cover
Contact Name
Haqiqi Rafsanjani
Contact Email
rafsanjanihaqiqi@gmail.com
Phone
+6281250614657
Journal Mail Official
jurnalmasharifal-syariah@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya Jl. Sutorejo No. 59, Surabaya – Jawa Timur – Indonesia. Telp (031) 381-1966 Email: jurnalmasharifal-syariah@um-surabaya.ac.id, Website: www.um-surabaya.ac.id
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 25276344     EISSN : 25805800     DOI : http://dx.doi.org/10.30651/jms.v6i3.7248
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah (e-ISSN: 2580-5800; p-ISSN: 2527-6344) is a journal that is managed by the Islamic Banking Study Program, Muhammadiyah University of Surabaya and in collaboration with professional organizations, namely Ikatan Ahli Ekonomi Islam. This journal is published three times a year (April, August and December). This journal focuses on the publication of research results and scientific articles on islamic banking, islamic finance, islamic microfinance institutions, non-bank financial institutions, islamic capital market, islamic economic and other themes related to Islamic finance.
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 3 (2025)" : 56 Documents clear
Analisis Efektivitas Platform Digital untuk Pengumpulan Zakat dan Infaq Perspektif Syariah dan Ekonomi Maharrani Wulansari Akbarillah
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.24731

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan platform digital dalam pengumpulan zakat dan infaq dari perspektif syariah dan ekonomi. Dengan meningkatnya adopsi teknologi finansial (fintech), berbagai platform digital kini digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi transaksi keuangan syariah, termasuk zakat dan infaq. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, wawancara dengan pakar syariah dan ekonomi, serta analisis data sekunder dari platform pengumpul zakat terkemuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perspektif syariah, platform digital secara umum telah memenuhi prinsip-prinsip syariah, seperti transparansi, akuntabilitas, serta keadilan dalam penyaluran dana. Namun, terdapat tantangan dalam memastikan keamanan data pengguna dan validitas penyaluran dana secara tepat sasaran. Dari perspektif ekonomi, platform digital terbukti mampu meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan zakat dan infaq, memperluas jangkauan donatur, serta mengurangi biaya operasional lembaga amil zakat (LAZ). Penggunaan teknologi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembayaran zakat dan infaq secara rutin. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa platform digital memiliki potensi besar dalam optimalisasi pengumpulan zakat dan infaq. Namun, diperlukan peningkatan regulasi dan edukasi masyarakat agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara lebih efektif, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah. Kata kunci: zakat, infaq, platform digital, syariah, ekonomi Abstract This study aims to analyze the effectiveness of using digital platforms for the collection of zakat and infaq from a sharia and economic perspective. With the increasing adoption of financial technology (fintech), various digital platforms are now utilized as tools to facilitate sharia-compliant financial transactions, including zakat and infaq. The research employs a qualitative approach through literature review, interviews with sharia and economic experts, and secondary data analysis from leading zakat collection platforms.The findings indicate that, from a sharia perspective, digital platforms generally adhere to key sharia principles, such as transparency, accountability, and fairness in fund distribution. However, challenges remain in ensuring user data security and the accurate allocation of funds to the intended recipients. From an economic perspective, digital platforms have proven to enhance efficiency in zakat and infaq collection, expand donor reach, and reduce operational costs for zakat management organizations (LAZ). The use of technology also increases community participation in regular zakat and infaq payments. In conclusion, the study emphasizes that digital platforms have significant potential to optimize zakat and infaq collection. However, further regulation and public education are needed to ensure the technology is used more effectively, securely, and in accordance with sharia principles. Keywords: zakat, infaq, digital platforms, syari’ah, economics
Analisis Wa’ad Berdasarkan Fatwa No. 85/DSN-MUI/XII/2012 pada Pembiayaan IMBT Berdasarkan Fatwa No.27/DSN-MUI/III/2002 Irwan, Roki; Syukri Iska
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Wa’ad berdasarkan Fatwa No.85/DSN-MUI/XIII/2012 pada pembiayaan IMBT berdasarkan Fatwa No.27/DSN-MUI/III/2002. Fatwa DSN-MUI No. 85/2012 memiliki beberapa dampak khususnya pada akad yang menggunakan wa’ad, diantaranya yaitu Fatwa DSN-MUI No. 85/2012 memberikan peluang kepastian hukum dan jaminan keberlangsungan transaksi. Fatwa DSN-MUI No. 85/2012 secara substansial menimbulkan potensi ketidakpatuhan syariah pada akad IMBT sebagai akibat tidak dapat diterapkan secara keseluruhan isi dari Fatwa DSN-MUI No. 27/DSN-MUI/III/2002.
Rasionalitas Ekonomi dalam Perspektif Teoritis dan Praktis: Dari Homo Economicus hingga Rasionalitas syari'ah Nurhayati; Nanda Suryadi
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26479

Abstract

Artikel ini mengkaji pergeseran paradigma rasionalitas ekonomi dari pendekatan konvensional Homo Economicus menuju alternatif konsep Homo Islamicus dalam kerangka ekonomi Islam. Model Homo Economicus, yang berakar pada teori utilitarianisme, memandang individu sebagai agen rasional yang selalu mengutamakan kepentingan pribadi dan maksimisasi keuntungan. Namun, pendekatan ini dianggap tidak cukup untuk menjelaskan kompleksitas perilaku ekonomi manusia yang juga dipengaruhi oleh nilai moral, sosial, dan spiritual. Sebagai respons terhadap krisis etika dalam sistem ekonomi modern, ekonomi Islam menawarkan pendekatan rasionalitas yang lebih menyeluruh melalui model Homo Islamicus, yakni individu yang bertindak berdasarkan prinsip syari’ah seperti keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan mendasar antara kedua model tersebut serta menganalisis kontribusi rasionalitas Islami dalam membentuk perilaku ekonomi yang berorientasi pada keseimbangan antara kepentingan individu dan kemaslahatan umum. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis literatur lima tahun terakhir mengenai perilaku ekonomi dan teori rasionalitas dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Homo Islamicus mengintegrasikan dimensi etika dan wahyu dalam pengambilan keputusan ekonomi melalui prinsip maqāṣid al-syarī‘ah, sehingga menghasilkan pendekatan yang lebih manusiawi, adil, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model empiris Homo Islamicus serta integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan ekonomi dan kebijakan publik.
Halal-Based MSME Strengthening Strategy Model as a Driver of Community Economic Growth Mochamad Sumpena
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26521

Abstract

The halal industry is currently becoming a rapidly growing phenomenon in society. This research aims to identify sales strategies in the halal industry that can encourage the improvement of the community's economy—the efforts to improve the economy through various sales methods. The research method used is qualitative, collecting primary and secondary data through interviews and literature studies relevant to the research topic. This research was conducted in Cibinong Village, Bogor City, with the primary informants being shop owners who run halal industry businesses. From the results of the research, three main strategy models were found to improve the economy, namely first, creating superior products with a short duration of offering; this strategy is effective in attracting consumer interest because products have advantages in terms of materials, design, and prices so that people tend to buy in large quantities. Second, applying selling prices based on multiple products is a powerful tactic to lure consumers to buy more Muslim clothes. Third, producing products in pairs is a special attraction during certain moments, such as holidays, when many families want to wear uniforms.
Analisis Pengaruh Variabel Makro dan Mikro Ekonomi terhadap Non Performing Financing pada Bank Umum Syariah Periode 2018-2023 Rizki Dwi Hardiansyah; Moh.Muksin; Ahmad Fatoni
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i2.26542

Abstract

Tantangan di sektor perbankan tidak hanya datang dari faktor internal, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi eksternal. Hal ini menuntut bank syariah untuk mengembangkan strategi manajemen risiko yang efektif guna mengantisipasi risiko pembiayaan di tengah persaingan dengan perbankan konvensional. Penelitian ini menganalisis pengaruh variabel mikro dan makroekonomi terhadap Non Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2018–2023. Metode kuantitatif dengan pengambilan sampel bertujuan diterapkan pada data sekunder, termasuk laporan keuangan triwulanan dan indikator makroekonomi global, menggunakan analisis EViews. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa BI Rate, inflasi, dan pengangguran tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPF, sedangkan harga minyak dunia memiliki pengaruh negatif yang signifikan. Di sisi lain, nilai tukar, BOPO, dan FDR memiliki pengaruh yang positif, sedangkan CAR dan ROA menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan. Secara keseluruhan, model random effect membuktikan bahwa variabel mikro dan makro secara simultan mempengaruhi NPF. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa faktor makro tidak signifikan secara individual, namun kombinasi variabel internal dan eksternal tetap memegang peranan penting dalam menentukan tingkat NPF. Implikasinya, penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan stabilitas dan ketahanan perbankan syariah di Indonesia.
The Role of Labor Law on Business Sustainability and Workers' Welfare in Indonesia Siti Mufidatul Azizah; Chofifah Indah Parawansyah; Fitrotul Bita Aulia Putri; Reviby Adam Nazalla Dhias; Arif Zunaidi
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26569

Abstract

This research discusses the Role of Labor Law on Business Sustainability and Workers' Welfare in Indonesia. In the context of economic growth and technological development, labor law serves as a tool to maintain a balance between business sustainability and the protection of workers' rights. This research uses a literature study method with a content analysis approach to examine various labor regulations such as Law No. 13 of 2003, the Job Creation Law, and the Workers' Welfare Law. Year 2003, the Job Creation Law, and the BPJS Law. The results show that compliance with labor law has a positive impact on operational stability, employee loyalty, and company competitiveness. However, implementation challenges such as lack of supervision, unlawful employment contracts, and low legal literacy of workers are still an obstacle. Therefore, synergy between the government, companies, and workers is needed to create a healthy and productive work environment.
E-Money di Asia Selatan dan Tenggara: Studi Kasus Malaysia, Pakistan, dan Afghanistan Nurhayati; Syahpawi
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan perkembangan serta pelaksanaan uang elektronik (e-money) di tiga negara, yaitu Malaysia, Pakistan, dan Afghanistan, yang memiliki karakteristik ekonomi dan sosial yang berbeda. Objek penelitian mencakup sistem e-money yang berlaku di masing-masing negara, termasuk aktor utama, kebijakan regulatif, serta infrastruktur pendukung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data diperoleh melalui dokumentasi literatur, laporan kebijakan, dan studi sebelumnya terkait sistem keuangan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malaysia telah berhasil mengembangkan ekosistem e-money yang matang melalui dukungan pemerintah, infrastruktur digital yang kuat, dan regulasi yang ketat. Pakistan menunjukkan pertumbuhan signifikan terutama dalam layanan branchless banking yang menyasar populasi unbanked, meskipun masih menghadapi tantangan literasi dan infrastruktur. Sementara itu, Afghanistan mengalami hambatan besar dalam pengembangan e-money akibat instabilitas politik, infrastruktur digital yang minim, dan dominasi sistem keuangan informal. Sebagai saran, ketiga negara diharapkan dapat terus memperkuat regulasi, meningkatkan literasi digital dan keuangan masyarakat, serta memperluas infrastruktur teknologi demi mendukung inklusi keuangan dan mempercepat transformasi ekonomi digital di kawasan masing-masing.
Transformasi Digital dalam Ekonomi Syariah: Inovasi Teknologi untuk Penguatan Ekosistem Keuangan Halal di Era 5.0 Nurhayati; Julina
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi digital dalam ekonomi syariah serta bagaimana inovasi teknologi memperkuat ekosistem keuangan halal di era Revolusi Industri 5.0. Objek penelitian mencakup layanan keuangan syariah berbasis digital seperti fintech, e-wallet halal, crowdfunding syariah, dan smart contract Islami. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan pelaku industri, regulator, dan akademisi, serta studi dokumentasi literatur dan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan efisiensi layanan, memperluas inklusi keuangan syariah, dan mendukung pencapaian maqashid syariah. Namun, tantangan tetap ada dalam bentuk rendahnya literasi digital syariah, kesiapan regulasi yang belum optimal, serta perlunya tata kelola dan pengawasan syariah yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital adalah strategi fundamental dalam membangun ekosistem keuangan Islam yang inklusif, efisien, dan berdaya saing. Untuk ke depan, disarankan adanya penguatan literasi digital, sinergi antar pemangku kepentingan, serta investasi pada infrastruktur teknologi halal agar transformasi ini berjalan sesuai prinsip syariah secara menyeluruh.
Urgensi Sumber Daya Alam dalam Perspektif Ekonomi Islam Lara Aziza Putri; Rizal Fahlefi; Erliati Siregar
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi sumber daya alam (SDA) dalam perspektif ekonomi Islam melalui pendekatan deskriptif-analitis dan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dari literatur-literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara deduktif dan induktif untuk merumuskan konsep-konsep utama pengelolaan SDA dalam kerangka ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekonomi Islam, sumber daya alam bukan sekadar aset ekonomi, tetapi merupakan amanah yang harus dikelola secara adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Pembahasan menekankan bahwa prinsip kepemilikan dalam Islam bersifat terbatas dan kolektif; oleh karena itu, eksploitasi SDA harus memperhatikan nilai keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan keseimbangan antar-generasi. Prinsip maqashid syariah menjadi dasar penting dalam pengelolaan SDA untuk menjamin keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem. Penelitian ini memperkuat kajian-kajian sebelumnya bahwa paradigma ekonomi Islam menawarkan alternatif etis dan berkeadilan dalam pengelolaan sumber daya alam di tengah krisis ekologi dan ketimpangan distribusi.
Entrepreneur dan Network dalam Pertumbuhan UMKM (Studi Kasus Usaha Pabrik Tahu di Desa Lubuk Sahung Seluma) Melica Maharani; Nurul Hak; Yenti Sumarni
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v10i3.26646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran entrepreneur dan jaringan (network) dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan studi kasus pada usaha pabrik tahu Nelis Nurhasana di Desa Lubuk Sahung, Kabupaten Seluma. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wirausaha sangat signifikan dalam mengembangkan UMKM, terutama melalui inovasi produk, peningkatan kapasitas produksi, pemanfaatan teknologi, dan strategi pemasaran digital. Jaringan usaha juga terbukti mempengaruhi pertumbuhan UMKM secara positif melalui hubungan dengan pelanggan, pemasok, sesama pelaku usaha, serta pemanfaatan media sosial dan promosi dari mulut ke mulut. Kombinasi antara kemampuan kewirausahaan dan kekuatan jaringan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pasar UMKM lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara entrepreneurship dan networking sebagai strategi pertumbuhan UMKM, khususnya di sektor pangan tradisional di daerah pedesaan.