cover
Contact Name
Ahmad Nimatullah Al-Baarri, PhD
Contact Email
redaksi@ift.or.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@ift.or.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013" : 10 Documents clear
THE CHARACTERISTICS OF SALTED EGG IN THE PRESENCE OF LIQUID SMOKE J M W Wibawanti; M Meihu; A Hintono; Yoyok Budi Pramono
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.206 KB)

Abstract

Salted egg is one of the most traditional and popular preserved egg products. Therefore, the objectives of this study were to investigate the changes on the characteristics of duck egg salted at different times. Currently, diversification of product salted egg could be used Liquid Smoke (LS). Split Plot in time with a basic design Completely Randomized Design (CRD) was used throughout the research. They were run triplicate.The viscosity of egg white control was significant compared with salted egg of LS treatment (p < 0.05). Moisture content and total solid of egg white control was significant compared to that salted egg with LS treatment (p < 0.05). The viscosity of egg white and moisture contain decreased from an initial value (p < 0.05). Moisture contents and total solid of egg yolk control were no different statistically compared to that salted egg of LS treatment (p > 0.05). Significant of total solid along was increased during salting time (p < 0.05).
KUALITAS KEFIR BERDASAKAN KONSENTRASI KEFIR GRAIN MF Safitri; A Swarastuti
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kekentalan, total mikroba dan kesukaan keffir susu skim yang dibuat dengan kefir grain berbagai konsentrasi.
PERUBAHAN WARNA DAN AROMA PADA PROSES GLIKASI SUSU KAMBING DENGAN D-GLUKOSA DAN RARE SUGAR A Setyani; AM Legowo; S Mulyani; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi intensitas warna dan aroma pada proses glikasi susu kambing dengan D-glukosa dan berbagai jenis rare sugar. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (variasi jenis gula: D-tagatosa, D-psikosa, D-sorbosa dan D-glukosa) dan 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu intensitas warna dan aroma. Data dianalisis menggunakan sidik ragam, jika terdapat pengaruh yang signifikan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Duncan untuk variabel intensitas warna dan Uji Beda Nyata Jujur untuk variabel aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis gula (D-tagatosa, D-psikosa, D-sorbosa dan D-glukosa) memberikan pengaruh nyata (P≤0,05) terhadap intensitas warna dan aroma. Penambahan D-psikosa menunjukkan intensitas warna tertinggi. Penambahan D-tagatosa lebih tinggi dibandingkan dengan D-glukosa dan penambahan D-sorbosa menunjukkan hasil terendah. Penambahan rare sugar dapat mengurangi bahkan menghilangkan aroma goaty pada susu kambing.
PRODUKSI ALKOHOL DARI HASIL SAMPINGAN PEMBUATAN KEJU (WHEY) YANG DISUBSITUSI DENGAN LIMBAH CAIR TAPIOKA YANG DIFERMENTASI OLEH S. cerevisiae DM El-Mirza; Sri Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.077 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar alkohol, pH dan produksi gas pada whey yang disubsitusi dengan Limbah Cair Tapioka yang difermentasi oleh S. cerevisiae. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah whey dan limbah cair tapioka yang didapat dari pabrik disekitar Semarang, ragi roti komersil, gula, aquades, kapas, aluminium foil, tisu, alkohol 70%. Peralatan yang digunakan adalah filtering flask 1000 ml, selang bening berdiameter 1 cm, gelas ukur, nampan, ember, botol, beker gelas, klip, magnetic stirrer, inkubator, autoclave, timbangan analitik, sendok, piknometer, pH meter, bunsen dan kulkas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah lama fermentasi yang meliputi: T1 = lama fermentasi 12 jam, T2 = lama fermentasi 24 jam, dan T3 = lama fermentasi 36 jam, T4 = lama fermentasi 48 jam dan T5 = lama fermentasi 60 jam. Variabel yang diuji adalah kadar alkohol, pH dan produksi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar alkohol, pH dan produksi gas. Alkohol yang dihasilkan berturut-turut yaitu: 0,42; 0,96; 1,05; 1,42; 1,3. pH substrat yang dihasilkan berturut-turut yaitu 4,18; 3,72; 3,60; 3,61; 3,56. Gas yang dihasilkan berturut-turut yaitu 1,75; 1,75; 1,75; 3,25; 1,75. Kadar alkohol dan produksi gas maksimal terjadi pada lama fermentasi 48 jam sedangkan pH terendah dihasilkan pada lama fermentasi 60 jam. Saran dari penelitian ini adalah pemurnian kultur S. cerevisiae agar konversi komponen gula menjadi alkohol lebih efektif, perbaikan pada fermentor dengan menambahkan vacum pump untuk mempercepat kondisi anaerob pada substrat dan menambahkan buffer untuk menjaga kestabilan pH susbtrat agar menunjang pertumbuhan S. cerevisiae.
PHYSICAL AND SENSORY CHARACTERISTICS OF CHICKEN NUGGETS WITH UTILIZATION RICE BRAN TO SUBSTITUTE WHEAT FLOUR C Maliluan; Y B Pramono; B Dwiloka
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.262 KB)

Abstract

The purpose of this research is to create a product with a good characteristic both physical and sensory. The variables in this research is texture, Water Holding Capacity, and sensory test. The texture analysis was carried out by Texture Analyzer,  The analysis of  Water Holding Capacity were performed according to the Hamm. The statictical design of the research is Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. In the formulation, rice bran was used as a source of dietary fiber to replaced wheat flour at five different levels i.e. 0% (Control), 25% (Treatment 1), 50% (Treatment 2), 75%       (Treatment 3), and 100% (Treatment 4). The data of physical charateristic from the randomized design were analysed by analisis of variance. Based on the results of the study showed that the use of rice bran significantly (P <0.05) increased texture and decreased WHC. Overall, utilization rice bran as a substitute for wheat flour lower the physical properties and sensory of chicken nuggets.
EKSTRAKSI KOMPONEN BIOAKTIF BEKATUL BERAS LOKAL DENGAN BEBERAPA JENIS PELARUT IWR Widarta; KA Nocianitri; LPIP Sari
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.917 KB)

Abstract

Bekatul mengandung komponen bioaktif dalam jumlah yang tinggi termasuk didalamnya senyawa fenolik. Varietas bekatul dan jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi merupakan faktor penting yang berperan dalam menentukan aktivitas antioksidan bekatul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis pelarut yang tepat dalam mengekstrak komponen bioaktif dan aktivitas antioksidan dari bekatul beras lokal (bekatul beras putih, merah dan hitam). Jenis pelarut yang digunakan adalah metanol, etanol, dan aqua DM. Ekstrak bekatul diperoleh dengan maserasi selama 24 jam pada masing-masing pelarut dan pelarut diuapkan dalam pengering vakum. Ekstrak yang diperoleh dianalisis kadar total fenol, total antosianin dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total fenol, total antosianin dan aktivitas antioksidan berbeda-beda untuk setiap jenis bekatul dan pelarut. Kadar total antosianin tertinggi diperoleh pada ekstrak etanol bekatul beras hitam yaitu 33,19 mg/100g bekatul. Kadar total fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada ekstrak metanol bekatul beras hitam yaitu sebesar 7,52 mg/100g bekatul dan 88,84%.
TOTAL ASAM, VISKOSITAS, DAN KESUKAAN PADA YOGHURT DRINK DENGAN SARI BUAH MANGGA (Mangifera indica) SEBAGAI PERISA ALAMI MD Harjiyanti; Yoyok Budi Pramono; S Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula sederhana yang terkandung dalam ekstrak buah mangga diduga dapat dimanfaatkan oleh Bakteri Asam Laktat (BAL) untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan aktivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persentase ekstrak buah mangga sebagai perisa alami terhadap total asam, viskositas, dan kesukaan pada yoghurt drink. Rancangan percobaan untuk pengujian total asam dan viskositas adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Uji sifat organoleptik menggunakan metode uji organoleptik dengan 25 panelis agak terlatih. Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh penambahan ekstrak buah mangga sebanyak 0% (T0), 1% (T1), 3% (T2) dan 5% (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah mangga (0, 1, 3 dan 5%) memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap total asam, viskositas, dan kesukaan. Total asam menghasilkan angka 0,7539-0,797%; viskositas 10,2298-11,1701 cP; dan nilai kesukaan 3,72-4,04. Kesimpulan dari penelitian ini adalah yoghurt drink dengan penambahan ekstrak buah mangga sebesar 1% memiliki kualitas yang paling baik sebagai produk diversifikasi pangan
PRODUKSI ALKOHOL, NILAI pH, DAN PRODUKSI GAS PADA BIOETANOL DARI SUSU RUSAK DENGAN CAMPURAN LIMBAH CAIR TAPIOKA AW Utama; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.021 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap kadar alkohol, pH dan produksi gas selama proses produksi bioetanol dengan susu rusak dan limbah cair tapioka. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Desember 2011 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Ternak serta Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang.            Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu rusak yang dibuat dengan cara mendiamkan susu selama 4 jam pada suhu ruang, limbah cair tapioka yang didapat dari industri tepung tapioka di Desa Ngemplak Kabupaten Pati, ragi roti, gula, pewarna makanan, aquades, kapas, aluminium foil, tisu, alkohol 70% dan 95%. Alat yang digunakan pada pembuatan bioetanol adalah filtering flask, selang, gelas ukur, nampan, botol, beker gelas, klip, magnetic stirrer, inkubator, autoclave, timbangan analitik, sendok, piknometer, pH meter, destilator, bunsen, piknometer dan kulkas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam mendesain penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Variabel yang diamati adalah produksi alkohol, nilai pH dan total gas. Perlakuan yang diterapkan yaitu waktu lama fermentasi 12 jam (T1), lama fermentasi 24 jam (T2), waktu lama fermentasi 36 jam (T3), waktu lama fermentasi 48 jam (T4) waktu lama fermentasi 60 jam (T5). Data hasil pengamatan diolah secara statistik menggunakan analisis  ragam pada taraf signifikasi 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat pengaruh nyata terhadap produksi alkohol, nilai pH, dan total gas, maka dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu fermentasi memberi pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi alkohol, nilai pH, dan total gas, semakin lama waktu fermentasi semakin besar produksi alkohol dan produksi gas yang dihasilkan yaitu sebesar 1,90% dan 23,75 ml. Sementara pada nilai pH semakin lama waktu fermentasi nilai pH semakin menurun dengan nilai 3,78.
TEKNOLOGI DAN METODE PENYIMPANAN MAKANAN SEBAGAI UPAYA MEMPERPANJANG SHELF LIFE D A Sari; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.16 KB)

Abstract

Penyimpanan bahan makanan bertujuan mencegah pembusukan makanan sehingga shelf life cukup lama, kualitasnya tetap terjaga, dan ketersediaannya berada di sepanjang waktu. Metode penyimpanan dilakukan mulai dari bahan makanan segar (hasil panen), pengolahan, pemrosesan, pengemasan hingga pendistribusian produk. Berdasarkan ketahanannya, makanan terbagi atas makanan tahan lama, semi-tahan lama, dan tidak tahan lama. Beberapa teknologi penyimpanan makanan yaitu penggunaan bahan kimia dan mikroba, pengkontrolan kandungan air, struktur makanan, serta penggunaan panas dan energi, maupun teknologi kombinasi. Penyimpanan makanan tidak tahan lama dapat dilakukan di dalam freezer dikemas secara vakum (ikan dan daging), kulkas (susu), dan iradiasi gamma terhadap potongan sayuran untuk menurunkan jumlah E. coli. Lalu, penyimpanan makanan semi-tahan lama melalui pelapisan kitosan (jambu) menunda kematangan, metode hibrid dan pengeringan tepung jagung, dan kombinasi ethanol emitter dengan penyerap oksigen untuk mengawetkan potongan roti gandum. Sedangkan, penyimpanan makanan tahan lama juga menggunakan iradiasi gamma terhadap kacang mende dan metode pulsed electric mereduksi mikroba pada rempah-rempah.
PENGARUH PENAMBAHAN MADU TERHADAP MUTU YOGHURT JAGUNG (Zea mays Indurata) R Nofrianti; F Azima; R Eliyasmi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.468 KB)

Abstract

The study of the making of corn (Zea mays Indurata) extract yoghurt by adding 2%, 4%, 6% 8% and 10% honey concentration had been done. The purpose of this study is to find the precise honey concentration to produce corn yoghurt with good quality according to SNI 2981:2009. This study consist of 5 treatments and 3 replications, and was designed by factorial complete random design.  The data was analysed with varian analysis with F test  and DNMRT test  with significancy level of 5%. Measurement included corn extract, starter and corn yoghurt. The result of the study showed that the nutrients content of corn yoghurt with 2%-10% honey concentration has meet SNI 2981:2009 standart. The highest nutrient content was corn yoghurt with 10% honey concentration, with content analysis result : protein 3,15%, fat 2,73%, total solid 20,54%, pH 3,8, total lactic acid 0,85%, ash 0,32%, rough fiber 4,49%, vicosity 4,66 dPa.s, total lactid acid bacterias 5,3x108 CFU/ml and total plate 6,6 x 108 (CFU/ml). The organoleptic test shown that the most preferable is corn yoghurt with 8 % honey concentration with the score of appearance 3,7, taste 3,6, consistensy 3,9, colour 3,7 and flavour 3,6.

Page 1 of 1 | Total Record : 10