cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Simposium II UNIID 2017
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2017)" : 90 Documents clear
BIO CONCRETE: SELF-HEALING CONCRETE, APLIKASI MIKROORGANISME SEBAGAI SOLUSI PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR RENDAH BIAYA Wahyu Herlambang; Asih Saraswati
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.021 KB)

Abstract

Infrastruktur penunjang kehidupan saat ini seperti jalan raya, jembatan, serta bangunan banyak yang terbuat dari beton. Perlu dilakukan pemeliharaan berkala terhadap infrastruktur tersebut untuk menjaga agar infrastruktur tersebut tetap layak digunakan. Masalah yang sering terjadi pada infrastruktur berbahan beton ialah terjadinya retak beton. Retak yang terjadi dapat menjadi lebar dan membahayakan jika tidak dilakukan tindakan perbaikan. Perbaikan untuk retak beton membutuhkan biaya yang tinggi. Dilain sisi terdapat inovasi yaitu bio concrete, suatu campuran beton dengan mikroorganisme yang dapat membuat beton dapat memperbaiki dirinya sendiri (self-healing concrete) ketika terjadi kerusakan seperti retak beton. Mikroorganisme yang umum digunakan pada campuran beton ini ialah Bacillus sp. dan Sporosarcina sp. Bakteri tersebut dapat mensekresikan senyawa yang nantinya dapat membentuk endapan CaCO3 (kalsium karbonat) yang dapat mengisi retak-retak yang timbul pada beton melalui jalur metabolismenya. Pengaplikasian teknologi ini sangat penting dilakukan mengingat inovasi teknologi ini dapat menekan pembiayaan pemeliharaan infrastruktur yang saat ini masih tinggi.
IDENTIFIKASI RISIKO PADA KONTRAK BERBASIS KINERJA (KBK) PROYEK JALAN RAYA DI INDONESIA I Putu Artama Wiguna; Nadjadji Anwar; Hanie Teki Tjendani
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.885 KB)

Abstract

Kontrak Berbasis Kinerja (KBK) merupakan kontrak terintegrasi sebagai salah satu upaya pemerintah agar jalan raya selalu dalam kondisi mantap. Sebelumnya, pemeliharaan jalan dilakukan dengan kontrak konvensional dimana perencana, pelaksana pekerjaan konstruksi dan masa layanan pemeliharaan dilakukan oleh penyedia jasa yang berbeda. Sedangkan kontrak berbasis kinerja ini menyerahkan semua tanggung jawab tersebut pada satu penyedia jasa (kontraktor) dan dibayar secara lump sum sesuai kinerja yang dihasilkan. KBK mendorong penyedia jasa untuk menyediakan pekerjaan bermutu jika tidak ingin mengalami kerugian lebih besar pada masa layanan pemeliharaan. KBK telah digunakan di negara maju dan negara berkembang serta berhasil memberi manfaat bagi otoritas jalan berupa penghematan biaya pemeliharaan dan peningkatan kondisi aset jalan yang dikontrakkan. Pada dasarnya kontrak berbasis kinerja merupakan usaha penempatan risiko kepada pihak penyebab risiko. Pada kontrak konvensional, risiko tersebut menjadi beban pihak pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi risiko-risiko pada tahap persiapan kontrak berbasis kinerja yaitu tahap prebidding, bidding serta tahap perencanaan konstruksi, tahap pelaksanaan konstruksi dan masa layanan pemeliharaan. Tahap prebidding dan bidding merupakan lingkup pekerjaan pemilik proyek (owner) sedangkan tahap selanjutnya yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan masa layanan pemeliharaan merupakan lingkup pekerjaan penyedia jasa
KELAYAKAN DAN DAMPAK PEMBANGUNAN JEMBATAN MUARA BULIAN TERHADAP PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH KABUPATEN BATANG HARI Muhammad Safri
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.343 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pembangunan jembatan Muara Bulian terhadap pengembangan ekonomi wilayah Kabupaten Batang Hari. Banyaknya kendaraan angkutan barang (angkutan batubara dan CPO) yang melintasi Kota Muara Bulian telah membuat kemacetan di Kota Muara Bulian. Oleh karena itu dibutuhkan pengalihan arus untuk kendaraan angkutan barang agar tidak melintasi Kota Muara Bulian. Ruang lingkup penelitian difokuskan terhadap dampak sosial dan ekonomi dari pembangunan jembatan tersebut serta studi kelayakan jembatan secara finansial.Jenis data yang digunakan yaitu jenis data sekunder yang didapat dari wawancara dan data dari dinas-dinas terkait yang ada di Provinsi Jambi dan Kabupaten Batang Hari tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) Pembangunan Jembatan Muara Bulian ditujukan untuk membangun wilayah yang terisolir di Kecamatan Maro Sebo Ilir selama ini. Kecamatan Maro Sebo Ilir mempunyai potensi yang sangat besar baik dari segi perkebunan maupun pertambangan. Potensi perkebunan yang ada di Kecamatan Maro Sebo Ilir yaitu kelapa sawit dan karet sedangkan untuk pertambangan terdapat batu bara dan minyak bumi. Pembangunan jembatan Muara Bulian diperkirakan akan membuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kabupaten Batang Hari serta dapat meningkatkan kekuatan dan peluang potensi-potensi usaha baru yang selama ini belum ada di Kabupaten Batang Hari pada umumnya. (2) konektivitas jalan di utara jembatan Muara Bulian akan terhubung dengan jalan provinsi yang sudah ada. Untuk memperlancar arus tranportasi menuju jalan provinsi, maka diperlukan pembuatan jalan baru sepanjang ± 3 Km dengan estimasi biaya ± Rp. 8.400.000.000 dengan standar biaya 2.800.000.000 /Km.
COMPARISON OF RAINFALL DATA MANAGEMENT BETWEEN INDONESIA AND JAPAN Intan Supraba
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.181 KB)

Abstract

President Joko Widodo administration has launched infrastructure megaprojects development in Indonesia such as build of 3,733 kilometers of new toll roads, 49 dams, bridges, and mega power plant projects with a total capacity of 35,000 megawatts. Civil construction requires rainfall data to design road drainage channel, to calculate reservoir water level fluctuations, to determine the distance between the bottom of the bridge and the water surface, to simulate flood, and to manage water resources. As rainfall data has an important role in infrastructure development, this study aims to compare the rainfall data quality and the ease of access to get that data based on case study between Japan and Indonesia by doing literature review. Results showed that in Japan, hourly rainfall data can be easily and freely accessed from Water Information System website provided by Ministry of Land, Infrastructure, Transportation, and Tourism. Flood warning also can be simply accessed in Japan Meteorological Agency website. In Indonesia, hourly rainfall data is not available in the website, thus users need to submit an official request for obtaining the data. Comprehensiveness of data is questionable. Thus, data management including adding observatory facilities should be improved to support acceleration of infrastructure development in Indonesia.
FLOOD CONTROL IN THE SEKANAK RIVER OF PALEMBANG CITY Achmad Syarifudin
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.773 KB)

Abstract

Floods during the rainy season has become routine events in several cities in Indonesia. Various reasons to trigger the occurrence of flooding, among other drainage network system capacity is decreased, increasing water flow, or a combination of both. The capacity of the drainage channel has been calculated based on the design criteria to accommodate the flow of water occurs so that the area is not experiencing inundation or flooding. The reduced system capacity due to, among others, many precipitates, physical damage or their network systems and illegal buildings on the system network. While the cause of the discharge increases, among others, high rainfall out of habit, changes in landuse, environmental damage to the basin in a region. Cases like mentioned above also occur in Sekanak Sub-basin, so it is necessary to study the drainage network performance evaluation system based on the concept of sustainable drainage based on community participation. Good and bad, high and low of the drainage network system performance is largely determined by community participation in management, especially with the lack or absence of funds from Palembang city government for the management of drainage network system. Drainage system performance can be evaluated from the technical aspects as well as non-technical. One technical aspect is the frequency analysis to look at the picture unit hydrograph. Analytical results from this study may be that the maximum flow of 25 m3 /sec at peak hours at the time of 4.8 hours and then slowly starting to go down at a time to 24 hours. The others aspect is Social construction problems can be solved by Public Participation approach, with the Government acting on the principle of fair, development activities carried out with transparency and attention to the needs of the community.Social problems occurring both at the pre-construction stage (land acquisition and resettlement), construction (procurement and mobilization of labor, mobilization of heavy equipment and construction materials and equipment operations) and post-construction can be anticipated by social engineering forming between Other identification of community character and institutions, socialization, public consultation, community gathering and community
KAJIAN POTENSIAL LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPA BERDASARKAN DATA SPT-N DI WILAYAH PROVINSI ACEH Munirwansyah Munirwansyah; Halida Yunita; Reza P. Munirwan
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.245 KB)

Abstract

Provinsi Aceh merupakan wilayah yang rawan gempa. Gempa Aceh 26 Desember 2004 dan 7 Desember 2016 telah mengakibatkan terjadinya likuifaksi di beberapa tempat. Likuifaksi telah banyak menjadi penyebab dari kerusakan bangunan dan sarana infrastruktur. Sehingga perlu dikaji potensi likuifaksi di daerah pesisir yang banyak terdapat pemukiman penduduk, bangunan bertingkat dan infrastuktur. Kajian potensi likuifaksi menggunakan data N-SPT, dilakukan dengan menggunakan MetodeKishida (1969), Metode Whitman (1971), serta Metode Valera dan Donovan (1977). Magnitude gempa yang diterapkan adalah 6 SR, 8 SR dan 9 SR. Metode Kishida (1969) memberikan hasil bahwa untuk magnitude gempa 6 SR, 8 SR dan 9 SR tidak berpotensi likuifaksi pada lapisan 3m – 21m. (1971) pada magnitude gempa 6 SR tidak mengalami likuifaksi pada tiap lapisan tanah. Sedangkan Metode Valera dan Donovan (1977) semua lapisan tanah mengalami likuifaksi pada setiap magnitude gempa kecuali pada kedalaman 3m. Gabungan dari ketiga metode di atas memberikan hasil bahwa seluruh lapisan berpotensi likuifaksi kecuali pada lapisan 3 m dengan magnitude gempa 6 SR Dengan demikian pembangunan gedung dan infrastruktur di daerah Pesisir Utara Aceh Provinsi Aceh perlu didahului dengan usaha perbaikan tanah untuk mengantisipasi fenomena likuifaksi.
Cover SDM UNIID UNIID
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.876 KB)

Abstract

Cover SDM
PENGUATAN MODEL REGULASI DI BIDANG PEMBIAYAAN PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DI INDONESIA Faizal Kurniawan; Radian Salman; Erni Agustin; Ilhami Ginang Pratidina
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.09 KB)

Abstract

Pembiayaan merupakan aspek terpenting yang mempengaruhi intensitas keterlibatan sektor swasta dalam proyek infrastruktur. Minimnya pembiayaan swasta dalam pembangunan infrastruktur, utamanya didasari faktor hukum, diantaranya perubahan kebijakan dan regulasi selama masa investasi yang diperparah dengan disharmonisasi regulasi terkait dengan prinsipprinsip hukum bisnis yang memberi kepastian berinvestasi, misalnya pemberian jaminan perbankan. Di sisi lain, jaminan pemerintah tidak dapat diberikan terhadap seluruh proyek infrastruktur, dan apabila terjadi dispute, tidak mudah dicairkan karena harus memperhatikan prinsip pengelolaan dan pengendalian risiko keuangan APBN. Sehingga konsep risk sharing sulit untuk terlaksana dan jelas menghalangi tujuan percepatan pembangunan infrastruktur. Tulisan ini mengelaborasi hambatan-hambatan hukum dalam proses penyediaan infrastruktur, termasuk mengevaluasi peraturan perundang-undangan terkait dan kesesuaiannya dengan prinsip hukum bisnis, khususnya hukum kontrak yang menjadi syarat utama hubungan hukum para pihak. Penulisan menerapkan metode penelitian hukum melalui pendekatan perundangundangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan risiko hukum dalam proyek infrastruktur berupa risiko lokasi, risiko desain, konstruksi, dan uji operasi, risiko finansial dan risiko operasional, sedangkan regulasi terkait belum menyediakan sistem pengawasan yang baik sehingga belum menjamin keberlanjutan skema kerjasama pemerintah dan swasta serta belum menjamin alokasi risiko yang tidak menyimpang dari prinsip pengelolaan dan pengendalian risiko keuangan APBN. Sehingga diperlukan payung hukum yang koheren antar sektor terkait pembangunan infrastruktur
KARAKTERISITIK KUAT GESER TANAH MERAH Reffanda Kurniawan Rustam; Amiwarti Amiwarti
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.038 KB)

Abstract

Tanah lunak bisa mengakibatkan adanya ketidakstabilan dan proses penurunan dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan tanah lunak bersifat mampat yang besar dan kuat geser rendah. Salah satu tipe tanah yang termasuk ke dalam jenis tanah lunak yaitu tanah lempung lunak. Tanah merah termasuk ke dalam jenis tanah lempung lunak. Oleh karena itulah tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kuat geser tanah merah di Pakjo Palembang. Hasil pengujian index properties tanah merah memiliki nilai kadar air (  27,70 %), batas cair (LL = 66,00 %), batas plastis (PL = 25,13 %), berat jenis tanah (Gs = 2,67), dan indeks plastisitas (IP =40,87 %). Hasil sistem klasifikasi USCS adalah tanah lempung (CH). Dan berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Hasil pengujian Direct Shear 16-18 kPa. Hasil pengujian Direct Shear yaitu kohesi (c =13,25-16,15 kPa), sudut geser dalam (ϕ = 13,25o - 16,25o ), kuat geser (τ = 15,32-18,25 kPa). Dan hasil pengujian Triaxial yaitu kohesi (c = 16,25- 18,15 kPa), sudut geser dalam (ϕ = 13,50o -14,75o ), kuat geser (τ =17,68-24,02kPa). Nilai kuat geser tanah merah di atas menunjukkan bahwa tanah tersebut termasuk tanah lunak (12,5-25 kPa). Analisa perhitungan penahan tanah, kestabilan lereng, dan daya dukung tanah dibutuhkan parameter seperti sudut geser dalam (ϕ), kohesi (c), dan kuat geser (τ).
EFEK CAMPURAN SOIL BINDER DAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP KARAKTERISTK KUAT GESER TANAH LEMPUNG Yulindasari Sutejo; Ratna Dewi; Mirka Pataras; Putra Anugrah
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.816 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan kelompok tanah yang tidak baik digunakan pada pembangunan konstruksi. Tanah ini memiliki derajat pengembangan volume yang tinggi. Sehingga dilakukan penelitian mengenai sifat-sifat fisis dan mekanis agar diketahui apakah sifat-sifat tanah tersebut dapat digunakan sebagai dasar bangunan. Metode stabilisasi tanah umum dipakai dalam perbaikan sifat tanah. Pada penelitian ini, bahan stabilisasi menggunakan Soil Binder (SB) dengan variasi 20 gr/liter, 25 gr/liter, serta 30 gr/liter dan Abu Ampas Tebu (AAT) dengan variasi 4%, 8%, dan 12%. Perawatan sampel benda uji dengan variasi 0 hari, 7 hari, dan 14 hari. Berdasarkan pengujian index properties diperoleh: kadar air () 9.44%, berat jenis (Gs) 2.696, batas cair (LL) 68%, batas plastis (PL) 26%, dan indeks plastis (IP) 42%. Klasifikasi tanah di daerah Desa Gasing Tanjung Api-Api diklasifikasikan sebagai tanah lempung anorganik (USCS) dan A-7-6 (AASHTO). Nilai kuat geser (τ) tanah asli yaitu 0.223 kg/cm2, nilai kohesi (Cu) 0,220 kg/cm2, serta nilai sudut geser () 0.7o. Nilai kohesi (Cu) tanah maksimum terjadi pada persentase campuran 20 gr/liter Soil Binder SB dan 4% AAT sebesar 0.69 kg/cm2. Nilai sudut geser () tanah maksimum pada campuran 20 gr/liter SB dan 12% AAT sebesar 6.8˚ dengan persentase perubahan sebesar 871.40%. Serta nilai kuat geser (τ) tanah maksimum pada persentase campuran 20 gr/liter SB dan 4% AAT sebesar 0.709 kg/cm2. Penambahan Soil Binder dan Abu Ampas Tebu terhadap tanah lempung ekspansif dapat meningkatkan parameter kohesi (c), sudut geser(), dan kuat geser tanah (τ).

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 2 (2017)