cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
International Journal Pedagogy of Social Studies
ISSN : 25496530     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
International Journal Pedagogy of Social Studies (pISSN: 2550-0600 eISSN: 2549-6530 is an international journal that has coverage on Education Social Sciences which have relevance to science education, sociology, politics, history, economics, geography, anthropology, history of contributing to the formation of good citizens within the framework of Education Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education" : 13 Documents clear
Penerapan Metode Pembuatan Karikatur Dalam Pembelajaran IPS Sejarah Khususnya Dalam Materi Perkembangan Masyarakat Sejak Masa Hindu Budha Sampai Masa Kolonial Belanda Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Terhadap Siswa Kelas VII B di SMP Negeri 1 Cikajang. Nurhayati, Aay
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4703

Abstract

Metode Pembuatan Karikatur adalah salah satu bagian dari model pembelajaran visual, model pembelajaran ini dapat diterapkan oleh guru dalam pembelajaran IPS untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna, bagi siswa karena dapat membangkitkan aktifitas kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran visual melalui pembuatan karikatur pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa mengalami peningkatan karena semua siswa merasa dihargai dan dapat ikut andil dalam mempertahankan nama baik kelompoknya meskipun nilai mereka tidak 100 yang penting dalam setiap tes bersiklus ada peningkatan, sehingga siswa memberikan respon positif terhadap metode pembuatan karikatur.  
PEMANFAATAN BUKU TEKS IPS UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA (Penelitian Tindakan Kelas Di Kelas VII-F Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Bandung) dan Wawan Darmawan, Lina Hasanah
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4708

Abstract

This article is the result of a Classroom Action Research is motivated by the observation in the previous class to use textbooks IPS is not optimal, especially if associated with literacy school culture that is still far from expectations. The problem studied much more emphasis on "How to make use of textbooks IPS that exist in order to develop listening skills of students?" The method used in this research is the Classroom Action Research, which consisted of 3 cycles with 4 times the action which includes planning, action, observation and reflection. Data collection tool used is the observational record, a list of active students, interviews and questionnaires. Based on the research results can be explained that to facilitate students in reading textbooks, making a synopsis, draw conclusions, and make a concept map to view the connectivity between the theme / topic in textbooks as part of the utilization of textbooks IPS turned out to have been able to develop listening skills of students in learning IPS, especially students of class VII-F SMPN 13 Bandung. Other results with the use of textbooks IPS students can also communicate the content of textbooks IPS, both oral and written well.Keywords: Textbooks, IPS Learning, Listening Skills, and PTK ABSTRAKArtikel ini merupakan hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilatarbelakangi  oleh hasil pengamatan di kelas sebelumnya terhadap penggunaan buku teks IPS yang belum optimal apalagi jika dikaitkan dengan budaya literasi sekolah yang masih jauh dari harapan. Masalah yang dikaji lebih lebih menekankan pada “Bagaimana memanfaatkan buku teks pelajaran IPS yang ada agar dapat mengembangkan keterampilan menyimak siswa?”  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 3 siklus dengan 4 kali tindakan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Alat pengumpul data yang digunakan ialah catatan observasi, daftar keaktifan siswa, wawancara dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa dengan memfasilitasi siswa dalam membaca buku teks, membuat  sinopsis, menarik simpulan, dan membuat peta konsep untuk melihat keterhubungan antar tema/topik dalam buku teks sebagai bagian dari pemanfaatan buku teks IPS ternyata telah dapat mengembangkan keterampilan menyimak siswa dalam pembelajaran IPS, khususnya siswa kelas VII-F SMPN 13 Bandung.  Hasil lainnya dengan pemanfaatan buku teks IPS siswa juga dapat  mengkomunikasi konten buku teks IPS, baik lisan maupun tulisan dengan baik. Kata Kunci: Buku Teks, Pembelajaran IPS, Keterampilan Menyimak, dan PTK 
PENINGKATAN KECERDASAN EKOLOGIS PESERTA DIDIK DALAM BERTRANSPORTASI HEMAT BBM MELALUI PEMBELAJARAN IPS KONTEKSTUAL (PTK di Kelas VII A SMP Negeri 2 Tomo Kabupaten Sumedang Pada Materi Kelangkaan Sumber Daya Alam) Setiawati, Tati
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4713

Abstract

Penelitian ini berawal dari kecemasan peneliti terhadap kondisi obyektif peserta didik di SMP Negeri 2 Tomo yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi ke sekolah. Mereka nampak belum menyadari dampak yang ditimbulkan dari penggunaan sepeda motor terhadap berbagai aspek, baik  hukum, ekonomi, sosial, keselamatan dan juga terhadap penurunan kualitas lingkungan akibat konsumsi BBM dan polusi yang dihasilkan dari sisa pembakaran BBM. Selain itu dalam pembelajaran IPS, guru belum mengaitkan materi dengan permasalahan sosial dan lingkungan yang dihadapi peserta didik dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, melalui materi “Kelangkaan sumber daya alam” yang disisipkan dalam Standar Kompetensi 6 “Memahami kegiatan ekonomi masyarakat” silabus IPS Kelas VII semester dua KTSP, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas sebagai bentuk perbaikan masalah lingkungan sekolah dan peningkatan kecerdasan ekologis peserta didik dalam bertransportasi hemat BBM melalui Pembelajaran IPS Kontekstual. Desain penelitian tindakan kelas yang digunakan adalah model PTK Elliot. Berdasarkan  hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus dengan  dua belas kali pertemuan, diperoleh peningkatan kompetensi kecerdasan ekologis peserta didik, baik aspek pengetahuan, sikap maupun aspek keterampilan. Data awal pada siklus kesatu menunjukkan nilai kompetensi kecerdasan ekologis berada pada kategori “kurang” dan mengalami peningkatan pada siklus kedua menjadi kategori “cukup”, serta menjadi kategori “baik” pada siklus ketiga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS kontekstual secara efektif meningkatkan kecerdasan ekologis peserta didik dalam bertransportasi hemat BBM di kelas VII A SMP Negeri 2 dan dapat diterapkan di sekolah menengah pertama lainnya yang mempunyai karakteristik daerah serupa. Kata Kunci: Kecerdasan Ekologis, Transportasi Hemat BBM, Pembelajaran IPS Kontekstual.
PEMANFAATAN ECOCOMMUNITY DAN SOCIAL NETWORKING SEBAGAI SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS DALAM MEMBANGUN KECERDASAN EKOLOGIS PESERTA DIDIK Wijaya, Angga
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4704

Abstract

Artikel ini memberikan pokok pembelajaran IPS yang selaras dengan perkembangan global terutama tantangan isu lingkungan hidup. Pemanfaatkan Ecocommunity (komunitas penduli lingkungan Hidup) dan Jejaring sosial (Social Networking) sebagai sumber dan media dalam pembelajaran IPS menajdi salah satu arternatif sarana yang tepat untuk mengembangkan potensi kecerdasan ekologis peserta didik dalam membangun relasi, saling kerjasama,berisnergi melaluisosial interaksi yang positif  untuk menciptakan lingkungan hidup yang baik dalam menjaga keseimbangan alam. Model pembelajaran IPS yang dikembangkan yaitu dengan mengintegrasikan pemanfaatan Komunitas Sosial, Lembaga Sosial, dan Social Networking sebagai sumber dan media pembelajaran dalam Ecopedagogy. Kata Kunci. Eccocomunity, Social Networking, Kecerdasan Ekologis, Ecopedagogy lingkungan hidup, dan Model Pembelajaran IPS.
PENGEMBANGAN TOPIK BENCANA ALAM DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EKOLOGIS SISWA DALAM MERAWAT LINGKUNGAN SEKOLAH Satria, Rizky
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4709

Abstract

Saat ini kondisi kerusakan alam di Indonesia sudah semakin memprihatinkan. Karena tidak banyak orang yang memedulikannya, kerusakan alam tersebut mencapai titik terparah hingga menyebabkan berbagai fenomena bencana. Siswa sekolah sebagai generasi muda diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam memperbaiki permasalahan tersebut, namun kondisi di lapangan menunjukkan bahwa siswa belum memiliki kecerdasan ekologis yang memadai dalam merawat lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan ekologis siswa di Kelas 7 SMP Semi Palar Bandung. Metode penelitian menggunakan PTK dengan model spiral multi siklus dari Kemmis dan Taggart. Dari hasil analisis pencapaian level dan kompetensi kesadaran ekologis, menunjukkan bahwa melalui pengembangan topik materi bencana alam dalam pembelajaran IPS, kecerdasan ekologis siswa dalam merawat lingkungan dapat meningkat dengan optimal. Kesimpulan penelitian ini mengajak para guru agar dapat mengembangkan topik dan metode belajar yang beragam dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kesadaran ekologis siswa sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kelas. Kata Kunci: Bencana Alam, Pembelajaran IPS, Kecerdasan Ekologis. 
KECERDASAN EKOLOGIS PESERTA DIDIK SMA DI KOTA BANDUNG Septian, Yoga
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4715

Abstract

Kota Bandung memiliki sejumlah rmasalah lingkungan. Produksi sampah sangat banyak, mencapai 1.500 ton/hari (PD Kebersihan Kota Bandung: 2015). Penurunan air tanah mencapai 14,4 meter/tahun (Hamandi, 2006: 41). Banjir sering melanda Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot saat musim penghujan. Kualitas air Ci kapundung ikut turun akibat pencemaran limbah dan sampah (Matahelumual 2010).Subejek penelitian adalah seluruh peserta didik SMA di Kota Bandungn dengan sampel 200 siswa di SMAN 4, 9, 11, 21, 23, 25, SMA Pasundan 1 dan SMA St. Aloysius Bandung. Rumusan masalah terdiri dari: 1) Bagaimanakah pengaruh pengetahuan lingkungan terhadap perilaku ramah lingkungan peserta didik SMA di Kota Bandung, 2) Bagaimanakah pengaruh sikap peduli lingkungan terhadap perilaku ramah lingkungan peserta didik SMA di Kota Bandung.Hasil penelitian menunjukan tidak ada pengaruh pengetahuan dan sikap peduli lingkungan terhadap perilaku ramah lingkungan. Diperlukan upaya seperti terus meningkatkan kualitas pembelajaran lingkungan hidup yang lebih bermakna. Pemerintah mengeluarkan kebijakan seperti pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi. Sampai kapan warga sadar untuk tidak menginginkan kendaraan pribadi, sementara itu pada waktu yang sama polusi udara terus bertambah. 
PENGARUH PENGGUNAN VARIASI MEDIA PEMBELAJARAN IPS TERHADAP KETERCAPAIAN KOMPETENSI INTI DALAM KURIKULUM 2013 DI KOTA BANDUNG dan Riefki Fiestawa, Meisendi, Dena Yemin
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4705

Abstract

Kompetensi pembelajaran IPS dibagi kedalam empat bagian yang saling berkesinambungan, yakni spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Demi tercapainya kompetensi tersebut, usaha yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Pemilihan variasi media pembelajaran ini berlandaskan manfaat dan fungsinya yakni sebagai alat komunikasi antara guru dan peserta didik. Ketika komunikasi antara guru dan peserta didik berjalan dengan baik maka pesan dan tujuan pembelajaran lebih mudah dicapai. Penelitian ini mengkaji gambaran penggunaan variasi media dan kompetensi inti pembelajaran IPS serta melihat pengaruh variasi penggunaan media pembelajaran terhadap ketercapaian kompetensi inti pembelajaran IPS. Hasilnya menunjukkan variasi penggunaan media pembelajaran berpengaruh positif terhadap ketercapaian kompetensi inti pembelajaran IPS dengan skor loading factor sebesar 0.46, baik dengan pemanfaatan media cetak, media elektronik, maupun media realita. Ini didukung hasil analisis statistik deskriptif dan uji statistik hipotesis structural equality method (SEM). Secara lebih rinci digambarkan bahwa media cetak paling sering dipergunakan guru dengan persentase sebesar 94%, sedangkan jenis media yang paling berpengaruh pada ketercapaian kompetensi inti adalah media realita dengan skor loading factor sebesar 0.876. Sedangkan kompetensi inti yang paling tercapai dengan pemanfaatan variasi penggunaan media pembelajaran adalah kompetensi spiritual dengan persentasi sebanyak 97.9%, sedangkan berdasarkan pengujian statistik kompetensi keterampilanlah yang paling dipengaruhi variasi media pembelajaran, dengan skor loading factor sebesar 0.899.Kata Kunci: Variasi Media Pembelajaran, Kompetensi Inti, Pembelajaran IPS
EFFECTIFITY OF VCT METHOD IN TEACHING SOCIAL SCIENCES TO IMPROVE THE MENTAL ATTITUDE OF MANNERS. (Class Action Research in the VII E Classroom SMPN 4 Bandung) Febrianti, Puti Laras
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4710

Abstract

The background of this research of several problems in social sciences studies which tends to strengthen to cognitive aspect, on the other hand the role of teachers is dominantly implemented in the process of studying social sciences, this event tends to be given by delivering speech and discussion without considering the manners of the students. This purpose of the research is to search the Values Clarification Technique Metods and to accomplish the problem of moral and ethics undergone by the students especially the student’s manners during learning the social sciences subject at schools. This research is expected to recognize the effectivity of Values Clarification Technique (VCT) method implementation in improving, selecting and judging the consistent behavior. This class action is released in seventh grade E of SMPN 4 Bandung which has been begun by arranging the Values Clarification Technique (VCT) action plan, and continued by cycle I, cycle II and cycle III. Methode used in this action is called classroom action research (PTK) based on subject of the teacher research on thirty four students. The source is derived from observation, interview, field notes and document. Data analysis is started from collection of data, the interpretation data and the validity of data. The result of research shows that the study of social sciences throug VCT method is able to improve the mental attitude of manners during studying in the classroom. In spite of the difficulties about time, conception and the comprehension of the student on VCT method can be inferred that they tend to perform proper manners of the students. By improving good manner, the active process of study which interpretated by stating, questioning and responds, all will indicate the good attitude and active roles showed by the students in behaving. According to the conclusion above, the VCT method is certainly needed and it should be supported by various materials, models, media, source of studies, and evaluation system. To improve the good manners of the students in studying social sciences, it is exactly necessary to grow moral value and ethics. Teachers are expected to conduct the class research in order to understand, analyze and overcome the problems related to daily taks at school.Keywords: Effectifity, Values Clarification Technique, Social Sciences Learning, attitude of manners
IMPLEMENTATION OF AUTHENTIC LEARNING MODEL IN SOCIAL LEARNING FOR DEPELOPMENT OF STUDENT’S SOCIAL SKILLS (Classroom Action Research at class of VII A in SMP Negeri 7 Bandung) Purnamasari, Dian
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4706

Abstract

This study originated from the writer’s concern towards  an issue occurred in seventh graders of SMP N 7 Bandung related to social skills of student. The issue is finding from conducted observation in several meetings of February 2014. Indicator of the problems which is encountered is low interest in cooperating, responsibility and tolerance of learners in learning process, less understanding of  the meaning of social studies, low participation of learners in learning, unwell paradigm of social studies, lack of initiative participation in learning process, and low learning results. Reviewing the examined issues relate to the learning process, the researcher chose Classroom Action Research (CAR) with 4 cycles of David Hopkins research design. Alternative selected solutions, namely Authentic Learning Models. Implementation of authentic learning activities in social learning as an alternative in purpose to develope the social skills of students can be categorized in good level. The development of authentic learning in social learning can be seen from the development of social skills indicators such as able to cooperating with their groups, had a good responsibility, and able to apply owned knowledge, have perspective, empathized, and have self-knowledge to toleranced with others. Based on the findings in field could conclude from this study, including the first, well-designed research planning. Second, grow social skills of students in the implementation of the learning activities using utilization of authentic learning carried out more focused and neatly on each cycle. Third, reflecting the constraints that are found in every cycle and overcome the constraints on the next cycle. Fourth, the solution in the constraints found in the utilization of authentic learing students experience positive changes that increase students' social skills. This reflects the achievement of all indicators of students’social skills. Fifth, after using utilization of Authentic Learning able to grow social skills in students. Keywords: Authentic Learning, Social Skills
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH DI SMPN 3 SUKABUMI Ramdhani, Rekha Budi
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 1, No 2 (2016): Learning Social Science Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v1i2.4711

Abstract

This article was written to analysed (1) Implementation of Adiwiyata Programme in SMPN 3 Sukabumi that is the policy with vision of environmental, curriculum execution based of environmental, environmental activity based of partisipation, equipment management supported of environmental friendliness and resistance execution of Adiwiyata Programme (2) Behavioral of school citizen into management school environmental. This research to use descriptive cualitatif method. The selection of research subject with purpossive method. Data were collected by using interview, square observation, and documentation. The finding of the research showed that (1) Implementation of Adiwiyata Programme in SMPN 3 Sukabumi to pass the policy will vision of environmental like a visi, misi and school purpose ready inserted in the protection and management environmental policy. Curiculum execution based of environmental like a monolitic and integration, environmental activity based of partisipation like a “Gerebek Sampah” and “Sampah Balad Kuring” programme, equipment management supported of environmental friendliness like to use the school area to like chemists, green house, fishpond, and bank sampah. Resistance execution of Adiwiyata Programme was not yet to prepare laboratory and equipment supported to PLH study, school area still narrow, and canteen still to use plastical stuff to food packing. Citizen of SMPN 3 Sukabumi was behavioral is mind in environmental management like is planting and take care of croop, to select and throwing away garbage, to using economize water, electric and paper. Key words: Adiwiyata programme, behaviour, environmental management.

Page 1 of 2 | Total Record : 13