cover
Contact Name
Haqiqi Rafsanjani
Contact Email
rafsanjanihaqiqi@gmail.com
Phone
+6281250614657
Journal Mail Official
jurnalmasharifal-syariah@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya Jl. Sutorejo No. 59, Surabaya – Jawa Timur – Indonesia. Telp (031) 381-1966 Email: jurnalmasharifal-syariah@um-surabaya.ac.id, Website: www.um-surabaya.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 25276344     EISSN : 25805800     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/jms.v6i3.7248
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah (e-ISSN: 2580-5800; p-ISSN: 2527-6344) is a journal that is managed by the Islamic Banking Study Program, Muhammadiyah University of Surabaya and in collaboration with professional organizations, namely Ikatan Ahli Ekonomi Islam. This journal is published three times a year (April, August and December). This journal focuses on the publication of research results and scientific articles on islamic banking, islamic finance, islamic microfinance institutions, non-bank financial institutions, islamic capital market, islamic economic and other themes related to Islamic finance.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
Optimalisasi Peran Baitulmal Pada BMT Untuk Pemberdayaan Usaha Mikro Di Jawa Timur M. Nasyah Agus Saputra
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.222 KB) | DOI: 10.30651/jms.v1i2.767

Abstract

Menurut data BPS (2006), jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai sebanyak 39,3 juta jiwa dan pada bulan Maret 2007 mengalami sedikit penurunan menjadi 37,17 juta jiwa (16,58 persen). Selanjutnya, Puslit Ekonomi LIPI memperkirakan jumlah penduduk miskin pada tahun 2008 secara kuantitas akan bertambah menjadi 37,73 juta jiwa dan secara relatif hampir tidak terjadi perubahan (16,57 persen). Perkiraan ini berdasarkan pada asumsi tingkat infl asi 6,3 persen dan tingkat pertumbuhan ekonomi 6,5 persen. Diantara upaya untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut adalah dengan melakukan  optimalisasi baitulmaal yang merupakan salah satu pilar utama dalam BMT.  Hal ini dilakukan dengan melakukan variasi optimalisasi penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sinergi dengan Badan Amil Zakat ataupun dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) , dengan demikian ini merupakan kontribusi riil BMT untuk membawa bangsa ini keluar dari lingkaran kemiskinan
Etika Produksi Dalam Kerangka Maqashid Syariah Haqiqi Rafsanjani
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.164 KB) | DOI: 10.30651/jms.v1i2.763

Abstract

Produksi merupakan suatu proses untuk menghasilkan barang dan jasa berdasarkan pada ketersediaannya faktor-faktor produksi, untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dengan memperhatikan nilai keadilan dan kebajikan (maslahah). Produksi juga merupakan usaha manusia untuk memperbaiki tidak hanya kondisi fisik materialnya, tetapi juga moralitas sebagai sarana menuju fallah. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan tentang etika produksi dalam kerangka maqashid syariah yang terdiri dari pemeliharaan lima kebutuhan dasar manusia yaitu pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Pendekatan yang di pakai dalam makalah ini yaitu pendekatan maqashid syariah. Tujuan dari aktivitas produksi adalah untuk memberikan maslahah bagi manusia, dimana maslahah dasar bagi manusia terdiri dari lima kebutuhan dasar yang harus dipelihara, diantaranya yaitu; hifdzu ad-dien, hifdzu an-nafs, hifdzu al-‘aql, hifdzu an-nasl, hifdzu al-maal.
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Di Perbankan Indonesia Sholikha Oktavi Khalifaturofi'ah; Zubaidah Nasution
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.248 KB) | DOI: 10.30651/jms.v1i2.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Capital adequacy ratio (CAR), Non performing loan/financing (NPL/NPF), Efisiensi Operasi (BOPO), dan Loan/financing to deposit ratio (LDR/FDR) terhadap  Return on asset (ROA) sebagai proksi dari kinerja keuangan bank umum konvensional dan syariah yang tercatat di Direktorat Perbankan Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Data yang diambil adalah data bulanan yang disusun secara dokumentasi dari tahun 2011-2015 dari bank umum konvensional dan bank umum syariah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bank umum konvensional variabel CAR, NPL, dan LDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA dan BOPO berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA. Sementara pada bank umum syariah, variable NPF dan BOPO berpengaruh negative dan signifikan terhadap ROA sedangkan CAR dan LDR berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA. Pada bank umum konvensional mengelola asset dan modal secara efisien akan meningkatkan kinerja keuangan. Pada bank umum syariah, menekan laju pembiayaan tidak lancar dan biaya operasional akan meningkatkan kinerja keuangan. Kinerja keuangan yang baik akan menciptakan perbankan yang sehat dan stabil dalam keuangan.
Sistem Distribusi Dalam Perspektif Ekonomi Islam Mohammad Holis
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.688 KB) | DOI: 10.30651/jms.v1i2.759

Abstract

Distribusi   merupakan   salah  satu  aktivitas  perekonomian   manusia,  di samping produksi dan konsumsi. Dorongan al-Qur'an pada sektor distribusi telah dijelaskan secara eksplisit. Ajaran Islam menuntun kepada manusia untuk menyebarkan hartanya agar kekayaan tidak menumpuk pada segolongan kecil masyarakat. Dalam pandangan Islam, pendistribusian harta yang tidak adil dan merata akan membuat orang yang kaya bertambah kaya dan yang miskin semakin miskin.
Pengaruh Harta Halal dan Haram Pada Umat M. Wildan Fawaid
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.581 KB) | DOI: 10.30651/jms.v1i2.765

Abstract

Islam tidak melarang umatnya untuk mengumpulkan harta karena pada dasarnya manusia selalu berusha memenuhi kebutuhan hidupnya yang meliputi kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Namun Islam memberikan batasan-batasan kepada umatnya untuk tidak berlebihan dan memperhatikan kaidah-kaidah tentang kehalalan dan keharaman harta, baik secara dzatnya, maupun proses dalam mendapatkannya. Karena sesungguhnya harta yang halal dan haram mempunyai pengaruh yang besar kepada pemiliknya.
Musyawarah Dalam Perspektif Ekonomi Islam Mukhid Mukhid
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.328 KB) | DOI: 10.30651/jms.v1i2.760

Abstract

Islam telah menganjurkan musyawarah dan memerintahkannya dalam banyak ayat dalam al-Qur'an, ia menjadikannya sebagai suatu hal terpuji dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan negara, dan menjadi elemen penting dalam kehidupan umat.Hal ini disebutkan dalam firman Allah tentang sifat-sifat dasar orang yang beriman dimana keIslaman dan keimanan mereka tidak sempurna kecuali dengannya. Islam mensyariatkan pada pemeluknya untuk bermusyawarah dalam semua urusan, baik urusan pribadi, keluarga bahkan urusan negara, tak terkecuali dalam urusan bermualamah (ekonomi syariah).
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Dan Pengaturannya Di Indonesia Rukhul Amin
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.644 KB) | DOI: 10.30651/jms.v1i2.766

Abstract

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai salah satu bentuk derivatif dari surat berharga syariah, di samping Surat Utang Negara (SUN), telah memiliki pengaturan yang cukup lengkap, mulai dari Undang-Undang No. 19 tahun 2008 tentang SBSN, Peraturan Pemerintah No.56/2008 tentang Perusahaan Penerbit SBSN, Peraturan Pemerintah No. 57/2008 tentang Pendirian Perusahahaan Penerbit SBSN maupun Fatwa DSN-MUI seperti Fatwa MUI No. 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara dan Fatwa MUI No. 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode Penerbitan Surat Berharga Negara serta Peraturan-peraturan Menteri lainnya

Page 1 of 1 | Total Record : 7