cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
Aktivitas Antimalaria GB-1a Kayu Akar Garcinia xanthochymus Hook.F.ex.T.Anderson Sri Wahyuningsih
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.95 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.18480

Abstract

Pada penelitian ini dihasilkan senyawa biflavonoid, GB-1a (1) dari kayu akar Garcinia xanthochymus Hook.f.ex.T.Anderson, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Senyawa ini dipisahkan dari ekstrak metanol dengan metode ekstraksi maserasi, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan kromatogrfi cair vakum (KCV), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) dan pemurnian dilakukan dengan Kromatotron. Elusidasi struktur molekul senyawa dilakukan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, 1H dan 13C NMR. Selanjutnya hasil uji aktivitas antimalaria menggunakan parasit Plasmodium falciparum strain 3D7 menunjukkan aktivitas yang moderat dengan harga IC50 0,34 µg/mL(1)
Optimasi Penggunaan Glukosa Oksidase untuk Memperbaiki Volume Pengembangan Roti Tawar Komposit Sorgum Putih (Sorgum bicolor (L) Moench) Kultivar Lokal Bandung Endah Wulandari; Ramadanti Fitra; Robi Andoyo; Een Sukarminah
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.801 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.18481

Abstract

Konsumsi roti tawar di Indonesia terus meningkat yang menyebabkan impor tepung terigu turut meningkat. Pemanfaatan sorgum sebagai salah satu jenis bahan lokal dalam bentuk tepung menjadi produk roti tawar merupakan salah satu cara untuk mengurangi impor terigu. Sorgum dalam bentuk tepung dapat dijadikan tepung komposit untuk roti tawar akan tetapi menghasilkan volume pengembangan yang kecil sehingga dibutuhkan bahan untuk memperbaikinya salah satunya yaitu enzim. Glukosa oksidase merupakan salah satu enzim yang dapat digunakan untuk memperbaiki volume pengembangan roti tawar dengan jumlah yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi optimum penggunaan glukosa oksidase dan tepung sorgum untuk menghasilkan volume pengembangan roti tawar yang optimal menggunakanResponse Surface Methodology (RSM). Variabel yang divariasikan meliputi faktor A (Glukosa oksidase 1,5 – 2%) dan B (Tepung sorgum 30 – 100%) kemudian analisis data menggunakan Design Expert versi 10.0.1.0 khususnya CCD dengan total 13 running. Kombinasi optimum untukmenghasilkan volume pengembangan terbaik pada pembuatan roti tawar komposit yaitu tepung sorgum sebanyak 30%/berat tepung dan glukosa oksidase sebanyak 2%/berat tepung menghasilkan volume pengembangan sebesar 188.76%.
Comparative Study of References and Protein Quantifications Using Biuret-Spectrophotometric Method Ahmad Syauqi; Muhamad Fuadi; Hari Santoso
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.216 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.19224

Abstract

Comparison between the references and the quantification of biuret standard curves can be performed using statistical methods. The objective of this study was to select a method of protein quantification of the biuret-spectrophotometric based on the similar standard curve of the compound. The study used experimental methods in the laboratory and references from a comparative scheme of mean that has categories of statistics called academic and practical terms. Two standard curves were tested with the reference data. The academic way was performed with a comparison of 11.779-12.401% confidence, and the quantification of the results of the protein mean of 8.211% and 10.17% showed no significant difference. The practical methods were carried out with the original reference data of 10.8-12.8%, and the result of the test confidence values of 9.163-11.180% and 7.596-8.826% showed different accuracy results. The quantifications of the protein biuret method displayed different results on how to compare according to academic and practical ways. The quantification method using the Biuret-spectrophotometric practical way shows accuracy by a certain standard curve compared with the original values of references.
Sintesis Nanopartikel Codoped Ceria Melalui Metode Sol-Gel Menggunakan Ekstrak Jeruk Lemon (Citrus limon) Sebagai Agen Pengkelat Imas Masriah; Arie Hardian; Dani Gustaman Syarif
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.551 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.16477

Abstract

Ceria dengan dopan ganda (codoped) merupakan salah satu alternatif elektrolit padat untuk sel bahan bakar padatan oksida suhu menengah (Intermediate Temperature – Solid Oxide Fuel Cell, IT-SOFC). Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan sintesis dan karakterisasi nanopartikel ceria terdoping Gadolinia 10% dan Neodimia 10% dengan metode sol-gel menggunakan asam sitrat atau ekstrak jeruk lemon sebagai agen pengkelat. Ce0,8Gd0,1Nd0,1O1,9 (GNDC1010) telah berhasil disintesis dengan metode sol-gel menggunakan asam sitrat dan ekstrak jeruk lemon dengan variasi pH 5; 7; dan 9. Berdasarkan hasil XRD, pola XRD dari GNDC1010 memiliki kemiripan dengan pola XRD dari struktur fluorit ceria murni (JCPDS ICDD: #00-034-394). Pergeseran 2θ ke arah yang lebih kecil dari pola difraksi GNDC1010 dibandingkan dengan ceria murni mengindikasikan terjadinya ekspansi kisi. Berdasarkan hasil penghalusan (refinement) GNDC1010 hasil sintesis memiliki struktur kubik dengan grup ruang Fm3m dan parameter kisi pada rentang 5,435(1) hingga 5,4438(7) Å. Ukuran kristalit (persamaan Scherrer) GNDC1010 ekstrak berada pada rentang 4,27nm hingga 13,85nm.
Kualitas Warna Benih Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Oranda Pada Berbagai Tingkat Pemberian Tepung Spirulina platensis Yuli Andriani; Tia Rostiana Siti Maesaroh; Ayi Yustiati; Iskandar Iskandar; Irfan Zidni
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.477 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.16341

Abstract

Warna yang cemerlang merupakan salah satu parameter kualitas dan nilai jual pada ikan koki Oranda (Carassius auratus). Karotenoid merupakan komponen alami dalam pembentuk pigmen warna yang memberikan pengaruh cukup baik terhadap warna orange pada ikan koki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian tepung Spirulina platensis terhadap kecerahan warna benih ikan mas koki. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – April 2017 di Laboratorium Akuakultur Gedung 2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Keenam perlakauan tersebut adalah pemberian tepung S. platensis sebanyak 0%, 1%, 3%, 5%, 7%, 9%. Parameter yang diamati adalah nilai warna. Data hasil pengamatan warna dianalisis menggunakan analisis Kruskal-Wallis, jika terdapat perbedaan nyata dilakukan uji Z. Uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter, jika terdapat perbedaan nyata maka dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung S. platensis sebanyak 9% memberikan pengaruh terhadap peningkatan warna terbaik pada ikan mas koki Oranda.
Studi Perbandingan Kinerja Serbuk dan Arang Biji Salak Pondoh (Salacca zalacca) pada Adsorpsi Metilen Biru Dwi I. Hikmawati
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.475 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.18478

Abstract

Pembuatan adsorben dengan memanfaatkan limbah biomassa terus dilakukan dalam rangka memperoleh material alternatif yang memiliki efektifitas tinggi. Adsorben seharusnya dibuat dari material yang mudah diperoleh, proses pembuatan mudah, ramah lingkungan, biaya operasional rendah, dan dapat diperbaharui. Dalam penelitian ini, adsorben berbasis biomassa berhasil dibuat dengan dua variasi, yaitu serbuk biji (SSzM) dan arang biji (SSzC) salak pondoh (Salacca zalacca). Masing-masing adsorben dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terdapat di permukaan padatan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa SSzM dan SSzC memiliki kemiripan serapan dengan beberapa pergeseran bilangan gelombang dan perbedaan intensitas puncak. Kinerja adsorben diuji untuk adsorpsi larutan metilen biru (MB) melalui sistem batch pada suhu ambien (30°C) tanpa pengukuran pH dengan kecepatan pengadukan 700 rpm. Sistem dikerjakan dengan variasi waktu kontak dan konsentrasi awal larutan MB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua material dapat mengadsorpsi MBdengan baik. Secara keseluruhan aktivitas adsorpsi SSzC lebih tinggi daripada SSzM. Pengurangan konsentrasi MB terbesar oleh adsorben SSzM diperoleh pada waktu kontak 30 menit dengan konsentrasi awal 100 ppm yaitu sebesar 97,90%, sedangkan SSzC menunjukkan efisiensi sebesar 98,48% pada kondisi yang sama.
Kulit Salak Sebagai Biosorben Potensial Untuk Pengolahan Timbal(II) Dan Cadmium(II) Dalam Larutan Rahmiana Zein; Novrizaldi Wardana; Refilda Refilda; Hermansyah Aziz
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.012 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.17857

Abstract

Biosorben dari kulit salak (Salacca sumatrana) digunakan untuk mempelajari penyerapan Pb(II) dan Cd(II) dalam larutan dengan metode batch. Adsorpsi Pb(II) dan Cd(II) menggunakan kulit salak ini dipelajari pada variasi pH, konsentrasi adsorbat dan waktu kontak. Kondisi optimum penyerapan yang diperoleh pH 4 untuk Pb(II) dan 5 untuk Cd(II), konsentrasi adsorbat 1200 mg/L untuk Pb(II) dan 800 mg/L untuk Cd(II), waktu kontak 45 menit untuk Pb(II) dan 15 menit untuk Cd(II). Kapasitas penyerapan dari biosorben kulit salak sebesar 83,33 mg/g untuk Pb(II) dan 27,78 mg/g untuk Cd(II) dengan pola adsorpsi mengikuti isoterm Langmuir dengan koefisien determinasi 0,987 dan 0,937 dan data kinetika mengikuti model pseudo orde kedua. Konsentrasi Pb(II) dan Cd(II) sebelum dan setelah penyerapan ditentukan dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA), karakterisasi kulit salak dilakukan dengan FTIR dan SEM. Adsorben kulit salak sangat baik digunakan untuk mengurangi kadar Pb(II) dan Cd(II) dalam larutan.
Perbandingan Metode Uji Aktivitas Antioksidan DPPH, FRAP dan FIC Terhadap Asam Askorbat, Asam Galat dan Kuersetin Kiki Maesaroh; Dikdik Kurnia; Jamaludin Al Anshori
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.022 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.19049

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang menghambat atau menunda reaksi oksidasi molekul dengan cara menghambat proses inisiasi atau propagasi reaksi oksidasi berantai. Struktur kimiawi antioksidan, sumber radikal bebas, dan sifat fisiko-kimia sediaan sampel yang berbeda dapat memberikan hasil uji aktivitas antioksidan yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode analisa aktivitas antioksidan yang selektif untuk suatu jenis sampel tertentu. Studi perbandingan metode uji aktivitas antioksidan DPPH, FRAP, dan FIC telah dilakukan terhadap asam askorbat (AA), asam galat (AG), dan kuersetin. Ketiga metode uji antioksidan dibedakan berdasarkan pada jenis mekanisme reaksinya, sedangkan sampel standar antioksidan dipilih berdasarkan struktur polihidroksi atau polifenol yang umumnya mewakili dasar struktur antioksidan bahan alam. Metode uji aktivitas antioksidan terhadap radikal DPPH ditemukan paling efektif dan efisien diantara ketiga metode uji yang digunakan dengan nilai IC50 berturut-turut 1,27; 2,44; dan 2,77 mg/L untuk AG, kuersetin dan AA. Adapun metode FIC terbukti paling tidak efektif dan efisien karena sensitivitasnya yang sangat rendah dan daya kelatnya lebih kecil dari 20%. Korelasi antara metode uji untuk semua standar antioksidan terbukti sangat tinggi (R>0,98), khususnya antara FRAP dan DPPH. Hal ini mengindikasikan adanya keterkaitan sangat kuat antara daya hambat radikal bebas dengan potensial reduksi senyawa polihidroksi (polifenol) terhadap ion besi. Secara umum kedua metode ini sangat dimungkinkan bisa saling menggantikan satu sama lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 8