cover
Contact Name
Muh Jibran Nidhal Fikri
Contact Email
jes@unm.ac.id
Phone
+6282259301930
Journal Mail Official
muhjibrannidhal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FI, Jurusan Geografi Fakultas MIPA, Jl. Dg Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Environmental Science
ISSN : 26544490     EISSN : 26549085     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both Geography and all the studies that have related with geography. The journal welcomes articles that address common issues in Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) is published twice a year (Oktober and April). This journal publishes various articles from peer reviewed and research results related Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in geography science and material object. The journal welcomes submissions from around the world as well as from indonesia.
Articles 128 Documents
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI BAWANG MERAH BATUNONI DESA BATUNONI KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Wahyuni, Sri
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v2i2.13196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kondisi kehidupan sosial ekonomi petani BM, 2) sebaran asal modal petani bawang merah (BM), 3) Solusi fluaktuasi harga BM pada musim panen. Populasi dalam penelitian ini 160 KK, sampel diambil sebanyak 20% (32 KK). Analisis data menggunakan alisis  deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hampir sebagian petani BM tingkat pendidikan tamat SD yaitu 46,87%, tingkat kesehatan 100% berobat ke puskesmas/dokter, 87,5% petani berstatus kawin, luas lahan garapan tergolong rendah yaitu 0,3 Ha (43,75%), tenaga kerja yang digunakan petani BM paling tinggi yaitu antara 1-5 orang (59,37%), jumlah tanggungan petani BM adalah 3 orang (43,75%), dan besar pendapatan petani BM yaitu antara Rp 11.000.000 – Rp 20.000.000 (34,37%). 2) sebaran asal modal petani BM lebih setengah dari petani BM yaitu 65,62% terikat utang di BRI. 3) solusi fluktuasi harga BM pada musim panen yaitu petani harusnya mengurangi atau tidak lagi mengambil bibit dari penjual bibit bawang merah yang sekaligus sebagai pedagang BM. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa: tingkat sosial ekonomi petani BM di Dusun Batunoni cukup baik. Semakin luas lahan garapan maka semakin banyak pendapatan yang di peroleh, selain itu untuk memperoleh hasil yang maksimal modal sangat berpengaruh. Namun pada aspek pendidikan petani BM masih tergolong rendah, hal ini dikarenakan banyak petani BM yang hanya mengenyam pendidikan sampai tamat SD saja.
PENGELOLAAN SAMPAH WISATA TANJUNG BAYANG UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK KUNJUNGAN WISATA KELURAHAN TANJUNG MARDEKA KECAMATAN TAMALATE KOTA MAKASSAR Hohoba, Bertus; Abbas, Ibrahim; Invanni, Ichsan
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 1 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.641 KB) | DOI: 10.35580/jes.v2i1.11424

Abstract

Pengelolaan limbah tidak pernah berhenti untuk dibahas, karena gaya hidup dan budaya masyarakat itu sendiri. Nelayan yang mengelola pariwisata adalah mata pencaharian sehari-hari yang hidup dan melakukan kegiatan di pantai dan memiliki cara mereka sendiri untuk mengelola limbah wisata. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk: (1. Untuk mengetahui pengelolaan sampah di pariwisata Tanjung Bayang, Kecamatan Tanjung Mardeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Tanjung Bayang. RT, dan masing-masing individu memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini dihitung berdasarkan statistik deskriptif dengan sampel 85 responden di Tanjung Bayang RT, Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner masyarakat dan data diproses secara manual. dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi terbantu dalam analisis statistik non-parametrik.
STUDY KELAYAKAN TAMBAK IKAN BANDENG DI DESA LAKUAN KABUPATEN BUOL SULAWESI TENGAH Daimalindu, Ayu Septina
Jurnal Environmental Science Vol 1, No 2 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.883 KB) | DOI: 10.35580/jes.v1i2.9055

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the feasibility of milkfish ponds in the village of Lakuan. The data sources used are primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly from the field and the results of laboratory analysis while secondary data is data obtained from the Meteorology and Climatology Agency of Sultan Bantilan, Toli-Toli Regency. The method used in this study was purposive sampling. Based on the 6 sampling points determined based on the size and distance of the pond from the sea, the results obtained were temperatures ranging from 29,8 – 31,5ºC, dissolved oxygen ranged from 4 to 9,3 mg/l, the pH of the water ranged from 7,1 to 15, salinity ranges from 15,2 - 25 ppt, brightness ranges from 55,5% - 73%, ammonia ranges from 0,003 – 0,010 mg/l, phosphate from undetectable up to 0,018 ppt, soil texture between sandy clay - clay, soil pH ranges from 4,2 – 5,4, organic matter ranges from 3,78 – 4,78%, slope of 2%, mangroves are completely absent, seed availability is lacking, tides are 2,44 m, rainfall 1989,4 mm/year, the dry month amounts to 2 months, the river border is ± 1,000 m, the construction of the pond is in good condition and quite good, the depth ranges from 43 – 78,5 cm and the accessibility is sufficient. After analyzing the data using scoring, the results of this study indicate that the condition of milkfish ponds is in two categories, which are feasible and less feasible.
KUALITAS AIR TANAH UNTUK KEBUTUHAN AIR MINUM DI DESA UJUNG LERO KECAMATAN SUPPA KABUPATEN PINRANG Basofi, Nurqamri Putri
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.728 KB) | DOI: 10.35580/jes.v2i2.13375

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui kualitas air tanah, Apakah air tanah di layak digunakan sebagai sumber air minum dan cara menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan Metode Storet. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal atau sumur gali yang digunakan masyarakat sebagai sumber air minum. Adapun Sampel adalah berdasarkan penggunaan lahan yaitu lokasi I merupakan pemukiman, lokasi II ladang, lokasi III semak belukar dan lokasi IV tambak. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air yaitu melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air minum sehingga air tersebut tidak dapat digunakan untuk air minum, parameter yang melebihi kadar maksimum yaitu parameter rasa pada titik IV yaitu rasanya asin, Parameter warna pada titik III yaitu 20,0 dengan batas maksimum 15, parameter kekeruhan pada titik IV yaitu 5,480 dengan batas maksimum 5, parameter TDS pada titik I – IV yaitu 692, 1178, 6403 dan 799dengan batas maksimum 500, parameter besi pada titik I dan IV yaitu 0,31 dan 0,43 dengan batas maksimum 0,3 dan juga parameter deterjen pada titik IV yaitu 0,110 dengan batas maksimum 0,05 dan parameter E.Coli pada titik I, II dan IV yaitu 680, 2200 dan 200 dengan batas maksimum 0 jumlah 100/ml .Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis sampel air sumur diketahui bahwa air sumur tidak layak digunakan sebagai air minum kerna air tersebut sudah tercemar. Dengan menggunakan Metode storet menunjukkan bahwa tingkat pencemaran air sumur tergolong kategori kelas D (Tercemar Berat) dengan kondisi air yang buruk untuk kualitas air minum.
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS DAS JENERAKIKANG SUB DAS JENEBERANG KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Amaliyah, Rezki
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.182 KB) | DOI: 10.35580/jes.v2i2.13377

Abstract

AbstrakPenambahan jumlah penduduk mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan lahan yang memaksa masyarakat melakukan alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pemukiman yang berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan sehingga menyebabkan lahan tersebut menjadi kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kekritisan lahan (2) Untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan (3) Untuk mengetahui upaya penanggulangan lahan kritis. Objek penelitian ini yaitu Lahan di DAS Jenerakikang. Data primer yang digunakan meliputi data kemiringan lereng, struktur tanah, tekstur tanah, kedalaman efektif tanah, manajemen lahan dan data penggunaan lahan. Data sekunder yang digunakan meliputi data DEM, Citra Landsat-8, data curah hujan, produktivitas lahan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan metode analisis yang digunakan yaitu metode skoring untuk mengidentifikasi tingkat kekritisan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kekritisan lahan yakni topografi, tanah, erosi dan vegetasi. Terdapat 4 kategori lahan kritis yakni tingkat lahan kritis dengan luas 32,02 Ha tingkat lahan agak kritis dengan luas 2.734,1 Ha, tingkat lahan kritis potensial kritis dengan luas 1.088,8 Ha dan tingkat lahan tidak kritis dengan luas 56,229 Ha. Upaya penanggulangan lahan kritis menggunakan metode fisik–mekanik dengan penerapan terasering dan metode biologis/vegetatif dengan penerapan multiple Cropping
POLA PERSEBARAN PERMUKIMAN PENDUDUK DI KECAMATAN TALIABU BARAT LAUT KABUPATEN TALIABU Adriansyah, Adriansyah; Musyawarah, Rahma
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 1 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.857 KB) | DOI: 10.35580/jes.v2i1.12029

Abstract

The formulation of the problem in this study are: 1) What is the pattern of population settlements in Taliabu Barat Northwest District Taliabu District, 2) What are the factors that influence the population settlement patterns in Taliabu Northwest District Taliabu District. The purpose of this study is 1) To describe the population settlement patterns in Taliabu Northwest District, Taliabu Regency. 2) To find out the factors that influence the population settlement patterns in Taliabu Northwest District Taliabu District. This type of research is descriptive qualitative using a case study approach. Data collection techniques are observation, questionnaire, and documentation.Analysis of the pattern of settlement distribution was measured using the analysis of the nearest neighbor (nearest neighbor analysis), namely by calculating the size of the nearest neighbor parameter (T). Based on the results of the research on the Distribution Pattern of Population Settlements in Taliabu Northwest Subdistrict, Taliabu District, the pattern is uniform because the value of T ≥ 1.4 is the value of T = 2.54 m and patterned to follow the path or linear settlement pattern. Factors of settlement distribution patterns in Taliabu Northwest Subdistrict, Taliabu Regency are influenced by: First the community prefers to establish settlements in the coastal area of 67.3% and close to the road by 56.4%; The two of them mostly use their land as plantation land of 78.2% and agricultural land by 20%; The third source of water comes from the PDAM of 50.9% and is> 31 m at 54.5%; The four availability of natural resources mostly comes from agriculture / plantations, which is 96.4%. 
PERUBAHAN PERMUKIMAN PENDUDUK KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA TAHUN 1993 SAMPAI DENGAN TAHUN 2018 Irnayani, Mayasari
Jurnal Environmental Science Vol 1, No 2 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.871 KB) | DOI: 10.35580/jes.v1i2.9060

Abstract

ABSTRACTThis research aims to find out and analyze changes in land area of settlement, land use and settlements turns into a factor that affected it. The method used is the analysis of remote sensing and descriptive analysis. The results showed that extensive settlements in 1993 was 307.03 Ha and in 2018 is 1653.34 Ha. Then it can be inferred the vast increase of land due to land use change shrub, open land, moor/fields, ricefield, and the body of water into the neighborhoods with the factors that affect that is the high rate of population growth amounted to 5.74 percent and affordable land prices as well as the completeness of the infrastructure in Somba Opu.
Persepsi Masyarakat Terhadap Perubahan Budaya di Tana Toraja (Studi Kasus Upacara Rambu Tuka’) Rahmad, Abdul
Jurnal Environmental Science Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.131 KB) | DOI: 10.35580/jes.v1i1.7347

Abstract

The purpose of this study is to find out: 1) what factors influence the shift in the values of the Rambu Tuka 'ceremony in Toraja, and 2) to find out how the cultural values of Rambu Tuka' in the Toraja are shifted. This study aims to determine what factors influence the shift in the values of the Rambu Tuka 'ceremony in Toraja. Knowing the shift in the cultural values of Rambu Tuka 'in Toraja. The collection of data using the method of observation, interviews and documentation. So that the results of the study show that out of all the results outline the factors that cause cultural changes in Toraja are caused by many factors. Factors that greatly influence the shift in cultural values of tuka signs in tana toraja are; Modern technology, and other cultural influences. So from that it can be concluded that the public perception of the cultural changes that exist in Toraja, is not much different from each respondent's opinion. For the generations of Toraja youth, Let us maintain the culture that has developed in the community such as the Ruka Tuka 'ceremony, so that values contained such as togetherness, help, and cooperation are maintained considering that one of the great potentials for tourism is in the culture of Tana Toraja
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN CENGKEH (Eugenia Aromatica L) DI DAS TAKAPALA SUB DAS HULU JENEBERANG KABUPATEN GOWA Iswan, Iswan
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 2 (2020): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.29 KB) | DOI: 10.35580/jes.v2i2.13332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik lahan di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa, 2) Tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh, 3) agihan kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan teknik analisis data yaitu teknik matching. Hasil penelitian menunjukkan: 1) karakteristik lahan di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang yaitu berada pada daerah iklim agak basah; temperatur atau suhu udara berada pada daerah panas/tropis; ketersedian air untuk curah hujan agak basah; ketesedian air untuk bulan kering cukup sesuai; media perakaran untuk drainase tanah baik sampai agak baik; tekstur tanah dari liat sampai lempung berliat; kedalaman efektif dalam; retensi hara untuk KTK tanah sedang sampai tinggi; pH tanah asam hingga agak asam; hara tersedia untuk P2O5 (P tersedia) rendah; potensi mekanisme untuk lereng dari datar, landai, agak landai/miring, curam, dan sangat curam; singkapan batuan tidak ada sampai sedikit. 2) Tingkat kesesuian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang diperoleh lima sub kelas kesesuaian lahan yaitu S2 cukup sesuai dengan luas 93,95 Ha; S3 - W1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat curah hujan) dengan 1022,33 Ha; S3 - S1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat lereng) dengan luas 510,66 Ha; S3 - W1s1 (kelas sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat curah hujan dan    lereng)  dengan luas 256,49 Ha, dan N1 - S1 (kelas tidak sesuai  untuk saat ini dengan faktor pembatas sangat berat adalah lereng) dengan luas 222,64 Ha. 4)Agihan kesesuaian lahan untuk tanaman cengkeh di DAS Takapala Sub DAS Hulu Jeneberang terbagi menjadi tiga kelas. kelas S2 (cukup sesuai) dengan luas sekitar 93,95 Ha atau 4,41 % dari luas DAS Takapala; kelas S3 (sesuai marginal) dengan luas sekitar 1789,48 atau 84 % dari luas DAS Takapala; dan kelas N1 (tidak sesuai untuk saat ini) dengan luas sekitar 222,64 Ha atau 10,45% dari luas keseluruhan DAS Takapala.
STUDI KELAYAKAN AIR TANAH UNTUK KEBUTUHAN AIR MINUM DI KELURAHAN ROMANG POLONG KECAMATAN SOMBA OPU KABUPATEN GOWA Destiquama, Destiquama; Hasriyanti, Hasriyanti; Amal, Amal
Jurnal Environmental Science Vol 2, No 1 (2019): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.562 KB) | DOI: 10.35580/jes.v2i1.12025

Abstract

The quality of ground water for drinking water needs is based on physical, chemical and biological parameters of Romang Polong. The researcher took 5 kinds of water as samples based on land use by applying the Storet method. The water sample was tested in the field and analyzed in the laboratory. The results obtained are compared with the specified based on criteria of water quality which indicated that groundwater in the Romang Polong is suitable to be used as drinking water quality standards at the point 2, 3, and 4. However, at the point 1 and 5 are not feasible to be used as drinking water quality standards. But, it is still feasible to use for household needs such as bathing and washing. It might be happened because the physical, chemical, and biological parameters exceeded the maximum permissible threshold based on the drinking water quality standard according to Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 492 / MENKES / PER / IV / 2010.

Page 3 of 13 | Total Record : 128