cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Simposium II UNIID 2017
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2017)" : 90 Documents clear
POTENSI PENERAPAN CARSHARING DI LINGKUNGAN PEGAWAI PABRIK KABUPATEN BANDUNG Ulfah Aliifah Rahmah; Ibnu Syabri
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.937 KB)

Abstract

Carsharing atau berbagi kendaraan dengan menyewanya bersama- sama sudah menjadi fenomena yang lazim di kota- kota Eropa dan Amerika Utara. Perkembangan carsharing di negara berkembang, khususnya di perkotaan Indonesia mengalami beberapa tantangan dan persoalan dalam penerapannya. Persoalan- persoalan tersebut antara lain terdiri dari persoalan supply- demand, gender dan biaya dari carsharing. Kurangnya supply yang memadai serta kesenjangan dengan demand yang ada menjadi permasalahan tersediri bagi penerapan carsharing. Selain itu keterbatasan dana yang dimiliki oleh masyarakat berpendapatan rendah pun menjadi tantangan yang cukup besar untuk menerapkan carsharing. Tujuan studi ini adalah untuk melihat potensi penggunaan “carsharing” dalam lingkungan yang dipertimbangkan memiliki kelayakan secara demand, khususnya pada pekerja pabrik yang tinggal dan tempat kerja yang berdekatan. Studi ini dilakukan di kawasan pabrik di Kabupaten Bandung dengan menggunakan metoda binary logit. Temuan dari studi menunjukkan bahwa dari 150 responden pegawai pabrik yang diwawancarai menunjukkan 70% diantaranya setuju akan carsharing, dengan pertimbangan biaya perjalanan, gender, usia dan lama perjalanan serta faktor keamanan bagi wanita.
SISTEM KEUANGAN SYARIAH UNTUK PENINGKATAN INVESTASI SWASTA PADA PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA Achmad Helmi; Sri Prabandiyani RW; Bambang Riyanto
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.371 KB)

Abstract

Investasi sangat dibutuhkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih dari 7 persen setahun. Pembangunan Infrastruktur transportasi, sumber daya air dan perumahan di Indonesia kenyataannya hanya 30% yang dapat didukung oleh dana APBN dari rencana. Sehingga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi peran investor swasta sangat diharapkan. Kenyataan dalam realisasi dari peran investor swasta untuk mendukung kekurangan dana tidak sesuai harapan. Sehingga diperlukan sistem investasi selain sistem keuangan konvensional berdasarkan bunga yang berlaku sekarang dengan menggunakan sistem keuangan syariah yang berdasarkan bagi hasil. Dengan metode analisa secara kwantitatif, studi literatur dalam rangka mendapatkan informasi dari sumber primer dan sekunder. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dari komparasi konsep keuangan syariah untuk pembangunan infrastruktur dengan model BTO (Build Transfer Operate) dengan sistem keuangan konvensional sekarang menujukkan hasil penggunaan sistem keuangan syariah signifikan. Diberlakukan sistem keuangan syariah dan banyaknya investor muslim yang tidak setuju dengan sistem bunga dari keuangan konvensional akan menanbah minat investor dan negara muslim dalam investasi infrastruktur di Indonesia.
EVALUASI EKONOMI SUMBER DAYA AIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI Septarianti Arini; Dinar Dwi Anugerah Putranto; Sarino Sarino
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.883 KB)

Abstract

Tantangan utama pengelolaan sumberdaya air yang berorientasi pada keberlanjutan adalah untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara kebutuhan dan dampak aktivitas manusiaterhadapekosistem (Falkenmark, 2004). Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan merupakan tantangan pemikiran, karena sistem, masalah dan strategi pengelolaan yang terkait dengan air ditentukan oleh interaksi antara kegiatan sosioekonomi dan faktor biofisik (Hiwasaki dan Arico, 2007; Pahl-Wostl, 2007). Pengelolaan sumber daya air sering berfokus pada pemenuhan kebutuhan air yang meningkat tanpa memperhitungkan secara memadai kebutuhan untuk melindungi kualitas dan ketersediaan air, dan melestarikan ekosistem dan keanekaragaman sumberdaya lahan (Rahmah Elfithri dkk, 2011).Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketersediaan air pada DAS Musi Hilir untuk memenuhi kebutuhan air, dan menganalisis nilai ekonomi ketersediaan sumber daya air. Metodologi yang digunakan adalah metode analisis spasial ketersediaan dan pemanfaatan sumber daya air melalui survey menggunakan teknik wawancara dan kuesioner, untuk analisis nilai ekonomi ketersediaan dan kerusakan pemanfaatan sumber daya air di wilayah DAS penelitian. Tiga kategori penilaian ekonomi akan digunakan, yaitu nilai penggunaan dan nilai intristik (Pearce dan Turner, 1991; Munasinghe, 1993; Pearce dan Moran, 1994). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air bertambah sedangkan debit ketersediaan air berkurang, karena adanya perubahan penggunaan lahan dan pemompaan untuk komersial.
KOMPONEN AKSESIBILITAS YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN JALAN TOL SEMARANG – SOLO OLEH KAWASAN STRATEGIS DI SEKITARNYA Catherine Wahyu NW; Danang Parikesit
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.873 KB)

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Semarang – Solo bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas pada jalan nasional yang selama ini menjadi jalan utama dalam pendistribusian orang maupun barang dan juga untuk meningkatkan akses kawasan – kawasan strategis yaitu kawasan yang diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap ekonomi, sosial, budaya atau lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian apakah kawasan – kawasan strategis tersebut memiliki akses yang cukup baik untuk memanfaatkan Jalan Tol Semarang – Solo dilihat dari sisi komponen aksesibilitas. Penelitian dilakukan metode pengukuran gabungan antara activity based measured dan infrastructure based measured, dimana perjalanan yang dihasilkan oleh suatu kawasan dibagi dengan impedance atau hambatan jaringan jalan penghubung dari kawasan strategis menuju gerbang tol terdekat dengan persamaan Ai = Σ Oj / (tαij dβijcγijlδij pσij). Impedance infrastruktur berupa jarak, waktu tempuh, tingkat pelayanan dan kondisi perkerasan. Indeks aksesibilitas kawasan strategis rata-rata tergolong rendah (nilai indeks < 70), indeks aksesibilitas tinggi hanya dimiliki oleh kawasan strategis perkotaan Ungaran sebesar 201,44. Dari sisi pemanfaatan akses tol terdekat diperoleh nilai pemanfaatan sebesar 48%, dengan kawasan industri yang paling kecil yaitu 23%. Komponen aksesibilitas yang paling berpengaruh untuk pemanfaatan jalan tol pada kawasan industri adalah level of service sebesar – 0,32, pada kawasan perkotaan adalah komponen biaya yaitu sebesar -4,884, dan pada kawasan wisata adalah komponen waktu yaitu sebesar -2,489.
PEMANFAATAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN DENGAN SOIL BINDER TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG Yulindasari Sutejo; Ratna Dewi; Citra Indriyanti; Ridhuan Andika; Reffanda Kurniawan Rustam
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.077 KB)

Abstract

Salah satu parameter yang diperlukan untuk mengetahui kondisi suatu tanah adalah nilai CBR (California Bearing Ratio). Pada penelitian ini, nilai CBR dikaitkan dengan perancangan tebal perkerasan. Nilai CBR diperoleh berdasarkan proses pencampuran tanah dengan bahan tertentu. Adapun campuran yang digunakan yaitu Soil Binder (SB) dan Abu Ampas Tebu (AAT). Soil Binder dengan variasi campuran 20 gram/liter air, 25 gram/liter air, 30 gram/liter air. Dan campuran Abu Ampas Tebu sebesar 4 %, 8 %, dan 12 %. Waktu perawatan sampel selama 0, 7, 14 (hari). Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan tanah di daerah Jl. Tanjung Api-Api Desa Gasing Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO digolongkan A-7-6 sedangkan berdasarkan klasifikasi USCS digolongkan kelompok CH. Nilai CBR tanah asli sebesar 14.75 %. Adapun nilai CBR tertinggi diperoleh pada variasi campuran SB 30 gr/liter air dan AAT 12 % dengan waktu perawatan selama 14 hari sebesar 32.37 %. Nilai DDT tertinggi yaitu dengan variasi campuran SB 30 gr/liter air dan AAT 12 % dengan waktu perawatan selama 14 hari sebesar 8.193.
MENCEGAH KONFLIK SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN I Wayan Redana
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.084 KB)

Abstract

Konflik sosial dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan harus dihindari. Konflik yang berkelanjutan yang berawal dari pro dan kontra teknologi akan mengakibatkan social cost yang amat luar biasa tinggi. Persatuan Insinyur Indonesia dalam etika profesi menyebutkan bahwa insinyur senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya. Hal ini berarti bahwa insinyur senantiasa menghindari konflik kepentingan atau pro dan kontra pemilihan suatu teknologi yang akan dibangun. Elemen konflik meliputi : Pemicu yang dianalogkan dengan api; akselerator yang dianalogkan dengan angin panas; dan akar konflik yang dianalogkan dengan rumput kering. Umumnya, terdapat lima tahap eskalasi konflik yaitu: Sengketa, Ketegangan/mobilisasi, Krisis, Kekerasan terbatas, Kekerasan massal, dan Penurunan eskalasi konflik. Semua hal diatas tidak akan terjadi lebih kelam, apabila melalui proses kajian kelayakan, perencanaan yang jelas dan berkaitan dengan etika, moral, aturan, budaya, dan kepentingan sosial. Eskalasi konflik dilawankan dengan deeskalasi konflik yaitu konflik dilawankan dengan pembangunan damai yang pada akhirnya akan sampai kepada pemilihan teknologi tepat guna yang memberi rasa damai kepada masyarakat luas. Rumusan masalah studi ini adalah bagaimana tren konflik yang terjadi dan bagaimana cara menyikapi pro-kontra rencana pembangunan infrastruktur. Tujuan tulisan adalah mengungkap tren konflik yang terjadi, mengedepankan nilai budaya, mengedepankan posisi sebagai analis dan mengedepankan tatanilai etika dan moral dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Metodologi yang dipakai adalah mengamati jalannya suatu pro dan kontra, menganalisis data sekunder hasil kajian infrastruktur. Beberapa kasus yang dibahas antara lain Studi kelayakan Jalan Tohpati Kusamba, Jalan Sunset, reklamasi Teluk Benoa, Taman nasional Tesso Nilo, Kerinci Seblat, Kayan Mentarang, Kutai dan Sebangau. Simpulan dan saran dari kajian ini adalah bahwa nilai Sosial Budaya melalui fokus group discussion harus dikedepankan dan menjadi faktor penentu, disamping kelayakan secara Hukum, Lingkungan, Teknis, dan Ekonomi sesuai dengan prasyarat suatu kajian infrastruktur berkelanjutan
BAHAYA PEMOMPAAN AIR TANAH TERHADAP LAND SUBSIDENCE PADA LAPISAN TANAH LUNAK Suwarno Suwarno
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.936 KB)

Abstract

Pemakaian air tanah yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan muka tanah yang sangat luas (land subsidence). Tidak sedikit kerugian yang diakibatkan oleh land subsidence, sebagai contoh diantaranya adalah turunnya konstruksi jetty di Terminal Peti Kemas dan daerah sekitar pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Tujuan mencari penyebab land subsidence sangatlah penting untuk memperkecil dampak penurunan tanah yang akan terjadi di masa mendatang. Metodologi yang paling sederhana untuk mencatat penurunan tanah adalah dengan melakukan pemetaan topografi secara berkala. Namun hal yang sangat penting dipelajari adalah mencari penyebab utama peristiwa land subsidence. Adapun beberapa faktor penyebab penurunan permukaan tanah antara lain proses-proses geologi seperti aktifitas vulkanik dan tektonik, siklus geologi, adanya rongga di bawah permukaan tanah; pengambilan bahan cair dari dalam tanah seperti air tanah atau minyak bumi; adanya beban-beban berat diatasnya seperti struktur bangunan sehingga lapisan-lapisan tanah dibawahnya mengalami kompaksi atau konsolidasi. Hasil yang diperoleh dari analisa probablitas penyebab terjadinya land subsidence menjadi dasar penanganan pencegahan atau memperkecil kerusakan yang terjadi akibat land subsidence. Kesimpulan yang didapatkan sebagai penyebab land subsidence bukanlah pemompaan air tanah semata, melainkan banyak hal diantaranya pembebanan yang melebihi daya dukung tanah maupun penurunan muka tanah akibat pengambilan bahan padat dari tanah (aktifitas pengerukan).
Cover ASP uniid uniid
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.598 KB)

Abstract

Cover ASP
PEMILIHAN BENTUK MODEL PENILAIAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI UNTUK RUAS JALAN NASIONAL DI INDONESIA Mona Foralisa Toyfur; Krishna S. Pribadi; Sony S. Wibowo; I Wayan Sengara
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.276 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat rawan terhadap bencana alam. Bencana alam banjir, gempa bumi, longsor, gempa bumi, dan tsunami merupakan bencana alam yang banyak berpengaruh terhadap jalan dan jembatan di Indonesia. Gempa bumi merupakan bencana yang kejadiannya sulit diprediksi, tetapi dampak merusak gempa bumi sangat besar dibanding dengan bencana banjir yang selalu terjadi secara periodik. Pemerintah Indonesia belum memiliki manajemen risiko bencana alam yang menyeluruh untuk ruas jalan, terutama tahap mitigasi. Pada saat ini baru tersedia dan diterapkan pedoman untuk tahap tanggap darurat (setelah terjadi bencana). Pada saat ini telah berkembang model penilaian kuantitatif, kualitatif dan semi kuantitatif sebagai alat untuk menilai risiko bencana. Pemilihan bentuk model penilaian yang tepat sangat penting berkaitan dengan keluaran yang diharapkan. Masing-masing bentuk model penilaian memiliki kebutuhan masukan jumlah dan ketelitian/akurasi data. Penelitian ini bertujuan untuk memilih model penilaian risiko bencana gempa bumi untuk ruas jalan nasional. Metodologi yang digunakan adalah dengan studi literatur dan pengambilan data primer dengan wawancara. Hasil studi literatur dan pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa model penilaian semi kuantitatif merupakan model yang paling cocok digunakan untuk Indonesia
PENGARUH TEKANAN PADA PEMBUATAN BATA SEMEN BERBAHAN DASAR PASIR APUNG Mufti Amir Sultan; Muhammad Taufiq Yudasaputra
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.002 KB)

Abstract

Kota Tidore Kepulauan memiliki potensi sumber daya alam berupa ketersediaan pasir apung. Pasir apung adalah jenis butiran yang berwarna terang, mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas dan biasanya disebut juga sebagai butiran gelas vulkanik silikat. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada pengusaha bata semen, dalam proses pengepresan yang dilakukan hanya berdasarkan perkiraan, sehingga kekuatan bata semen tidak diketahui. Oleh karena itu, perlu adanya suatu penelitian mengenai pemberian tekanan pembuatan bata semen sehingga kuat tekan bata semen dapat diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tekanan pada proses pembuatan bata semen yang menggunakan pasir apung. Tahapan yang dilakukan antara lain : pengujian karakteristik material, perencanaan komposisi campuran 1PC : 4PS, dan variasi pemberian tekanan yaitu 1,33 MPa; 2,67 MPa; 4,00 MPa; 5,33 MPa dan 6,67 MPa dengan jumlah sampel 75 buah. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semakin besar tekanan yang diberikan maka semakin tinggi nilai kuat tekan dan penyerapan yang semakin kecil. Bata semen hasil produksi pasaran menghasilkan kuat tekan 42,37 kg/cm². Bata semen yang menggunakan pasir apung dengan pemberian tekanan, yaitu 1,33 MPa; 2,67 MPa; 4,00 MPa; 5,33 MPa dan 6,67 MPa, menghasilkan berat yang lebih ringan dari bata pasir Kalumata dengan beban atau tekanan yang diberikan sama dengan bata pasir apung.

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 2 (2017)