cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014)" : 12 Documents clear
PROKSIMAT PAKAN BUATAN DAN IKAN TEMBANG Sardinella sp. UNTUK PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU Scylla serrata Manuputty, Gratia Dolores
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.935 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9164

Abstract

Pertambahan berat diperoleh sebesar 43,35 gram untuk kepiting yang diberi pakan buatan dan 101,88 gram untuk kepiting yang diberi pakan ikan tembang. Nilai laju pertambahan berat kepiting yang diberi pakan buatan adalah 0,036 gram/minggu dan 0,078 gram/minggu untuk kepiting yang diberi pakan ikan tembang. Untuk hubungan lama waktu pemeliharaan dengan pertambahan berat rata-rata didapatkan persamaan penduga Y=10,09+0,299X (r=0,199434) untuk perlakuan dengan pakan buatan, dan Y=23,315+0,862X (r=0,304828) untuk perlakuan dengan pakan tembang. Kandungan protein di dalam pakan buatan adalah sebesar 18,867, lemak 2,372, karbohidrat 29,756, serat 2,662, dan kadar abu 1,4259. Kandungan protein di dalam pakan ikan tembang adalah sebesar 20,227, lemak 3,055, karbohidrat 2,025, serat 0,753, dan kadar abu 0,683. Tingkat kelangsungan hidup adalah sebesar 100%. Nilai insidens biaya untuk ikan tembang sebesar Rp. 69.773,- dan untuk pakan buatan sebesar Rp. 133.165,-.
SYNTHESIS N-PHENYLAMINEDITHIOCARBAMATE AS CHELATING AGENT IN SOLVENT EXTRACTION Fatimah, Soja Siti; Musfiroh, Vera; Zackiyah, Zackiyah; Bahti, Husein H.; Hastiawan, Iwan; Permanasari, Anna
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.559 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9160

Abstract

Dithiocarbamate derivatives is a versatile ligand that contain two atoms of sulfur as a strong electron donor. It combines with metals. N-phenylaminedithiocarbamate has synthesized and applied in solvent exctration. Synthesis carried out with addition carbon disulphide to N-phenylamine and concentrated pottasium hydroxyde in metanol. The result was characterized by spectroscopy 1H-NMR, 13C-NMR, FTIR, Elemental Analysis, that showed molecular structure was significant. Applied N-Phenylaminedithiocarbamate in solvent extraction showed precent of result Cu(II), Co(II), Cr(III) and Ni (II) were 90.45% - 99.99% at pH 4-9.
DILEMA ANTARA HOBI DAN BISNIS PERDAGANGAN BURUNG SERTA KONSERVASI BURUNG Iskandar, Johan
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.834 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9165

Abstract

Paper discusses result of study on the development of hobby on bird keeping, bird song contest, bird trade business, and conservation strategy for bird sustainable use, based on case study undertaken in the Bandung urban and surrounding areas. The combination of qualitative and quantitative method with descriptive analysis was used in this study. The result of study shows that based on direct inventory it was recorded 96 bird species of 24 families which were being kept by thirty respondents. Among the total species, 29 species and races were recorded as dominant, namely anis merah (Zoothera citrina), murai batu (Copsychus malabaricus), ciblek (Prinia familiaris), several races of kenari (Serinus canarinus), several races of lovebird (Agapornis spp), bentet/toed (Lanius schach), several races of pleci/burung kacamata (Zosterops palpebrosa), robin (Leothrix sp), and perkutut (Geopelia striata). Nowadays, the hobby of bird keeping in the cages has tended to increase caused of development of regular song bird contest in the local, regional and national level. Based on this study, it was recorded that fiveteen bird species have commonly entertained in the local song bird contests by the bird lovers in Bandung urban and surrounding areas. Development of the increasing bird keeping hobby and song bird contests have tended to develop bird trading in the urban bird markets and increasing bird hunting in the villages. Therefore, the activity of bird keeping hobby, song bird contests, and bird trading have been dilemma. On the one hand, these activities have provided some benefits. For example, it has developed the bird trading business and bird captive breeding undertaken by the bird lover communities and providing some economic benefits. On the other hands, these activities have affected to dramatically bird population decrease in nature due to increasing bird hunting in villages. Even some rare birds have high risk to be decrease and maybe disappear in some village areas in the near future. Therefore, to sustainable utilize bird species for fulfilling the hobby of bird keeping, bird contests and bird trading purpose; the conservation effort based on community participation is essentially needed.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SENYAWA 3,3’-BENZILIDENA BIS- 4 – HIDROKSI KUMARIN UNTUK SEDIAAN RADIOTERAPI Setiawan, Duyeh; Rakhmawaty, Diana
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.391 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9161

Abstract

Penelitian yang sedang dikembangkan saat ini adalah senyawa kimia yang memiliki aktivitas biologis anti kanker, salah satunya adalah senyawa turunan kumarin yaitu 3,3’-benzilidena bis-4-hidroksikumarin. Senyawa kumarin dapat membentuk kompleks stabil dengan ion logam valensi tiga yang bersifat radioisotop untuk meningkatkan aktivitas biologinya terhadap anti kanker. Penelitian ini bertujuan melakukan sintesis dan karakterisasi kumarin sebagai ligan untuk disiapkan dalam pembuatan senyawa kompleks kumarin bertanda radioisotop untuk sediaan radioterapi. Senyawa kumarin disintesis dengan cara mereaksikan benzaldehid dan 4-hidroksikumarin melalui reaksi kondensasi. Karakterisasi senyawa kumarin meliputi penentuan titik leleh, FTIR, 1H-NMR, 13C-NMR. Hasil karakterisasi kumarin diperoleh dalam bentuk kristal berwarna putih sebanyak 5,79 g dan rendemen 56,34 %, mudak larut dalam aseton, mempunyai titik leleh 233 °C. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan dalam pembuatan sediaan radiofarmaka alternatif untuk terapi kanker.
BEBERAPA PARAMETER KIMIA YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT MERAH Kappaphycus alvarezii (DOTY) DI PERAIRAN LEBIH-DALAM Wenno, Petrus A.; Syamsuddin, Rajuddin; Latuihamallo, Magdalena
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.982 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9162

Abstract

Secara konvesional, budi daya rumput laut memerlukan wilayah besar pada perairan dangkal, tetapi tidak semua air cocok untuk pembiakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa parameter kimia yang cocok untuk tumbuhnya ganggang merah Kappaphycus alvarezii di perairan laut dalam. Penelitian ini difasilitasi dengan beberapa rakit gantung yang ditempatkan secara diagonal, satu di bawah yang lain, pada kedalaman 100, 250, 400, 550 dan 700 cm. Pemotongan tunas dari strain hijau dan coklat digunakan sebagai bibit awal dengan berat 50, 100 dan 150 g. Semua tunas diikat pada tali nilon dengan diameter 1 mm yang sudah diatur pada tali dengan diameter 5 mm yang kemudian akan ditempatkan horizontal pada rakit gantung. Ruang antara dua tali panjang dan dua rumpun rumput laut diatur pada jarak 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari laju pertumbuhan harian berkurang dengan meningkatnya kedalaman air. Rata-rata tertinggi dari laju pertumbuhan harian (DGR) dari kedua strain pada berat 100 g yaitu 5,28 ± 0,24% untuk hijau dan 5,45 ± 0,18% untuk cokelat. Analisis varians (ANOVA) dari DGR menunjukkan interaksi antara strain dan berat awal, antara strain dan kedalaman, dan antara berat awal dan kedalaman yang signifikan (P <0,01), namun antara strain, berat awal dan kedalaman tidak ada yang signifikan (P> 0,05). Zat kimia yang berhubungan dengan DGR berdasarkan analisis regresi multivariat yaitu salinitas, pH, amonium dan magnesium
EKSTRAKSI GADOLINIUM DAN SAMARIUM DARI MINERAL MONASIT SECARA EKSTRAKSI DENGAN LIGAN ETILENDIAMINTRIMETILENFOSFONAT (EDTMP) Anggraeni, Anni; Sofyatin, Titin; Bahti, Husein H.
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.129 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9163

Abstract

Unsur tanah jarang yaitu gadolinium dan samarium telah banyak dimanfaatkan pada berbagai industri, bahkan bidang kedokteran. Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi Unsur Tanah Jarang (UTJ) dari mineral monasit sebanyak 500 g dan mengelompokkannya berdasarkan pH pengendapan menjadi UTJ Berat, UTJ sedang, dan UTJ ringan, masing-masing kelompok UTJ tersebut dianalisis dengan instrumen XRF dan ICP-OES. Kajian ekstraksi UTJ sedang dengan ligan EDTMP yaitu: Gd-EDTMP, Sm-EDTMP, Ce-EDTMP telah dilakukan dan efisiensi ekstraksinya di evaluasi menggunakan metode spektrofotometri sinar tampak menggunakan xylenol orange. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokkan berhasil dilakukan secara pengendapan dengan ammonium hidroksida pada pH 6,30 – 6,90 untuk mengendapkan UTJ berat, pH 6,8-7,08 untuk UTJ sedang, dan pH 7,31-8,23 untuk UTJ ringan, Hasil analisis masing-masing kelompok UTJ menunjukkan bahwa UTJ sedang Gd, Sm, Eu, dan Tb masih terdapat pada UTJ berat dan ringan dengan kandungan yang berbeda, Rendemen kelompok berat sebanyak 98,4321 gram, kemurniannya 96,62% dengan komposisi CeO2, Dy2O3, Er2O3,Gd2O3, La2O3, Nd2O3, Pr6O11, Sm2O3, Tb4O7, dan Y2O3, UTJ sedang sebanyak 0,2035 gram, kemurniannya 93,08% dengan komposisi Ce, Eu, Gd, La, Nd, Sm, Tb, dan Y, dan ringan sebanyak 11,6981 gram, kemurniannya 86,95% dengan komposisi CeO2, La2O3, Nd2O3, Pr6O11, Tb4O7, dan Y2O3. Kajian ekstraksi terhadap sampel simulasi individu UTJ Gd, Sm, dan Ce melalui pembentukan kompleks dengan ligan EDTMP menunjukkan bahwa kondisi optimum ekstraksi pada pH 6 dengan efisiensi ekstraksi di atas 70%. Aplikasi kondisi ekstraksi dari kajian ekstraksi sampel simulasi terhadap UTJ sedang dari monasit belum memberikan hasil yang memuaskan.
BEBERAPA PARAMETER KIMIA YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT MERAH Kappaphycus alvarezii (DOTY) DI PERAIRAN LEBIH-DALAM Petrus A. Wenno; Rajuddin Syamsuddin; Magdalena Latuihamallo
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.982 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9162

Abstract

Secara konvesional, budi daya rumput laut memerlukan wilayah besar pada perairan dangkal, tetapi tidak semua air cocok untuk pembiakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa parameter kimia yang cocok untuk tumbuhnya ganggang merah Kappaphycus alvarezii di perairan laut dalam. Penelitian ini difasilitasi dengan beberapa rakit gantung yang ditempatkan secara diagonal, satu di bawah yang lain, pada kedalaman 100, 250, 400, 550 dan 700 cm. Pemotongan tunas dari strain hijau dan coklat digunakan sebagai bibit awal dengan berat 50, 100 dan 150 g. Semua tunas diikat pada tali nilon dengan diameter 1 mm yang sudah diatur pada tali dengan diameter 5 mm yang kemudian akan ditempatkan horizontal pada rakit gantung. Ruang antara dua tali panjang dan dua rumpun rumput laut diatur pada jarak 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari laju pertumbuhan harian berkurang dengan meningkatnya kedalaman air. Rata-rata tertinggi dari laju pertumbuhan harian (DGR) dari kedua strain pada berat 100 g yaitu 5,28 ± 0,24% untuk hijau dan 5,45 ± 0,18% untuk cokelat. Analisis varians (ANOVA) dari DGR menunjukkan interaksi antara strain dan berat awal, antara strain dan kedalaman, dan antara berat awal dan kedalaman yang signifikan (P <0,01), namun antara strain, berat awal dan kedalaman tidak ada yang signifikan (P> 0,05). Zat kimia yang berhubungan dengan DGR berdasarkan analisis regresi multivariat yaitu salinitas, pH, amonium dan magnesium
EKSTRAKSI GADOLINIUM DAN SAMARIUM DARI MINERAL MONASIT SECARA EKSTRAKSI DENGAN LIGAN ETILENDIAMINTRIMETILENFOSFONAT (EDTMP) Anni Anggraeni; Titin Sofyatin; Husein H. Bahti
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.129 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9163

Abstract

Unsur tanah jarang yaitu gadolinium dan samarium telah banyak dimanfaatkan pada berbagai industri, bahkan bidang kedokteran. Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi Unsur Tanah Jarang (UTJ) dari mineral monasit sebanyak 500 g dan mengelompokkannya berdasarkan pH pengendapan menjadi UTJ Berat, UTJ sedang, dan UTJ ringan, masing-masing kelompok UTJ tersebut dianalisis dengan instrumen XRF dan ICP-OES. Kajian ekstraksi UTJ sedang dengan ligan EDTMP yaitu: Gd-EDTMP, Sm-EDTMP, Ce-EDTMP telah dilakukan dan efisiensi ekstraksinya di evaluasi menggunakan metode spektrofotometri sinar tampak menggunakan xylenol orange. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokkan berhasil dilakukan secara pengendapan dengan ammonium hidroksida pada pH 6,30 – 6,90 untuk mengendapkan UTJ berat, pH 6,8-7,08 untuk UTJ sedang, dan pH 7,31-8,23 untuk UTJ ringan, Hasil analisis masing-masing kelompok UTJ menunjukkan bahwa UTJ sedang Gd, Sm, Eu, dan Tb masih terdapat pada UTJ berat dan ringan dengan kandungan yang berbeda, Rendemen kelompok berat sebanyak 98,4321 gram, kemurniannya 96,62% dengan komposisi CeO2, Dy2O3, Er2O3,Gd2O3, La2O3, Nd2O3, Pr6O11, Sm2O3, Tb4O7, dan Y2O3, UTJ sedang sebanyak 0,2035 gram, kemurniannya 93,08% dengan komposisi Ce, Eu, Gd, La, Nd, Sm, Tb, dan Y, dan ringan sebanyak 11,6981 gram, kemurniannya 86,95% dengan komposisi CeO2, La2O3, Nd2O3, Pr6O11, Tb4O7, dan Y2O3. Kajian ekstraksi terhadap sampel simulasi individu UTJ Gd, Sm, dan Ce melalui pembentukan kompleks dengan ligan EDTMP menunjukkan bahwa kondisi optimum ekstraksi pada pH 6 dengan efisiensi ekstraksi di atas 70%. Aplikasi kondisi ekstraksi dari kajian ekstraksi sampel simulasi terhadap UTJ sedang dari monasit belum memberikan hasil yang memuaskan.
PROKSIMAT PAKAN BUATAN DAN IKAN TEMBANG Sardinella sp. UNTUK PENGGEMUKAN KEPITING BAKAU Scylla serrata Gratia Dolores Manuputty
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.935 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9164

Abstract

Pertambahan berat diperoleh sebesar 43,35 gram untuk kepiting yang diberi pakan buatan dan 101,88 gram untuk kepiting yang diberi pakan ikan tembang. Nilai laju pertambahan berat kepiting yang diberi pakan buatan adalah 0,036 gram/minggu dan 0,078 gram/minggu untuk kepiting yang diberi pakan ikan tembang. Untuk hubungan lama waktu pemeliharaan dengan pertambahan berat rata-rata didapatkan persamaan penduga Y=10,09+0,299X (r=0,199434) untuk perlakuan dengan pakan buatan, dan Y=23,315+0,862X (r=0,304828) untuk perlakuan dengan pakan tembang. Kandungan protein di dalam pakan buatan adalah sebesar 18,867, lemak 2,372, karbohidrat 29,756, serat 2,662, dan kadar abu 1,4259. Kandungan protein di dalam pakan ikan tembang adalah sebesar 20,227, lemak 3,055, karbohidrat 2,025, serat 0,753, dan kadar abu 0,683. Tingkat kelangsungan hidup adalah sebesar 100%. Nilai insidens biaya untuk ikan tembang sebesar Rp. 69.773,- dan untuk pakan buatan sebesar Rp. 133.165,-.
SYNTHESIS N-PHENYLAMINEDITHIOCARBAMATE AS CHELATING AGENT IN SOLVENT EXTRACTION Soja Siti Fatimah; Vera Musfiroh; Zackiyah Zackiyah; Husein H. Bahti; Iwan Hastiawan; Anna Permanasari
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.559 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n3.9160

Abstract

Dithiocarbamate derivatives is a versatile ligand that contain two atoms of sulfur as a strong electrondonor. It combines with metals. N-phenylaminedithiocarbamate has synthesized and applied in solvent exctration. Synthesis carried out with addition carbon disulphide to N-phenylamine and concentrated pottasium hydroxyde in metanol. The result was characterized by spectroscopy 1H-NMR, 13C-NMR, FTIR, Elemental Analysis, that showed molecular structure was significant. Applied N-Phenylaminedithiocarbamate in solvent extraction showed precent of result Cu(II), Co(II), Cr(III) and Ni (II) were 90.45% - 99.99% at pH 4-9.

Page 1 of 2 | Total Record : 12