cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan
ISSN : 23386371     EISSN : 2550018X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Artikel yang diterbitkan antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Faktor Budaya Dalam Perawatan Ibu Nifas Inong Sri Rahayu; Mudatsir Mudatsir; Kartini Hasballah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.1 Januari-Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.577 KB)

Abstract

Abstrak Di Aceh masih banyak para ibu melakukan perawatan nifas berdasarkan budaya dan adat istiadat khususnya di Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara. Budaya atau kebiasaan merupakan salah satu yang mempengaruhi status kesehatan dari perawatan nifas yang dilakukan.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman ibu, manfaat, dan adat-istiadat dalam perawatan nifas di Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara. Sebuah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif dilakukan dengan wawancara mendalam  pada 10 orang partisipan yang didapatkan dengan purposive sampling. Transkripsi dianalisis dengan menggunakan content analisis untuk mengidentifikasi kategori dan tema. Penelitian ini menemukan pengalaman dalam perawatan nifas Madeung, Kusuk, pantang makan, dan minum ramu- ramuan proses atau cara, intensitas, durasi ,frekuensi dan manfaat dari melakukan perawatan nifas. Manfaat perawatan nifas meliputi KB tradisional, kulit menjadi cantik dan bersih, serta badan menjadi kurus. Adat istiadat dalam perawatan nifas merupakan bagian dari tradisi, keturunan dan budaya dari daerah setempat. Dimanapun mereka berada, akan ada adat istiadat tersendiri dari daerah yang sudah menjadi bagian dari budaya dalam perawatan nifas. Budaya tersebut dapat dilakukan dengan dimodifikasi atau diubah dalam praktik keperawatan tradisional yang dapat mempengaruhi terhadap budaya prilaku hidup sehat.Kata kunci: Pengalaman ibu, manfaat, adat istiadat AbstractAceh is still a lot of mothers do postnatal care based on the cultureand customs, especially in the district of Tanah Jambo Aye North Aceh District.Culture or habit is one that affects the health status of postnatal care is performed. The purpose of this study was to explore in depth experienceof the mother, benefits, and customs in postnatal care in Tanah Jambo AyeNorth Aceh District. A qualitative study with descriptive phenomenologyapproach with in-depth interviews conducted on 10 participants who wereobtained by purposive sampling. Transcription was analyzed using contentanalysis to identify categories and themes. This study found the experiencein the treatment of postpartum Madeung, muttering, to abstain from eating and drinking potions ramu- process or method, intensity, duration, frequency and thebenefits of doing postnatal care. Benefits include traditional birth postnatal care,skin to be beautiful and clean, and the body become thin. Customs in postnatal care is part of the tradition, heritage and culture of the local area. Wherever theyare, there will be separate from the local customs that have become part of theculture in postnatal care. The culture can be modified (culture care accommodation/negotiation)  or altered (culture care representing/reconstruction)in a traditional nursing practice that can influence the behavior of healthy livingculture.Key words: Mother's experience, benefits, customs
Dukungan Keluarga Dalam Perawatan Pasien Gangguan Jiwa Dengan Pendekatan Health Promotion Model Nirwan, Teuku Tahlil, Said Usman
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.2 Juli-Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.405 KB)

Abstract

AbstrakBerdasarkan data Riskesdas (2013), Indonesia mengalami peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa dengan prevalensi gangguan jiwa berat mencapai 1,7 per mil. Prevalensi psikosis tertinggi ternyata di Provinsi Aceh dan DI Yogyakarta (masing-masing 2,7 per mil), Data Dinas Kesehatan kabupaten Aceh Besar pada tahun 2015 tercatat sebanyak 1.345 penderita gangguan jiwa dan di kecamatan Blang Bintang akhir Mei 2016 terdapat 72 kasus yang memiliki permasalahan komplek diantaranya masih sangat kurang partisipasi dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga terhadap perawatan pasien gangguan jiwa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dan sampel penelitian adalah total populasi yaitu 72 keluarga pasien gangguan jiwa di kecamatan Blang Bintang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan dianalisa dengan statistik univariat, bivariat dan mulitivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel persepsi keluarga tentang manfaat, kemampuan dalam merawat pasien dan faktor interpersonal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap dukungan keluarga (pValue 0,038, 0,031 dan 0,004 0,05). Sedangkan persepsi keluarga tentang hambatan, aktifitas sehari-hari dan faktor situasional tidak memberikan pengaruh yang signifikan dukungan keluarga dalam perawatan pasien gangguan jiwa (pValue 0,999, 0,999 dan 0,555 0,05).Kata kunci : dukungan keluarga, gangguan jiwa.AbstractBased on data from basic health research (2013) in Indonesia was increased which the prevalence of severe mental disorder 1,7 per mil.The highest number of psychosis was in Aceh and Yogyakarta (approximately 2,7 per mil). Aceh Besar Public Health Service found 72 cases of mental disorder in Blang Bintang subdistrict in May 2016 and most of them faced so many problem and difficulties especially lack of family support. The purpose of this study to determine the factors that influence family support in caring of patients with mental disorders. Design it is an analytic survey with cross sectional approach. The population and the sample is total sampling 72 familes of mental patients in Blang Bintang subdistrict. Data were collected by questionnaire and statistical analysis using univariate, bivariate and mulitivariat. The research results showed that the family perception on the benefit, the capability in caring of patien and interpersonal factors have a significant influence on family support. But the family perception of barriers, daily activities and situational factors did not have a significant influence on family support in caring of mental disorder patients.Keywords : family support, mental disorder.
Penurunan Tingkat Nyeri Saat Menstruasi Melalui Latihan Abdominal Stretching Salbiah Salbiah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.1. Januari - Juni
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.144 KB)

Abstract

AbstrakKesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian di kalangan remaja. Perubahan palingawal muncul yaitu perkembangan secara biologis dimana mulainya remaja mengalami menstruasi. Permasalahanmenstruasi yang sering terjadi pada remaja putri yaitu nyeri haid/ dismenore. Dismenore dapat menimbulkan dampak bagi kegiatan atau aktivitas para remaja sehingga menyebabkan terganggunya aktivitas belajar dan menurunnya kualitas hidup remaja.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas latihan abdominal stretching terhadap tingkat nyeri saat menstruasi pada remaja putri.Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dalam satu kelompok (one group pre test-post test design). Total sampel adalah sebanyak 56 responden. Hasil penelitian skala nyeri sebelum perlakuan (pre) yang paling banyak ditemui pada skala nyeri 4-6 atau berada pada kategori nyeri sedang yaitu sebanyak 37 responden dengan persentase 66,1%. Skala nyeri setelah perlakuan (post) yang paling banyak ditemui pada skala nyeri 1-3 atau berada pada kategori nyeri ringan yaitu sebanyak 50 responden dengan persentase 89,3%. Berdasarkan uji statistik t test berpasangan didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan setelah melakukan latihan abdominal stretching dalam mengurangi skala nyeri dismenore pada mahasiswi Akademi keperawatan Tjoet Nya’ Dhien Banda Aceh. Disarankan untuk mengaplikasikan latihan abdominal stretching dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif pada remaja yang mengalami dismenore.Kata kunci: Dismenore, latihan abdominal stretching, remaja,tingkat nyeriAbstractReproduction health is important matter among the adolescents. The early alteration is signed the presence of biological changes, menstruation. Common problem during menstruation is menstruation pain/ dismenore. Dismenore brings great affect to female adolescents, such distraction on learning activities until the decline on a girl’s livingquality. The research aim is to find out the effectiveness of Abdominal Stretching Exercise toward the female adolescent Menstruation Pain Level. This is a quasi experiment in one group (one group pre test – post test design). The total sum respondent is 56 respondents. The preliminary research (Pre treatment) shows that the major pain respondents were on 4-6 pain scale or medium pain scale with 37 respondents or 66.1 %. Meanwhile the major respondents after treatment, 50 respondents or 89.3 % said that their pain level is on 1-3 or in low scale. Based on paired t test score, it was foundthat there was significant difference before and after treatment. It is good advice to apply abdominal stretching in giving comprehensive nursery service to girls with dismenore.Key words: Dismenore, abdominal stretching exercise, adolescents, pain level
Pengaruh Senam Diabetes Dan Jalan Kaki Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Dm Tipe II Di Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar Rehmaita Rehmaita; mudatsir Mudatsir; Teuku Tahlil
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.2 Juli-Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.344 KB)

Abstract

AbstrakDiabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronik dengan prevalensi penderita yang terus meningkat. Salah satu terapi yang dapat diberikan adalah olahraga fisik seperti senam diabetes dan jalan kaki untuk menurunkan kadar gula darah melalui peningkatan pemakaian glukosa oleh otot saat latihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas senam dan jalan kaki dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II.  Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan pre- dan post-test with two group design. Populasi penelitian adalah 50 penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan sampel sebanyak 44 orang. Pengumpulan data menggunakan glokometer (Auto Check Blood Glocose Monitor). Analisa mengunakan uji paired t-test dan Independent T-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap penurungan kadar gula darah (KGD) pada pasien diabetes mellitus type II akibat kegiatan senam diabetes (p-value = 0.002) dan jalan kaki (p-value = 0.001). Kegiatan olahraga yang baik, benar, teratur dan terukur dapat dipertimbangkan untuk menstabilkan kadar gula darah (KGD) pasien diabetes mellitus type II.Kata Kunci : Senam, Jalan Kaki, kadar gula darah AbstractDiabetes mellitus is a chronic disease with increasing prevalence. One of therapies that can be given to those diagnosed with this disease is physical exercise, such as doing gymnasics and walking. Those kinds of physical exercises are able to lower blood sugar levels by increasing the amount of glucose consumed by muscles during the exercise.  The objective of this research was to identify the effects  of doing gymnastics and walking in decreasing blood sugar levels among patients with type 2 diabetes mellitus. This research was a quantitative research using quasi-experimental method with two-group pre- and post-test design. A total 44 of 50 patients with type 2 diabetes mellitus were involved in the study. Data were collected using a glucose meter (Auto Check Blood Glucose Monitor) and then analyzed by paired t-test and independent t-test. Results indicate that blood sugar level was significantly correlated with doing gymnasics (p-value = 0.02) and walking (p-value = 0.01). Doing gymnastics and walking could provide positive effects in the reduction of blood sugar levels of patients with type 2 diabetes mellitus.Keywords: Gymnastics, Walking, Blood Sugar Level
Home Visit Perawat dan Kemandirian Keluarga dalam Perawatan Halusinasi pada Pasien Schizophrenia Ersida, Hermansyah, Endang Mutiawati
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.1 Januari-Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.772 KB)

Abstract

AbstrakDiperkirakan 70% dari pasien Schizophrenia mengalami halusinasi sebagai salah satu gejala positifnya. Diantara upaya pencegahan yang dilakukan oleh tim kesehatan di Puskesmas Dewantara dan Nisam adalah kegiatan home visit bagi penderita gangguan jiwa di komunitas. Kegiatan home visit yang dilakukan terdiri dari client engagement, client assessment dan client teaching. Namun kegiatan ini tidak dilakukan pada semua pasien gangguan jiwa dan secara khusus belum pernah dilakukan evaluasi efektifitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan home visit dengan perawatan halusinasi pada pasien Schizophrenia di Puskesmas Dewantara dan Nisam Kabupaten Aceh Utara. Penelitian kuantitatif survey analitik dengan menggunakan desain cross-sectional ini dilakukan sejak tanggal 20 Agustus sampai dengan 20 November 2015 pada 108 orang anggota keluarga pasien sebagai sampel yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian didapatkan 66.7% kegiatan home visit perawat aktif dan 66.7% perawatan halusinasi dilakukan secara mandiri. Terdapat hubungan antara home visit perawat yang aktif dengan kemandirian keluarga dalam perawatan halusinasi pada pasien Schizophrenia (p=0.000). Terdapat hubungan antara kegiatan client engagement yang aktif dengan kemandirian keluarga dalam perawatan halusinasi pada pasien Schizophrenia (p=0.000). Disarankan kepada keluarga agar dapat memanfaatkan kegiatan home visit sebagai sarana belajar dan memperoleh informasi, serta konsultasi terkait perawatan halusinasi pada pasien Schizophrenia.Kata kunci: Home visit, Kemandirian Keluarga, Perawatan halusinasiAbstractIt was estimated that 70% of Schizophrenic patients under go hallucination as one of its symptoms. Among the prevention strategies that proposed by the health team in Dewantara and Nisam Public Health Centers to deliver health care services was home visit to the patients with mental disorders who remained in community. Some activities which employed during home visit were client engagement, client assessment, and client teaching. However, these activities were not particularly evaluated for the effectiveness. This research aimed to identify the association between home visit with hallucination care of Schizophrenic patients at Dewantara and Nisam Public Health Center in North Aceh Regency. The research was an analytic survey quantitative research using a cross-sectional design conducted from August 20th to November 20th, 2015 on 108 family member as samples through interviews and observations questionnaire. The result of study found that 66.7% home visit activity was active and 66.7% hallucination care was independent. There was an association between active nurse home visit with family independency in hallucination care of Schizophrenic patients (p=0.000). It was recommended for family to utilize home visit activity as a facility to learn, gain information, and consultation about hallucination care on Schizophrenic patients.Key words: Family independency, Hallucination care, Home visit
PERBEDAAN NILAI TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH OLAHRAGA SENAM PADA LANSIA Ibrahim Hasan; Zakirullah Syafei
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume I No.1 Mei-Agustus
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.683 KB)

Abstract

ABSTRAKPerubahan fisik pada lansia menjadi kondisi mudahnya terserang penyakit, seperti kardiovaskuler menurunnya elastisitas pembuluh darah sebagai salah satu penyebab terjadinya hipertensi, dimana nilai tekanan darah sistolik diatas 140 mmHg dan diastolik diatas 90 mmHg. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan nilai tekanan darah lansia dengan hipertensi sebelum dan sesudah senam pada lansia. Desain penelitian ini termasuk kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen nonrandomized pretest – postest, menggunakan teknik pengambilan data secara total sampling dengan15 responden. Pengumpulan data secara pengukurandilakukan sejak tanggal 20 Mei – 14 Juni 2013 di UPTD Rumoh Seujahtra Genaseh Sayang Banda Aceh. Alat pengumpulan data berupa tensimeter air raksa, statescope, kuesioner dan lembar observasi. Analisa data diuji melalui dua mean menggunakan paired t-test. Hasil penelitian didapatkan rerata perbedaan nilai tekanan darah sistolik adalah 12.37 mmHg dengan standar deviasi 3.70, dan rerata perbedaan nilai tekanan darah diastolik adalah 7.91 mmHg dengan standar deviasi 2.74 dan nilai p value = 0,0001 dengan α = 5 %, dimana Ha diterima yaitu terlihat adanya perbedaan nilai tekanan darah lansia dengan hipertensi sebelum dan sesudah olahraga senam pada lansia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan kepala UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang agar tetap mempertahankan dan meningkatkan senam pada lansia secara rutin sebagai layanan perawatan menurunkan tekanan darah khususnya bagi lansia dengan hipertensi.Kata Kunci : Lansia, Hipertensi, Olahraga SenamABSTRACTPhysical changes in the elderly are more contagious condition of illness, such as cardiovascular, reduced blood vessel elasticityas one ofthe causes of hypertension, where the value of systolic blood pressure over 140mmHg and diastolic over 90mmHg. The purposeof this study to find out the difference value of the blood pressure of elderly with hypertension before and after exercisein the elderly. The study design included a quantitative quasi-experimental designn on randomized pretest-posttest, using the techniques of data collection in total sampling with 15 respondents. Measurement data collection is done from the date of 20 May to 14 June 2013 in the UPTD Rumoh Seujahtra Genaseh Sayang Banda Aceh. Data collection devices such as mercury tensimeter, statescope, questionnaires and observation sheets. Analysis ofthe data was tested through two mean using paired t-test. The results showed the mean difference in systolic bloodpressure value is 12.37mmHg with a standard deviation of 3.70, and the mean difference in diastolic blood pressure values were 7.91mmHg with a standard deviation of 2.74 and p value=0.0001 with α=5%, where Ha is accepted that looks the difference in blood pressure values of elderly with hypertension before and after gymnastics in the elderly. Based on these results, it is expected to The Head of UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang to retain and promote the routine gymnastics to the elderly as part of particular health service for lowering blood pressure especially to the elderly with hypertension.Keywords : Elderly, Hypertension, Elderly gymnastics
Aspek Biologis Lansia Di Uptd Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Dan Desa Lubuk Sukon Banda Aceh Khairani Khairani; Dara Mubsirah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.1 Januari-Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.363 KB)

Abstract

ABSTRAK                                                                                                                                                                                                                                                           Aspek biologis adalah salah satu komponen utama successful aging  dengan  terbebas dari penyakit dan kecacatan, serta meningkatnya fungsi fisik. Successful aging terjadi karena adanya beberapa faktor yang saling berkaitan, di antaranya yaitu  faktor sosial. Dukungan yang baik dari keluarga maupun lingkungan kepada lansia untuk tetap melakukan segala kegiatan di lingkungannya membuat lansia menjalani masa tuanya dengan sukses. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aspek biologis lansia di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dengan lansia di Desa Lubuk Sukon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah metode purposive sampling dan quota sampling dengan jumlah sampel 80 lansia. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan aspek biologis  lansia  di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dengan lansia di Desa Lubuk Sukon   (p-value 0,646). Diharapkan kepada petugas UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dan masyarakat khususnya keluarga untuk mendukung lansia dalam mencapai kesuksesan di masa tuanya terutama yang mengalami penurunan aspek biologis.Kata kunci: lansia, aspek biologis  ABSTRACT                                                                                                                             The biological aspect is one of the main components of successful aging with free of disease and disability, as well as increasing physical function. Successful aging occurs because of some interrelated factors, such as social factor. A good support from family and environment to elderly to keep doing his activities makes the elderly feels accepted and lives his old age successfully. The purpose of this study was to find out the differences of successful aging between the elderlies at Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang UPTD and Lubuk Sukon Village. This study was descriptive comparative study with cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling and quota sampling, with the number of sample was 80 elderlies. The data collection instrument used was questionnaire with guided interview. The data were analyzed by using Mann-Whitney U test. The result of the study showed that there was no difference of biological aspect between the elderlies at Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang UPTD Lubuk Sukon Village (p-value 0.646). It is expected that the personnel and society in Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang UPTD, especially for family, to support the elderlies in achieving success in their old age, particularly those who are restrained by the decrease in biological aspect.Keywords : elderly, biological aspect
Pengaruh Pelatihan Model Pengajaran Langsung Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Kesehatan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Di Kecamatan Delima Kabupaten Pidie Nurlela Mufida, Mudatsir, Kartini Hasbalah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.2 Juli - Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.994 KB)

Abstract

Efektifitas Peer Education Pada Pengetahuan Dan Sikap Siswa SMA Dalam Pencegahan HIV/AIDS Laras Cyntia Kasih
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.2 Juli-Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.088 KB)

Abstract

Pengaruh Peringatan Visual Pada Bungkus Rokok Terhadap Perilaku Merokok Pada Siswa SMA Noor Aznidar Aldani, Said Usman, Teuku Tahlil
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.2 Juli - Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.535 KB)

Abstract

AbstrakSaat ini peringatan visual produk tembakau merupakan sumber informasi kesehatan terkemuka dan memiliki posisi penting sebagai inisiatif pengendalian tembakau. Namun, sangat sedikit sekali diketahui tentang pengaruhnya terhadap perilaku merokok remaja. Oleh karena itu penulis meneliti pengaruh peringatan visual terhadap perilaku merokok remaja. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui pengaruh peringatan visual pada bungkus rokok terhadap perilaku merokok remaja. Populasi yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas I dan II yang ada di salah satu Sekolah Menengah Atas Kota Banda Aceh, dengan sampel 433 siswa/i. Desain penelitian ini dalam bentuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 12 Agustus sampai dengan 20 Agustus 2015 dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peringatan visual pada bungkus rokok dengan perilaku merokok remaja P= 0,000; Odds Ratio 0,391. Peringatan visual pada bungkus rokok yang diperhatikan oleh mayoritas remaja dapat membantu untuk mengkomunikasikan resiko bahaya merokok yang memiliki potensi mengurangi kebiasaan merokok. Temuan menunjukkan bahwa pengenalan peringatan visual bahaya merokok dapat mengurangi perilaku merokok remaja.Kata Kunci: Peringatan Visual, Perilaku Merokok, RemajaAbstractThe visual warning on tobacco products currently is a leading source of health information and has an important position in tobacco control initiatives. However, little is known about its effects on adolescent smoking behavior. Therefore, the authors examined the effect visual warnings towards smoking behavior of school student. The purpose of this study was to determine the effect visual warning on cigarette packs toward school student behavior smoking at SMA Kota Banda Aceh. The population included in this study were all students grade I and II one of SMA in Banda Aceh, with a sample of 433 students. This study design used of analytic survey method, with a sampling technique using total sampling. Data collection was conducted from August 12 until August 20, 2015 using questionnaires. The result showed that there is a significant relationship between visual warning with adolescent smoking behavior P = 0.000; odds ratio 0.391. Visual warning labels on cigarette packs are noticed by the majority of adolescents can help to communicate the dangers associated with smoking and has the potential to reduce smoking. Conclusion: The introduction of visual warning on cigarette packs can reduce adolescent smoking behavior.Keyword: Visual Warning, Smoking Behavior, Adolescent

Page 5 of 15 | Total Record : 141