cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25488295     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Indonesian Journal of Essential Oils contains articles of research results and in-depth reviews covering the following areas: Essential Oil, Medicine Chemistry, Flavour Chemistry, Phytochemistry, Natural Product, Cosmetica and Pharmaceutical, Catalyst for Fine Chemical, Plasmanutfah, Plant Tissue, Development in Equipment and Instrumentation in Supply Chain of Essential Oil, Process Engineering and the other topic concerning on Essential Oil and Herbals.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 6 Documents clear
Kajian Tekno Ekonomi Aplikasi Nano Biopestisida Serai Wangi Untuk Mengendalikan Penyakit Mosaik dan Vektornya serta Potensi Meningkatkan Pendapatan Petani Nilam John Nefri; Rita Noveriza; Dedi Suheryadi; Indria Ukrita
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.834 KB)

Abstract

Pengendalian virus mosaik dan vektornya dalam budidaya tanaman Nilam merupakan salah satu permasalahan penting bagi banyak petani di Sentra Penanaman Nilam di Indonesia.    Hasil Pengujian efektivitas dosis formula nano biopestisida untuk pengendalian virus mosaik dan vektornya di lapangan yang telah dilakukan Noveriza et al (2017b) sangat memungkinkan terjadinya peningkatan penerimaan/pendapatan para petani Nilam di wilayah sentra tersebut.  Kajian tekno ekonomi ini lebih menitikberatkan pada perbandingan potensi kehilangan penerimaan/pendapatan (potential loss of income) dan analisis kriteria investasi NPV, IRR, Net B/C Ratio, Profitability Ratio, BEP dan Payback Period antara penerapan aplikasi nano biopestisida serai wangi dosis 1%, aplikasi insektisida dengan tanpa aplikasi pada pengendalian virus mosaik dan vektornya dalam budidaya tanaman Nilam.  Penerapan aplikasi nano biopestisida serai wangi dosis 1% menunjukkan bahwa akan terjadi potensi kehilangan penerimaan sebesar  Rp. 21.000.000 per Ha atau 41,29% dan pemakaian insektisida akan menimbulkan potensi kerugian sebesar (Rp. 6.340.000) per Ha atau (12,47%).  Hasil analisis kriteria investasi terhadap penerapan aplikasi nano biopestisida serai wangi dosis 1% dalam pengendalian hama dan penyakit pada budidaya tanaman Nilam dengan umur ekonomi proyek selama 5 tahun menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 83.448.611,20, IRR 90,41%, Net B/C Ratio 4,71, Profitability Ratio 3,39, BEP pada nilai penerimaan Rp. 76.305.059,31, dan Payback Period selama 1 Tahun 0,74 Bulan. Untuk penerapan aplikasi insektisida dalam pengendalian hama dan penyakit pada budidaya tanaman Nilam dengan umur ekonomi proyek selama 5 tahun menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 11.903.220,20, IRR 29,89%, Net B/C Ratio 2,05, Profitability Ratio 1,48, BEP pada nilai penerimaan Rp. 108.666.657,94, dan Payback Period selama 2 Tahun 5,29 Bulan.  Sementara itu untuk tanpa aplikasi dalam pengendalian hama dan penyakit pada budidaya tanaman Nilam dengan umur ekonomi proyek selama 5 tahun menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 39.260.896,73, IRR 65,65%, Net B/C Ratio 3,57, Profitability Ratio 2,57, BEP pada nilai penerimaan Rp. 71.259.820,09  dan Payback Period selama 1 Tahun 4,81 Bulan.
Pengaruh Waktu Inkubasi terhadap Biotransformasi Minyak Jarak (Ricinus communis L.) oleh Aspergillus oryzae Dian Mulyani; Elvina Dhiaul Iftitah; Arie Srihardyastutie
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.12 KB)

Abstract

Biotransformasi mikrobial menggunakan jamur Aspergillus oryzae dilakukan dengan menggunakan orbital shaker pada temperatur  26oC, 130 rpm dan variasi waktu inkubasi 3, 5, 7 dan 9 hari. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan GC-MS. Analisis difokuskan pada produk-produk senyawa intermediet, yang mengarah ke pembentukan senyawa lakton. Produk utama yang terbentuk melalui biotransformasi minyak jarak oleh Aspergillus oryzae  (26oC, 130 rpm) adalah etil heksadekanoat (8,24%, 3 hari), etil pentadekanoat (1,22%, 5 hari), etil pentadekanoat (56,28%, 7 hari) dan etil pentadekanoat (0,34%, 9 hari). Semakin lama waktu inkubasi diperoleh semakin banyak produk etil pentadekanoat yang terbentuk, dari 1,22% (5 hari) menjadi 56,28% (7 hari). Namun, mengalami penurunan menjadi 0,34% (9 hari). Senyawa etil pentadekanoat terbentuk maksimum pada hari ke-7. 
Peningkatan Rendemen Dan Komposisi Citronelal pada Minyak Daun Jeruk Purut Melalui Optimasi Laju Alir Kondensat Vivi Nurhadiyanty; DIki Andika Adi Sulaeman; Delta Nazala Hamdalla; Chandrawati Cahyani
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.477 KB)

Abstract

Minyak atsiri daun jeruk purut diisolasi menggunakan metode distilasi uap. Dalam proses distilasi uap, perolehan minyak dapat dimaksimalkan melalui optimalisasi laju alir kondensat.  Laju kondensat berkaitan dengan besarnya laju uap dimana laju uap akan mempengaruhi besarnya panas yang diberikan pada bahan dan besarnya tekanan uap air dalam kolom distilasi saat proses distilasi sedang dilakukan. Penyulingan dilakukan dengan seperangkat alat distilasi uap. Rangkaian alat terdiri atas boiler, kolom distilasi, kondensor, dan penampung distilat, dan labu florentine. Bahan yang digunakan berupa daun jeruk purut. Penyulingan dilakukan pada kondisi tekanan atmosferik. Penyulingan dilakukan selama 6 jam dengan variasi laju alir kondensat 1 L/jam, 2 L/jam, dan 3 L/jam. Distilat yang diperoleh akan ditampung dan minyak dalam distilat akan dipisahkan menggunakan labu Florentine dan penyaringan vakum. Pengujian terdiri atas pengukuran rendemen dari proses distilasi dan pengujian kualitatif untuk mengetahui komposisi senyawa dalam minyak atsiri melalui analisa Gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS). Rendemen yang dihasilkan pada laju kondensasi 1 L/jam, 2 L/jam, dan 3 L/jam secara berturut-turut sebesar 0,31%, 0,40%, dan 0,39%. Laju alir kondensat 2 L/jam merupakan laju alir paling optimum dengan rendemen 0,40% serta komposisi senyawa mayor citronellal 57,38%; linalool 6,4%; isopulegol 15,52%; terpeniol 5,17%; sitronelil asetat 3,22%; dan sitronelol 4,81%.
Pembuatan Dupa Limbah Penyulingan Pala (Kajian Pengenceran dan Lama Pencelupan) Sukardi Sukardi; M. H. Pulungan; N. L. S. Andari; N. L. Rahmah
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.703 KB)

Abstract

Dupa merupakan produk ritual yang digunakan untuk tujuan spiritual, yang biasa digunakan oleh umat Hindu dalam kegiatan keagamaan dan ketka dibakar menghasilkan wewangian. Dupa biasanya dicelupkan ke dalam parfum untuk menambah aroma dupa dan di UKM pencelupan dilakukan hanya selama ± 1 menit dan pengenceran parfum dan metanol dilakukan dengan perbandingan 1:10. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengenceran dan lama pencelupan yang tepat agar dapat menghasilkan dupa pala yang terbaik dari sifat organoleptik (warna, tekstur, aroma sebelum dan sesudah dibakar), kadar air dan lama bakar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu pengenceran yang terdiri dari 2 level yaitu (1:5 dan 1:10) dan lama pencelupan yang terdiri dari 4 level (1 menit, 1,5 menit, 2 menit dan 2,5 menit). Hasil perlakuan terbaik diperoleh dari kombinasi pengenceran 1:10 dengan lama waktu pencelupan 1,5 menit yang memiliki hasil uji orgnoleptik warna cokelat tua (menyukai), tekstur keras (menyukai), aroma sebelum dibakar berbau khas pala (tidak menyukai) dan aroma setelah dibakar berbau pala dan kayu yang menyengat (tidak menyukai) dengan kadar air 13,3% dan lama bakar 81,7 menit.
Studi Pengaruh pH dan Konsentrasi Garam Prekursor AgNO3 dari Sintesis Nanokomposit ZnO-Ag Menggunakan Minyak Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) serta Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Escherichia coli Yuli Ainul Rosita; Elvina Dhiaul Iftitah; Masruroh Masruroh
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.878 KB)

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh pH dan konsentrasi garam prekursor AgNO3 dalam sintesis nanokomposit ZnO-Ag menggunakan bioreduktor minyak cengkeh (Syzygium aromaticum L.) dengan bantuan microwave. Variasi pH larutan yang digunakan adalah 6,9 dan 12. Kosentrasi garam prekursor AgNO3 dengan perbandingan [Zn(Ac)2.2H2O]:[AgNO3] adalah 5:1, 5:3 dan 5:5 mM. Karakterisasi hasil produk sintesis dianalisis dengan XRD dan SEM-EDS. Uji aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli menggunakan metode difusi sumuran. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa pH dan konsentrasi garam prekursor AgNO3 mempengaruhi ukuran kristal. Semakin besar pH, maka ukuran kristal semakin besar. Semakin kecil konsentrasi garam prekursor AgNO3, maka semakin kecil ukuran kristal yaitu sekitar (8,31-41,23 nm). Hasil terbaik dengan ukuran terkecil pada pH 9 dan konsentrasi garam prekursor AgNO3 5:1 mM menunjukkan terbentuknya masing-masing puncak kristal ZnO, Zn(OH)2 dan Ag. Berdasarkan analisis SEM-EDS menunjukkan morfologi logam Ag yang tersebar pada logam ZnO dengan massa% Zn (51,73%), O (39,74%) dan Ag (8,53%). Hasil uji aktibakteri terhadap Escherichia coli mampu menghambat sebesar 16,5 mm.
Minyak Atsiri dan Ekstrak Bunga dan Daun Temulawak sebagai Antioksidan Irmanida Batubara; Latifah Darusman; Sri Wahyuni
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan untuk tujuan kesehatan terutama bagian rimpangnya. Minyak atsiri rimpang temulawak juga telah dilaporkan, namun bunga dan daun temulawak belum banyak dieksplorasi termasuk minyak atsiri dan ekstraknya. Penelitian ini bertujuan menapis minyak atsiri dan ekstrak bunga dan daun C. xanthorrhiza sebagai antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2- difenil-1-pikrilhidrasil). Minyak atsiri daun diperoleh menggunakan metode distilasi air. Bunga dan daun diekstraksi menggunakan n-heksana, etil asetat, dan metanol. Ekstrak etil asetat daun mempunyai potensi antioksidan terbaik dengan nilai IC50 41.50±7.80 μg/mL namun tidak sebaik asam askorbat sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 3.36±0.29 μg/mL Berdasarkan uji kualitatif fitokimia, didapat bahwa ekstrak etil asetat daun temulawak mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Minyak atsiri daun temulawak yang juga mengandung terpenoid tidak mampu menghambat 50% radikal DPPH hingga konsentrasi 167 μg/mL.

Page 1 of 1 | Total Record : 6