cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
SYAHADAH : Jurnal Ilmu Al-Qur?an & Keislaman
ISSN : 23380349     EISSN : 23380349     DOI : -
Jurnal Syahadah merupakan jurnal Ilmu al-Qur’an dan keislaman dengan kajian multidisipliner, terbit dua kali dalam satu tahun (April dan Oktober), dikelola oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Tembilahan. Redaksi menerima tulisan yang relevan selama mengikuti petunjuk penulisan yang ditetapkan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2018)" : 5 Documents clear
MENJAGA KEBERSAMAAN DI TENGAH KEBERAGAMAN (Telaah Konsep Toleransi dalam Al-Qur’an) Abdul Matin Bin Salman
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.039 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v6i1.200

Abstract

Radikalisme dan terorisme telah menjadi isu keamanan internasional. Pasalnya, keduanya memberikan ancaman serius terhadap ketentraman dan kenyamanan global. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa konferensi internasional yang menjadikan isu radikalisme dan terorisme sebagai isu utama dalam pembahasan. Seperti yang diselenggarakan Maret 2013 lalu di Singapore dan salah satu isu yang diangkat adalah pencegahan radikalisme yang berujung pada aksi terorisme. Atau yang baru saja terselenggara di Lombok, NTB yaitu konferensi ulama internasional tentang kontra terorisme dan sektarianisme. Kedua konferensi tersebut cukup untuk menjadi bukti bahwa radikalisme dan terorisme patut untuk diberikan perhatian penuh menyangkut keamanan global.
GENDER: STUDI PEMIKIRAN TAFSIR KONTEMPORER Abdullah Hanafi
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.663 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v6i1.199

Abstract

Gender adalah suatu konstruksi sosio-budaya, ia adalah label dari konstruksi hubungan jenis laki-laki dan perempuan yang lebih populer disebut dengan relasi gender. Maka perilaku mengenai relasi antara laki-perempuan disebut budaya gender. Pembicaraan ini telah membawa kata kesetaraan sebagai ikon penting dalam mengonstruksi kembali gender sebagai entitas sosio kultur yang dibuat, dibangun untuk menegakkan hubungan yang setara dan adil dalam kemajuan bersama untuk mencapai derajat mutu manusia dan menghindarkan pemaknaan dikotomis kultural laki-perempuan. Kaitannya dengan tafsir qur’ani, memang tidak dapat dipungkiri bahwa di sebagian mufassir klasik sering ditemukan penempatan posisi perempuan jika kita membacanya lewat nalar zaman sekarang yang sudah kontemporer terkesan diduakan, adanya superioritas dan subordinasi terhadap mereka. Oleh karena itu mendorong rekonstruksi ulang pemaknaanya dengan menggunakan nalar equilibrium melihat sesuatu tidak sebagai kiri kanan akan tetapi berusaha mencarai titik keseimbangannya.
KAJIAN KARYA-KARYA ULUM AL-QUR’AN DI INDONESIA DARI TAHUN 2009- 2017 Muhsin Muhsin
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.766 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v6i1.201

Abstract

This study originated from the words of Ramli Abdul Wahid who said "That the development of the works of 'ulu> m al-Qur'an in Indonesia is slow, because there are still many lecturers who use Arabic-language references" therefore this study aims to prove whether the works of Ulum al-Qur'an in Indonesia are many or not. This can be seen from the number of works ‘Ulum al-Qur'an produced year on year. Therefore, the authors limit this research from 2009 to 2017. Previous studies have been conducted by the author himself in the author's thesis entitled "Bibliographic Study of the works of" Ulum al-Qur'an in Indonesia from 1953 to 2008 ". This study uses bibliographic methods to explain the contents of the book and the reason for writing the work. To get these works, the author will collect based on library catalogs throughout Indonesia and collected based on the year of manufacture, from 2009 to 2017. This research will conclude the number of works of "Ulum al-Qur'an" made by Indonesians.
KONSTRUKSI TAKWIL MUHAMMAD BAQIR AL-SADR Abdul Wadud Kasful Humam
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.06 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v6i1.202

Abstract

Terminus takwil dalam tradisi penafsiran Syi’ah identik dengan interpretasi esoteris-sentris, yang telah dirilis sejak abad pertama hijriyyah.Penggunaan teori tersebut termotivasi dari keyakinan orang-orang Syi’ah tentang sosok Ali bin Abi Thalib yang kompeten dalam hal ta’wi>l. Di awal-awal perumusannya, teori ta’wi>l yang dibangun bersifat bebas-ekstrim. Namun dalam perkembangannya, terutama sejak periode modern-kontemporer teori ta’wi>l telah digeser dan orang-orang Syi’ah mulai menjadikan kesusastraan sebagai tingkatan metodologi penafsiran mereka. Di antara tokoh Syi’ah yang melakukan perombakan teori ta’wi>l adalah Muh}ammad Ba>qir al-S{adr. Menurutnya, ta’wi>l adalah istilah lain dari tafsir al-ma’na>, yaitu tafsir yang penekanannya pada eksternal (al-mis}da>q al-kha>riji) atau inner (hakikat) teks. Kemudian Muh}ammad Ba>qir al-S}adr membagi pembaca teks atau penerima wacana menjadi dua yaitu manusia secara umum dan para imam yang ma’s}u>m. Menurutnya, setiap manusia memiliki potensi untuk memahami seluruh ayat al-Qur’an dan mengeksplorasi maknanya. Namun pemahaman manusia terhadap al-Qur’an berbeda-beda sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki oleh masing-masing dari mereka. Kemudian para imam yang ma’s}u>m. Mereka memiliki kualifikasi terpercaya untuk menafsirkan dan memahami makna inner (makna terdalam) al-Qur’an. Namun bukan berarti bahwa interpretasi al-Qur’an hanya merupakan hak otonom mereka. Karenanya, Muh}ammad Ba>qir al-S}adr menolak sementara riwayat yang menyatakan bahwa pemahaman al-Qur’an hanya diberikan kepada para imam. Karena selain bertentangan dengan al-Qur’an dan hadis, perawi riwayat-riwayat tersebut lemah dan dikenal sebagai orang-orang yang ekstrim.
KESETARAAN GENDER MENURUT Al-QURAN Dewi Murni; Syofrianisda Syofrianisda
SYAHADAH : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Keislaman Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fak. Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.197 KB) | DOI: 10.32520/syhd.v6i1.203

Abstract

Pembicaraan mengenai isu gender sudah banyak dikumandangkan baik dikalangan umum maupun di kalangan akademisi khususnya di Indonesia. Fokus pembicaraan ada yang bersifat umum, terutama menyangkut hak-hak dan pemberdayaan perempuan. Dan, ada yang bersifat khusus, termasuk dalam pemikiran Islam, yaitu penafsiran ayat-ayat terkait masalah perempuan. Beberapa kritikan terhadap perspektif gender dalam Al-Quran, umumnya dialamatkan kepada penafsiran tentang teks-teks tersebut oleh beberapa mufassir yang dinilai bersikap diskriminatif terhadap perempuan. Pemahaman mengenai sejauh mana obketivitas dan kejernihan kritikan tersebut, dapat dilakukan dengan memahami terlebih dahulu mengenai makna gender, kemudian menelusurinya lewat penafsiran Al-Quran, Sunnah dan penakwilan bahasa (isyari) . Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa esensi dari perspektif gender adalah ide tentang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Ide kesetaraan sesuai dengan prinsip dasar agama Islam sebagai rahmatan lil alamin, yang berarti juga termasuk rahmat bagi perempuan tanpa terpasung hak-haknya hanya dikarenakan berjenis kelamin perempuan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5