cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Optimasi Hubungan Kuantitatif Struktur Senyawa Turunan Quercetin Yang Berpotensi Terhadap Aktivitas Antivirus Dengue dengan Metode Austin Model 1 Ika Diana Evita; Charles Banon; Salprima Yudha; Morina Adfa
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.39530

Abstract

Antivirus dengue merupakan suatu senyawa yang memiliki kemampuan dalam menghambat aktivitas dari virus DENV. Salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antivirus dengue yaitu quercetin. Telah dilakukan analisis Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (HKSA) secara teoritik dengan memprediksi turunan senyawa quercetin yang dioptimasi dengan menggantikan atom H dan gugus –OH dengan substituen NO2 dan/atau F (flour) pada posisi 3, 5, 7, 8, 2’, 3’, 4’ dan 5’, sehingga didapatkan 16 senyawa turunan quercetin. Metode yang digunakan adalah semiempiris AM1 dengan aplikasi Hyperchem 8.0.8 untuk pengoptimasi struktur dan metode backward untuk analisis regresi multilinier dengan aplikasi SPSS v24.0. Analisis regresi multilinier menunjukkan bahwa persamaan HKSA terbaik untuk menghitung nilai aktivitas antivirus senyawa turunan quercetin, yaitu:IC50 3,7,3’,4’-tetrahidroksi-5-fluoro flavon = -819,386 + (-0,002)Et +(0,138)Eb + (0,000) Ee + (-0,288)ΔHf + (1,049)µ + (6,988)EHOMO + (5,820)ELUMO(n = 16; R = 0,0985; R2= 0,0970; Adj R = 0,931; SE = 1,325; Fhitung = 25,029)Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa turunan quercetin yang lebih berpotensi sebagai antivirus dengue yaitu 3,7,3’,4’-tetrahidroksi-5-fluoro flavon dengan nilai IC50 = 122,3379 µM.
Bioplastik Berbahan Dasar Tepung Tapioka dengan Modifikasi Gliserin dan Serat Bambu Herman Yoseph Sriyana; Berliana Putri Indrasmara
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.40331

Abstract

Plastik konvensional yang saat ini sering digunakan berasal dari polimer minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan sulit terurai oleh mikroorganisme sehingga mencemari lingkungan. Bioplastik adalah plastik yang terbuat dari bahan alam yang mampu terurai oleh mikroorganisme menghasilkan air dan gas karbon dioksida. Bioplastik merupakan solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh plastik yang tidak mudah terurai. Tepung tapioka dengan kandungan pati yang tinggi sebesar 98% berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bioplastik dari tepung tapioka dengan modifikasi gliserin dan serat bambu. Gliserin dan serat bambu ditambahkan dengan tujuan meningkatkan karakteristik bioplastik. Meliputi ketahanan air, ketebalan, biodegradasi, morfologi, tensile strength, dan elongation. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini meliputi jumlah penambahan gliserin (0,0%; 0,5%; 1,0%;1,5%; 2,0%) dan penambahan serat bambu (0,0%; 0,5%; 1,0%; 1,5%; 2,0%). Variabel terikat pada penelitian ini meliputi uji ketahanan air, ketebalan, morfologi, biodegradasi, tensile strength, dan elongation. Hasil penelitian menunjukkan bioplastik karakteristik terbaik diperoleh pada penambahan gliserin 2% dan penambahan serat  bambu 2%, meliputi karakteristik ketahanan air 100%, ketebalan, 0,84 mm, morfologi homogen, biodegradasi 6 hari, tengsile strength 5,93 mPa, dan elongation 224,41%. Karakteristik bioplastik yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan dengan karakteristik bioplastik dengan standar SNI No 7188.7:2016.
Karakterisasi Hasil Reaksi Ion Gadolinium (III) dengan Ligan Dibutilditiokarbamat Menggunakan Metode Mekanika Molekular (MM2) Sani Widyastuti Pratiwi; Anni Anggraeni; Husein H. Bahti
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.19139

Abstract

Gadolinium dalam bentuk murni memiliki nilai ekonomis tinggi banyak digunakan untuk keperluan industri, kedokteran, kimia,dan metalurgi. Dibutilditiokarbamat merupakan ligan dengan dua atom sulfur yang berperan sebagai donor atom sehingga dapat membentuk kompleks dengan gadolinium. Dengan simulasi dinamika molekul dapat mempelajari sifat makroskopik suatu sistem melalui simulasi mikroskopik Dalam penelitian ini akan diprediksikan struktur dari senyawa gadolinium(III) dibutilditiokarbamat berdasarkan energi sterik yang dihasilkan dari dinamika molekul dalam berbagai pelarut. Dalam penentuan struktur ini digunakan metoda mekanika molekul (MM2) dengan perangkat lunak CS ChemBio3D Ultra 12.0. Dinamika molekul diatur pada suhu  25°C dengan variasi pelarut. hasil dinamika molekul dari senyawa gadolinium(III) dibutilditiokarbamat menunjukan bahwa energi sterik paling rendah berada pada bilangan koordinasi tujuh pada pelarut asetonitril dengan energi sterik sebesar 136,7473 kkal/mol.
Sintesis dan Karakterisasi Nanopartikel Zirkonia Terstabilkan Kalsium (CSZ) Berbasis Prekursor Zirkonium Hidroksida dari Pasir Zirkon Menggunakan Templat Etilen Glikol Hasna Rofifah Novianti; Eneng Maryani; Diana Rakhmawaty Eddy; Solihudin Solihudin; Ferry Arifiadi; Dewi Idamayanti
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.40335

Abstract

Zirkonia yang distabilkan (stabilized zirconia) sangat menjanjikan karena memiliki sifat fisik, mekanik, termal, serta biokompatibilitas yang baik. Penelitian terkini memperlihatkan zirkonia yang distabilkan dapat digunakan pada bidang lingkungan, elektrolit, dan katalis. Zirkonia memiliki tiga fase yang stabil pada rentang suhu berbeda yaitu fase monoklinik, tetragonal dan kubik. Transformasi yang terjadi dari fase tetragonal ke monoklinik menyebabkan terjadinya retak mikro. Zirkonia perlu ditambahkan doping untuk dapat stabil selama pendinginan setelah tahap kalsinasi. Telah dilakukan sintesis zirkonia yang distabilkan dengan penambahan doping CaCl2 sebesar 1, 5 dan 10% b/b serta variasi suhu 600, 800 dan 1000°C untuk melihat pengaruhnya terhadap pembentukan fase ZrO2. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sol-gel sehingga diperoleh calcia stabilized zirconia (CSZ) berukuran nano menggunakan bantuan etilen glikol sebagai templat. Hasil FTIR menunjukkan ikatan Ca-O muncul pada area sidik jari 455,9 cm-1. Ikatan Ca-O ini tumpang tindih dengan ikatan Zr-O pada daerah sidik jari 509,6 cm-1 (m-ZrO2) dan 754,16 cm-1 (t-ZrO2). Pengaruh doping dan suhu kalsinasi terhadap fase pembentukan nanopartikel CSZ dipelajari menggunakan difraksi sinar-X menunjukkan fase tetragonal teridentifikasi pada suhu kalsinasi 800°C dan fase monoklinik teridentifikasi pada suhu kalsinasi 1000°C. Konsentrasi CaCl2 mempengaruhi transformasi fase ZrO2, semakin tinggi konsentrasi CaCl2 yang ditambahkan ke dalam ZrO2 maka semakin stabil fase tetragonal ZrO2 pada sampel CSZ. Hasil morfologi dipelajari menggunakan TEM dan SEM menunjukkan nanopartikel dengan ukuran rata-rata 11-25 nm berbentuk aglomerasi dengan sebagian besar memiliki partikel berbentuk sferik dan sebagian kecil berbentuk nanorod dan nanotube.
Karakterisasi Enzim Amilase Isolat Bakteri R2M Larva Kumbang Sagu dari Luwu Utara Maswati Baharuddin; Nur Alfina; Amalyah Febryanti; Fitria Azis; Wulan Wahyuningsih
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.37334

Abstract

Karakterisasi ekstrak kasar enzim amilase isolat bakteri R2M dari larva kumbang sagu telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas enzim amilase pada suhu, pH, dan konsentrasi substrat optimum terhadap substrat amilum murni dan amilum dari kulit singkong. Penentuan aktivitas enzim amilase menggunakan metode asam 3,5-dinitrosalisilat (DNS) yang diukur dengan spektrofotometer visible pada panjang gelombang (λ) 540 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim amilase isolat bakteri R2M larva kumbang sagu yang direaksikan dengan substrat amilum optimum pada suhu 70°C, pH 4, dan konsentrasi substrat 1,25% dengan aktivitas enzim masing-masing sebesar 0,116 U/mL; 0,049 U/mL; dan 0,044 U/mL. Aktivitas enzim amilase isolat bakteri R2M larva kumbang sagu yang direaksikan dengan substrat pati kulit singkong pada kondisi optimum (pH 4, suhu 70 °C, dan 1,25% amilum) sebesar 0,077 U/mL. Dengan demikian, enzim amilase isolate R2M yang diisolasi dari larva kumbang sagu mampu bekerja optimum pada konsentrasi substrat 1,25%; suhu 70°C, dan pH 4.
Peningkatan Efisiensi Dye Sentisized Solar Cell (DSSC) dari Antosianin Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Menggunakan Papain Ika Nirmalasari; Ratri Ariatmi Nugrahani; Budiyanto Budiyanto
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.38011

Abstract

Untuk membantu aksesibilitas energi listrik, sumber energi alternatif misalnya, sel berorientasi matahari telah dibuat. Dye Sentisized Solar Cell (DSSC) mengubah energi bertenaga matahari menjadi energi listrik dengan zat warna (dye) sebagai sensitizer dan semikonduktor sebagai elektroda. TiO2 diaplikasikan pada kaca konduktif indium tin oxide (ITO) sebagai elektroda di DSSC. Warna sebagai sensitizer yang digunakan adalah antosianin dari kulit manggis. Tujuan penelitian ini adalah melakukan ekstraksi antosianin kulit manggis dengan metode maserasi,  menghasilkan DSSC yang dapat mengkonversi secara maksimal energi cahaya menjadi energi listrik dengan material komposit grafit-TiO2 menggunakan dye organik ekstrak manggis dan papain; menentukan pengaruh variasi waktu perendaman dye (2, 4, 6, 8 dan 10 jam) terhadap voltase dan kuat arus DSSC menggunakan dye organik ekstrak manggis; menentukan efisiensi voltase dan kuat arus DSSC menggunakan dye organik ekstrak manggis dengan variasi penambahan papain (1, 2, 3, 4 dan 5%). Metodologi penelitian yang dilakukan adalah: pembuatan DSSC dengan dye antosianin kulit manggis dan papain, meliputi preparasai dye kulit manggis, preparasi pasta TiO2, preparasi elektrolit, preparasi counter elektroda karbon, perakitan DSSC. Analisa yang dilakukan adalah analisa arus, tegangan, efisiensi DSSC, dan analisa antosianin menggunakan spektrofotometer UV Vis. Hasil pengujian di bawah cahaya setelah variasi waktu perendaman warna (2, 4, 6, 8 dan 10 jam), menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman dye, semakin meningkat tegangannya dan semakin meningkat kuat arusnya. Waktu perendaman warna terbaik adalah 6 jam.  Variasi penambahan papain (1, 2, 3, 4 dan 5%) dilakukan pada waktu perendaman dye terbaik dengan hasil menunjukkan bahwa semakin banyak papain yang ditambahkan, semakin tinggi tegangan yang diperoleh dan semakin meningkat nilai arus yang didapat. Penambahan papain terbaik adalah 5%. Hasil uji antosianin dengan spektrofotometer UV Vis adalah sebesar 233,44 mg/kg. Nilai efisiensi (ɳ) DSSC tertinggi yaitu 0,0190%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6