cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal)
ISSN : 18299946     EISSN : 26546817     DOI : -
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis is published by Agribusiness Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (UNS) Indonesia in cooperation with Association of Indonesian Agribusiness (AAI). We welcome manuscripts on agricultural socio-economic studies, agribusiness management, agricultural development and policies, agricultural business, agricultural feasibility studies, agricultural consumers and producers, agricultural market, agroindustry and community development.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY" : 10 Documents clear
ANALISIS PERSEPSIONAL KARYAWAN DALAM HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PG SOEDHONO KABUPATEN NGAWI Linawati, Anissa; Darsono, Darsono; Lestari, Eny
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21024

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between motivation on employee performance in PG Soedhono Ngawi Regency, understand the relationship work environment on employee performance in PG Soedhono Ngawi Regency, and to figure out the relationship between motivation and work environment on employee performance in PG Soedhono Ngawi Regency. This research was conducted in PTPN XI work unit PG Soedhono Ngawi Regency. Technique of determining the location and population in this study is purposive sampling technique respondents using Slovin Formula where the number of samples are 76 employees. The techniques of collecting data are observation, interviews and recording. The basic analysis is descriptive analysis of the survey technique. The data analysis used Rank Spearman Correlation analysis. The results showed that motivation has a positive and significant relationship to employee performance in PG Soedhono with weak strength criteria. The work environment has a negative relationship and no significant effect on the performance of employees in PG Soedhono criteria very weak force. While the motivation and the working environment has a positive correlation to the performance of employees in PG Soedhono with weak strength criteria.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi terhadapkinerja karyawan di PG Soedhono Kabupaten Ngawi, mengetahui hubunganlingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PG Soedhono Kabupaten Ngawi, sertamengetahui hubungan motivasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PGSoedhono Kabupaten Ngawi. Penelitian ini dilaksanakan di PTPN XI unit kerja PGSoedhono Kabupaten Ngawi. Teknik penentuan lokasi dan populasi pada penelitianini dilakukan secara purposive dengan teknik pengambilan sampel respondenmenggunakan Formula Slovin dimana jumlah sampel sebanyak 76 karyawan. Teknikpengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pencatatan. Analisis dasar yangdigunakan adalah deskriptif analisis dengan teknik survey. Analisis data yangdigunakan dengan analisis Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa motivasi memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap kinerjakaryawan di PG Soedhono dengan kriteria kekuatan yang lemah. Lingkungan kerjamemiliki hubungan yang negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan di PGSoedhono dengan kriteria kekuatan yang sangat lemah. Sedangkan motivasi danlingkungan kerja memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kinerjakaryawan di PG Soedhono dengan kriteria kekuatan yang lemah.
STUDI KOMPARASI USAHA TERNAK KERBAU DI DESA UMBE KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT S Rusdiana; Riasari. G. Sianturi
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21014

Abstract

Abstract: The study was conducted in West Lombok, West Nusa Tenggara Province in2014, using surveys and interviews (simple random sampling) to 21 farmers,secondary data and primary data were analyzed quantitatively, qualitatively. Thepurpose of this article to find out the economic analysis of business buffaloes onfarmers. The results showed that, group I average ownership of buffaloes 2tail/breeder, get a net gain of about Rp.5.850 million / year value of B/C ratio of 1.23,the second group the average ownership of buffaloes 3 heads / breeder net profit ofabout Rp.9.585 million/breeder the B/C ratio of 1:25 and group III averagekepemiikan 4 cattle/farmer a net gain of approximately Rp.14.860 million/year valueof B/C ratio of 1.30. T-test results showed that the income of farmers buffalo battengroups I, II and III, there is significant and statistically that sig t-test was calculatedbased on the results of operations for 1-2 years for income per 2 heads, 3 heads and 4tails probability (0.35 ≥ 0.05), the level of protabilitas value> 0.05, the probability of0.00, the value of smaller significance (0.00 <0.05) Abstrak: Penelitian dilakukan di kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2014, menggunakan survey dan wawancara secara (simple randomsampling) terhadap 21 peternak, data sekunder dan data primer dianalisis secarakuantitatif, kualitatif. Tujuan tulisan ini untuk mengetahui analisis ekonomi usahaternak kerbau di petani. Hasil penelitian menujukkan bahwa, kelompok I rata-ratakepemilikan ternak kerbau 2 ekor/peternak, mendapatkan keuntungan bersih sekitarRp.5.850 juta/tahun nilai B/C ratio 1.23, kelompok II rata-rata kepemilikan ternakkerbau 3 ekor/peternak keuntungan bersih sekitar Rp.9.585 juta/peternak nilai B/Cratio 1.25 dan kelompok III rata-rata kepemiikan 4 ekor/peternak mendapatkeuntungan bersih sekitar Rp. 14.860 juta/tahun nilai B/C ratio 1.30. Hasil uji-tmenunjukkan bahwa pendapatan peternak kerbau kelompok reng I, II dan III, terdapatperbedaan yang nyata dan secara statistik bahwa sig t-Test dihitung berdasarkan hasilusaha selama 1-2 tahun untuk pendapatan per 2 ekor, 3 ekor dan 4 ekor denganprobabilitas (0,35 ≥ 0,05), tingkat probabilitas nilai > 0,05, probabilitas sebesar  0,00,nilai signifikansi lebih kecil (0.00< 0.05).
STRATEGI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION (IMC) USAHA KEDAI SUSU MOM MILK UNTUK MENARIK MINAT KONSUMEN Firsto Rozi Kurniawan; Setyowati Setyowati; Hanifah Ihsaniyati
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21026

Abstract

Abstract: This study aims to identify the activities of Integrated Marketing Communications Mom Milk in maintaining marketing activities and consumer interest. Then the strategy could be an alternative strategy for the other businesses in the face of the ASEAN Economic Community. The basic method used in this research is descriptive qualitative method. The location of this study purposively taking case study in Mom Milk considering that Mom Milk is milk bar businesses that are already using some of the activities of integrated marketing communications. Sources of data in this study is a resource, and field observations. Researchers collected data were interviews, records and documentation. Data analysis techniques in this study using an interactive model that consists of three basic components: data reduction, data presentation, and drawing conclusions with the verification to know each Integrated Marketing Communication activities carried out by Mom Milk. The results showed that the marketing communication activities conducted by Mom Milk is linked activities and support each other to inform Mom Milk to consumers. Each activity has functionality ranging from building awareness through radio advertising and magazine advertising, advertising to persuade consumers via the Internet and social media, and to maintain customer loyalty through the provision of incentives andprom  otion to its customers. Barriers faced by Mom Milk is the number of competitorsand people's lifestyles are highly volatile change. However, through creativity and innovation Milk Mom both of products and marketing styles, Mom Milk was never afraid to face it.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi kegiatan IntegratedMarketing Communications kedai Susu Mom Milk dalam mempertahankan kegiatanpemasaran dan menarik minat konsumen. Kemudian strategi tersebut bisa menjadialternatif strategi bagi pelaku usaha lain dalam menghadapi ASEAN EconomicCommunity.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodedeskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini secara purposive mengambil studi kasus diMom Milk dengan pertimbangan bahwa Mom Milk merupakan usaha kedai susu yangsudah menggunakan beberapa kegiatan komunikasi pemasaran terpadu. Sumber datapada penelitian ini adalah narasumber, dan observasi lapangan. Penelitimengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, pencatatan, dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yangterdiri dari 3 komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulandengan verifikasinya untuk mengetahui masing-masing kegiatan Integrated MarketingCommunication yang dilakukan oleh Mom Milk.Hasil penelitian menunjukkan bahwakegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Mom Milk merupakan kegiatanyang saling berhubungan dan saling mendukung untuk menginformasikan Mom Milkkepada para konsumen. Setiap kegiatan memiliki fungsi mulai dari membangun kesadaran melalui iklan radio dan iklan majalah, membujuk konsumen melaluiperiklanan internet dan media social, dan untuk menjaga loyalitas konsumen melaluipemberian insentif dan promosi kepada para konsumennya. Hambatan yang dihadapioleh Mom Milk adalah banyaknya pesaing dan gaya hidup masyarakat yang sangatmudah berubah ubah. Namun melalui kreatifitas dan inovasi Mom Milk baik itu dariproduk maupun gaya pemasaran, Mom Milk tidak pernah takut untuk menghadapinya.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KARYAWAN PABRIK TEKNIK KERJO PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IX BATUJAMUS KARANGANYAR Dewi Pravitasari; Minar Ferichani; Mei Tri Sundari
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21016

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze factors that influence to employees’performance at Kerjo Factory on PTTPN IX in Batujamus Karanganyar regency.Likert scaling method is used to measure qualitative variables, then multiple linearregression used to analyse independent variables that consist of work motivation,work discipline, and job satisfaction as well as the dependent variable that consistingof employees’ performance.The results showed that R Square is 0,663, it means that66,3% of the variation dependent variable (employees’ performance) can be explainedby the independent variable which consist of work motivation, work discipline , andjob satisfaction. The remaining 33,7 % variable variation is explained by other factorsoutsides of the model such as work environment, work status ,workload, and other.The results showed that work motivation, work discipline, and job satisfaction havejointly significant effect on employees’ performance, while individually only workmotivation and job satisfaction have a significant effect on employees’ performance atthe research location. Work discipline individually have no significant effect onemployees’ performance. The most dominant factor influence to employees’performance onresearch location is work motivation factor. An increase in theelements of motivation and job satisfaction are going to improve the performance ofemployees. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja dan kepuasan kerja, serta mengetahui variabel manakah yang pengaruhnya palingdominan terhadap kinerja karyawan Pabrik Teknik Kerjo PT. Perkebunan NusantaraIX Batujamus Karanganyar. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Teknik Kerjo PT.Perkebunan Nusantara IX Batujamus Karanganyar. Teknik analisis data menggunakanregresi linier berganda. Variabel bebas terdiri dari motivasi kerja, disiplin kerja, dankepuasan kerja. Variabel terikat yaitu kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa R Square sebesar 0,663 artinya 66,3% variasi variabel terikat (kinerjakaryawan) dapat dijelaskan oleh variabel bebas yang terdiri dari motivasi kerja,disiplin kerja, dan kepuasan kerja. Sisanya sebesar 33,7% variasi variabel dijelaskanoleh faktor-faktor lain diluar model seperti lingkungan kerja, status pekerjaan, bebankerja, dan lain-lain. Faktor motivasi kerja, disiplin kerja, dan kepuasan kerja secarabersama-sama berpengaruh nyata terhadap kinerja karyawan, sedangkan secaraindividu hanya faktor motivasi kerja dan kepuasan kerja yang berpengaruh nyataterhadap kinerja karyawan Pabrik Teknik Kerjo PT. Perkebunan Nusantara IXBatujamus Karanganyar. Faktor disiplin kerja secara individu tidak berpengaruh nyataterhadap kinerja karyawan Pabrik Teknik Kerjo PT. Perkebunan Nusantara IXBatujamus Karanganyar. Faktor motivasi kerja merupakan faktor yang paling dominanberpengaruh terhadap kinerja karyawan Pabrik Teknik Kerjo PT. Perkebunan Nusantara IX Batujamus Karanganyar. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapatdiajukan adalah peningkatan unsur-unsur motivasi dan kepuasan kerja gunameningkatkan kinerja karyawan serta pelaksanaan penelitian lebih lanjut untukmelengkapi/menyempurnakan penelitian ini.
DAMPAK PENDAMPINGAN TEKNOLOGI OLEH BPTP JAWA TENGAH PADA PEBIBITAN SAPI PO KEBUMEN Dian Maharso Yuwono; Elly Kurniyati; Puji Lestari
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21028

Abstract

Abstract : One of the strategic programs in Indonesian Ministry of Agriculture is theacceleration on beef self-sufficiency (PSDS).  The implementation of PSDS programwas based on the consideration that local cattle just able to supply 70% of meatdemand, while the lacks were fulfilled from import.  In order to support PSDSprogram, Assessment Institute of Agricultural Technology (AIAT) Central Java hasbeen doing the assistance through dissemination activities in 2010-2014.  One of thefocus of AIAT Central Java in PSDS assistance was the improvement of geneticproperties and maintanance of PO cattle in Kebumen.  The aim of this study was tolearn the impact of technology assistance on the development of PO cattle inKebumen.  The study was conducted in Kebumen on September – November 2015. This study used survey methods with the observed aspects comprises the involvementlevel of member group, the productivity of introduced technology, the increasement oneconomic level, and the satisfaction level of farmer group toward AIAT Central Javaservices.  The results showed that the technology of cattle selection was appliedconsistently to obtain qualified beef cattle, while the management aspect that wasrelated to feed, shed, and reproduction could afford an increasein production/productivity.  The impacts of technology accompaniment i.e. better health condition ofthe cattle, better calves quality, the weight of birth raised about 2-3 kg, the bodyweight increase about 1,5-5 kg/month, and shorten the duration of giving birth (from15-17 months to 11-12 months).  Economically, the introduction of sustainableselection technology have been increasing the price of PO Kebumen cattles.  The priceof male cattles increased 30-50% from previous price. bstrak : Salah satu program strategis Kementerian Pertanian adalah pendampinganpada Program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS) yangkemudian ditambah dengan ternak kerbau sehingga menjadi PSDS/K. Dasarpelaksanaan program PSDS utamanya adalah kemampuan sapi lokal untuk mensuplaikebutuhan daging hanya 70 %, sedangkan sisanya dipenuhi dari impor.  Dalam rangkamendukung PSDS, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah telahmelakukan pendampingan melalui kegiatan pengkajian/diseminasi sepenjang tahun2010-2014.Salah satu yang menjadi fokus BPTP Jawa Tengah dalam pendampinganPSDS adalah perbaikan mutu genetik dan manajemen pemeliharaan sapi PeranakanOngole (PO) di Kabupaten Kebumen.Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui dampak pendampingan teknologi oleh  BPTP Jawa Tengah padapengembangan sapi PO di Kabupaten Kebumen. Penelitian dilaksanakan pada bulanSeptember – Nopember 2015 di Kabupaten Kebumen dengan menggunakan metodesurvei, adapun aspek yang diteliti mencakup tingkat keterlibatan anggota kelompokternak, capaian tingkat produktivitas dan ekonomi pada penerapan  teknologi,teknologi yang diintroduksikan   dan rekayasa kelembagaan  yang digunakan olehkelompok tani/penyuluh pada kegiatan penyuluhan, serta tingkat kepuasan anggotakelompok tani  terhadap jasa pelayanan BPTP Jawa Tengah. Hasil survey menunjukkan introduksi seleksi ternak diterapkan secara berkelanjutan untukmendapatkan bibit ternak sapi potong yang berkualitas, sedangkan aspek   manajemenbudidaya sapi potong yang menyangkut pakan, perkandangan,dan reproduksi telahmemberikan manfaat bagi peningkatan produksi/produktivitas.  Pendampinganteknologi berdampak pada kondisi kesehatan induk dan pedet semakin baik, indukmudah birahi, kualitas pedet semakin bagus, meningkatkan bobot lahir pedet sekitar 23kg, meningkatkan pertambahan bobot badan sekitar 1,5-5 kg/bulan, memperpendekjarak beranak dari 15 – 17 bulan menjadi 11-12 bulan.Dilihat dari aspek ekonomi,introduksi teknologi seleksi secara berkelanjutan telah meningkatkan harga sapi POKebumen. Secara umum harga pasar untuk pejantan unggul pada kategori umur yangsama meningkat 30-50 % dibandingkan dengan harga sebelumnya.  
KENDALA DAN SOLUSI IMPLEMENTASI SUBSIDI BENIH PADI DI PROVINSI SUMATERA SELATAN Valeriana Darwis
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21018

Abstract

Abstract : Seed is one of the main elements in rice cultivation. Use of seed labeled andquality will have a positive impact on productivity. This strategic role of seed which isthe reason the government helps farmers by conducting seed subsidies. Subsidizationof seed carried out throughout Indonesia and one of them is the province of SouthSumatra. The objective is to see the implementation of subsidized seeds with the mainfocus of the implementation challenges and solutions such activities. By 2016 subsidysurvay seed at the time of implementation was not up to 10 percent. The main cause ofthis low uptake by PSO is a delay DUPBB that the main basis of PSO prepares andprovides rice seeds. Despite the low uptake but seed subsidies still need to be passedon, this is due to the use of seed labeled and quality in South Sumatra Province is stilllow, and to overcome implementation seed subsidies in the future need to be increaseddissemination activities, the introduction of new varieties of R & D, the certainty ofthe selection of varieties, increasing the number of seeds subsidized and incentives forenumerators DUPBB.Abstrak : Benih merupakan salah satu unsur utama dalam budidaya padi. Pemakaianbenih berlabel dan bermutu akan memberikan dampak positif pada produktivitas.Peranan benih yang strategis ini merupakan alasan pemerintah membantu petanidengan melaksanakan kegiatan subsidi benih. Pemberian subsidi benih dilakukandiseluruh Indonesia dan salah satunya adalah Provinsi Sumatera Selatan. Tujuanpenulisan ini adalah melihat pelaksanaan subsidi benih dengan fokus utama kendaladan solusi implementasi dari kegiatan tersebut. Pada tahun 2016 subsidi benih padasaat dilakukan survay pelaksanaannya tidak sampai 10 persen. Penyebab utamaserapan rendah ini menurut PSO adalah keterlambatan DUPBB yang menjadi dasarutama PSO menyiapkan dan memberikan benih padi. Meskipun rendah serapan tetapisubsidi benih masih perlu diteruskan, hal ini disebabkan pemakaian benih berlabel danbermutu di Provinsi Sumatera Selatan masih rendah, Dan untuk mengatasi kendalaimplementasi subsidi benih kedepannya perlu ditingkatkan sosialisasi kegiatan,pengenalan varietas baru litbang, kepastian pemilihan varietas, penambahan jumlahbenih yang disubsidi dan pemberian insentif bagi petugas pendata DUPBB.
PENGARUH JARAK TANAM PADA SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH DI KABUPATEN SRAGEN JAWA TENGAH Tota Suhendrata
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21030

Abstract

Abstract : One of the efforts to increase the productivity of paddy rice by setting theright spacing. At this time,  developing technology engine planting of rice seedlings(rice transplanter) which introducing plant spacing ranging from narrow spacing tolarge plant spacing both on legowo row planting system and tile planting system. Withregard to the introduction of these technologies, further research is needed in theeffect of plant spacing on growth, productivity (grain yield) and income of paddy ricefarmers. The assessment was carried out on the wetland of farmer group of RukunTani Sulur  Blimbing Village of Sragen Regency on July – October 2014. Theassessment consisted of 3 planting distance treatment of legowo row 2: 1 plantingsystem, ie 20 x 10 x 40 cm, 20 x 13 x 15 cm and 20 x 15 x 40 cm, each treatmentrepeated 7 times. The area of each treatment is about 0.33 ha. The assessmentinvolves 7 farmers, each farmer carrying out 3 treatment. The seedlings using legowo2:1planting system of rice transplanter. This rice transplanter has 3 combination ofplant distance, that is 20 x 10 x 40 cm, 20 x 13 x 15 cm and 20 x 15 x 40 cm. The datacollected includes the number of productive tillers, productivity, input and output offarming. Data analysis to compare between 3 treatment by using paired t test. Whilethe analysis of financial feasibility of paddy farming technology using partial budgetanalysis. The results of this assessment showed that a legowo row 2:1 planting systemwith plant distance 20 x 15 x 40 cm resulted in highest productive tillers, productivityand income compared to the legowo 2:1 with a narrower plant distance 20 x 10 x 40cm and 20 x 13 x 40 cm. Abstrak: Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi sawah melaluipengaturan jarak tanam yang tepat. Pada saat ini, berkembang teknologi mesin tanambibit padi (rice transplanter) yang mengintroduksikan jarak tanam mulai dari jaraktanam sempit sampai dengan jarak tanam lebar baik pada sistem tanam jajar legowomaupun sistem tanam tegel. Berkenaan dengan introduksi teknologi tersebut perludilakukan penelitian lebih dalam pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan,produktivitas (hasil gabah) dan pendapatan petani padi sawah. Pengkajiandilaksanakan pada lahan sawah kelompok tani Rukun Tani Sulur  Desa Blimbing Kec.Sambirejo Kab. Sragen Jawa Tengah pada MT-3 2014. Pengkajian terdiri dari 3perlakuan jarak tanam pada sistem tanam jajar legowo 2:1, yaitu  20 x 10 x 40 cm, 20x 13 x 15 cm dan 20 x 15 x 40 cm dengan 7 kali ulangan. Luas masing-masingperlakuan sekitar 0,33 ha.  Pengkajian melibatkan 7 orang petani, setiap petanimelaksanakan 3 perlakuan. Tanam bibit padi menggunakan mesin tanam bibit padi  4baris sistem tanam jajar legowo 2:1. Mesin tanam ini mempunyai 3 kombinasi  jaraktanam, yaitu  20 x 10 x 40 cm, 20 x 13 x 15 cm dan 20 x 15 x 40 cm.  Data yangdikumpulkan meliputi jumlah anakan produktif, produktivitas, input dan outputusahatani.  Analisis data untuk membandingkan antara 3 perlakuan jarak tanam dilakukan uji t berpasangan dengan menggunakan software SPSS Statistics 17.0. Sedangkan analisis kelayakan finansial teknologi usahatani padi sawah menggunakananalisis anggaran parsial.  Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sistem tanam jajarlegowo 2:1 dengan jarak tanam lebar (20 x 15 x 40 cm) menghasilkan jumlah anakanproduktif,  produktivitas dan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan sistem tanamjajar legowo 2:1 dengan jarak tanam yang lebih sempit (20 x 10 x 40 cm dan 20 x 13 x40 cm).
STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KELURAHAN PLESUNGAN KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Nur Cahyo Budi Prasongko; Kusnandar Kusnandar; Erlyna Wida Riptanti
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21020

Abstract

Abstract: The study aims to determine the feasibility of developing fattening beefcattle based on market aspects, technical aspects, management aspects, environmentalaspects, financial aspects and business sensitivity. The basic method of research isdescriptive case study technique. The research location is determined by deliberate onfarms H. Wakimin Plesungan Village Gondangrejo District of Karanganyar Regency.The data used are primary data and secondary data. Data analysis market aspects,technical aspects, management aspects, and aspects of the environment carried out bydescriptive method. While the financial aspects of data analysis using the eligibilitycriteria payback period, NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, and sensitivity analysis. Theresults showed: (1) the development of beef cattle fattening farm H. Wakimin based onmarket aspects, technical aspects, management aspects and environmental aspects tobe developed. (2) Analysis of the financial aspects of the show to be developed by theproject life of 10 years with a discount rate of 12% and the inflation rate 5.14%/year.NPV of IDR 237,165,474.00, IRR 44.53%, net B/C 2.83, Gross B/C of 1.06 and a PPfor 2.91 years. (3) The sensitivity analysis shows the maximum limit of the targetreduction Improved Weight Loss Daily (PBBH) of cattle of 16% or minimum PBBH0.84 kg/day. While the maximum limit of feeder cattle prices increase by 11% or IDR44.400.00 per kg of live weight of cattle assuming other costs are fixed.Abstrak : Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan usahapenggemukan sapi potong berdasarkan aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen,aspek lingkungan, aspek finansial dan sensitivitas usaha. Metode dasar penelitianadalah deskriptif dengan teknik studi kasus. Lokasi penelitian ditentukan secarasengaja di peternakan H. Wakimin Kelurahan Plesungan Kecamatan GondangrejoKabupaten Karanganyar. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Analisis data aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek lingkungandilakukan dengan metode deskriptif. Sedangkan analisis data aspek finansialmenggunakan kriteria kelayakan Payback period, NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, dananalisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan: (1) pengembangan usahapenggemukan sapi potong di peternakan H. Wakimin berdasarkan aspek pasar, aspekteknis, aspek manajemen dan aspek lingkungan layak untuk dikembangkan. (2)Analisis aspek finansial menunjukkan layak untuk dikembangkan dengan umurproyek 10 tahun dengan tingkat discount rate 12% dan tingkat inflasi 5,14%/tahun.Nilai NPV sebesar Rp 237.165.474,00, nilai IRR 44,53%, net B/C 2,83, Gross B/Csebesar 1,06 dan PP selama 2,91 tahun. (3) Analisis sensitivitas menunjukan batasmaksimum penurunan target Peningkatan Berat Badan Harian (PBBH) sapi sebesar 16% atau PBBH minimum 0,84 kg/hari. Sedangkan batas maksimum peningkatanharga bakalan sapi sebesar 11% atau Rp 44.400,00 per kg berat hidup sapi denganasumsi biaya yang lain bersifat tetap.
ANALISIS AGROINDUSTRI GULA AREN DI KECAMATAN RAMBAH SAMO KABUPATEN ROKAN HULU Muhammad Tarmizi
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21032

Abstract

Abstract: Agroindustry is an integrated system involving agricultural, human, scienceand technology resources, money and information. Agroindustry products can beeither ready-to-eat products or other industrial raw materials. This study aims toanalyze the sugar palm agroindustry in District Rambah Samo Rokan Hulu District.The method used is survey method, sampling is done by using census method as manyas 18 craftsmen in District Rambah Samo. The analysis used is quantitativedescriptive analysis. The results of this study indicate that sugar palm agroindustry inDistrict Rambah Samo Rokan Hulu regency still use traditional tools for generationsthat are old enough. Palm sugar processing is divided into 2 stages of cooking andpacking where in terms of the cost of craftsmen earned an average of Rp.900.661 withR / C ratio 1.25 can be said that sugar palm agroindustry profit and feasible to runand developed. Abstrak : Agroindustri merupakan suatu sistem terintegrasi yang melibatkansumberdaya hasil pertanian, manusia, ilmu dan teknologi, uang dan informasi. ProdukAgroindustri dapat berupa produk akhir yang siap dikonsumsi ataupun sebagai produkbahan baku industri lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis agroindustrigula aren di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Metode yangdigunakan adalah metode survei, pengambilan sampel dilakukan denganmenggunakan metode sensus sebanyak 18 pengrajin yang ada di Kecamatan RambahSamo. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa agroindustri gula aren di Kecamatan Rambah SamoKabupaten Rokan Hulu masih menggunakan alat tradisional secara  turun temurunyang usianya sudah cukup tua. Pengolahan gula aren terbagi menjadi 2 tahappemasakan dan pengemasan dimana dari segi biaya pengrajin mendapat untung ratarataRp.900.661 dengan R/C ratio 1,25 dapat dikatakan bahwa agroindustri gula arenuntung dan layak untuk dijalankan dan dikembangkan.
NILAI TUKAR PETANI KOMODITAS PERKEBUNAN Chairul Muslim
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 13, No 2 (2017): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v13i2.21022

Abstract

Abstract : One indicator / measuring tool thatcan be used to assess farmers' welfareis Farmers Exchange Rate. This paper is part of the research result of PATANAS(Panel Petani Nasional) conducted by Indonesian Center for Agriculture SocioEconomic and Policy Analysis in Fiscal Year 2009-2012. More detail the purpose ofwriting this paper is to analyze Farmers Farmer's Exchange Rate (palm, cocoa,rubber and sugar cane) in Patanas villages. Primary data sources are farming effortsresulting from Patanas studies in 2008 and 2012 in four provinces, namely JambiProvince (representing rubber and palm oil), East Java (sugarcane), West Kalimantan(rubber and palm oil), and South Sulawesi (representing cocoa commodities).Secondary data obtained from local government related agencies. The result showsthat rubber NTP period of 2009-2012 shows positive that the price received is biggerthan the price paid, it shows that farmers are able to cover all cost components. NTPcocoa there is a decline in the exchange rate of income of 57.08%. This decline inexchange rates in line with the decline in the increase in the exchange rate of farmincome. Thus the exchange rate of cocoa farmers (NTP <100) means that thepurchasing power of farmers is relatively low, because the received is lower than theprice paid. NTP palms and sugar cane show a positive phenomenon (NTP> 100) offarm income can cover production costs so that the price received is greater than theprice paid, indicating better welfare of household life. Of course, the role of thegovernment to participate in increasing the income of farmers through the assistanceof subsidized agricultural input, provision of infrastructure; as well as policies forcontrolling household consumption expenditures (such as the provision of raskin subsidized education, health subsidies, etc.) are highly relevant in improving thewelfare of farmers. Abstrak : Salah satu indikator/alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai tingkatkesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani. Tulisan ini merupakan bagian hasilpenelitian PATANAS ( Panel Petani Nasional ) yang dilaksanakan oleh Pusat AnalisisSosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian pada Tahun Anggaran 2009–2012. Lebihdetail tujuan penulisan makalah ini adalah menganalisis Nilai Tukar Petani Kebun(sawit,kakao, karet dan tebu) di desa-desa Patanas. Sumber data primer adalah usahatani yang dihasilkan dari studi Patanas tahun 2008 dan 2012 di empat propinsi, yaituProvinsi Jambi, (mewakili komoditas karet dan sawit), Jawa Timur (tebu), KalimantanBarat (komoditas karet dan sawit), dan Sulawesi Selatan (mewakili komoditas kakao).Data sekunder didapat dari instansi terkait pemerintah daerah. Hasil menunjukkanbahwa NTP karet  periode 2009-2012 menunjuukan positif artinya harga yangditerima lebih besar dari pada harga yang dibayarkan, hal ini menunjukkan bahwapetani mampu untuk menutupi seluruh komponen biaya. NTP kakao terjadi penurunannilai tukar pendapatan sebesar 57,08 persen Penurunan nilai tukar ini sejalan denganpenurunan peningkatan nilai tukar pendapatan usahatani. Dengan demikian nilai tukar petani kakao ( NTP<100) artinya kemampuan daya beli petani relative rendah, karenayang diterima lebih rendah disbanding harga yang dibayarkan. NTP sawit dan tebu menunjukkan gejala yang posif ( NTP>100) dari pendapatan usahatani dapat menutupibiaya produksi sehingga harga yang diterima lebih besar disbanding harga yangdibayar, menunjukkan kesejahteraan hidup rumahtangga yang lebih baik. Tentunyaperan pemerintah turut serta untuk peningkatan pendapatan petani melalui bantuansubidi saprodi, penyediaan infrastruktur; serta kebijakan untuk pengendalianpengeluaran konsumsi rumahtangga (seperti pemberian raskin, subsidi pendidikan,subsidi kesehatan, dan lainnya) dinilai sangat relevan dalam perbaikan kesejahteraanpetani.

Page 1 of 1 | Total Record : 10