena dapat diproduksi secara berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi jamur endofit dari daun cincau (Cyclea barbata Miers) yang mempunyai potensi antibakteri terhadap bakteri Salmonella typhi. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur endofit dari daun cincau kemudian diidentifikasi dan di uji antagonis terhadap Salmonella typhi dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 3 isolat jamur endofit berhasil diisolasi dari daun cincau (Cyclea barbata Miers) yaitu 2 isolat dari genus Aspergillus sp. dan 1 isolat dari genus Absidia sp, yang memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi. Zona hambat yang di hasilkan dari setiap isolat jamur endofit adalah sebesar 22 mm, 21 mm dan 20 mm, dengan zona hambat tertinggi dihasilkan dari isolat jamur endofit genus Aspergillus sp.
Gambaran Diff Count Pada Perokok Di Kecamatan Cibeureum Ruhimat, Undang
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.775 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.69

Abstract

Keberadaan zat-zat beracun dari asap rokok menyebabkan tubuh melakukan perlawanan terhadap terjadinya respon imun dimana leukosit menjalankan sebagian besar fungsinya di luar sistem peredaran darah yaitu memperlihatkan gerakan aktif dan sebagian mempunyai daya fagositosis. Gerakan yang diperlihatkan adalah suatu proses merangkak atau amuboid pada substrat bahan kimia pada asap rokok dapat menyebabkan inflamasi paru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis sel leukosit yang terdapat pada perokok. Karena zat-zat yang terkandung dalam rokok merupakan zat-zat yang berbahaya yang dapat mempengaruhi sel leukosit.Metode penelitian bersifat deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel  random sampling pada perokok di Kecamatan Cibeureum.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan distribusi jenis leukosit antara lain adanya peningkatan monosit, neutrofil dan limfosit. Dengan demikian maka dapat disimpulkan gambaran Diff Count pada perokok di kecamatan Cibeureum terjadi peningkatan pada beberapa jenis leukosit.
GAMBARAN GLUKOSA DARAH PUASA PADA PENDERITA GLAUKOMA Kusmiati, Meti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.548 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.229

Abstract

Salah satu kerusakan mata yang disebabkan dengan peningkatan kadar glukosa darah yaitu glaukoma.Glaukoma adalah jenis gangguan penglihatan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada sarafoptik yang biasanya diakibatkan oleh adanya tekanan di dalam mata. Tekanan bola mata yang normaladalah sekitar 10-21 mmHg, jika tekanan bola mata melebihi batas tersebut maka berisiko terkenaglaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuibagaimana gambaran kadar glukosa darah puasa pada penderita glaukoma. Metode penelitian bersifatdeskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang penderita glaukoma dengan usia ≥ 20 tahun.Pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan alat Pentra C-200 dengan metode automatisasi. Hasilpenelitian kadar glukosa darah puasa pada pasien glaukoma di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandungdiperoleh kadar glukosa darah puasa normal sebesar 36% (16 orang) dengan rata-rata 95,3 mg/dl dankadar glukosa darah puasa tinggi sebesar 64 % (23 orang) dengan rata-rata 185 mg/dl.
PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA MENGENAI PERAWATAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMBONGPARI KOTA TASIKMALAYA Agustin, Teti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.033 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.38

Abstract

Perawatan pada penderita hipertensi merupakan salah satu cara penanganan yang harus dilakukan, dimana dalam melakukan perawatan dalam penderita hipertensi dibutuhkan suatu kerjasama antara keluarga dan tenaga kesehatan dimana kerja sama ini dapat mendukung suatu kesehatan yang dimiliki oleh penderita hipertensi. Perilaku perawatan pada penderita perlu dilakukan dengan tujuan terciptanya status kesehatan penderita hipertensi yang muncul dan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan dukungan keluarga mengenai perawatan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya dan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap dukungan keluarga mengenai perawatan hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif non eksperimen dengan mengunakan analisis statistik parametik untuk menguji hipotesis yang diajukan. Populasi sebanyak 25 keluarga, sedangkan sampel yang diambil adalah 20 keluarga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dalam perawatan Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori “rendah” dan dukungan keluarga dalam perawatan hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya berada pada kategori “sedang”. Melalui hasil analisis koefisien korelasi ada hubungan antara pengetahuan dengan dukungan keluarga sebesar 0,2209 %. Sedangkan melalui analisis koefisien determinasi tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan dukungan keluarga mengenai perawatan hipertensi pada lansia di wilayah Puskesmas Sambongpari Kota Tasikmalaya.Saran dari penelitian ini diharapkan petugas kesehatan mampu membina keluarga secara langsung melalui kegiatan Puskesmas dengan kunjungan rumah secara berkala untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat lansia dengan hipertensi.
PEMBUATAN INDIKATOR BAHAN ALAMI DARI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI INDIKATOR ALTERNATIF ASAM BASA BERDASARKAN VARIASI WAKTU PERENDAMAN Yulfriansyah, Army; Novitriani, Korry
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.434 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.178

Abstract

Kulit buah naga merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan, selain itu kulit buah naga memiliki pigmen warna merah yang berasal dari antosianin. Pigmen tersebut mengalami perubahan warna pada perubahan keasamannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit buah naga dapat digunakan sebagai indikator asam basa berdasarkan pigmen warna yang dimiliki kulit buah naga dan untuk mengetahui lama waktu optimum perendaman kulit buah naga sebagai bahan indikator asam-basa. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat eksperimen untuk menentukan waktu optimum yang digunakan untuk ekstrak kulit buah naga. Ekstraksi yang dilakukan menggunakan variasi waktu perendaman, yaitu 16 jam, 18 jam, 20 jam, 22 jam, 24 jam dan 26 jam. Dengan pelarut yang digunakan yaitu etanol 96%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga dapat dijadikan sebagai indikator asam basa, waktu optimum yang digunakan untuk ekstrak kulit buah naga pada waktu 24 jam dan perubahan warna dari trayek pH 12,5-13 pada suasana basa kuat.
KONFIRMASI EMPAT FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERMBERDAYAAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Sholihat, Lia Amalia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.946 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.403

Abstract

Pemberdayaan perempuan merupakan upaya peningkatan kemampuan perempuan dalam mengembangkan kapasitas dan keterampilannya untuk meraih akses dan penguasaan terhadap dirinya, antara lain: posisi pengambilan keputusan, sumber-sumber, dan struktur atau jalur yang menunjang. Program ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Tujuan dari penelitian ini utuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya antara sumber informasi, lingkungan sosial, peran tenaga kesehatan, peran keluarga terhadap pemberdayaan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 78 responden di P2TP2A Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2017. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) menggunakan Smart PLS 3.0 dan SPSS 22. Hasil pengujian penelitian yaitu variabel pemberdayaan perempuan dipengaruhi sumber informasi (25,22%), lingkungan sosial (18,18%), peran tenaga kesehatan (28,06%), peran keluarga (20,38%). Pengaruh langsung pemberdayaan perempuan sebesar 91,84% dan pengaruh tidak langsung sebesar 6,54%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap pemberdayaan perempuan sebesar 98,37%. Model hasil analisis dapat menjelaskan 99,96% keragaman data dan mampu mengkaji fenomena yang dipakai dalam penelitian, sedangkan 0,04% dijelaskan komponen lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Saran penelitian perlu meningkatkan peran tenaga kesehatan dengan memperhatikan beberapa aspek dalam upaya pemberdayaan perempuan agar kegiatan pemberdayaan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dapat lebih optimal dan tepat sasaran. Kata Kunci              : Lingkungan Sosial, Peran Keluarga, Pemberdayaan Perempuan, Peran Tenaga Kesehatan, Sumber Informasi
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA DARI REBUSAN DAUN MURBEI (Morus alba L) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Priatna, Muharam
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.929 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.93

Abstract

Telah dilakukan penelitian  aktivitas antihiperurisemia pada rebusan daun murbei (Morus alba L) terhadap mencit jantan galur swiss webster (dosis 1,15 g/ Kg BB, 2,3 g/Kg BB hewan uji) dengan metode kolorimetri dengan pereaksi enzimatik (metode urikase-PAP). Rebusan daun murbei diberikan secara oral dengan dosis 1,15 g/Kg BB dan 2,3 g/Kg BB hewan uji dan pemberian alopurinol sebagai obat pembanding dengan dosis 13 mg/Kg BB hewan uji serta diinduksi oleh potasium oxonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan dengan menggunakan menggunakan photometric Biolyzer 104 pada panjang gelombang 546 nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis 1,15 g/Kg BB hewan uji mempunyai aktivitas antihiperurisemia, tetapi efeknya tidak sebaik alopurinol dengan dosis 13 mg/Kg BB hewan uji (43,61%).  Kata kunci : Hiperurisemia, Murbei, Daun