cover
Contact Name
M. Maulana Masudi
Contact Email
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Phone
+6281250614657
Journal Mail Official
alhikmah@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Kantor Prodi Perbandingan Agama FAI UMSurabaya,Universitas Muhammadiyah Surabaya Gedung Tauhid Lt. 4, Jl. Sutorejo 59 Surabaya, Tlp, (031) 38111966, fax (031) 3813096
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama
ISSN : 24079146     EISSN : 25495666     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/ah.v7i2.7044
Journal of Al-Hikmah: a journal of studies of religions that publishes the results of studies and original research with the latest editions in the religious and social fields from a multidisciplinary perspective. This journal aims to expand and create concepts, theories, paradigms, perspectives and methodologies in the religious and social fields. Scope of Al-Hikmah : Journal of Religious Studies 1. World religions 2. socio-religious 3. Islam 4. Religious organizations
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015)" : 6 Documents clear
Isa Ibnu Maryam Dalam Perspektif Islam dan Protestan Evilia Susanti
Al Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.132 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i2.1054

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisis kisah Isa ibn Maryam dalam perspektif Islam dan Protestan, yang mencakup tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana perspektif Isa ibnu Maryam dalam Islam? Kedua, bagaimana perspektif Isa ibnu Maryam dalam Protestan? Ketiga, bagaimana persamaan dan perbedaan Isa ibnu Maryam menurut Islam dan Protestan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut penulis menggunakan studi literer (library research) dengan metode deskriptif, konten analisis dan komparatif yaitu penelitian yang tidak mengadakan perhitungan data secara kuantitatif. Penelitian pustaka dilakukan dengan membaca dan menginterprestasikan buku-buku dan dokumen yang memiliki kaitan erat, penulis berusaha mensistematisasi berbagai penemuan dari bermacam literature menjadi sebuah kumpulan kalimat atau paparan yang bermakna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Isa ibnu Maryam dalam agama Islam dianggap sebagai seorang manusia biasa yang diutus oleh Allah sebagai nabi dan rasul. Sedangkan Protestan beranggapan bahwa Isa ibnu Maryam adalah Tuhan Putra, pribadi kedua Tuhan. Mengenai Persamaan Isa ibnu Maryam dalam kedua agama tersebut yaitu Islam dan Protestan, keduanya sepakat bahwa Isa ibnu Maryam lahir dari seorang perawan bernama Maryam (dalam Protestan disebut Maria). Dalam hal ajaran, keduanya juga sepakat bahwa Isa ibnu Maryam mengajarkan tentang hukum-hukum Taurat yang telah lalu, serta membenarkan dan menyempurnakannya. Sedangkan perbedaan Isa ibnu Maryam dalam Perspektif Islam dan Protestan yaitu: Menurut Islam kedudukan Isa ibnu Maryam hanyalah seorang nabi utusan Allah, tidak lebih dari itu yang mengajarkan risalah Tauhid. Sedangkan menurut Protestan, dalam kitab sucinya banyak menyebutkan Isa ibnu Maryam hanyalah utusan Allah, namun mayoritas penganut Protestan meyakini bahwa Isa ibnu Maryam tidak hanya utusan Allah, tetapi Isa ibnu Maryam adalah Tuhan Putra, yaitu salah satu oknum darI Tritunggal, yang mempunyai kedudukan sama dengan Tuhan. Kata kunci : Pernikahan, Islam, Protestan
Perkawinan Menurut Islam dan Protestan Noeroel Moearifah; Mukayat Al-Amin
Al Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.573 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i2.1055

Abstract

Manusia tidak akan berkembang tanpa adanya perkawinan. Karena perkawinan menyebabkan adanya keturunan dan keturunan yang menimbulkan keluarga yang berkembang menjadi masyarakat, dimana masyarakat adalah suatu wadah dari bentuk kehidupan bersama yang didalamnya individu dan atau kelompok sebagai anggotanya saling mengadakan interaksi untuk kelangsungan hidupnya. Persoalan perkawinan adalah persoalan yang selalu actual dan selalu menarik untuk dibicarakan, karena persoalan ini bukan hanya menyangkut tabiat dan hajat hidup manusia saja, tetapi juga menyentuh suatu lembaga yang luhur, yaitu rumah tangga. Luhur, karena lembaga ini merupakan benteng bagi pertahanan martabat manusia dan nilai-nilai kehidupan yang luhur. Pemahaman tentang konsep perkawinan di dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang mana pengertian perkawinan menurut Pasal 1 adalah sebagai berikut :“Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa”.“Perkawinan menurut hukun Islam adalah pernikahan, yaitu akad yang sangat kuat atau mitssaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah.”Perkawinan menurut agama Kristen adalah Perkawinan itu adalah suatu kemitraan yang permanen yang dibuat dengan komitmen diantara seorang wanita dan pria. Adanya perkawinan pasti berhungan juga dengan masalah perceraian atau talak. Talak atau perceraian menurut islam adalah melepaskan ikatan nikah dari pihak suami dengan mengucapkan lafadz tertentu. Perceraian itu sangat dilarang dalam agama Kristen. Dan Allah akan memberi hukuman kepada hambaNya, yang melakukan itu meskipun dalam keadaan terpaksa. Karena apa yang sudah disatukan Allah dalam perkawinan, tidak ada pihak manapun yang bisa memusnahkan seperti pihak ketiga dan pasangan itu sendiri. Adapun sumber data berasal dari buku-buku, Al-Quran, dan wawancara langsung dengan pihak yang berkaitan dengan perkawinan dan perceraian.
Puasa Menurut Islam dan Katolik Mahmud Muhsinin
Al Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.909 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i2.1056

Abstract

Skripsi ini membahas puasa menurut islam dan katolik. Puasa menurut islam adalah menahan makan dan minum serta menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.syarat dan rukun puasa adalah meliputi berakal,baligh,dan kuat berpuasa.adapun rukun puasa adalah meliputi niat,dan menahan diri dari segala yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.macam-macam puasa meliputi puasa sunat,puasa makhruh,dan haram berpuasa. Yang termasuk puasa sunat adalah meliputi puasa enam hari bulan syawal,puasa arofah,puasa asyuro,danpuasa senin kamis.ibadah puasa mengandung hikmah diantaranya tanda terima kasih kepada allah,rasa sosial terhadap semua manusia,dan menjaga kesehatan.puasa menurut katolik adalah menahan makan dan minum serta menjauhi dari hal-hal yang membatalkan dan merusak puasa.umat katolik berpuasa dan berpantang yang artinya adalah tanda pertobatan,tanda penyangkalan diri,dan tanda kita mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan yesus.macam macam puasa katolik meliputi puasa hari agung,puasa seminggu dua kali ,puasa mengusir setan,dan puasa perdamaian .adapun hikmah puasa meliputi ,mendekatkan diri dari tuhannya menolong sesame manusia termasuk golongan orang-orang fakir dan miskin dan menjaga kesehatan. Kata kunci : Puasa Islam dan Katholik
Ajaran Kristen Dalam Perspektif Ahmad Syalabi Sanari Sanari; Rahmad Yulianto
Al Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.746 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i2.1052

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menjawab tiga permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana peran Paulus dalam Agama Kristen menurut Ahmad Syalabi? Kedua, bagaimana konsep Trinitas Kristen menurut Ahmad Syalabi? Ketiga, bagaimana konsep Penyaliban Yesus menurut Ahmad Syalabi? Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan model faktual-historikal yaitu fakta sejarah tentang kipra Paulus dan buku karya Ahmad Syalabi Al-Muqarat al-Adyan. Keduanya (kiprah Paulus dan Ahmad Syalabi) diletakkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, nilai-nilai yang ada di balik kiprah Paulus dan sorotan Ahmad Syalabi. Temuan penelitian ini: pertama, bahwa sesungguhnya sumber-sumber agama Masehi yang ada sekarang ini sebagian besar adalah berasal dari karya Paulus dan murid-muridnya. Secara fisikal Paulus tidak pernah melihat atau bertemu Isa Al-Masih. Kedua, bahwa ajaran tentang Trinitas (Tiga Ketuhanan) itu merupakan ajaran yang dibuat oleh Paulus yang diambil dari ajaran-ajaran atau kebudayaan--kebudayaan yang ada di sekitarnya, yang kemudian dijadikan ibadah untuk menyembah yang suci. Ketiga, bahwa penyaliban Al-Masih untuk penebusan dosa adalah hanya merupakan hasil rekayasa manusia semata, dan dalam keterangan tiap-tiap Injil yang empat itu tidak ada kesamaan dalam mengisahkan penyaliban Al-Masihini. Rekomendasi dari penelitian ini adalah: pertama, tema-tema yang terkandung dalam kitab "Muqaranat a1-Adyan" karya Ahmad Syalabi menarik dan mendesak untuk diangkat kembali dalam kajian-kajian secara intensif terhadap karya-karya ilmiah (terutama) yang berkaitan dengan disiplin Ilmu Perbandingan Agama. Kedua, perlu kiranya diadakan gerakan kajian dan bedah buku terhadap literatur-literatur (klasik maupun modern), guna menambah luasnya cakrawala pemikiran mereka yang simpati terhadap Ilmu Perbandingan Agama. Ketiga, teologi suatu agama (Kristen, Islam dan lainnya) adalah merupakan pokok-pokok inti ajaran agama tersebut yang kemurniannya harus terus-menerus diperjuangkan dan dipertahankan eksistensinya agar tidak kehilangan makna kehidupan beragama. Wa Allahu A’lam. Kata kunci: Perbandingan Agama, Ahmad Syalabi
Studi Tentang Pemikiran Hassan Hanafi Nurul Chotimah; Maulana Masudi
Al Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.628 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i2.1057

Abstract

Fokus penelitian pada pemikiran Hassan Hanafi ini adalah: pertama, kiri Islam yang memperjuangkan pemusnahan penindasan bagi orang-orang miskin dan tertindas, ia juga memperjuangkan persamaan hak dan kewajiban diantara seluruh masyarakat. Kedua, Oksidentalisme adalah sebuah kajian ilmu yang mempelajari aspek sosial secara menyeluruh yang berkaitan dengan barat dan peradabannya, termasuk kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. Ketiga, Revolusi tauhid adalah pemaknaan keesaan Tuhan menjadi “Pandangan Dunia Tauhid” bahwa seluruh aspek kehidupan sosial Islam harus diintegrasikan ke dalam “jaringan relasional Islam”. Keempat, Revitalisasi Khasanah Intelektual Klasik adalah pentingnya mempelajari berbagai ilmu pengetahuan klasik, terutama rasionalisme yang ditekankan oleh Ibnu Rusyd dan Al-Kindi. Kelima, Metode Hermeneutika yaitu metode tafsir kontemporer dan Keenam adalah Antroposentrisme yang menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah manusia. Pemikiran Hassan Hanafi tersebut menurut pandangan pemikir-pemikir Islam lainnya ada beberapa yang mendukung dan adapula yang mengkritik pemikirannya. Dari beberapa pemikir Islam lainnya seperti Fazlurrahman, Mohammad Arkoen, Nurcholish Madjid dan pemikir Islam yang mengkritik adalah Kuntowijoyo. Dari perbedaan tersebut, bukan berarti pemikiran Hassan Hanafi tidak relevan, ada beberapa pemikirannya yang cukup relevan untuk dimiliki oleh umat Islam untuk dijadikan motivasi dan pemikirannya untuk merekonstruksi umat Islam. Dan juga relevan tidaknya dapat dilihat bagaimana menurut sudut pandang dari al-Qur‟an. Kata Kunci: Perbandingan Agama, Pemikiran Hassan Hanafi
Amar Ma‟ruf Nahy Munkar Dalam Perspektif Sayyid Quthb Eko Purwono; M. Wahid Nur Tualeka
Al Hikmah Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.123 KB) | DOI: 10.30651/ah.v1i2.1053

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menjawab dua permasalahan pokok, yaitu: pertama, bagaimana makna amar ma‟ruf nahy munkar menurut Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zilalil Qur‟an? Kedua, bagaimana tahapan-tahapan untuk melaksanakan amar makruf nahy munkar menurut Sayyid Quthb dalam tafsir Fi Zilalil Qur‟an? Penelitian ini merupakan studi literer (library research) dengan model faktual-historikal yaitu fakta sejarah tentang kiprah Sayyid Quthb dengan kitab tafsir karyanya Fi Zilalil Qur‟an. Di sini Sayyid Quthb dan karyanya itu diletakkan sebagai obyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, nilai-nilai yang ada di balik kiprah Sayyid Quthb. Temuan penelitian ini: : pertama, al-makruf dan impliksinya adalah perbuatan yang dipandang baik menurut akal dan agama, sedangkan al-munkar adalah suatu perbatan yang dipandang buruk menurut akal dan agama. Kedua, Perintah amar ma‟ruf nahy munkar itu termasuk perintah kepada apa-apa yang diwajibkan oleh syari‟at untuk dikerjakan, atau apa-apa yang diwajibkan kepada manusia untuk dilakukan, seperti shalat, pusa, zakat, haji dan lain-lain, serta mencegah dari segala yang menyalahi syari‟at, baik yang terdiri dari keyakinan maupun perbuatan. Ketiga, dalam tahapan untuk mengubah kemunkarn yaitu yang pertama dengan lisan, kedua dengan hati dan ketiga dengan iman. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa dakwah amar ma‟ruf dan nahy munkar menjadi kewajiban di atas pundak setiap insan mukmin untuk dihidup-hidupkan dan jangan pernah berhenti. Wa Allahu A‟lam. Kata kunci: Perbandingan Agama, Amar Ma‟ruf Nahy Munkar

Page 1 of 1 | Total Record : 6