cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan
ISSN : 23386371     EISSN : 2550018X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) adalah suatu media yang dapat digunakan untuk, mendiseminasi, dan mengarsipkan karya perawat peneliti di Indonesia. Artikel yang diterbitkan antara lain meliputi sub bidang keperawatan dasar, keperawatan dewasa, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan jiwa, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, keperawatan komunitas, manajemen keperawatan, dan pendidikan keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Konseling Terhadap Kepatuhan Berobat Penderita Hipertensi Mursal ,
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.1 Januari-Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.66 KB)

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan penyakit kronis dan tidak menular akan tetapi dapat menyebabkan kematian. Kepatuhan berobat sangat diperlukan bagi penderita hipertensi untuk meminimalkan resiko komplikasi yang ditimbulkan. Metode penelitian quasi experimental design dengan rancangan nonequivalent control group before-after Design. Kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol dipilih secara non random (NR). Besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 60 reponden (30 responden untuk setiap kelompok). Kelompok intervensi diberikan konseling dengan frekuensi 3 (tiga) kali seminggu selama 3 (tiga) sedangkan kelompok kontrol tidak dilakukan. Kepatuhan berobat diukur dengan menggunakan kuisioner MTA (Measurement Treatment Adherence) Scale. Hasil penelitian dengan menggunakan tiga analisis data yaitu univariat ; pada kelompok intervensi mayoritas penderita hipertensi tidak patuh berobat sebelum diberikan konseling sebanyak 18 orang (60%) dan setelah diberikan konseling mayoritas penderita hipertensi yang patuh sebanyak 22 orang (73.3%). Sedangkan pada kelompok kontrol dapat dilihat bahwa mayoritas penderita hipertensi yang tidak patuh sebelum diuji (pretest) sebanyak 17 orang (56.7%) dan mayoritas penderita hipertensi yang tidak patuh setelah diuji (posttest) sebanyak 16 orang (53.3%). Bivariat ; ada pengaruh konseling terhadap kepatuhan berobat penderita hipertensi. Multivariat ; Konseling merupakan variabel yang paling mempengaruhi terhadap kepatuhan berobat penderita hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Konseling, Kepatuhan Berobat.AbstractAlthough hypertension may be seen as a chronic and non infectious disease, it can cause mortality. Adhering to medication is very required for hypertensive patients so as to reduce the risk of complication caused by the hypertension. A quasi experimental technique was used under the premise of nonequivalent control group that is before and after design. The sample was 60 respondents categorized into two different groups. In the experimental group, the counseling was done three times a week with the duration of one week meanwhile in the control group the treatment was not given. The medication adherence was measured by using the scale made upon MTA (Measurement Treatment Adherence) questionnaire. Three analyses were used in this research. Univariate; In the intervention group, the majority of non adherence hypertensive patient who were 18 people (60%) took the medication prior to the counseling. After the counseling, the number of adherence patients was exceeded to 22 people (73.3%). On contrary, the majority of patient in the control group before the treatment (pretest) was 17 people (56.7%) and was dwindle to 16 patients or 53.3 % after the posttest had been performed. Referring to the bivariat analysis, it showed that there was an effect of counseling toward the medication adherence. Multivariate analysis indicated that counseling was a considerably confounding variable.Key Word : Hypertension, Counseling, Medication Adherence.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI GAMPONG GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR TAHUN 2013 Marlina Marlina
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume I No.1 Mei-Agustus
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.545 KB)

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya jumlah angka penyakit malaria menimbulkan berbagai permasalahan yang komplek bagi keluarga dan masyarakat. Terjadinya penyakit malaria disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan kebersihan diri dan lingkungan. Upaya pencegahan penyakit malaria berpengaruh agar tidak terjadinya kembali penyakit malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga terhadap upaya pencegahan penyakit malaria di Gampong Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Tahun 2013. Desain penelitian Deskriptif korelatif dengan pendekatan cros sectional. Teknik pengambilan data diambil dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 78 orang. Instrument dalam penelitian ini berupa kuesioner dalam bentuk skala likert, yang terdiri dari 21 item pernyataan dan observasi dan wawancara 10 pernyataan. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal19-26 Februari 2013 di Gampong Garot Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Pengujian Hipotesa jika p-value ≥ nilai α maka hipotesa null (Ho) diterima,jika p-value nilai α makahipotesa alternative (Ha) diterima. Hasil analisa data nilai p-value untuk dukungan keluarga secara umum (0,720), dukungan social (1000), dukungan penilaian (0,309), dukungan tambahan (1000), dukungan emosional (0,741). Hasil secara umum terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga terhadap upaya pencegahan penyakit malaria di Gampong Garot Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar 2013. sebanyak 66 (84,6%) kurang dan baik terhadap upaya pencegahan penyakit malaria 12 (15,4%). Dari hasil tersebut diharapkan kepada kelurga yang terjangkit penyakit malaria agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.Kata kunci: dukungan, upaya penyakit malariaABSTRACTIncreasing the total number of malaria indicated various complex problems for family and community. Malaria caused by the human behaviour that not aware to the personal hygine and environtment. Some efforts to prevent the malaria disease are influence to make malaria does not return back again. The purpose of this research is to identify the context of family support with the efforts to prevents malaria disease at GampongKecamatanDarulImarah Aceh Besar Year 2013. The Descriptive Corelativedesign with the approaching of crosssectional. The data taking technique is done by purposive sampingmethod, with 78 people total sample. The instruments in this research is questionnaire that form on scalalikert, that consist of 21 statements and observation and 10 statement interviews. The data accumulation was done from February 19th to February 26th 2013 at GampongGarotKecamatanDarulImarah Aceh Besar. The hypothesis checking if p value ≥ a value, so the null (Ho) hypothesis is accepted. Ig the p- value a value, so the (Ha) alternative hypothesis is accepted. The data analysis result of p – value to support the family in general is about (0,720), social support (1000), valuation support (0,309), additional support(1000), emotional support (0,741). The result, in general found some connection between family support with efforts to prevent malaria disease at GampongKecamatanDarulImarah Aceh Besar Year 2013. Around 66 984,6%) lack dan good on efforts to prevent malaria disease around 12 (15,4%).Keywords: family support, prevent malaria
Efektivitas Kartu Kuartet Berbasis Multimedia Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Berdasarkan Teori Health Promotion Model Fitriani Fadillah; Teuku Tahlil; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.1 Januari-Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan upaya memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar berperan aktif mewujudkan sekolah sehat. Banyak  metode dan media promosi kesehatan digunakan untuk meningkatkan PHBS di sekolah, salah satunya adalah kartu kuartet berbasis multimedia. Media penyuluhan kesehatan ini memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pengetahuan, sikap dan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor nilai pengetahuan, sikap, tindakan dan perilaku sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan kartu kuartet berbasis multimedia di SMP Negeri I Sidamanik Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan desain one group pretest-posttest design pada 32 orang siswa SMP Negeri I Sidamanik kelas VIII sebanyak 8 kelas yang memiliki peringkat 1-4. Penelitian ini menggunakan alat ukut kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan data univariat dan bivariat dengan uji paired sample t-test dan Wilcoxon signed rank. Hasil penelitian didapatkan adanya perubahan perilaku (p=0.003) dengan pengetahuan (p = 0.002), sikap (p = 0.001) dan  tindakan (p = 0.000) sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan kartu kuaret berbasis multimedia tentang PHBS di sekolah. Disimpulkan dalam penggunaan kartu kuartet berbasis multimedia efektif dalam merubah perilaku siswa tentang PHBS di sekolah. Kata kunci: PHBS tatanan sekolah, Perilaku, kartu kuartet, multimedia, Health Promotion Model  Abstract The Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) at school was mean empower students, teachers, and the people around school in order make an active role to create a healthy school. There is lot of method and health promotion media used to increase the CHLB at school, one of them is quartet card base on multimedia. The healthy information has a significant influence to increase the clean and healthy living behavior by knowledge, attitude, and practice. The aim of this research is to know the score difference,  knowledge value, attitude, action, before and after behavior healthy information of quartet card base of multimedia given at Junior High School 1 Sidamanik North Sumatra. This research used quasy eksperiment design with one group pretest-posttest design in 32 students of Junior High School 1 Sidamanik, VII grade as many eight which procure 1-4 rank. This research used quesioer measure tool and observation sheet. Data analyze used  the univariant and bivariant data with paired sample t-test and Wilcoxon signed rank. The result of research existence established  behavior changes (p=0.003) by knowledge (p = 0.002), attitude (p = 0.001) and action (p = 0.000) before and after behavior healthy information of quartet card base on multimedia given about CHLB at school. The conclusion in using a of quartet card base of multimedia is effective to change the students behavior about CHLB at school.  Key words: CHLB the order of school, Behavior, quartet card, multimedia, Health Promotion  Model
Pengetahuan, Dana Insentif, Sarana Dan Prasarana Dengan Partisipasi Kader Dalam Pelaksanaan Posyandu Yanti, Mulyadi, Said usman
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.2 Juli - Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.908 KB)

Abstract

PERFORMANCE ACCOMPLISHMENT’S DALAM MOTIVASI KADER POSYANDU Nevi Hasrati Nizami
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.2 Juli-Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.026 KB)

Abstract

Promosi Kesehatan Cuci Tangan Dan Jajanan Sehat Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Siswa Keumalasari Keumalasari; Kartini Hasballah; Imran Imran
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.1 Januari-Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.402 KB)

Abstract

AbstrakCuci tangan dan jajanan sehat merupakan salah satu solusi yang mudah dan efektif dalam pencegahan penyakit menular dan juga dapat mencegah gangguan saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan cuci tangan dan jajanan sehat terhadap pengetahuan dan sikap siswa MIN Lamrabo Kecamatan Kutabaro Kabupaten Aceh Besar. Intervensi promosi kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, demontrasi serta permainan menggunakan leaflet, booklet dan gambar. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan design pre experimental berupa the one gruop pretest-posttest design terhadap 153 responden yang diperoleh secara purposive sampling. Instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner dengan tehnik analisa data menggunakan uji statistik parametrik paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dengan nilai rerata 8,398 sebelum intervensi meningkat jadi 13,99 (p=0,000) dan peningkatan sikap dengan nilai rerata 47,74 sebelum intervensi meningkat jadi 64,47 (p=0,000). Promosi kesehatan merupakan prioritas utama dan merupakan salah satu intervensi keperawatan yang efektif meningkatkan tingkat kesadaran siswa akan pentingnya cuci tangan dan jajanan sehat di sekolah. Diharapkan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan dan jajanan sehat dapat dijadikan salah satu tindakan keperawatan pada siswa di sekolah. Kata Kunci : cuci tangan, jajanan sehat, pengetahuan, sikap Abstract                                                    Hands wash and healthy snacks is one solution that is easy and effective in the prevention of infectious diseases and also can prevent gastrointestinal disorders. This study aims to determine the effect of hand washing health promotion and healthy snacks on knowledge and attitudes of students MIN Lamrabo Kutabaro District of Aceh Besar district. Health promotion interventions carried out with lectures, discussions, demonstrations and games using leaflets, booklets and pictures. This type of research is quantitative with pre-experimental design such as the one gruop pretest-posttest design of the 153 respondents were obtained by purposive sampling. The research instrument in the form of a questionnaire with data analysis techniques using parametric statistical test paired t-test. The results showed a health promoting effect on the improvement of knowledge with a mean value of 8.398 before the intervention increased to 13.99 (p = 0.000) and improvement of attitudes with a mean value of 47.74 before the intervention increased to 64.47 (p = 0.000). Health promotion is a top priority and is one of the nursing interventions effectively improve the level of students' awareness of the importance of hand washing and healthy snacks at school. Expected health education about hand washing and healthy snacks can be one nursing actions on the students in the school.Keywords: hand washing, healthy snacks, knowledge, attitudes
Persepsi, Sikap, & Perilaku Ibu Dalam Merawat Balita Dengan Diare Masdiana, Teuku Tahlil, Imran,
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.1 Januari-Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.737 KB)

Abstract

AbstrakPengetahuan, persepsi, dan pengelolaan keterampilan ibu memiliki peran penting dalam meminimalkan morbiditas dan mortalitas penyakit diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang persepsi, sikap, perilaku ibu dalam merawat balita dengan diare. Sebuah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif dilakukan dengan wawancara mendalam pada 20 orang partisipan yang didapatkan dengan purposive sampling. Transkripsi dianalisis dengan menggunakan content analisis untuk mengidentifikasi kategori dan tema. Berdasarkan hasil penelitian sikap ibu terhadap kejadian diare antara lain cemas, panik, tenang dan tidak peduli. Penyebab diare yang dipersepsikan adalah kesalahan mengkonsumsi makanan/minuman, malabsorbsi, defisensi imun, virus, parasit, personal hygiene sanitasi yang buruk, dan proses tumbuh kembang. Klasifikasi diare meliputi diare ringan dan diare berat. Perilaku ibu dalam perawatan/pengobatan diare berupa mencari fasilitas kesehatan, pengobatan tradisional, merawat sendiri balita dengan diare di rumah, dan tidak melakukan apa-apa, sedangkan pencegahan diare yang dilakukan adalah menjaga makan dan minum anak, menjaga agar anak tidak terpapar dari anak lain yang sedang mengalami diare, menjaga kebersihan diri dan sanitasi lingkungan. Dibutuhkan strategi komunikasi interaktif untuk ibu dan petugas kesehatan dalam memfasilitasi perubahan positif yang berkelanjutan dalam merawat balita dengan diare dengan mempertimbangkan budaya dan sumber daya yang ada.Kata Kunci: pengalaman ibu (persepsi, sikap, perilaku)AbstractKnowledge, perceptions, and the management skills of mother were an important role in minimizing the morbidity and mortality of diarrheal disease. This study aimed to explore the perceptions, attitudes, behaviors of mothers on caring children with diarrhea. A qualitative study with descriptive phenomenology approach, in-depth interviews conducted on 20 participants who were selected by purposive sampling technique. Transcription was analyzed using content analysis to identify the categories and themes. The results showed the attitudes of mothers towards the incidence of diarrhea were anxiety, panic, calm and unconcerned. The causes of diarrhea as perceived by mothers were consumption of wrong food/beverage, malabsorption, immune deficiency, contaminations of food by viruses and parasites, poor sanitation and personal hygiene, and the growth process. Classification of diarrhea include mild diarrhea and severe diarrhea. Mothers’ behavior in caring/treating diarrhea were looking for health facilities, traditional treatments, treating the children with diarrhe by themselves at home, and did not provide any treatment. The prevention of diarrhea were keeping food and drinks children, do not let the children exposed to other children with diarrhea, maintaining personal hygiene and sanitation. Interactive communication strategy for mothers and health workers is needed in facilitating sustainable positive changes in caring children with diarrhea by considering the culture and available resources.Key Words: mothers’ experiences (perceptions, attitudes, behaviors)
Efektifitas Program Pendidikan Terhadap Pengetahuan Basic Life Support Pada Remaja Enny Jurisa
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume III No.1. Januari - Juni
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.498 KB)

Abstract

AbstrakBasic Life Support (BLS) atau disebut juga bantuan hidup dasar (BHD)adalah tindakan darurat untuk membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Metode ceramah adalah metode secara lisan yang berisi tentang penyuluhan kesehatan dari petugas kesehatan adalah pemberian dukungan informasi dapat dilakukan dengan memberikan informasi mengenai kesehatan yang sebenarnya, apa itu kesehatan dan apa yang dirasakan seseorang ketika mengalami masalah kesehatan. Adapun tujuan dari penelitian ini melihat peningkatan pengetahuan basic lifesupport (BLS) pada siswa kelas X SMAN I Sigli. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian One-Group Pre test-post test design untuk membandingkan pengetahuan BLS sebelum dan sesudah pelatihan. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 44 orang yang terdiri dari 25 siswa perempuan 19 siswa laki-laki.Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil.hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test pada responden yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dimana nilai p-value =0,000 (α 0.05). Kesimpulan.Secara statistik ada peningkatan yangsignifikan pelatihan dengan metode ceramah terhadap pengetahuan BLS pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sigli.Kata kunci:Basic life support, ceramah, siswaAbstactBasic Life Support (BLS) or also known as basic life support (BHD) is an emergency act to release or open the airway, breathing and helps maintain blood circulation without usinh devices. Lecture method is aspoken method that contains health education of health workers is providing support information can be done by providing information about the actual health, what is health and what one feels when experiencing health problems. The purpose of this study is to finding out the increase in knowledge of basic life support (BLS) in class X of SMAN I Sigli. This study research design One-Group Pre-test post-test design to compare BLS knowledge before and after training. The number of samples used were 44 people consisting of 25 girls 19 boys. Analysis data was performed using SPSS and hypothesis testing using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results. the statistical test Wilcoxon Signed Rank Test on respondents, a significant difference where pvalue= 0.000 (α 0.05). Conclusion. No statistically significant increase in training with a lecture on the BLS knowledge in class X SMA Negeri 1 Sigli.Keywords:Basic life support, Lecture, Student
Kemandirian Keluarga Dalam Merawat Klien Skizofrenia Cut Dian Sukma Sari; Kartini Hasballah; Asnawi Abdullah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume V No.2 Juli-Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.006 KB)

Abstract

AbstrakSkizofrenia merupakan gangguan psikotik kronis yang memiliki dampak tidak hanya masalah bagi penderita tapi bagi keluarganya juga. Dampak skizofrenia mempengaruhi kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Dengan menggunakan metode survey analitik dan dengan pendekatan cross sectional study penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian keluarga dalam merawat klien skizofrenia. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang merawat anggota keluarga dengan skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Batoh kota Banda Aceh berjumlah 42 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala likert dengan metode pengumpulan data secara angket. Data dianalisa secara univariat, bivariat  menggunakan Chi-Square Test dan multivariat menggunakan uji statistik Binary Logistic. Hasil penelitian diketahui bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor usia dengan kemandirian keluarga (p value=0,158), tidak terdapat hubungan antara faktor pendidikan dengan kemandirian keluarga (p value=1,000), terdapat hubungan yang signifikan antara faktor struktur keluarga dengan kemandirian keluarga (p value=0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara faktor budaya dengan kemandirian keluarga (p value= 0,009) dan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan dengan kemandirian keluarga (p value=0,000). Hasil penelitian ini menunjukkaan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi kemandirian keluarga klien skizofrenia di Wilayah Kecamatan Batoh Kota Banda Aceh adalah struktur keluarga dengan nilai p adalah 0,039 dan nilai odd ratio (OR) sebesar 11,172 serta lingkungan dengan nilai p adalah 0,032 dan nilai odd ratio (OR) sebesar 23,870Kata kunci : kemandirian, keluarga, skizofrenia. AbstractSchizophrenia is a chronic psychotic disorder that affects not only problems for the sufferer but for the family as well. The impact of schizophrenia affects family independence in caring for family members with schizophrenia. By using analytical survey method and with cross sectional study approach, this study aims to determine the factors that influence the family independence in caring for schizophrenic clients. The population in this study is the family who cared for family members with schizophrenia in the work area of Batoh City Health Center Banda Aceh amounted to 42 people. Data collection in this research is done by total sampling technique. Instrument of data collection using likert scale with data collection method by questionnaire. Data were analyzed by univariate, bivariate using Chi-Square Test and multivariate using Binary Logistic statistic test. The result showed that there was no correlation between age factor and family independence (p value = 0,158), there was no correlation between education factor and family independence (p value = 1,000), there was significant correlation between family structure factor and family independence (p value = 0,000), there is a significant correlation between culture factor and family independence (p value = 0,009) and there is significant relation between environmental factor and family independence (p value = 0,000). The results of this study indicate that the most dominant factor influencing the independence of the family of schizophrenic clients in the Batoh sub-district of Banda Aceh is the family structure with p value is 0.039 and the odd ratio (OR) of 11,172 and the environment with p value is 0.032 and the odd ratio OR) of 23.870Keywords : independence, family, schizophrenia
Faktor Keluarga Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Nurul Septiana, Syahrul, Hermansyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan (JIK) Volume IV No.1 Januari-Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.431 KB)

Abstract

AbstrakPrevalensi merokok pada remaja (≥15 tahun) di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya adalah faktor keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor keluarga yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa Sekolah Menengah Pertama melalui metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 367 orang. Pengumpulan data dilakukan selama bulan september sampai dengan oktober tahun 2015 pada 7 SMP Negeri di Kabupaten Aceh Besar menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi struktur keluarga, aktivitas keluarga, konflik keluarga, dukungan orang tua, kontrol orang tua, serta perilaku merokok dengan menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi merokok pada siswa SMP Negeri di Kabupaten Aceh Besar cukup tinggi yaitu 43,6%. Perilaku merokok berhubungan dengan struktur keluarga yang tidak utuh (p=0,000); aktivitas keluarga yang kurang (p=0,000), konflik keluarga (p=0,000); kurangnya dukungan orang tua (p=0,001); dan kurangnya kontrol orang tua (p=0,000). Struktur keluarga yang tidak utuh merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku merokok (OR= 2,946). Intervensi perlu dikembangkan untuk mencegah perilaku merokok dengan memperkuat hubungan antara orang tua dan anak, serta meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh dan mengontrol perilaku anak.Kata Kunci: Perilaku merokok, remaja, keluarga. AbstractThe prevalence of smoking behavior among adolescents (≥15 years) in Indonesia tends to increasing every year. This can be caused by family factor.This study aimed to identify family factors associated to smoking behavior in Junior High School students through analytic survey method with cross sectional design. Respondents in this research were 367 students. Data collected on September to October 2015 in 7 Junior High School in Aceh Besar using questionnaire to identify family structure, family activities, family conflict, parental support, parental control, and the smoking behavior by using chi-square test.The results showed the prevalence of smoking behavior among the Junior High School students in Aceh Besar district was high (43.6%). Smoking behavior is associated with non-intact family structure (p=0.000); lack of family activities (p=0.000); family conflict (p= 0.000); lack of parental support (p= 0.001); and lack of parental control (p=0.000). Non-intact family structure was the most dominant contributors to adolescent smoking behavior (OR= 2.946). Interventions should be developed to prevent smoking behavior among adolescent by strengthening the relationship between parents and children, as well as improve the ability of parenting and monitoring skills to control child's behavior.Keywords: Smoking behavior, adolescent, family.

Page 7 of 15 | Total Record : 141