cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture
ISSN : 26139456     EISSN : 25992570     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture publishes original articles, review articles, case studies and short communications on the fundamentals, applications and management of Sustainable Agriculture areas in collaboration with Indonesian Agrotechnology / Agroecotechnology Association (PAGI), Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network), and Indonesian Agricultural Higher Education Communication Forum (FKPTPI). This journal has two issues in a year and it will be published in April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2001): March" : 5 Documents clear
Seleksi In Vitro untuk Mendapatkan Klon Kentang Tahan Terhadap Penyakit Layu Bakteri Samanhudi, Samanhudi
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 16, No 1 (2001): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2933.118 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v16i1.20352

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan metode seleksi in vitro yang efektif untuk menguji ketahanan klon kentang terhadap penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Bahan tanaman yang digunakan meliputi klon kentang (tetraploid) hasil fusi protoplas antara BF15 (dihaploid) dan S. stenatomum (diploid), yaitu BS-21, BS-23, BS-34, BS-38, BS-43, BS-49, BS-51, BS-53, BS-54, BS-55, BS-73, dan BS-75. Kultivar Nooksack digunakan sebagai pembanding tahan dan Atlantik sebagai pembanding rentan. Perbanyakan bahan tanaman dilakukan di Pusat Penelitian Bioteknologi ITB, sedangkan pengujian in vitro dilakukan di Balai Penelitian  Bioteknologi Tanaman Pangan (Balitbio) Bogor dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Pengamatan dilakukan setiap hari terhadapt periode inkubasi dan kejadian penyakit, dan mulai satu hari setelah inokulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik inokulasi dengan cara siram maupun pengguntingan pucuk dapat digunakan untuk pengujian katahanan klon kentang terhadap penyakit layu bakteria secara in vitro. Namun demikian teknik inokulasi dengan cara pengguntingan pucuk menghasilkan periode inkubasi yang lebih cepat sehingga waktu pengujian yang diperlukan lebih singkat dibanding dengan teknik inokulasi siram. Berdasarkan pengujian tersebut, dari 12 klon kentang hasil fusi protoplas antara BF15 (2x) dan S. stenatomum (2x) terdapat empat klon yang termasuk tahan yaitu BS-23, BS-43, BS-75, dan BS-73, tiga klon agak tahan yaitu BS-53, BS-54, dan BS-38, dua klon agak rentan yaitu BS-49 dan BS-55, dan tiga klon rentan yaitu BS-34, BS-51, dan BS-21. Pengujian secara in vitro dapat digunakan untuk seleksi ketahanan klon kentang terhadap penyakit layu bakteri, karena waktu yang diperlukan lebih singkat dibanding pengujian di lapangan.
Usaha-usaha Peningkatan Hasil Tanaman Jahe Pujiasmanto, Bambang
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 16, No 1 (2001): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1817.391 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v16i1.20354

Abstract

Tanaman jahe sebagai salah satu komoditi ekspor non migas produksinya masih relatif rendah sehingga perlu usaha-usaha peningkatannya. Ditinjau dari berbagai aspek baik kondisi alam maupun sumber daya manusia memungkinkan keberhasilan peningkatan hasil tanaman jahe.Untuk meningkatan hasil jahe selain dengan berbagai penelitian yang bersifat agronomis, perlu diupayakan memasyarakatkan budidaya jahe langsung kepadaa masyarakat, yang salah satu cara pendekatannya melalui metode riset aksi (action research).
Tinjauan Aspek Ketersediaan Pangan dan Gizi dari Ketahanan Pangan Nasional Sri Marwanti
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 16, No 1 (2001): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2841.41 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v16i1.20434

Abstract

Kecukupan ketersediaan pangan dalam jumlah dan mutunya merupakan aspek penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional karena dapat memperbesar akses bagi penduduk untuk memperoleh pangan. Angka kecukupan ketersediaan energi dan protein dengan skor mutu pola pangan harapan yang dianjurkan dalam Widyakarya Pangan dan Gizi ke VI tahun 1998 menjadi indikator penilaian aspek ketersediaan dari ketahanan pangan nasional.Keragaman ketahanan pangan dengan indikator rata-rata ketersediaan jumlah gizi per kapita per hari tergolong sangat kuat yang ditunjukkan oleh perbandingan ketersediaan dengan angka kecukupan konsumsi energi melebihi 45 persen sedangkan protein melebihi 67 persen. Namun ditinjau dari mutu pangannya, belum mencapai mutu pola pangan harapan yang ditunjukkan oleh masih rendahnya sumbangan buah, sayur dan pangan hewani dalam ketersediaan pangan dan gizi.Dukungan impor telah meningkatkan ketersediaan dan memperkuat ketahanan pangan nasional tetapi mengandalkan peningkatan ketersediaan dari peningkatan produksi pangan dalam negeri akan lebih aman dan lebih berpihak kepada kelangsungan usaha petani produsen pangan yang umumnya berskala usaha sangat kecil dan berpendapatan rendah
Kajian Teknis Alat Pengering Gabah dengan Aliran Udara Pengering Secara Horizontal Kawiji Kawiji
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 16, No 1 (2001): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3054.279 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v16i1.20356

Abstract

Penelitian ini, pertama bertujuan untuk memperoleh gambaran teknis kinerja (performance) dari alat pengering gabah yang menggunakan sekam sebagai sumber panasnya dan memanfaatkan aliran udara pengeringnya secara horizontal.Penelitian ini menggunakan percobaan laboratorium dan lapang yang diawali dengan mempersiapkan terlebih dahulu alat pengeringnya, baru dilakukan pengujian yang sebenarnya. Pengujian akan meliputi kinerja (performance) teknis, tingkat keseragaman suhu dan kecepatan aliran udara pengering serta keseragaman kadar air gabah setelah pengeringan. Besaran-besaran yang akan diamati dalam pengujian ini adalah kelembaban nisbi udara luar, debit aliran udara pengering, suhu udara pengering sebelum menembus gabah, suhu dan kelembaban udara setelah keluar dari gabah, kadar air gabah dan selang waktu pengamatan.Secara garis besar alat pengering ini mempunyai 4 (empat) subsistem yaitu subsistem pembangkit panas, subsistem pengaliran udara, subsistem penempatan produk, subsistem pengendali suhu tungku. Pada kondisi hujan dengan menggunkan blower berkapasitas 19m3/menit (0,5 HP); suhu udara luar 26-30oC; suhu udara pengering 50-60 oC; RH: 70-90%; kadar air gabah mula-mula 30%, kadar air gabah akhir 17%. Alat pengering mampu mengeringkan sebesar 40-50 kg gabah/jam dengan konsumsi sekam 4-6 kg/jam. Subsistem pengendali suhu tungku bekerja cukup baik dengan kisaran suhu 5oC. Suhu pengeringan relatif seragam dengan selisih suhu maksimum hanya 5%.
Teknik Pertanian Organik Tanaman Cabaik Merah dengan Mikoriza, Pupuk Organik, dan Pestisida Alami Sri Widadi; Vita Ratri Cahyani
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 16, No 1 (2001): March
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2801.195 KB) | DOI: 10.20961/carakatani.v16i1.20358

Abstract

Sampai saat ini budidaya tanaman cabai merah masih mengandalkan pupuk kimia dan pestisida kimia buatan yang mahal, merugikan kesehatan manusia dan hewan serta menimbulkan efek residu pada lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya hayati yang dikemas dalam rakitan bioteknologi sebagai suatu teknik pertanian organik untuk tanaman cabai merah yaitu dengan penggunaan Cendawan Mikoriza Arbuskuler, pupuk organik dan pestisida alami.Cendawan Mikoriza Arbuskuler berfungsi sebagai pupuk hayati yang dapat menghemat masukan pupuk kimia fosfor, pupuk organik (kandang, kompos jerami dan pupuk hijau lamtoro) mampu memperbaiki sifat tanah sebagai sumber masukan nutrisi, dan pestisida alami yang tepat konsentrasinya efektif untuk pengendalian hama.Percobaan ini dilakukan di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar mulai bulan Juni 1999 sampai dengan bulan Januari 2000, merupakan percobaan pot di lapangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial 2x5x4 dengan 3 ulangan.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan CMA dan pupuk organik memberikan pengaruh nyata. Pemberian CMA menunjukkan pertumbuhan hasil dan ketahanan lebih tinggi daripada yang tidak menggunakan CMA.Komposisi pupuk organik 10:10:10 memberi pengaruh paling tinggi pada pertumbuhan dan hasil tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 2 (2025): In press April Vol 40, No 1 (2025): January Vol 39, No 2 (2024): October Vol 39, No 1 (2024): April Vol 38, No 2 (2023): October Vol 38, No 1 (2023): April Vol 37, No 2 (2022): October Vol 37, No 1 (2022): April Vol 36, No 2 (2021): October Vol 36, No 1 (2021): April Vol 35, No 2 (2020): October Vol 35, No 1 (2020): April Vol 34, No 2 (2019): October Vol 34, No 1 (2019): April Vol 33, No 2 (2018): October Vol 33, No 1 (2018): April Vol 33, No 1 (2018): April Vol 32, No 2 (2017): October Vol 32, No 2 (2017): October Vol 32, No 1 (2017): March Vol 32, No 1 (2017): March Vol 31, No 2 (2016): October Vol 31, No 2 (2016): October Vol 31, No 1 (2016): March Vol 31, No 1 (2016): March Vol 30, No 2 (2015): October Vol 30, No 1 (2015): March Vol 30, No 1 (2015): March Vol 29, No 2 (2014): October Vol 29, No 2 (2014): October Vol 29, No 1 (2014): March Vol 29, No 1 (2014): March Vol 27, No 2 (2012): October Vol 27, No 2 (2012): October Vol 27, No 1 (2012): March Vol 27, No 1 (2012): March Vol 26, No 1 (2011): March Vol 26, No 1 (2011): March Vol 25, No 2 (2010): October Vol 25, No 2 (2010): October Vol 25, No 1 (2010): March Vol 25, No 1 (2010): March Vol 24, No 2 (2009): October Vol 24, No 2 (2009): October Vol 24, No 1 (2009): March Vol 24, No 1 (2009): March Vol 23, No 2 (2008): October Vol 23, No 2 (2008): October Vol 23, No 1 (2008): March Vol 23, No 1 (2008): March Vol 22, No 2 (2007): October Vol 22, No 1 (2007): March Vol 21, No 1 (2006): March Vol 20, No 2 (2005): October Vol 20, No 1 (2005): March Vol 19, No 2 (2004): October Vol 19, No 1 (2004): March Vol 19, No 1 (2004): March Vol 18, No 2 (2003): October Vol 18, No 2 (2003): October Vol 18, No 1 (2003): March Vol 18, No 1 (2003): March Vol 17, No 2 (2002): October Vol 17, No 2 (2002): October Vol 17, No 1 (2002): March Vol 17, No 1 (2002): March Vol 16, No 1 (2001): March Vol 16, No 1 (2001): March More Issue