cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal)
ISSN : 20865554     EISSN : 26140470     DOI : -
Core Subject : Social,
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) is published by the Faculty of Social and Political Science of the University of Pelita Harapan. The journal aims to facilitate the exchange and deployment of scientific ideas by academics and practitioners in the field of International Relations. The topics in Verity consist of International Political Economy, Security Studies, Poverty and Social Gap, International Development, Regional and International Cooperation, International Organized Crime, Human Rights, Nationalism and Conflict, Global Governance, Gender, Globalization, Diplomatic Relations, and Economic Development. Verity has been published since 2009 and it is a bi-annual publication with an issue in January-June and another in July–December.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 27 (2022): January - June" : 6 Documents clear
The Role of Business Actor in Implementing Japanese Gastrodiplomacy: The Case of AWKitchen Restaurant in Indonesia [Peran Aktor Bisnis dalam Menerapkan Gastrodiplomacy: Studi Kasus Restoran AWKitchen di Indonesia] Jane Sherly Stephanie; Edwin Martua Bangun Tambunan
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol 14, No 27 (2022): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v14i27.5910

Abstract

Business actors as one of the non-state actors play a role in implementing a country's foreign policy, especially in introducing a national image or identity through public diplomacy, which is known as gastrodiplomacy. This article aims to identify and examine the role of a fusion cuisine restaurant in carrying out Japanese gastrodiplomacy in Indonesia. The article is developed from qualitative research applying a case study method. Based on data collecting from interviews, observations, and library research, the Japanese restaurant under investigation is not just a business actor serving fusion cuisine in Indonesia. The restaurant has contributed to showing the positive side of globalization or taming westernization, and its business activities can be categorized as unrecognized gastrodiplomacy. The restaurant has participated in implementing the function of gastrodiplomacy even though without any formal affinity and official recognition from the Japanese government agencies. The fusion cuisine restaurant has succeeded in helping carry out the mission of the Japanese state in introducing its image or identity. Bahasa Indonesia Abstract: Aktor bisnis sebagai salah satu aktor non-negara memainkan peran dalam mengimplementasikan kebijakan luar negeri suatu negara, terutama dalam memperkenalkan citra nasional atau identitas nasional melalui diplomasi publik, yang sering dikenal sebagai gastrodiplomacy. Artikel ini bertujuan untuk mengenali dan menelaah peran dari restoran dengan hidangan kombinasi dalam menjabarkan gastrodiplomacy Jepang di Indonesia. Artikel ini dikembangkan dengan pendekatan kualitatif yang menerapkan metode studi kasus. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi kepustakaan, restoran Jepang yang diteliti tidak hanya menjadi aktor bisnis yang bertugas untuk menyajikan hidangan gabungan di Indonesia. Restoran ini sudah berkontribusi untuk menunjukkan sisi positif dari Globalisasi atau mengurangi persepsi buruk Westernisasi, dan aktivitas bisnis restoran tersebut dapat dikategorikan sebagai gastrodiplomacy yang kurang mendapat pengakuan. Restoran ini sudah berpartisipasi dalam implementasi fungsi gastrodiplomacy meskipun tanpa perhatian dan pengakuan resmi dari pemerintah Jepang. Restoran hidangan kombinasi telah berhasil membantu membawa misi Jepang untuk memperkenalkan citra atau identitasnya.
Komitmen Indonesia dalam Implementasi SDGs Nomor 5 untuk Menjamin Keamanan Manusia Khususnya Perempuan (2015-2021) [Indonesia's Commitment on the Implementation of SDGs Number 5 to Guarantee Human Security Especially Women (2015-2021)] Ilmi Dwiastuti; Anggara Raharyo; Muhammad Farid; Riski Baskoro
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol 14, No 27 (2022): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v14i27.5901

Abstract

This study examines the Indonesian government's commitment to gender equality as part of SGD 5. Gender equality is a human security concern that is fundamental to Indonesia's development. Thus, Indonesia's commitment and seriousness must be assessed to ensure that the agreed-upon SDG targets are met. The writers employ the concepts of SDGs and Human Security as analytical tools in evaluating and analyzing Indonesia's promises. The writers classify the aims specified in SDG 5 using the UNDP's seven elements of human security. The writers next explain the strategies and capacities required to handle human security based on the elements. The writers also employ a qualitative content analysis method in which the researchers evaluate diverse sources from official papers. Furthermore, the writers then examine the implementation of SDG 5 using the indicators provided by Bappenas. The writers categorize the analysis based on human security elements and provides an assessment of the government's executed strategies. Finally, the writers believes that, overall, Indonesia's commitment to implementing the SDGs program from 2015 to 2021 did not meet the desired target, but it was ideal in certain targets and indicators.Bahasa Indonesia Abstract: Penelitian ini membahas tentang komitmen pemerintah Indonesia dalam menjamin kesetaraan gender sebagai bagian dari SGDs nomor 5. Isu kesetaraan gender merupakan isu keamanan manusia yang menjadi fokus pembangunan Indonesia. Sehingga komitmen dan keseriusan Indonesia perlu dievaluasi untuk menjamin tercapainya target-target dalam SDGs yang sudah disepakati. Dalam mengevaluasi dan menganalisa komitmen Indonesia, penulis menggunakan konsep SDGs dan Keamanan Manusia sebagai alat analisis. Penulis menggunakan tujuh elemen keamanan manusia berdasarkan UNDP dalam mengklasifikasikan target-target yang tercantum dalam SDGs nomor 5. Kemudian, penulis memaparkan strategi dan kapasitas yang diperlukan dalam mengatasi keamanan manusia sesuai elemennya. Penulis juga menggunakan metode kualitatif dengan content analysis dimana para peneliti mengkaji berbagai sumber dari dokumen resmi. Kemudian penulis menganalisa implementasi SDGs nomor 5 menggunakan indikator yang sudah disediakan oleh Bappenas. Penulis mengelompokkan analisa berdasarkan elemen keamanan manusia dan memberikan evaluasi strategi pemerintah yang sudah dijalankan. Terakhir penulis menyimpulkan bahwa Komitmen Indonesia dalam menjalankan program SDGs sejak tahun 2015 hingga 2021 dapat dikatakan belum sesuai target yang diinginkan secara umum, namun sudah sempurna di beberapa target dan indikator.
The Role of Social Media in Multi-Track Diplomacy: Jakarta Feminist Combating Violence Against Women in Indonesia [Peran Sosial Media dalam Diplomasi Multi-Jalur: Jakarta Feminist dalam Melawan Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia] Pincanny Georgiana Poluan; Firman Daud Lenjau Lung
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol 14, No 27 (2022): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v14i27.5911

Abstract

Violence Against Women (VAW), in its various forms, has become a global issue for many years; it is specifically considered a violation of human rights. With all the efforts of numerous institutions, like UN Women, VAW is still prevalent in many countries, including Indonesia. The obliviousness and never-ending occurrence of VAW in Indonesia seem to encourage some activists, both in and outside the country, to initiate movements with the help of digital media (specifically social media). One of the activist groups is Jakarta Feminist. A study shows that Jakarta Feminist is using social media to both disseminate activism information and mobilize actors. However, no study has discussed how that relates to their role as Track 6 in Multi-Track Diplomacy. This paper argues that, with its nature as a new media (emphasizes participatory culture), social media could support the implementation of MTD to abolish VAW issues in Indonesia, particularly looking at the growth of activism groups – Jakarta Feminist and/ or SEAFAM. Employing the desk research and observation methods, this paper aims to describe the role of social media in the implementation of MTD. This paper finds that social media plays a significant role as a supporting tool for Jakarta Feminist in performing their role as an activist group – Track 6. Moreover, through Instagram, Jakarta Feminist could generate power with and within their followers through educative content (Track 5) and dissemination of relevant information (Track 9). By doing so, they could hold a grassroots movement (Track 4) – Women's March, then influence the government’s decision as Track 1.Bahasa Indonesia Abstract: Kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk telah menjadi isu global dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini sudah dianggap secara spesifik sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Dengan seluruh upaya dari berbagai institusi, seperti UN Women, kekerasan terhadap perempuan tetap menjadi masalah besar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Elemen kejelasan dan peristiwa yang tidak pernah berhenti terjadi dalam kekerasan terhadap perempuan di Indonesia mulai memancing beragam aktivis, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk memulai gerakan-gerakan dengan bantuan media digital (khususnya media sosial). Salah satu kelompok aktivis tersebut adalah Jakarta Feminist. Sebuah studi menunjukkan bahwa Jakarta Feminist menggunakan sosial media sebagai sarana diseminasi informasi aktivis dan mobilisasi aktor. Namun, belum ada studi yang membahas bagaimana hal tersebut berkaitan dengan peran aktivis sebagai bagian dari Jalur 6 dalam Diplomasi Multi-Jalur. Naskah ini berpendapat bahwa sosial media, dengan naturnya sebagai media baru (penekanan pada budaya partisipasi), dapat mendukung implementasi Diplomasi Multi-Jalur untuk memberantas isu kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, terutama melihat pertumbuhan kelompok-kelompok aktivis seperti Jakarta Feminist dan/atau SEAFAM. Dengan menggunakan metode penelitian meja dan observasi, naskah ini bertujuan untuk menjelaskan peran sosial media dalam implementasi Diplomasi Multi-Jalur. Naskah ini menemukan bahwa media sosial memainkan peran yang signifikan sebagai alat pendukung bagi Jakarta Feminist untuk menjalankan peran mereka sebagai kelompok aktivis dan bagian dari Jalur 6. Selain itu, melalui Instagram, Jakarta Feminist dapat menghasilkan energi dan semangat di antara pengikut mereka melalui konten-konten edukasi (Jalur 5) dan diseminasi informasi yang relevan (Jalur 9). Dengan demikian, mereka dapat terus menjaga eksistensi pergerakan akar rumput (Jalur 4) dalam bentuk demonstrasi perempuan dan dapat memengaruhi keputusan pemerintah sebagai Jalur 1.
Analisis Nasib Globalisasi Pasca Pandemi COVID-19 [The Analysis of the Fate of Globalization Post-COVID-19 Pandemic] Karmel Hebron Simatupang; Brigitte N. E. Motoh; Thesalonica P. Kelung
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol 14, No 27 (2022): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v14i27.5903

Abstract

The world is currently being hit by the COVID-19 pandemic, which threatens human civilization. The presence of this pandemic has had a multi-sectoral impact and slowed globalization. This research is intended to provide an overview of how globalization will continue despite global challenges, especially the COVID-19 pandemic. This research was conducted using a qualitative approach by conducting interviews with selected sources. This study shows that even though COVID-19 suddenly appeared amid globalization, the two of them can still go hand in hand. The currents of globalization continue to change the world from before the pandemic, during, and after the pandemic. The question that then arises during the pandemic related to globalization is whether globalization is still relevant after the pandemic ends. According to the results of this study, it can be concluded that globalization will remain relevant both now and after the pandemic ends because countries can survive the existential challenges of humankind only with cooperation and interdependence.Bahasa Indonesia Abstract: Saat ini dunia sedang dilanda pandemi COVID-19 yang dapat mengancam peradaban manusia. Kehadiran pandemi ini menimbulkan dampak multisektor serta memperlambat globalisasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberi gambaran bagaimana globalisasi akan tetap terus berlanjut walaupun di tengah tantangan global khususnya pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap narasumber terpilih.Hasil penelitian menunjukan bahwa meskipun COVID-19 hadir secara tiba-tiba di tengah globalisasi, keduanya ternyata tetap dapat berjalan beriringan. Arus globalisasi terus mengubah dunia dari sebelum masa pandemi, pada saat pandemi, dan setelah pandemi nantinya. Pertanyaan yang kemudian muncul di tengah pandemi terkait dengan globalisasi adalah apakah globalisasi masih relevan setelah pandemiberakhir? Menurut hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa globalisasi akan tetap relevan baik di masa sekarang maupun setelah pandemi berakhir, karena hanya dengan kerja sama dan saling ketergantungan negara-negara dapat bertahan menghadapi tantangan eksistensial umat manusia.
Imperialisme Budaya Jepang Melalui Film Animasi Battle of Surabaya [Japanese Cultural Imperialism through Battle of Surabaya Movie Animation] Pierre Mauritz Sundah
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol 14, No 27 (2022): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v14i27.5904

Abstract

Mass media as one of the means to develop culture has the function of cultural transmission, not only in the form of arts and symbols but also in the form of procedures, modes, lifestyles, and norms. Nowadays, movie animations out there mostly coming from the United States and Japan. In 2015, there is a local Indonesian movie animation that achieved national and international awards called the Battle of Surabaya. This movie animation tells the story of the Surabaya people independency movement on November 10th 1945. This research wants to describe how the form of cultural imperialism shown in local movie animation. The paradigm used in this research is the critical paradigm and a qualitative descriptive research. Data collection technique used are the in-depth interview, observation, and secondary-sources literature study technique. The informant for this research consists of a movie director, two audiences, and an academician who follows the development of movie animation in Indonesia. The results of this research shows that there are Japanese cultural hegemony shown in the Battle of Surabaya movie animation. Aside from using the anime style, Japanese cultural elements like foods, ethics, mores, and habits used to describe the daily life of Indonesian. This thing happens because Indonesian have been dominated by Japanese popular culture for a long time, especially anime.Bahasa Indonesia Abstract: Media massa sebagai salah satu sarana yang berfungsi untuk pengembangan kebudayaan, tidak hanya budaya dalam bentuk seni dan simbol tetapi juga budaya seperti tata cara, mode, gaya hidup dan norma-norma sehingga media memiliki fungsi cultural transmission. Saat ini, film animasi yang beredar di masyarakat lebih banyak merupakan film animasi luar terutama dari Amerika Serikat dan Jepang. Pada tahun 2015, terdapat film animasi lokal yang berhasil memperoleh penghargaan secara nasional dan internasional. Film animasi Battle of Surabaya menceritakan bagaimana perjuangan rakyat Surabaya 10 November 1945. Penelitian ini hendak menggambarkan bagaimana bentuk imperialisme budaya terlihat dalam film animasi lokal. Paradigma dalam penelitian adalah kritis dan merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui in-depth interview, observasi dan studi literatur untuk sumber-sumber sekunder. Informan penelitian terdiri dari sutradara, dua orang penonton dan seorang akademisi yang mengikuti perkembangan film animasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya hegemoni budaya Jepang terlihat dalam film animasi Battle of Surabaya. Selain menggunakan gaya anime, unsur budaya Jepang seperti makanan Jepang, etika, adat istiadat maupun kebiasaan dalam masyarakat Jepang digunakan dalam menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Hal tersebut terjadi karena masyarakat Indonesia telah lama didominasi oleh budaya populer Jepang terutama anime.
Food and Agricultural Product Industry as the Economic Defence for Indonesia's COVID-19 Economic Crisis [Industri Produk Pangan dan Tani sebagai Pertahanan Ekonomi untuk Krisis Ekonomi di Indonesia selama Pandemi COVID-19] Roy Vincentius Pratikno; Jhon Maxwell Yosua Pattinussa
Verity: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional (International Relations Journal) Vol 14, No 27 (2022): January - June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/verity.v14i27.5906

Abstract

The global economic crisis as a result of the COVID-19 pandemic has become one of the worst crises in the current era of the integrated modern economy. The decline in GDP and economic growth in almost all countries was forced to experience negative contractions throughout 2020. The paralysis of the manufacturing industry and the obstruction of the global production chain became one of the main causes of the crisis. All countries in the world are forced to re-evaluate and look again at the right solution amid international trade uncertainty. Indonesia, which is still dependent on the manufacturing industry, is forced to look for other solutions that can be applied in this situation. By prioritizing agricultural and food products, Indonesia has managed to get out of the economic crisis of the COVID-19 pandemic. Therefore, this paper aims to identify the government's decision to make agricultural and food products the spearhead of the national economy. Using a qualitative approach, and focusing on identifying solutions for the agriculture and food industry, the research team tried to look at the economic logic in international and national contexts. In this paper, the researcher’s team agreed that Porter's Diamond theory can be used as a reference for the based framework because it is considered to be able to explain in detail the relationship between government decisions and changes that occur amid modern international trade uncertainty.Bahasa Indonesia Abstract: Krisis ekonomi global akibat dari pandemi COVID-19 menjadi salah satu krisis terparah di era ekonomi modern teritegrasi saat ini. Penurunan GDP dan pertumbuhan ekonomi hampir di seluruh negara terpaksa harus mengalami kontraksi negatif sepanjang tahun 2020 silam. Kelumpuhan industri manufaktur dan terhambatnya rantai produksi global menjadi salah satu penyebab utama krisis tersebut. Seluruh negara di dunia terpaksa untuk kembali melakukan evaluasi dan melihat kembali bagaimana solusi yang tepat di tengah ketidakpastian perdagangan internasional. Termasuk Indonesia yang masih bergantung dengan industri manufkatur terpaksa mencari solusi lain yang dapat diterapkan dalam kedaan ini. Dengan mengedepankan produk pertanian dan pangan Indonesia berhasil keluar dari keterpurukan krisis ekonomi pandemi COVID-19. Maka dari itu, tulisan ini bertujuan untuk memberikan identifikasi terhadap keputusan pemerintah yang menjadikan produk tani dan pangan sebagai ujung tombak perekonomian nasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dan berfokus kepada identifikasi solusi industri tani dan pangan, tim peneliti mencoba untuk melihat logika ekonomi dalam konteks internasional dan nasional. Dalam penyusunan tulisan ini, tim penulis sepakat bahwa teori Porter’s Diamond bisa digunakan sebagai acuan pikir dalam tulisan, karena dinilai dapat menjelaskan secara mendetail mengenai hubungan antara keputusan pemerintah dan perubahan yang terjadi di tengah ketidakpastian perdagangan internasional modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 6