cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2022): Maret" : 8 Documents clear
Kerentanan Bangunan di Wilayah Bencana Banjir Kecamatan Cakung Jakarta Timur Kurrota Oktaviani; Muzani; Rayuna Handawati
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6057

Abstract

Abstrak : Adanya bencana banjir DKI Jakarta yang terulang setiap musim hujan tiba menimbulkan dampak negatif terutama pada fisik bangunan dikawasan rawan banjir di wilayah Kecamatan Cakun, Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan fisik bangunan wilayah bencana banjir guna mengurangi risiko di wilayah Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah wilayah permukiman di Kecamatan Cakung dengan sampel kelurahan di Kecamatan Cakung yang teridentifikasi wilayah bahaya banjir.Teknik Pegumpulan data dan informasi dalam penelitian ini diambil dari data sekunder yang berasal dari data Pemerintahan . Metode penelitian ini menggunakan analisis deskritif kuantitatif dengan menghitung parameter fisik/bangunan dari nilai penggantian berdasarkan ketentuan Bappenas. Teknik pengambilan data yaitu mengumpulkan data-data sekunder yang dibutuhkan sesuai dengan parameter kerentanan fisik bangunan wilayah banjir. Hasil dari penelitian ini bahwa Kerentanan fisik/bangunan Di Kecamatan Cakung terdapat 3 kelas kerentanan yaitu kelas rendah berada di kelurahan Penggilingan dan Kelurahan Cakung Timur. Kelas sedang berada di Kelurahan Cakung Barat. Kelas tinggi berada di Kelurahan Rawa Terate. Mengidentifikasi bangunan yang terdampak rumah sebanyak 34341, sekolah 57, kesehatan 2, peribadatan 64, dan pemerintahan 6 dengan menggunakan penilaian kerusakan dengan nilai penggantian Bappenas. Didapat hasil kerugian kecamatan cakung sebesar Rp 215.878.337.959. Kata kunci : Kerentanan Fisik, Banjir, Bencana Abstract : The existence of the DKI Jakarta flood disaster which is repeated every rainy season has a negative impact, especially on the physical buildings in flood-prone areas in the Cakun District, East Jakarta. This study aims to analyze the physical vulnerability of buildings in the flood disaster area in order to reduce the risk in the Cakung District, East Jakarta. The population used in this study is a residential area in Cakung District with a sample of villages in Cakung District identified as flood hazard areas. Data and information collection techniques in this study were taken from secondary data derived from Government data. This research method uses quantitative descriptive analysis by calculating the physical/building parameters of the replacement value based on the provisions of Bappenas. The data collection technique is collecting secondary data needed in accordance with the parameters of the physical vulnerability of the flood area building. The results of this study show that there are 3 vulnerability classes in the physical/building vulnerability in Cakung sub-district, namely the low class is located in the village of Grinding and the village of East Cakung. The class is in the West Cakung Village. The high class is in the Rawa Terate Village. Identifying buildings affected by 34341 houses, 57 schools, 2 health, 64 worship, and 6 government buildings using a damage assessment with the replacement value of Bappenas. The result of the loss in Cakung sub-district was Rp. 215,878,337,959. Keywords: Physical Vulnerability, Flood, Disaster
Perbandingan Hasil Belajar Geografi Menggunakan Google Classroom Dan Video Conferencing Google Meet Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Lhokseumawe Nurul Rahmah Desilia; Novia Zalmita; M. Okta Ridha Maulidian
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6376

Abstract

Abstrak: Sejak kasus pertama Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia pada Maret 2020, proses pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran daring guna mencegah persebaran virus dilingkungan sekolah. Salah satu media pembelajaran daring di SMA Negeri 1 Kota Lhokseumawe menggunakan google classroom dan video conferencing google meet. Namun belum adanya penelitian tentang media yang paling ideal digunakan diantara kedua media tersebut untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil belajar geografi menggunakan google classroom dan video conferencing google meet pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen kuasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Lhokseumawe, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, diambil dua kelas penelitian yaitu kelas X IIS 1 Sebanyak 17 peserta didik dan kelas X IIS 6 sebanyak 17 peserta didik. Teknik analisis data berupa analisis kemampuan awal, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Data diolah menggunakan rumus uji hipotesis U Mann Whitney karena berdistribusi tidak normal namun homogen. Berdasarkan pengujian hipotesis menunjukan bahwa < sehingga diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara peserta didik yang diberi perlakuan dengan google meet dan google classroom, dengan nilai rata-rata kelas yang diberi perlakuan google meet lebih tinggi dibandingkan kelas yang diberi perlakuan google classroom. Abstract: Since the first case of Coronavirus Disease (COVID-19) in Indonesia on March 2020, face-to-face learning process has been diverted to online learning to prevent the spread of the virus in the school environments. One of the online learning media at 1 Public High School Lhokseumawe is using Google Classroom and Video Conferencing Google Meet. But there has been no research yet on the most ideal media used between the two media to improve student learning outcomes. The purpose of the study was to find out the comparison of geography learning outcomes using Google Classroom and Google Meet in students of class X 1 Public High School Lhokseumawe. The research uses a quantitative approach with a quasi-experimental type of research. The population in this study was all students of class 1 Public High School Lhokseumawe, sampling using purposive sampling techniques, taken two research classes namely class X IIS 1 As many as 17 learners and class X IIS 6 as many as 17 learners. Data analysis techniques in the form of initial ability analysis, normality test, homogeneity test, and hypothesis test. The data was processed using the U Mann-Whitney hypothesis test formula because the distribution is abnormal but homogeneous. Based on hypothesis testing shows that < so accepted. Thus, it can be concluded that there is a difference in learning outcomes between learners who are treated with Google Meet and Google Classroom, with the average grade of classes given google meet treatment being higher than the class given Google Classroom treatment. Keywords: geography learning outcomes, Google Classroom, Video Conferencing Google Meet
Pendugaan Potensi Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Di Sebagian Wilayah Kecamatan Wagir Nanda Regita Cahyaning Putri; Vischawafiq Azizah; Ferdy Putra Pratama
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6390

Abstract

Abstrak: Kebutuhan air yang semakin meningkat diharapkan berbanding lurus dengan ketersediaan air pada suatu wilayah. Maka diperlukan adanya identifikasi dan eksplorasi potensi airtanah menggunakan metode pendugaan geolistrik. Penelitian ini dilakukan di sebagian wilayah Kecamatan Wagir meliputi Desa Jedong dan Desa Sitirejo. Desa Jedong dianggap mewakili ketersediaan air sedikit dan Desa Sitirejo dianggap mewakili ketersediaan air banyak. Metode penelitian menggunakan metode survey geolistrik dengan Konfigurasi Schlumberger satu dimensi dengan pendugaan resistivitas Vertical Electrical Sounding (VES). Hasil dari penelitian memperoleh nilai Root Mean Square (RMS) Error sebesar 4.06% untuk Desa Sitirejo dan 12.1 % untuk Desa Jedong. Pada Desa Sitirejo lapisan kelima pada kedalaman 3,48 – 12,1 m diinterpretasikan sebagai air tanah. Hal ini didukung berdasarkan data Muka Air Tanah (MAT) dan kedalaman sumur galian penduduk di wilayah Desa Sitirejo yang cenderung dangkal. Pada Desa Jedong keberadaan airtanah tidak berada pada 5 lapisan yang telah dilakukan pengujian dan diasumsikan berada pada kedalaman lebih dari panjang bentangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi ketersediaan airtanah untuk penyediaan sumber air dalam pemenuhan kebutuhan domestik masyarakat menggunakan Metode Geolistrik dengan Konfigurasi Schlumberger di Desa Jedong dan Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir. Kata kunci: Potensi airtanah, geolistrik, konfigurasi schlumberger Abstract: The increasing demand for water is expected to be directly proportional to the availability of water in an area. So it is necessary to identify and explore the potential for groundwater using geoelectrical estimation methods. This research was conducted in some areas of Wagir District including Jedong Village and Sitirejo Village. Jedong Village is considered to represent low water availability and Sitirejo Village is considered to represent high water availability. The research method uses a geoelectric survey method with a one-dimensional Schlumberger configuration with the estimation of Vertical Electrical Sounding (VES) resistivity. The results of the study obtained a Root Mean Square (RMS) Error value of 4.06% for Sitirejo Village and 12.1% for Jedong Village. In Sitirejo Village, the fifth layer at a depth of 3.48 – 12.1 m is interpreted as groundwater. This is supported by data on the Ground Water Level (MAT) and the depth of the dug wells of residents in the Sitirejo Village area which tend to be shallow. In Jedong Village the presence of groundwater is not in the 5 layers that have been tested and are assumed to be at a depth of more than the length of the stretch. The purpose of this study was to determine the potential availability of groundwater for the provision of water sources in meeting the domestic needs of the community using the Geoelectric Method with the Schlumberger Configuration in Jedong Village and Sitirejo Village, Wagir District. Keywords: Water potential, geoelectric, chlumberger configuration
Kajian Kualitas dan Pemanfaatan Air Sumber Maron sebagai Strategi Environmental Management menuju Sustainable Tourism Muhammad Naufal Islam; Sabrina Salsabilah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6450

Abstract

Abstrak: Pengelolaan air tanah sebagai upaya pemeliharaan dan perlindungan terhadap ketersediaan sumber daya air berupa air tanah, sehingga terdapat pembangunan secara berkelanjutan. Kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup dapat berlangsung sesuai dengan pembangunan secara berkelanjutan. Keterbatasan sumberdaya air tanah yang disertai dengan meningkatnya pengambilan air menjadi tantangan yang dihadapi pada pelaksanaan pengelolaan air tanah. Selain itu, permasalahan air tanah juga dipicu dengan adanya perubahan paradigma yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada penentuan kebijakan pembangunan. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya melalui penerapan wisata berkelanjutan salah satunya di Sumber Maron. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi kualitas dan pemanfaatan air tanah Sumber Maron sebagai strategi environmental management menuju sustainable tourism. Jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survei digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian yang didapatkan diolah melalui tahap, penyajian, dan verfikasi data. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sumber Maron memiliki strategi environmental management yang tampak kualitas air yang layak berdasarkan parameter fisika (Warna Bau, Rasa, dan Total Padatan Terlarut (TDS) dengan pemanfaatan yang tepat sesuai dimensi sustainable tourism yang merujuk pada tiga pemanfaatan meliputi: 1) Air bersih PDAM; 2) Pemanfaatan air tanah Sumber Maron sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH); dan 3) Sebagai sarana pariwisata berdasarkan prinsip sustainable tourism. Dengan demikian terdapat temuan penelitian yang menunjukkan bahwa kualitas sumber air tanah di Sumber Maron tidak terlepas dari strategi pengelolaan yang ada, utamanya terkait dengan implementasi strategi environmental management pada sustainable tourism. Kata kunci: kualitas dan pemanfaatan air, manajemen lingkungan, pembangunan berkelanjutan Abstract: Groundwater management is an effort to maintain and protect the availability of groundwater resources, so that there is sustainable development. The preservation of natural resources and the environment can take place in accordance with sustainable development. Limited groundwater resources accompanied by water extraction is a challenge faced in the implementation of groundwater. In addition, groundwater problems are also triggered by a paradigm shift which can ultimately affect development policies. Therefore, it is necessary to have the right strategy in overcoming these problems, one of which is through the application of sustainable tourism, one of which is in Sumber Maron. This study aims to identify the quality and use of Sumber Maron soil as an environmental management strategy towards sustainable tourism. This type of descriptive qualitative research using the survey method used in this study. The research data obtained were processed through stages, presentation, and verification data. Based on the results of this study, it shows that Sumber Maron has an environmental management strategy that appears to be of decent water quality based on physical parameters (Color, Odor, Taste, and Total Dissolved Solids (TDS)) with proper utilization according to the dimensions of sustainable tourism which refers to three uses including: 1) PDAM clean water; 2) Utilization of Maron Source groundwater as a MHP; and 3) As a tourism facility based on the principles of sustainable tourism. Thus, there are research findings that show that the quality of groundwater sources in Sumber Maron is inseparable from the existing management strategies, especially related to the implementation of environmental management strategies in sustainable tourism. Kata kunci: water quality and use, environmental management, sustainable development
Perbandingan Klasifikasi Penutup Lahan di Kota Bandung Menggunakan Metode Klasifikasi Berbasis Piksel dan Klasifikasi Berbasis Objek Pada Citra SPOT 7 Eka Wahyu Ningsih; Dede Sugandi; Lili Somantri; Riki Ridwana
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6500

Abstract

Pembangunan akan terus terjadi di suatu wilayah tertentu, sehingga mengakibatkan adanya perubahan penampakan fisik. Fokus utama dalam penelitian ini adalah membandingkan dua metode klasifikasi antara metode klasifikasi berbasis piksel, dan metode klasifikasi berbasis objek dengan menggunakan citra SPOT 7 sebagai data sekunder yang digunakan untuk proses klasifikasi, yang berlokasi di wilayah Kota Bandung. Klasifikasi citra menghasilkan 10 kelas penutup lahan diantaranya, bangunan industri, ladang/tegalan, lahan terbuka, perkebunan, permukaan diperkeras, permukiman, ruang terbuka hijau, sarana olahraga, sawah, dan semak belukar. Hasil klasifikasi dengan kedua metode tersebut akan diuji akurasinya berdasarkan data validasi lapangan, serta dihitung luas penutup lahan dari kedua metode dan nilai akurasi keseluruhannya menggunakan matriks konfusi, yang menghasilkan akurasi klasifikasi citra berbasis piksel sebesar 80% dan akurasi klasifikasi citra berbasis objek sebesar 87%. Berdasarkan hasil akurasi keseluruhan dapat dikatakan bahwa metode berbasis objek lebih baik digunakan untuk klasifikasi penutup lahan di Kota Bandung dibandingkan menggunakan metode klasifikasi berbasis piksel.
Pemanfaatan Object-Based Image Analysis (OBIA) pada Citra SPOT-6 untuk Identifikasi Jenis Penutup Lahan Vegetasi di Kota Bogor Farizkhar; Lili Somantri; Shafira Himayah
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6546

Abstract

Abstrak:Konversi lahan yang terjadi di wilayah perkotaan menajdikan keberadaan ruang terbuka hijau terancam. Ruang terbuka hijau terdiri dari vegetasi yang dapat dianalisis menggunakan penginderaan jauh. Selain menggunakan penginderaan jauh, penerapan sistem informasi geografis (SIG) juga mengambil peran penting dalam mengelola dan menghasilkan suatu informasi spasial. Dengan integrasi penginderaan jauh dan SIG, setiap jenis penutup lahan dapat diketahui persebarannya secara spasial dan dapat dilakukan analisis hingga dipetakan. Citra satelit SPOT-6 digunakan sebagai data untuk mengekstrak informasi penutup lahan vegetasi dengan memanfaatkan metode klasifikasi berbasis objek atau Object-Based Image Analysis (OBIA). Penelitian ini mengkaji pemanfaatan metode OBIA pada citra satelit SPOT-6 yang merupakan citra resolusi tinggi untuk mengidentifikasi penutup lahan berupa jenis vegetasi dengan karakteristik wilayah Kota Bogor. Akurasi penggunaan metode OBIA pada citra SPOT 6 mampu menghasilkan akurasi sebesar 94% dan nilai Kappa sebesar 91%. Dengan resolusi spasial citra SPOT-6 yang digunakan mencapai 1,5 meter, penggunaan metode OBIA di wilayah Kota Bogor mampu dengan baik menghasilkan klasifikasi penutup lahan vegetasi dengan jenis dan karakteristiknya. OBIA mampu membedakan kelas-kelas penutup lahan dengan karakteristik vegetasi yang berbeda seperti, pohon, semak dan belukar, serta herba dan rumput. Kata kunci: OBIA, penutup lahan, vegetasi, RTH, SPOT-6 Abstract: Land conversion that occurs in urban areas makes the existence of green open spaces threatened. Green open space consists of vegetation that can be analyzed using remote sensing. In addition to using remote sensing, the application of geographic information systems (GIS) also plays an important role in managing and producing spatial information. With the integration of remote sensing and GIS, each type of land cover can be identified spatially and can be analyzed and mapped. SPOT-6 satellite imagery is used as data to extract vegetation land cover information by utilizing the Object-Based Image Analysis (OBIA) classification method. This study examines the use of the OBIA method on SPOT-6 satellite imagery which is a high-resolution image to identify land cover in the form of vegetation types with the characteristics of the Bogor City area. The accuracy of using the OBIA method on SPOT-6 images is able to produce an accuracy of 94% and a Kappa of 91%. With the spatial resolution of the SPOT-6 imagery used reaching 1.5 meters, the use of the OBIA method in the Bogor City area is able to produce a classification of vegetation land cover with its types and characteristics. OBIA is able to distinguish land cover classes with different vegetation characteristics such as trees, shrubs, as well as herbs and grasses. Keywords: OBIA, land cover, vegetation, green open space, SPOT-6
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Pemetaan Laju Erosi Menggunakan Metode USLE di Sub DAS Cirasea Efri Triana Nur Arifin; Ayi Susandi; Bayu Indra Budi; Dwiyantri Rahesanita; Isfan Fajar Satryo; Muhammad Fauzi Ali; Nisa Nurlatifa Rahmah; Yoga Munawar Khahfi
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6649

Abstract

Abstrak: Upaya manusia yang memiliki hasrat untuk selalu meningkatkan perekonomian tentunya harus disertai upaya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. Penambahan jumlah penduduk dan aktivitasnya berimplikasi pada perubahan penggunaan lahan dan berujung pada perubahan kualitas lingkungan. Salah satu dampak yang terjadi adalah terjadinya erosi. Salah satu DAS di Indonesia yang mengalami potensi erosi adalah DAS Citarum. Sub DAS Cirasea merupakan bagian Sub DAS yang berada di hulu DAS Citarum. Dengan berbagai permasalahan yang terjadi di Sub DAS Cirasea, maka sangat penting untuk diteliti dan mencari solusi pemecahan masalah akan hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat erosi yang terjadi pada Sub DAS Cirasea. Hasil analisis menunjukan tingkat bahaya erosi (TBE) pada H1 dan H2 tergolong rendah (R) yaitu 0,09 dan 0,08. Sedangkan pada lahan kakao tergolong sedang (S), tinggi (T) dan sangat tinggi (ST). TBE pada lahan kakao yang sedang terdapat pada LK1b yaitu 3,70, sedangkan TBE yang sangat tinggi (ST) terdapat pada LK2b, LK2c, LK3b dan LK3c yaitu 16,10; 18,68; 18,24; 17,03. Hasil analisis tingkat bahaya erosi menyatakan bahwa yang tergolong kategori ringan mulai dari desa Ibun, Cihawuk, dan Sukamaju. Kemudian Erosi yang terjadi pada titik sampel juga tidak mempengaruhi produksi pertanian yang dikembangkan, para narasumber mengatakan bahwa berkurangnya produksi pertanian disebabkan oleh faktor lain seperti cuaca, hama dan juga kurangnya air. Kata kunci: Daerah Aliran Sungai, Erosi, Hulu DAS Citarum, Sub DAS Cirasea Abstract: Human efforts who have a desire to always improve the economy must of course be accompanied by efforts to maintain environmental sustainability. The increase in the number of residents and their activities has implications for changes in land use and leads to changes in environmental quality. One of the impacts is erosion. One of the watersheds in Indonesia that has the potential for erosion is the Citarum watershed. The Cirasea sub-watershed is part of the sub-watershed that is upstream of the Citarum watershed. With the various problems that occur in the Cirasea Sub-watershed, it is very important to research and find solutions to solve these problems. The method used in this study is the Universal Soil Loss Equation (USLE) method. The purpose of this study was to determine the level of erosion that occurred in the Cirasea sub-watershed. The results of the analysis show that the level of erosion hazard (TBE) on H1 and H2 is relatively low (R), namely 0.09 and 0.08. Meanwhile, cocoa land is classified as medium (S), high (T) and very high (ST). TBE in cocoa fields that are currently found in LK1b is 3.70, while very high TBE (ST) is found in LK2b, LK2c, LK3b and LK3c which is 16.10; 18.68; 18.24; 17.03. The results of the analysis of the level of erosion hazard stated that those belonging to the mild category started from the villages of Ibun, Cihawuk, and Sukamaju. Then the erosion that occurred at the sample point also did not affect the developed agricultural production, the informants said that the reduced agricultural production was caused by other factors such as weather, pests and also lack of water. Keywords: Watershed, Erotion, Upstream Watershed Citarum, Sub-watershed Cirasea.
Pendidikan Konservasi Melalui Budaya Patorani Berdasarkan Sudut Pandang Ilmu Geografi Hasriyanti
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v7i1.6668

Abstract

Abstrak: Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya berkaitan erat dengan tercapainya sasaran yakni menjamin terpeliharanya proses ekologis yang menunjang sistem penyangga kehidupan bagi kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan manusia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan tinjauan literatur dan dokumen. Data dianalisis melalui proses reduksi data, display, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konservasi nelayan patorani yakni bentuk konservasi melalui pengetahuan, konservasi melalui alat tangkap, konservasi melalui teknik penangkapan, konservasi melalui ritual keagamaan dan kepercayaan, dan konservasi melalui kasipalli (pantangan). Nelayan patorani tidak lagi sepenuhnya dikontrol oleh lingkungan, tetapi mereka berperan besar menentukan bentuk kegiatan di lingkungan laut (geographical possibilism and probabilism) yang kemudia dikenal dengan pendekatan ekologi (ecological approach). Pendekatan tersebut tepat dalam mengkaji tentang konservasi sumberdaya perikanan di Kecamatan Galesong. Kata kunci: pendidikan konservasi, budaya patorani, sudut pandang geografi Abstract: Conservation of natural resources and ecosystems are closely related with the achievement of the target is to ensure the preservation ecological processes which support life support systems for sustainable development and human well-being. This study used descriptive qualitative method with an ethnographic approach. The collection of data are observation, interviews and review of the literature as well as documents. Data were analyzed through the process of data reduction, data display, and data verification. Results of the study showed that the form of conservation fishing patorani namely the nature conservation through knowledge, through the conservation of fishing gear, conservation through fishing techniques, conservation through religious rituals and beliefs, and conservation through kasipalli (abstinence). Fishermen patorani no longer fully controlled by the environment, but they play a major role determining the shape of activities in the marine environment (geographical possibilism and probabilism) later known as the ecological approach (ecological approach). The approach was right in assessing conservation fishery resources in District Galesong. Keywords: education of conservation, patorani’s culture, viewpoint geography

Page 1 of 1 | Total Record : 8