Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

BAKTERI PENGHASIL AMILASE YANG DIISOLASI DARI EKOENZIM LIMBAH BUAH-BUAHAN Risky Hadi Wibowo; Welly Darwis; S Sipriyadi; Morina Adfa; Elsi Silvia; Reza Wahyuni; Dhea Amelia Sari; M Masrukhin
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 4 No 2 (2022): Biosilampari
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/biosilampari.v4i2.1531

Abstract

Many of potential enzymes can be found in the ecoenzyme, one of them is amylase. Amylase is an enzyme that is able to hydrolize the glycoside bonds of starch or starch into dextrin, glucose and maltose which is widely used in various industries such as beverages. This study aims to isolate the ecoenzyme bacteria and test their ability to produce amylase. Isolation of ecoenzyme bacteria was carried out using serial dilution methods 10-1, 10-3, 10-5. A total of 0.1 ml of each dilution series was pipetted and spread on the Nutrient agar (NA) medium. The bacterial isolates that grew were then purified and identified by morphological observation, Gram staining and their enzymatic activity was tested using Starch Agar (SA) media qualitatively. The results of this study showed there were 39 bacterial isolates from ecoenzyme with different morphological characteristics. The amylase activity test were found that 34 isolates had a positive activity to hydrolize the starch in the SA media which was indicated by the formation of a clear zone around the bacterial colonies. Each bacterial isolate had a different hydrolysis index value, which ranged from 9.45 to 23.65. The highest clear zone diameter index value from starch hydrolysis was EJM 15 isolate.
Optimasi Hubungan Kuantitatif Struktur Senyawa Turunan Quercetin Yang Berpotensi Terhadap Aktivitas Antivirus Dengue dengan Metode Austin Model 1 Ika Diana Evita; Charles Banon; Salprima Yudha; Morina Adfa
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n2.39530

Abstract

Antivirus dengue merupakan suatu senyawa yang memiliki kemampuan dalam menghambat aktivitas dari virus DENV. Salah satu senyawa yang memiliki aktivitas antivirus dengue yaitu quercetin. Telah dilakukan analisis Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas (HKSA) secara teoritik dengan memprediksi turunan senyawa quercetin yang dioptimasi dengan menggantikan atom H dan gugus –OH dengan substituen NO2 dan/atau F (flour) pada posisi 3, 5, 7, 8, 2’, 3’, 4’ dan 5’, sehingga didapatkan 16 senyawa turunan quercetin. Metode yang digunakan adalah semiempiris AM1 dengan aplikasi Hyperchem 8.0.8 untuk pengoptimasi struktur dan metode backward untuk analisis regresi multilinier dengan aplikasi SPSS v24.0. Analisis regresi multilinier menunjukkan bahwa persamaan HKSA terbaik untuk menghitung nilai aktivitas antivirus senyawa turunan quercetin, yaitu:IC50 3,7,3’,4’-tetrahidroksi-5-fluoro flavon = -819,386 + (-0,002)Et +(0,138)Eb + (0,000) Ee + (-0,288)ΔHf + (1,049)µ + (6,988)EHOMO + (5,820)ELUMO(n = 16; R = 0,0985; R2= 0,0970; Adj R = 0,931; SE = 1,325; Fhitung = 25,029)Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa turunan quercetin yang lebih berpotensi sebagai antivirus dengue yaitu 3,7,3’,4’-tetrahidroksi-5-fluoro flavon dengan nilai IC50 = 122,3379 µM.
EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis SECARA TUNGGAL DAN KOMBINASI Annisa Putri Hanifa; Dina Erliana; Avidlyandi Avidlyandi; Meika Rizka; Deni Agus Triawan; Sal Prima Yudha S; Morina Adfa
Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi Vol 5 No 1 (2022): Biosilampari
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/biosilampari.v5i1.1787

Abstract

The aim of this study was to determine the antibacterial activity and the ccombined effect of methanol extract of the ketepeng cina leaves (Cassia alata L.) with six selected plant extracts against Staphylococcus epidermidis using the diffusion and the paper strip methods at a concentration of 10% w/v. The results showed the average antibacterial activity of each extract showed the inhibitory growth of Staphylococcus epidermidis. The average value of the inhibition zones of the single extract samples of ketepeng cina, sambang darah, ruku-ruku, avocado seed, bungli, pacar air, and sungkai resulted in inhibition zones of 6.28±0.20 mm, 7.90±0.31 mm, 2.30±0.37 mm, 3,53±0.50 mm, 4.35±0.52 mm, and 4.69±0.17 mm, respectively. Furthermore, the combination of methanol extract of ketepeng cina leaves (C. alata) with the six selected plants extract in an average diameter of inhibition zone greater than the average diameter of the inhibition zone of each extract. However, the average diameter of the inhibition zone of the combined extract was not more significant than the sum of the diameter of the inhibition zone of each extract. The conclusion of this study is the combination of the methanol extract of ketepeng cina leaves (C. alata) with six selected plant extracts has an additive/indifferent effect in inhibiting the growth of S. epidermidis.
Liquid Soap with Active Ingredients of Methanol Extract of Sambang Darah Leaves (Excoecaria cochinchinensis L.): Formulation, Characterization, and Antibacterial Activity Fatkhurrachman Fatkhurrachman; Avidlyandi Avidlyandi; Devi Nurhasana; Dina Erliana; Munifilia Eka Sari; Charles Banon; Risky Hadi Wibowo; Morina Adfa
Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry - Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jstk.v5i1.3845

Abstract

The methanol extract of sambang darah leaves (Excoecaria cochinchinensis L.) contains flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids which have the potential as antibacterial compounds. The goal of this research is to produce liquid soap that preparations with four formulas by varying the methanol extract of sambang darah leaves as the active ingredient, characterizing, and understanding its antibacterial activity. Organoleptic tests, foam stability, pH, specific gravity, and viscosity were all used to characterize liquid soap. The best results were obtained with liquid soap formulation 3 (3 g extract), which had foam stability of 84.10%, a pH of 9.62, specific gravity of 1.03 g/mL, and viscosity of 492.933 cP. The organoleptic test revealed that the liquid soap was a homogeneous viscous liquid with a blackish-brown color and a characteristic extract odor. The inhibition zone for antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli was 9.15 mm and 13.72 mm, respectively. In antiseptic tests, all soap formulas reduced bacteria on the thumb.
Peningkatan Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Mengenai Scabies Dan Pengobatannya Melalui Video Berbasis Health Belief Model redinta rahmawati; Yona Harianti Putri; Morina Adfa
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v6i1.45091

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabieidan digolongkan sebagai Neglected Tropical Diseases oleh World Health Organization (WHO) sejak 2017. Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi skabies tertinggi di dunia, terutama di lingkungan padat seperti pesantren. Pesantren X telah mencatat 11 kasus skabies pada tahun2023 akibat minimnya edukasi dan akses fasilitas kesehatan. Sehingga perlu dilakukan upayakuratif dan preventif untuk mengurangi risiko penularan di lingkungan pesantren. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi melalui video berbasis Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan santri PesantrenX sebelum dan setelah diberikan intervensi serta menganalisis pengaruh penggunaan videoberbasis HBM terhadap peningkatan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan skabies. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan rancangan One GroupPretest-Posttest. Jumlah populasi dalam penelitian ini 246 sampel dengan teknik pengambilansampel berupa total sampling. Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai Z sebesar -13,612 dengan nilai p < 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post test. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan Video berbasis HBM berpengaruh secara signifikan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pengobatan dan pencegahan penyakit skabies di pondok pesantren.
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI GARBAGE ENZYME SEBAGAI ALTERNATIVE CAIRAN PEMBERSIH ALAMI BAGI WARGA KELURAHAN TALANG RIMBO BARU KABUPATEN REJANG LEBONG Avidlyandi Avidlyandi; Khafit Wiradimafan; Nesbah; Mega Elfia; Morina Adfa
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 6 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v6i1.42614

Abstract

Garbage enzyme merupakan larutan serba guna yang dapat dihasilkan melalui proses fermentasi sampah organik atau sampah rumah tangga seperti sisa sayuran dan kulit buah-buahan. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga RT. 10, RW. 03 Kelurahan Talang rimbo baru dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi pembersih alami melalui teknik pembuatan garbage enzyme. Kegiatan PPM ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap penyampaian informasi (sosialisasi), pendampingan dan pelatihan, serta evaluasi. Berdasarkan pengamatan dan hasil evaluasi berupa pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kemampuan dan minat warga dalam mengelolah sampah rumah tangga menjadi pembersih alami melalui pembuatan garbage enzyme. Warga mitra telah mampu secara mandiri membuat larutan pembersih alami menggunakan larutan serba guna garbage enzyme memanfaatkan sampah rumah tangga yang mereka hasilkan sehari-hari.