cover
Contact Name
Muh Jibran Nidhal Fikri
Contact Email
jes@unm.ac.id
Phone
+6282259301930
Journal Mail Official
muhjibrannidhal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FI, Jurusan Geografi Fakultas MIPA, Jl. Dg Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Environmental Science
ISSN : 26544490     EISSN : 26549085     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both Geography and all the studies that have related with geography. The journal welcomes articles that address common issues in Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) is published twice a year (Oktober and April). This journal publishes various articles from peer reviewed and research results related Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in geography science and material object. The journal welcomes submissions from around the world as well as from indonesia.
Articles 128 Documents
EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN MAKROBENTHOS DI DESA LAIKANG KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN Arfan, Amal; Sanusi, Wahidah; Rakib, Muhammad
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i1.66702

Abstract

This study aims to evaluate the distribution of macrobenthos in Laikang Village, Takalar Regency, South Sulawesi, and understand the environmental factors influencing it. The research was conducted through field surveys at three different observation stations, namely Station 1, Station 2, and Station 3, by counting the number of macrobenthos individuals at each station. Data analysis techniques included descriptive analysis for the composition and abundance of macrobenthos, as well as environmental analysis for factors affecting macrobenthos distribution, such as substrate type, water depth and temperature, water quality, nutrient availability, and species interactions. The results showed that Station 1 had the highest number of macrobenthos (123 individuals), followed by Station 2 (102 individuals) and Station 3 (77 individuals). Significant environmental factors influencing macrobenthos distribution included substrate type, water depth and temperature, water quality, nutrient availability, and interactions such as competition, predation, and symbiosis with other species. These findings indicate that macrobenthos play an important role as indicators of aquatic ecosystem health and provide insights into the composition and distribution of macrobenthos in the study area. This research has significant implications for understanding ecosystem balance. Active community participation in the conservation of macrobenthos and environmental management is expected to maintain ecosystem sustainability and improve the welfare of coastal communities.
Pemanfaatan Citra Sentinel-2 dan Temperature Humidity Index (THI) untuk Mengukur Tingkat Kenyamanan Termal di Kota Bekasi Tahun 2024 Azka, Hafidz Rida Ibnu; Nugraini, Lysa Dora Ayu
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.70052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan memetakan tingkat kenyamanan termal di Kota Bekasi pada tahun 2024 menggunakan kombinasi Citra Sentinel-2 dan perhitungan Temperature Humidity Index (THI) dari pengukuran suhu dan kelembapan di lapangan. Citra Sentinel-2 digunakan untuk mendapatkan informasi kepadatan lahan terbangun dan vegetasi dengan menggunakan indeks Normalized Difference Built-up Index (NDBI) dan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) sebagai parameter kenyamanan kemudian diklasifikasikan ke dalam kelas-kelas untuk menghasilkan peta tingkat kenyamanan termal berdasarkan citra Sentinl-2. Nilai THI dihitung berdasarkan data suhu udara dan kelembapan udara relatif yang diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan lalu diinterpolasi untuk memperoleh peta tingkat kenyamanan termal berdasarkan THI. Kedua Peta tersebut selanjutnya digabungkan untuk menghasilkan peta akhir tingkat kenyamanan termal Kota Bekasi berdasarkan citra Sentinel-2 dan THI. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kenyamanan termal akhir di Kota Bekasi pada tahun 2024 berdasarkan penggabungan hasil tingkat kenyamanan termal citra Sentinel-2 dan THI menunjukkan kenyamanan pada kelas tidak nyaman dengan nilai persentase sebesar 61% dari keseluruhan Kota Bekasi dibandingkan dengan kelas cukup nyaman yang hanya sebesar 39%.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA DI GIANYAR, PROVINSI BALI Sudarmono, Sudarmono; Ariyuni, Ni Wayan
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.65503

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan mengevaluasi strategi untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam manajemen limbah berbasis sumber di Kabupaten Gianyar. Melalui pendekatan kualitatif, penyelidikan mengungkapkan bahwa peningkatan kesadaran untuk mempromosikan lingkungan rumah tangga yang lebih bersih dan lebih sehat, dikombinasikan dengan kenyamanan dan keuntungan ekonomi dari memanfaatkan Bank Sampah, merupakan faktor kunci dalam keterlibatan perempuan. Sementara itu, alasan kurangnya partisipasi perempuan dalam proses pengumpulan dan evaluasi berasal hanya dari keinginan mereka yang puas dengan keberadaan program Bank Sampah, TPS 3R, dan Puspa Aman. Inisiatif pemerintah untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam pengelolaan limbah independen termasuk penciptaan kad lingkungan yang terdiri dari anggota PKK untuk menyampaikan pengetahuan kepada perempuan tentang pengolahan limbah berbasis sumber. Selain itu, pemerintah telah berkolaborasi dengan perusahaan swasta yang terlibat dalam proyek-proyek lingkungan untuk menawarkan dukungan kepada masyarakat, khususnya perempuan, menuju pelaksanaan program pengelolaan limbah berbasis sumber dengan cara yang berkelanjutan dan efektif.
DAMPAK AKTIVITAS PT. INDAH KIAT TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA PINANG SEBATANG KABUPATEN SIAK Mualim, Sadri Husnul; Dasrizal, Dasrizal; Nefilinda, Nefilinda
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.71166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas PT. Indah Kiat terhadap kehidupan masyarakat di Desa Pinang Sebatang, Kabupaten Siak. Dengan menggunakan jenis penelitian mix method, penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner yang melibatkan 113 responden sebagai sampel penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas PT. Indah Kiat memberikan dampak positif dengan persentase (44,2%) di atas rata-rata UMR dimana dapat peningkatan ekonomi masyarakat, dterutama melalui penciptaan lapangan kerja dan dukungan terhadap pertumbuhan usaha kecil. Namun, di sisi lain, tantangan besar muncul dalam bentuk dampak negatif aktivitas PT. Indah Kiat terhadap lingkungan tempat tinggal yaitu masayrakat tidak setuju sistem transportasi yang baik (42,5%), kualitas udara dan air (44,5%), kualitastas tanah (47,6%). Interaksi sosial masyarakat juga mengalami perubahan singnifikan masyarakat tidak setuju akan adanya pertentangan (82,24%) dan masyarakat tidak setuju akan adanya kerja sana (47,37%).  Penelitian ini menonjolkan pentingnya pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan secara optimal untuk mengurangi dampak negatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah diperlukan guna menciptakan solusi yang adil, inklusif, dan ramah lingkungan. Peran aktif pemerintah sebagai mediator juga diharapkan dapat meredakan konflik sosial dan memastikan pembangunan berkelanjutan di Desa Pinang Sebatang.Kata Kunci : Interaksi Sosial,Pendapatan, Lingkungan 
KARAKTERISTIK FISIK TANAH PADA BEBERAPA SPESIES POHON DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI Setyowati, Riris; Boseren, Melanesia Brigite
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.68059

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Hutan Alam dan Hutan Tanaman Kawasan Gunung Meja Manokwari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui karakter fisik tanah (kerapatan tanah dan porositas tanah) pada lima spesies pohon, serta menganalisis dan mengetahui hubungan pengaruh sifat fisik tanah terhadap diameter dan tinggi pohon. Sampel tanah di bawah pada kedalaman 0-5 cm dan 5-10 cm. Data diolah secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak statisti R-Studio. Secara statistik, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kerapatan massa tanah dan porositas di hutan alam dan hutan tanaman. Namun, nilai kerapatan tanah dan porositas cenderung lebih tinggi pada lapisan permukaan (0-5 cm) dibanding lapisan dibawahnya (5-10 cm). Nilai rata-rata kerapatan tanah di hutan tanaman, yaitu 0,63 g/cm3 (0-5 cm) dan 0,76 g/cm3 (5-10 cm); sementara hutan alam, yaitu 0,72 g/cm3 (0-5 cm) dan 0,53 g/cm3 (5-10 cm). Selanjutnya, nilai rata-rata porositas tanah di hutan tanaman, yaitu 69% (0-5 cm) dan 64,45% (5-10 cm); sementara hutan alam, yaitu 72,66% (0-5 cm), dan 64,90% (5-10 cm). Kerapatan tanah dan porositas memiliki korelasi positif terhadap pertambahan tiap diameter dan tinggi pohon.
Analisis Kesesuaian Perairan Untuk Keramba Jaring Apung di Sekitar Pulau Saugi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sukri, Irwansyah; Arfan, Amal; Juanda, Muhammad Faisal
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.71322

Abstract

Keramba jaring apung (KJA) telah muncul sebagai solusi berkelanjutan untuk akuakultur, mengoptimalkan sumber daya perairan terbuka dengan dampak lingkungan yang minimal. Studi ini menilai kesesuaian perairan di sekitar Pulau Saugi, Sulawesi Selatan, untuk budidaya ikan berbasis KJA. Menggunakan pengukuran kedalaman, kecepatan arus, salinitas, suhu, pH, jenis substrat, dan kejernihan air secara in situ. Metode scoring dan pembobotan diterapkan untuk mengklasifikasikan kesesuaian lokasi ke dalam empat kategori: sangat sesuai (S1), sesuai (S2), sesuai bersyarat (S3), dan tidak sesuai (N). Skor total dikonversi ke dalam persentase untuk menentukan klasifikasi lokasi. Hasilnya menunjukkan bahwa bagian timur Pulau Saugi merupakan daerah yang paling sesuai untuk KJA, dengan skor 79% (S1), sementara bagian utara, selatan, dan barat diklasifikasikan sebagai daerah yang sesuai (S2) dengan skor berkisar antara 60% hingga 69%. Faktor-faktor penentu utama termasuk kedalaman yang optimal, arus yang moderat, kualitas air yang stabil, dan kejernihan air yang tinggi, yang mendukung pertumbuhan fitoplankton dan produktivitas ikan. Variasi suhu, salinitas, dan pH diamati, dengan wilayah timur menunjukkan kondisi yang paling stabil. Studi ini menyoroti pentingnya penilaian lingkungan yang sistematis untuk pemilihan lokasi akuakultur yang berkelanjutan.
Dinamika Spasial Parameter Kimia-Oseanografi Terkait Angin Permukaan di Kawasan Perairan Sekitar Pulau Saugi, Pangkajene dan Kepulauan Arfan, Amal; Amalul, Muhammad Arib Musba; Juanda, Muhammad Faisal; Vera, Melda; Najibullah, Najibullah; Muhsi, M. Hanif; Fahira, Lulu
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.71824

Abstract

Pulau Saugi adalah pulau yang berada di, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang, Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Pulau Saugi terletak pada titik koordinat 4o 46,0’ 00” LS dan 119o 27,46’ 00” BT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spasial parameter kimia-oseanografi terkait dengan kecepatan angin permukaan di perairan Pulau Saugi, Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Parameter kimia-oseanografi yang diamati meliputi suhu, pH, dan salinitas, sedangkan kecepatan angin permukaan diukur untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap distribusi spasial kondisi perairan. Data diperoleh melalui metode observasi lapangan dengan dukungan teknik interpolasi spasial Inverse Distance Weighted (IDW) untuk memetakan variasi parameter. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan spasial antara fluktuasi parameter kimia-oseanografi dengan intensitas kecepatan angin, di mana area dengan kecepatan angin tinggi menunjukkan karakteristik fisika-kimia yang berbeda dibandingkan area dengan angin lebih lemah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kawasan pesisir Pulau Saugi secara berkelanjutan.
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KONVERSI SAWAH DI KAWASAN PERI-URBAN: STUDI KASUS KECAMATAN SOMBA OPU Sukri, Irwansyah; Arfan, Amal; Muhammad, Fadil; Uzrah, Jaiysul; Suciana, Annisa; Aulia, Wulan
Jurnal Environmental Science Vol 8, No 1 (2025): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v8i1.72134

Abstract

Land conversion in peri-urban areas has become an increasingly critical issue as rapid population growth and urban expansion intensify pressure on agricultural land. This study aims to analyze land use change in Somba Opu District from 2014 to 2024 and identify the driving factors and implications of this transformation. A spatial analysis approach using GIS was employed to map and quantify land cover change, supported by field observations and secondary data to interpret the socio-economic and environmental dimensions. Results show a substantial shift from agricultural land to built-up areas: built-up land increased by 291.03 ha, whereas rice fields declined by 612.12 ha over the ten-year period. These patterns reflect strong urbanization pressures driven by population growth, strategic location near Makassar City, limited farmer regeneration, and climate-related crop failures. The decline of agricultural land has reduced local food production capacity, contributed to land degradation, and created unequal economic outcomes among farming communities. The study highlights the urgency of evidence-based spatial planning and adaptive agricultural strategies to mitigate further loss of productive land. The findings contribute to broader knowledge on peri-urban land transformation and emphasize the need for long-term monitoring and policy interventions that prioritize environmental balance and community welfare.

Page 13 of 13 | Total Record : 128