cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2013)" : 13 Documents clear
SEJARAH PESANTREN DI INDONESIA Herman, Herman
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.311

Abstract

Salah satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia adalahPondok Pesantren, ia merupakan system pendidikan pertamadan tertua di Indonesia, karena sifat keislaman dankeindonesiaan terintegrasi dalam pesantren menjadi dayatariknya. Belum lagi kesederhanaan, system manhaj yangterkesan apa adanya, hubungan kiyai dan santri serta keadaanfisik yang serba sederhana. Di tengah gagalnya systempendidikan dewasa ini, ada baiknya disimak kembali systempesantren, dimana didalamnya lebih mengedepankan ilmu etikadan pengetahuan. Kiyai adalah tempat betanya atau sumberrefrensi, tempat menyelesaikan semua urusan, tempat memintanasihat dan fatwa. Oleh karena itu, mesjid sebagai salah satutempat belajar dalam perkembangannya, pesantren dilengkapidengan pondok sebagai tempat tinggal santri yang menjadi cirrikhas dari lembaga tersebut adalah rasa keikhlasan yang dimilikioleh santri dan kiyai hubungan mereka tidak hanya sekedarsebagai murid dan guru, tapi lebih seperti anak dan orang tua.Bentuk, system dan metode pesantren di Indonesia dapat dibagimenjadi dua priode; pertama, Ampel (salafi) yang mencerminkankesederhanaan secara konprehensif. Kedua, priode Gontor yangmencerminkan kemoderenan dalam system metode dan fisikbangunan, sehingga pada hakikatnya pesantren memiliki tigaunsure yakni; santri, kiyai dan asrama.Kata Kunci: Pesantren, lembaga pendidikan Islam,
MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS TIK YANG VALID DAN PRAKTIS PADA SMA NEGERI 4 KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Musthan, Zulkifli
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.312

Abstract

Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimanakah modelpembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yangvalid dan praktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari? Tujuanpenelitian ini adalah dihasilkannya model pembelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yang valid danpraktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari.Penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembanganatau research and development in education). Produk yangdikehendaki dalam penelitian ini adalah model pembelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) berbasis TIK yang valid danpraktis pada SMA Negeri 4 Kota Kendari. Produk tersebutmeliputi tiga komponen yaitu buku model, perangkatpembelajaran, dan instrument. Atas dasar pertimbangan efisiensiwaktu, pengembanan ketiga komponen tersebut dilaksanakansecara simultan. Maksudnya adalah pada saat mengembangkanmodel, dikembangkan pula perangkat pembelajaran yang sesuaidengan model beserta pengembangan instrument yangberkenaan dengan model dan perangkat pembelajaran.Proses pengembangan model pembelajaran PAI berbasisTIK melalui beberapa langkah yakni (1) Identifikasi kebutuhanawal yakni melakukan survey/need assessment; (2) Perencanaanmodel PAI TIK; (3) Menyiapkan dan mengembangkan model PAITIK yakni buku model, perangkat pembelajaran PAI(Silabus,RPP,Materi PAI pegangan guru dan siswa, Slidepresentation, LKS, petunjuk penggunaan moodle, dan tesevaluasi hasil belajar), uji validasi model dan perangkat; (4)Melakukan uji coba I pada kls.XI-IS-2 (IPS) SMA Negeri 4 KotaKendari, tentang uji kepraktisan/keterlaksanaan model danperangkat; (5) Merevisi produk hasil uji coba I; (6) Melakukanuji coba II pada Kls.XI-IA-1 (IPA) SMA Negeri 4 Kota Kendari,tentang uji kepraktisan/keterlaksanaan model dan perangkat; (7)merevisi produk hasil uji coba II sebagai produk akhir dalampenelitian ini.Hasil yang diperoleh pada uji coba I adalah Model PAITIK sudah praktis, karena sudah terlaksana seluruhnya yangmencapai rata-rata 2,55. Sedangkan pengelolaan pembelajaranmencapai 2,96 yang berarti sudah terlaksana seluruhnya. Hasilyang diperoleh pada uji coba II adalah Model PAI TIK sudahpraktis, karena sudah terlaksana sebagian besar yang mencapairata-rata 2,48. Sedangkan pengelolaan pembelajaran mencapai3,21 yang berarti sudah terlaksana seluruhnya.Dengan mengikuti langkah pengembangan di atas,diperoleh model pembelajaran PAI berbasis TIK yang valid danpraktis. Model pembelajaran PAI berbasis TIK ini memilikisintaks dengan lima fase, yakni (a) menyampaikan tujuanpembelajaran dan mempersiapkan siswa terarah jelas dalamprogram moodle (http://www.sman4kendari.sch.id) yang telahdiformat sedemikian rupa,. (b) Fase mendemonstrasikanpengetahuan atau keterampilan (siswa membaca danmempelajari dengan seksama materi yang telah disiapkan dalamprogram moodle(http://www.sman4kendari.sch.id), (c) Fasemembimbing pelatihan (guru/pengajar membimbing siswa jikamengalami kesulitan dalam memahami materi, baik melaluibimbingan langsung maupun melalui forum diskusi yang telahdisiapkan dalam programmoodle(http://www.sman4kendari.sch.id), (d) Fase mengecekpemahaman dan memberikan umpan balik (siswa mengerjakankuis dan uji kompetensi yang ada pada e-materi masing-masingKD), (e) Fase memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutandan penerapan.Kata Kunci: Model Pembelajaran PAI, TIK, Valid dan Praktis.
DIRECT METHOD DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI PESANTREN MODERN Batmang, Batmang
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i2.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode langsung dalampembelajaran bahasa Arab di Pesantren modern, dan untuk mengetahuifaktor pendukung dan faktor penghambat serta solusinya. Denganpenelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan baru kepadasemua pihak yang berkecimpung dalam pembelajaran bahasa Arab padaumumnya dan khusunya di Pondok Pesantren modern.Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi antara kualitatifdan kuantitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian utama danpenelitian kuantitatif adalah merupakan penelitian pelengkap untukmencari data-data dengan menggunakan angka. Pegumpulan datadilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara,kuisioner denganmengorganisasikan fakta-fakta atau hadil pengamatan dan data-datakuantitatif sehingga kemudian ditarik kesimpulan dari hasil tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, metode langsungdalam pembelajaran bahasa Arab di Pesantren modern sudah baik. halini dapat dibuktikan dengan hasil angket yang telah penulis lakukan yaitu80 % peserta didik dapat memahami pelajaran yang diberikan. Keduaefektifitas belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arabmelalui metode langsung sudah efektif. Hal tersebut dapat dibuktikandengan hasil tes yang kemudian dihitung denga rumus statistikMx=Fx:N, dan diperoleh hasil 75,5. Angka tersebut termasuk kriteriaefektif dalam standar keberhasilan yang lazim digunakan.Kata Kunci: Bahasa Arab, Pembelajaran, Metode Langsung.

Page 2 of 2 | Total Record : 13