cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
ISSN : 14125889     EISSN : 26140578     DOI : https://doi.org/10.30651/didaktis.v24i1
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2009)" : 6 Documents clear
CARNAL SINNERS IN THE SECOND CIRCLE OF HELL IN CANTO V OF DANTE’S INFERNO Masulah .
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.062 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.259

Abstract

AbstractThis paper tries to scrutinize Canto V of Inferno, one of the trilogies of Dante’s Devine Comedy. The first section of the paper overviews the general features of Inferno and the general structure of Hell told inInferno. After the general description, the paper then focuses on discussing Canto V which narrates about the carnal sinners in the second circle of Hell. The Carnal sinners are those sinners who abandon themselves to the temptation of lust. It is told in Canto V, that in thesecond circle of Hell, Dante finds the damned spirits of Dido of Cartidge, Helen of Troy, Cleopatra of Egypt and Achilles of Greek. However, in discussing the carnal sinners, it is hardly possible not to discuss Francesca, one of the inmates of the second circle of Hell madeimportant by Dante by telling her adulterous love story elaborately in Canto V. Thus, in the next section, the paper progresses to discussing the predicaments of Francesca’s rhetoric about her love which lead to herdamnation in Hell. It is revealed here that Francesca, cast into hell because of her adulterous love to her brother-in-law Paolo, questions her damnation in Hell. She bases her objection on the idea that her yieldinginto lust is not her fault. It is, she apparently argues, the work of love itself, as an active agent and the romance book she reads, as a stimulating force dragging her into sinful love. This paper tries to reveals that Francesca’s rhetorical justification faults and fails becauseshe annihilates the so-called God’s given free will man innately possesses.
THE GENRES OF MLK’S ”I HAVE A DREAM” Ahmad Idris Asmaradhani
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.715 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.260

Abstract

ABSTRACTIn general, official speeches, either political or general speeches,in Indonesia linguistically use more direct-language. That is, the meanings or thoughts in the speeches can be understood simply through—to use Brown et al’s terms—the “process of fairly basic linguistic ability”(see: Brown et al., 1994: 13). This kind of speech is in one way or theother quite acceptable when the speech is meant to deliver somesimple information. In other words, this way of conveying a thesis is suitable when it is simply to inform. When the purpose of the speech ismeant to win the assent of the audience, however, in one way or theother it should be presented differently. That is, although a speech isin a formal and official setting, it should—by the justification of the listeners as the community of minds— be rhetorically acceptable to most(if not all) audience. To meet that purpose, the speaker should presenthis idea persuasively, argumentatively, intellectually, and cooperatively—that is, in terms of linguistics, rhetorically.
UPAYA MENGATASI KESULITAN MAHASISWA DALAM BELAJAR MATA KULIAH MATEMATIKA DASAR DI FMIPA UNESA MELALUI PENGGUNAAN PROGRAM MATHEMATICA DAN PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD ISMAIL ,; BUDI RAHAJENG; RUDIANTO ARTIONO
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.968 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.251

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan paket program mathematica dan pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat menuntaskan hasil belajar mahasiswa dalam belajar kalkulus (matematika dasar) di FMIPA Unesa Surabaya, mengetahui kemampuan dosen dalam mengelola pembelajaran dengan penerapan paket programmathematica dan pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas, dan mengetahui aktivitas mahasiswa selama perkuliahan dengan penerapan paket program mathematica dan pembelajaran kooperatif tipe STAD.Penelitian ini dilaksanakan di FMIPA Unesa: di 2 kelas di Jurusan Kimia. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari empat siklus untuk jurusan kimia. Siklus I dan II terhadap mahasiswa pendidikan kimia 2006, dan siklus III dan IV terhadap mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2007. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai, seperti apa yang telah dirancang dalam faktor yang diselidiki mahasiswa. Sedangkan analisis awal dilakukan untuk mengetahui tindakan yang tepat dalam rangka meminimalkan kesulitan mahasiswa tersebut. Dari hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan paket programmathematica dan pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran matematika dasar (kalkulus) di jurusan kimia diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal pada mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2006 pada materi integral tak wajar dengan batas integral takhingga 83,8%, integral tak wajar dengan integrand tak hingga 80,2%. Sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal pada mahasiswa pendidikan kimia angkatan 2007 pada materi grafik fungsi dan macam-macam fungsi 72,2% dan pada materi limit dan kekontinuan 84%. Dosenmengajar sesuai dengan langkah-langkah dalam skenario yang dibuat. Mahasiswa aktif terlibat dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menerapkan paket program matematika dalam pembelajaran matematika dasar (kalkulus) dikelas dan di laboratorium komputer. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan paket program mathematica dan pembelajarankooperatif tipe STAD dalam pembelajaran matematika dasar (kalkulus) dapat digunakan sebagai alternatif perkuliahan untuk mengatasi kesulitan mahasiswa dalam belajar kalkulus.
NILAI PENDIDIKAN ”LASKAR PELANGI” KARYA ANDREA HIRATA DAN ”TOTTO-CHAN: GADIS CILIK DI JENDELA” KARYA TETSUKO KUROYANAGI YARNO .
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.955 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.261

Abstract

ABSTRAKKarya sastra merupakan refleksi kehidupan suatu masyarakat. Begitu pla novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi. Kedua novel itu secara garis besar dapat dikatakan merupakan cerita nyata tentang kehidupan yang dialamioleh penulisnya. Laskar Pelangi bercerita tentang masa kecil hingga cita-cita Andrea Hirata. Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela berkisah tentang pengalaman menarik dan sangat berkesan ketika Tetsuko Kuroyanagimelalui masa-masalah sekolahnya dulu di sekolah dasar.Berkenaan dengan itu penulis merasa tertarik untuk mengupas nilai-nilai pendidikan yang diungkapkan oleh kedua penulis dalam novelnya masing-masing. Unsur-unsur pendidikan yang terdapat dalam keduanovel tersebut dibandingkan. Hasil kajiannya menunjukkan bahwakedua novel itu mengandung nilai pendidikan yang mengajarkan kemajemukan, daya juang, kecerdasan holistik, pertanggungjawaban,sikap hidup, budi pekerti, dan motivasi diri. Dengan demikian, dapat dikatakan, walaupun era dan latar belakang kedua novelberbeda, isinya secara substansial mengandung banyak nilai pendidikan.
IMPLEMENTASI PENGAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI: CONTOH PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN YUNI GAYATRI
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.398 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.258

Abstract

ABSTRAKHasil belajar psikomotorik belum mendapat perhatian yangproporsional untuk banyak mata pelajaran. Keterampilanpsikomotorik memiliki karakteristik yaitu: melibatkan koordinasiotot dan indera, dapat diamati, dapat diukur secara langsung, danmengikuti prosedur tertentu. Berdasarkan karakteristik keterampilanpsikomotor tersebut, pengajaran psikomotorik harus dilakukandengan contoh (modeling), memberi latihan yang terbatas, memberibalikan, dan akhirnya memberi kesempatan latihan yang lebih luas.Untuk mencapai tujuan pembelajaran seperti yang diharapkan, telahdikembangkan model pembelajaran yang dapat mengakomodasikarakteristik keterampilan psikomotor tersebut, yaitu PengajaranLangsung (Direct Instruction).Pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yangdirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif danpengetahuan prosedural yang diajarkan setahap demi setahap. Cirikhas pembelajaran ini adalah adanya modeling, yaitu suatu fasedimana guru memodelkan atau mencontohkan melalui demonstrasibagaimana suatu keterampilan itu dilakukan.Pengajaran langsung dapat digunakan bila guru ingin: (1).Mengajarkan keterampilan psikomotorik (pengetahuan prosedural),contoh: penggunaan alat, mendemonstrasikan gerakan tertentu; (2).Mengajarkan pengetahuan yang terstruktur dengan baik dandiajarkan setahap demi setahap (pengetahuan deklaratif), contoh:metode ilmiah.Sintaks pembelajaran ini merupakan kegiatan belajar mengajaryang dapat dirancang guru pada saat menyusun RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam pelaksanaannya, selainRPP dikembangkan pula perangkat yang lain yang akan digunakanmisalnya lembar pengamatan keterampilan psikomotorik yang akandi evaluasi.
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TEMATIK INTEGRATIF: SEBUAH ALTERNATIF MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMK DWIJANI RATNADEWI
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.694 KB) | DOI: 10.30651/didaktis.v9i2.250

Abstract

ABSTRACTModel Pembelajaran Bahasa Inggris TI adalah merupakan suatu kegiatanpembelajaran bersinergis antar beberapa disiplin ilmu secara terintegrasi dan berdasar pada tema yang sama dan dalam konteks pembelajaran yang serupa dengan tujuan penguasaan suatu kompetensi lulusan yang sama. Dengan dasar pendekatan Contextual dan Communicative pembelajaran TI membuat para siswa belajar di dunianyasendiri, yaitu sesuai dengan bidang keahlian yang ditekuni mereka, karena model pembelajaran ini adalah model pembelajaran bahasa Inggris tentang kompetensi kejuruan mereka sendiri. Model pembelajaran ini tidak membawa pikiran siswa ke tempat lain karena pembelajaran ini memiliki tema yang sama, sehingga memudahkan siswa  berkonsentrasi untuk memahami materi belajar. Disinilah terlihat suatu sinergipembelajaran yang efektif yang dapat diciptakan sebagai alternatifpembelajaran Bahasa Inggris (dan mata pelajaran lain) untuk menjawab keresahan para guru maupun masyarakat pengguna lulusan atau users SMK atas hasil belajar yang kurang memuaskan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6