cover
Contact Name
Muh Jibran Nidhal Fikri
Contact Email
jes@unm.ac.id
Phone
+6282259301930
Journal Mail Official
muhjibrannidhal@gmail.com
Editorial Address
Gedung FI, Jurusan Geografi Fakultas MIPA, Jl. Dg Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Environmental Science
ISSN : 26544490     EISSN : 26549085     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both Geography and all the studies that have related with geography. The journal welcomes articles that address common issues in Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) is published twice a year (Oktober and April). This journal publishes various articles from peer reviewed and research results related Physical Geography, Agricultural geography, and all studies about geography Jurnal Environmental Science (JES) published manuscripts on research in education, particularly related to teaching and learning, theory and practice in geography science and material object. The journal welcomes submissions from around the world as well as from indonesia.
Articles 128 Documents
KUALITAS AIR TANAH UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KELURAHAN BULUROKENG KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Lestari, Listin; Uca, Uca; Amal, Amal
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 1 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.597 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i1.15364

Abstract

ABSTRAKSkripsi ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui kualitas air tanah di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. 2) Untuk mengetahui apakah air tanah di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar layak digunakan untuk kebutuhan air bersih. 3) Untuk mengetahui cara menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan Metode Storet di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal atau sumur gali yang digunakan masyarakat sebagai sumber air bersih, pengambilan sampel air tanah dilakukan di 5 sumur gali. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet. Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis sampel air sumur diketahui bahwa air sumur yang ada di kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar layak digunakan sebagai air bersih karena air tersebut hanya tercemar ringan yang artinya dapat digunakan untk kebutuhan sehari hari kecuali untuk di konsumsi. Dengan menggunakan Metode storet menunjukkan bahwa tingkat pencemaran air sumur  di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan BIringkanaya Kota Makassar tergolong kategori kelas B (Tercemar Ringan) dengan kondisi air yang tidak buruk untuk kualitas air bersih.
PEMETAAN TINGKAT KEKERINGAN LAHAN SAWAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN TAKALAR Ulfa Aulia Syamsuri; Nasiah Nasiah; Rosmini Maru
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.546 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20024

Abstract

ABSTRAKKekeringan merupakan bencana alam yang disebabkan akibat distribusi air hujan yang tidak merat yang terjadi pada suatu wilayah yang kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada sektor pertanian, dalam hal ini berupa penggunaan lahan seperti sawah Kekeringan dapat diantisipasi dengan melakukan pemetaan zonasi rawan kekeringan lahan sawah menggunakan sistem informasi geografis di Kabupaten Takalar. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) Mengetahui tingkat rawan kekeringan lahan sawah di Kabupaten Takalar, (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat rawan kekeringan lahan sawah di Kabupaten Takalar. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan prosedur analisis berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa deskriptif spasial dan menggunakan analisis SIG. Metode analisis tumpang tindih berjenjang digunakan untuk mengetahui tingkat rawan kekeringan lahan sawah dengan melakukan overlay pada empat parameter yang menjadi penentu tingkat rawan kekeringan lahan sawah, yaitu penggunaan lahan sawah, curah hujan, tekstur tanah, dan solum tanah. Hasil dari penelitian ini diperoleh dua tingkat rawan kekeringan lahan sawah di Kabupaten Takala, yaitu tingkat kerawanan rendah dengan luas 2288.407 ha (12%) dan tingkat kerawanan kekeringan sedang dengan luas 16804.615 ha (88%). Adapun faktor yang paling berpengaruh ialah faktor curah hujan dan penggunaan lahan sawah.
ANALISIS PERUBAHAN LUAS HUTAN MANGROVE DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PULAU TANAKEKE KAB. TAKALAR Hidayat, Rahmat; Amal, Amal; Suprapta, Suprapta
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 1 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.347 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i1.14717

Abstract

Knowing how the changes in the area of mangrove forest on Tanakeke Island, Takalar Regency in 1998 - 2018, Knowing the factors that influence changes in the area of mangrove forests on Tanakeke Island, Takalar Regency.Analysis of changes used is remote sensing image analysis. The imagery used is LANDSAT 5 TM satellite imagery acquisition in 1998, LANDSAT 7 + ETM satellite imagery acquisition in 2008 and LANDSAT 8 imagery OLI acquisition in 2018. Guided classification method with maximum like-lihood method is used to determine changes in mangrove forest area, while for activity factors humans that affect changes in mangrove area are analyzed in terms of percentage descriptions. The area of Tanakeke Island's mangrove forests in 1998 was 3,309.93 hectares, in 2008 it was 2,699.2 hectares, which was reduced by 621.91 hectares. And in 2018 the area will be 2,421.38 hectares and the total change in the area of mangove forests will be reduced by 908.55 hectares. The factors of human activity that affect changes in the area of mangrove forests most importantly is the conversion of mangrove forest land into ponds and uncontrolled collection of firewood for firewood.
STUDI SPASIOTEMPORAL SAMBARAN PETIR CLOUD TO GROUND DI KABUPATEN GOWA TAHUN 2017-2019 Muhammad Lutfi Firdaus; Nasiah Nasiah; Uca Uca
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.008 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20050

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian ini kuantitatif deskriptif, dianalisis secara spasiotemporal yang bertujuan untuk: mengetahui densitas/ kerapatan sambaran petir Cloud to Ground (CG), serta daerah dan waktu yang memiliki sambaran petir CG sangat tinggi berdasarkan aspek terestrial (elevasi dan penggunaan lahan) dan hurah hujan di Kabupaten Gowa Tahun 2017-2019. Tahap analisis data menggunakan software ArcGIS 10.4.1, dan Microsoft Excel 2013 untuk memaparkan hasil secara visual (peta, tabel dan grafik). Hasil penelitian diperoleh Tahun 2017 dan 2018 kerapatan sambaran petir sangat tinggi terjadi di Kecamatan Tombolopao. Sedangkan pada Tahun 2019 Sumba Opu dan Tombolo Pao memiliki tingkat kerapatan sambaran petir sangat tinggi. Berdasarkan aspek terestrial serta curah hujan di Tahun 2017 dan 2018 kerapatan sambaran petir sangat tinggi terjadi pada elevasi 1000-1500 mdpl dan jenis penggunaan lahan pertanian, puncak curah hujan dan kejadian sambaran petir tidak menunjukkan periode bulan yang sama, Tahun 2017 kejadian sambaran petir terbanyak yakni Nopember sedangkan puncak curah hujan terjadi Januari, Tahun 2018 kejadian sambaran petir terbanyak yaitu Maret, sedangkan puncak curah hujan terjadi Desember. Kemudian Tahun 2019 kerapatan sambaran petir sangat tinggi terjadi pada elevasi 0-300 dan 1000-1500 mdpl serta jenis penggunaan lahan pemukiman, puncak curah hujan dan kejadian sambaran petir menunjukkan periode bulan yang sama yakni pada Desember.
ANALISIS POTENSI PERKEBUNAN KARET TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI DESA TAMATTO, KECAMATAN UJUNG LOE, KABUPATEN BULUKUMBA Mulqy, Muhammad Maliqul; Abbas, Ibrahim
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 1 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.85 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i1.15365

Abstract

ABSTRAK]Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). tingkat kesejahteraan rumah tangga  petani karet Desa Tamatto, Kabupaten Bulukumba. 2). Untuk mengetahui upaya petani karet Desa Tamatto untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet yang ada di Desa Tamatto sebanyak 364 orang. Kemudian dari masing-masing Dusun di Desa Tamatto dijadikan sampel sebanyak 10%. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil penelitian didapatkan hasil tingkat kesejahteraan petani karet kategori tinggi yaitu Kesehatan dan Gizi, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Taraf dan Pola Konsumsi, Perumahan dan Lingkungan hidup. Sementara itu yang termasuk kategori sedang ialah Kependudukan dan Sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa petani karet di Desa Tamatto termasuk ke dalam kategori Sudah Sejahtera.
PREDIKSI ALIRAN AIR PERMUKAAN DAS TALLO SULAWESI SELATAN Suarni Suarni; Ibrahim Abbas; Nasiah Nasiah
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.325 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20029

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk: 1. Yaitu untuk Mengetahui Karakterstik DAS Tallo Sulawesi Selatan. 2. Untuk mengetahui besar aliran air permukaan DAS Tallo Sulawesi Selatan. Sasaran dalam penelitian ini adalah DAS Tallo secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalh teknik observasi, teknik dokumentasi, teknik analisis data sekunder menggunakan metode Thornthwaite.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah DAS Tallo secara morfologi memiliki luas luas 432.21 km² yang terletak pada ketinggian 0 sampai 800 m di atas permukaan laut, dengan panjang sungai 77.90 km dan lebar 5.54 km serta indeks percabangan sungai sungai yang menunjukkan DAS Tallo mempunyai kenaikan dan penurunan muka air banjir yang tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Jenis tanah secara umum terdiri dari Alluvial hidromorf, Alluvial cokelat kekelabuan, Latosol cokelat kemerahan, Mediteran cokelat kemerahan dan podsolik merah dengan penggunaan lahan yaitu belukar, pemukiman, kebun, sawah dan tambak. Perhitungan besar aliran air permukaan dengan menggunakan metode Thornwaite. Dari hasil perhitungan diperoleh debit debit aliran air permukaan terbesar pada tahun 2014 sebesar 423.65 m³/detik dan debit aliran air terkecil terjadi pada tahun 2015 sebesar 167.92 m³/detik. 
PENGEMBANGAN HUTAN WISATA EKO PENELITIAN DAN WISATA KAYU BESI (METROSIDEROS) DI DESA TEMBOE KECAMATAN LAROMPONG SELATAN KABUPATEN LUWU Erwin, Erwin; Zhiddiq, Sulaiman
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 1 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.6 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i1.15361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan ekowisata pada kawasan hutan penelitian dan wisata kayu lara di desa temboe’ kecamatan larompong selatan kabupaten luwu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus hingga Septeber 2018 di kawasan hutan penelitian dan wisata kayu lara desa temboe’ Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dengan menggunakan tabulasi dan SWOT.Hasil analisis menunjukan faktor internal meliputi panorama alam, koleksi spesies tumbuhan dan hewan, aksebilitas, pengetahuan masyarakat tentang pentingnya ekowisata. Sedangkan faktor eksternal meliputi Partisipasi dan dukungan masyarakat yang baik, Menjadi lokasi penelitian flora dan fauna bagi peneliti dalam maupun luar negeri, Menjadi  pemikat  wisatawan  datang  ke  Kabupaten  Luwu, Berdasarkan analisis SWOT dalam strategi pengembangan ekowisata kawasan hutan wisata kayu lara diperoleh matriks grand strategy dengan posisi strategi kawasan hutan wisata kayu lara memiliki kekuatan untuk mengatasi ancaman dalam pengembanganya menjadi kawasan ekowisata.
STRATEGI PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA LAUT MELALUI KEARIFAN LOKAL SISTEM PUNGGAWA-SAWI DI DESA PALALAKKANG KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Hasriyanti Hasriyanti; Erman Syarif
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.755 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20096

Abstract

AbstrakLingkungan pesisir wilayah Indonesia memerlukan strategi pemberdayaan sumber daya laut melalui bentu kearifan lokal. Salah satu kearifan lokal dalam bentuk sistem kerja yakni punggawa-sawi yang ada di desa Palalakkang Kabupaten Takalar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi alamiah) yakni pada kehidupan dan perilaku punggawa-sawi dalam kehidupannya di daratan dan di lautan. Sumber data primer dan teknik pengumpulan data, lebih banyak diperoleh dari observasi partisipasi (participation observation), dan wawancara mendalam (in depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan melalui sistem punggawa-sawi, dapat dilihat dari beberapa indikator, yakni: ketergantungan nelayan dengan pemilik modal, penggunaan alat tangkap antar nelayan, penentuan patron-klien kelompok nelayan, permasalahan penggunaan bom, pukat dan bahan berbahaya lainnya, perencanaan struktur kerja, tahap konservasi wilayah perairan, dan diversifikasi usaha nelayan. 
IDENTIFIKASI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN DI KECAMATAN BONE-BONE KABUPATEN LUWU UTARA Marsida, Feby Aulia; Invanni, Ichsan
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 1 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.775 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i1.15366

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). lokasi yang memenuhi kriteria untuk mengidentifikasi potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Kecamatan Bone-Bone. 2). Besar Daya Listrik yang dapat dibangkitkan oleh lokasi yang memenuhi kriteria dalam mengidentifikasi potensi PLTMH di Kecamatan Bone-Bone. 3). apakah daya listrik yang terbangkitkan dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di sekitar lokasi yang memiliki potensi PLTMH di Kecamatan Bone-Bone. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua titik lokasi yang memenuhi kriteria untuk mengidentifikasi potensi PLTMH di Kecamatan Bone-Bone. Titik lokasi pertama memiliki daya listrik terbangkitkan sebesar 20 kW dan titik lokasi kedua memiliki daya listrik terbangkitkan sebesar 9,35 kW. Untuk kebutuhan listrik masyarakat diperkirakan sebesar 8,35 kW. Sehingga kedua titik lokasi dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
ANALISIS TINGKAT BAHAYA BENCANA ANGIN PUTING BELIUNG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Amin Nur Syafitri; Rosmini Maru; Ichsan Invanni
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.811 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20031

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wilayah, tingkat bahaya bencana angin puting beliung dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis, serta upaya mitigasi bencana angin puting beliung di Kabupaten Sidenreng Rappang. Parameter yang digunakan  yaitu curah hujan, suhu permukaan, kemiringan lereng, dan penutup lahan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Teknik analisis data yaitu analisis kuantitatif berjenjang tertimbang dengan melakukan tumpang susun terhadap peta parameter tingkat bahaya bencana angin puting beliung. Sehingga diperoleh hasil karakteristik fisik yang menjadi faktor penentu tingkat bahaya bencana angin puting beliung di Kabupaten Sidenreng Rappang yaitu curah hujan 1.501 - 2.000 mm/tahun, suhu permukaan 21 - 25oC, kemiringan lereng 0 - 8%, dan jenis penutupan lahan berupa sawah. Tingkat bahaya bencana angin puting beliung di Kabupaten Sidenreng Rappang pada kelas tingkat bahaya rendah sebesar 25% luas wilayah, lalu pada kelas tingkat bahaya sedang sebesar 39% luas wilayah, dan pada kelas tingkat bahawa tinggi sebesar 36% luas wilayah. Dan adapun upaya mitigasi bencana berupa perencanaan pola ruang, pengendalian konversi lahan, pembangunan bangunan tahan angin puting beliung, pembuatan ruang terbuka hijau, serta penyuluhan kepada masyarakat dengan mempertimbangkan tingkat bahaya bencana angin puting beliung.

Page 5 of 13 | Total Record : 128