cover
Contact Name
Ahmad Nimatullah Al-Baarri, PhD
Contact Email
redaksi@ift.or.id
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@ift.or.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014" : 10 Documents clear
Formulasi dan Karakterisasi Cake Berbasis Tepung Komposit Organik Kacang Merah, Kedelai, dan Jagung Santi Dwi Astuti; Nuri Andarwulan; Purwiyatno Hariyadi; Friska Citra Agustia
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.154 KB)

Abstract

Bahan pangan organik memiliki kandungan gizi dan komponen fungsional yang lebih tinggi dibanding non-organik serta tidak mengandung residu kimia dan logam berat. Kacang merah dan kedelai merupakan sumber protein nabati yang kaya serat pangan dan senyawa fungsional serta memiliki Indeks Glikemik rendah. Pati jagung berperan dalam memperbaiki sifat tekstural dan reologi produk pangan. Penelitian ini ditujukan untuk : 1) mengkaji karakteristik tepung komposit organik berbasis kacang merah, kedelai, dan jagung sebagai bahan pensubstitusi terigu dalam pembuatan cake; 2) mengkaji sifat fisikokimia dan sensori cake yang dihasilkan. Rasio tepung komposit organik kacang merah : kedelai : jagung yaitu 65% : 25% : 10%. Proporsi tepung komposit organik sebagai pensubstitusi terigu yaitu 0-100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tepung komposit organik memiliki kadar protein, lemak, dan serat pangan yang lebih tinggi dibanding terigu, sedangkan kadar karbohidrat dan patinya lebih rendah. Komposisi tersebut menyebabkan kemampuannya mengikat air yang tinggi pada suhu ruang dibanding terigu; sedangkan terigu memiliki kemampuan gelatinisasi (yang dilihat dari profil pasta dan viskositas) yang lebih baik; 2) Semakin tinggi proporsi substitusi terigu pada pembuatan cake menyebabkan peningkatan kadar air, abu, protein, dan serat pangan; sedangkan kadar karbohidratnya menurun. Secara sensori, terjadi penurunan pada tingkat kelembutan, kesukaan terhadap aroma, rasa, penerimaan secara keseluruhan; serta peningkatan pada intensitas warna. Substitusi terigu tidak berpengaruh besar pada sifat tekstural cake (kekerasan, elastisitas, dan daya kohesif); 3) Substitusi terigu dengan tepung komposit organik berbasis kacang-kacangan seperti kacang merah dan kedelai dapat dilakukan untuk memperbaiki nilai gizi cake terutama protein hingga taraf 50%, dan untuk meningkatkan penerimaan konsumen, produk cake dapat dikembangkan menjadi muffin.
TOTAL BAKTERI DAN pH DAGING AYAM YANG DIAWETKAN DENGAN WHEY Ahmad Ni'matullah Al-Baarri; Putri Susanti; Lutfi D Mahfudz
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa kualitas daging ayam dengan pengawet alami berbahan dasar whey. Rancangan  percobaan  yang  digunakan  pada  penelitian   ini  adalah rancangan acak Lengkap (RAL) dengan pola terbagi oleh waktu “Split  Plot  in Time” dengan 2 faktor. Faktor yang menjadi petak utama adalah jenis perendam( A1 (aquabides) dan A2 (LPOS)) sedangkan faktor kedua yang menjadi anak petak adalah waktu inkubasi 0,1,2,3,4,5,6 jam dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diuji adalah total bakteri dan pH. Pengujian variabel penelitian dilakukan setiap jam ke 0,1,2,3,4,5, dan 6. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan perendaman dengan lama penyimpanan terhadap nilai total bakteri dan pH. Perlakuan perendaman menggunakan laktoperoksidase sistem (LPOS) berpengaruh nyata (p<0,05) mampu menurunkan nilai total bakteri daging ayam yaitu 7,5243 log CFU/ml menjadi 7,1619 Log CFU/ml. Perlakuan penyimpanan pada jam ke 0,1,2,3,4,5,dan 6 berpengaruh nyata (p<0,05) meningkatkan nilai total bakteri, semakin lama penyimpanan nilai total bakteri akan semakin meningkat. Perlakuan perendaman menggunakan laktoperoksidase sistem (LPOS) tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap nilai pH daging ayam, namun penyimpanan pada jam ke 0,1,2,3,4,5,dan 6 berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap nilai pH. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa laktoperoksidase system mampu memperpanjang umur simpan daging ayamKata kunci : Daging ayam, Laktoperoksidase Sistem, Total bakteri, pH
FORMULASI DAN KARAKTERISASI CAKE BERBASIS TEPUNG KOMPOSIT ORGANIK KACANG MERAH, KEDELAI, DAN JAGUNG Santi Dwi Astuti; Nuri Andarwulan; Purwiyatno Hariyadi; Friska Citra Agustia
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.154 KB)

Abstract

Bahan pangan organik memiliki kandungan gizi dan komponen fungsional yang lebih tinggi dibanding non-organik serta tidak mengandung residu kimia dan logam berat. Kacang merah dan kedelai merupakan sumber protein nabati yang kaya serat pangan dan senyawa fungsional serta memiliki Indeks Glikemik rendah. Pati jagung berperan dalam memperbaiki sifat tekstural dan reologi produk pangan. Penelitian ini ditujukan untuk : 1) mengkaji karakteristik tepung komposit organik berbasis kacang merah, kedelai, dan jagung sebagai bahan pensubstitusi terigu dalam pembuatan cake; 2) mengkaji sifat fisikokimia dan sensori cake yang dihasilkan. Rasio tepung komposit organik kacang merah : kedelai : jagung yaitu 65% : 25% : 10%. Proporsi tepung komposit organik sebagai pensubstitusi terigu yaitu 0-100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tepung komposit organik memiliki kadar protein, lemak, dan serat pangan yang lebih tinggi dibanding terigu, sedangkan kadar karbohidrat dan patinya lebih rendah. Komposisi tersebut menyebabkan kemampuannya mengikat air yang tinggi pada suhu ruang dibanding terigu; sedangkan terigu memiliki kemampuan gelatinisasi (yang dilihat dari profil pasta dan viskositas) yang lebih baik; 2) Semakin tinggi proporsi substitusi terigu pada pembuatan cake menyebabkan peningkatan kadar air, abu, protein, dan serat pangan; sedangkan kadar karbohidratnya menurun. Secara sensori, terjadi penurunan pada tingkat kelembutan, kesukaan terhadap aroma, rasa, penerimaan secara keseluruhan; serta peningkatan pada intensitas warna. Substitusi terigu tidak berpengaruh besar pada sifat tekstural cake (kekerasan, elastisitas, dan daya kohesif); 3) Substitusi terigu dengan tepung komposit organik berbasis kacang-kacangan seperti kacang merah dan kedelai dapat dilakukan untuk memperbaiki nilai gizi cake terutama protein hingga taraf 50%, dan untuk meningkatkan penerimaan konsumen, produk cake dapat dikembangkan menjadi muffin. Kata kunci : cake, tepung komposit organik, kacang merah, kedelai, jagung
INTENSITAS WARNA DAN PROFIL PROTEIN PADA SUSU KERBAU DARI REAKSI GLIKASI DENGAN PENAMBAHAN GULA D-SORBOSA, D-FRUKTOSA, L-FRUKTOSA DAN D-GLUKOSA Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Nashihatul Fuadah; Anang Mohamad Legowo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis intensitas warna serta profil protein pada susu kerbau dari reaksi glikasi dengan penambahan gula D-sorbosa, D-fruktosa, L-fruktosa, dan D-glukosa. Materi yang digunakan penelitian ini adalah susu kerbau, gula D-sorbosa, D-fruktosa, L-fruktosa D-glukosa, Sodium Phosphate Buffer pH 7,4; 10mM, SDS ( Sodium Dodecyl Sulfate), aquades, H2O, amonium persulfat, 1 N HCl, TRIS, TEMED, methanol, acrylamide, bis acrylamide, mercaptoetanol, coomassie brilliant blue, asam asetat. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu penambahan gula D-sorbosa 4% (T1), penambahan gula D-fruktosa 4% (T2), penambahan gula L-fruktosa 4% (T3), penambahan gula D-glukosa 4% (T4). Variabel yang diamati adalah intensitas warna dan profil protein. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pada galat 5% untuk parameter intensitas pencoklatan dan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif untuk parameter profil protein. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh nyata penambahan gula terhadap perubahan warna (p>0,05) pada masing-masing perlakuan. D-glukosa memberikan warna coklat yang lebih besar dibanding D-fruktosa, L-fruktosa, dan D-sorbosa. D-sorbosa menunjukkan pita protein laktoferin, serum albumin, αS2–kasein, β-kasein yang menyimpang jika dibandingkan dengan gula D-glukosa, D-fruktosa, dan L-fruktosa. Pita protein dengan penambahan gula D-sorbosa menunjukkan reaksi glikasi yang lebih sempurna jika dibandingkan gula-gula lain yang ditunjukkan dengan band yang lebih lebar dan tipis.Kata kunci: susu kerbau, intensitas warna, profil protein.
ANALISA pH, TOTAL BAKTERI, DAN PROFIL PROTEIN PADA MILKSHAKE DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM LAKTOPEROKSIDASE Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Cecilia S Kristin; Anang Muhammad Legowo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh LPOS sebagai pengawet alami terhadap sifat mikrobiologi milkshake yang meliputi pH, total bakteri, dan profil protein. Rancangan percobaan yang digunakan untuk pengujian total bakteri adalah Rancangan Acak Kelompok dengan pola Split Plot time in series dengan 2 petak utama (perlakuan LPOS), 7 anak petak (lama penyimpanan), dan 2 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu pH, total bakteri dan profil protein pada milkshake. Data pengaruh perlakuan terhadap variabel total bakteri yang diamati dianalisis dengan menggunakan software SPSS 16.0 dengan taraf signifikasi 5%.  Pengaruh yang nyata dari kedua faktor perlakuan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test dengan software SPSS 20.0. Pengaruh perlakuan terhadap variabel pH dan profil protein dianalisis menggunakan analisa Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa milkshake lengkeng tanpa perlakuan LPOS sebesar 6,69 da.n dengan perlakuan LPOS sebesar 6,68 ; milkshake alpukat tanpa perlakuan LPOS sebesar 6,78 dan dengan perlakuan LPOS sebesar 6,52 ; dan milkshake salak tanpa perlakuan LPOS sebesar 6,68 dan dengan perlakuan LPOS sebesar 6,45. Nilai total bakteri pada bahwa milkshake lengkeng tanpa perlakuan LPOS sebesar 3,18 log CFU/ml dan dengan perlakuan LPOS sebesar 3,42 log CFU/ml ; milkshake alpukat tanpa perlakuan LPOS sebesar 2,65 log CFU/ml dan dengan perlakuan LPOS sebesar 2,42 log CFU/ml ; dan milkshake salak tanpa perlakuan LPOS sebesar 3,33 log CFU/ml dan dengan perlakuan LPOS sebesar 2,94 log CFU/ml. Pengujian profil protein pada milkshake alpukat menunjukkan bahwa masih terdapat lactoperoxidase, lactoferin, casein, β-lactoglobulin dan α-lactalbumin dengan band yang cukup tebal pada awal penyimpanan kemudian menipis seiring dengan lama penyimpanan milkshake. Simpulan dari penelitian ini adalah perlakuan LPOS mampu menekan pertumbuhan bakteri pada milkshake alpukat dan milkshake salak sehingga kualitasnya dapat dipertahankan. Hasil profil protein menunjukkan bahwa milkshake dengan LPOS tidak memberi pengaruh yang nampak karena kerusakan protein yang tidak terhindarkan akibat faktor lama penyimpanan. Kata Kunci : LPOS, milkshake, pH, total bakteri, profil protein
ANALISIS SIFAT-SIFAT ORGANOLEPTIK BURGER YANG BERBAHAN DASAR DAGING TIKTOK DAN DAGING AYAM Vina Yunar Villa; Irma Dwi Sartika; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.971 KB)

Abstract

Daging tiktok kini mulai digemari karena memiliki kandungan lemak yang rendah dan protein yang tinggi sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan terutama untuk bahan dasar makanan kegemaran, yang salah satunya adalah burger. Tiktok merupakan hasil persilahan itik dan entok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis warna, bau, tekstur, rasa, dan tingkat kesukaan burger yang dibuat dengan daging tiktok serta daging ayam sebagai pembandingnya. Berdasarkan analisis organoleptik terhadap tiktok burger menunjukkan skor untuk warna, bau, tekstur, rasa dan tingkat kesukaan masing-masing adalah 1,8; 1,2; 1,5; 2,9 dan 1,7. Sedangkan untuk burger dari ayam menunjukkan skor untuk warna, bau, tekstur, rasa dan tingkat kesukaan, masing-masing sebesar 2,4; 3,3; 3,4; 1,5 dan 1,5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nampak adanya perbedaan pada skor warna, bau, tekstur, dan rasa, akan tetapi daging tiktok dinilai mampu bersaing dalam hal tingkat kesukaan dengan burger daging ayam karena mempunyai selisih tingkat kesukaan yang tipis.
PENTINGNYA ILMU PERTANIAN DAN PANGAN DIGELUTI GENERASI MUDA Syamsul Rahman
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.095 KB)

Abstract

Sektor pertanian dalam arti seluas-luasnya merupakan sektor andalan (basic sector) bagi suatu bangsa. Sebab kebutuhan akan bahan pangan, serat, obat-obatan, dan energi, serta sebagian dari bahan baku industri dipasok oleh kegiatan sektor pertanian dan pangan. Disamping itu, sektor ini merupakan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan berbagai tingkat kemahiran (skill levels)
Kadar Alkohol, Nitrogen, Fosfat dan Kalium pada Fermentasi Produk Samping Keju Feta dengan Variasi Konsentrasi Kluyveromyces lactis Gemilang Lara Utama; Roostita Lobo Balia; Tubagus Benito Ahmad Kurnadi; Sunardi Sunardi
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.918 KB)

Abstract

Keju feta merupakan salah satu keju keras yang dibuat dengan bahan baku susu kambing, domba atau sekali-kali dicampur dengan susu sapi atau susu kerbau. Uniknya bahan baku yang digunakan menghasilkan whey dengan komposisi yang berbeda. Hal tersebut menjadi suatu potensi yang dapat dimanfaatkan, terutama dalam produksi salah satu metabolit penting dalam fermentasi seperti alkohol dan pupuk organik cair alternatif yang berasal dari sisa distilasi. Penggunaan konsentrasi starter yang tepat dalam proses tersebut selama ini belum begitu banyak diungkap. Untuk itu penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana variasi konsentrasi Kluyveromyces lactis mempengaruhi kadar alkohol, serta menghasilkan komposisi Nitrogen (N), Fosfat (P) dan Kalium (K) yang tepat pada sisa distilasi untuk dipergunakan sebagai pupuk organik cair alternatif. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan variasi konsentrasi K.lactis (5%, 7,5%, 10% v/v) diberikan sebagai perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi K.lactis sebanyak 7,5% v/v menghasilkan kadar alkohol terbaik yaitu 1,21% dengan Kadar N 0,123%, P 0,057% dan K 0,111%.
Stabilitas Antosianin Ekstrak Daun Jati (Tectona Grandis) terhadap Perlakuan pH dan Suhu Fathinatullabibah Fathinatullabibah; Lia Umi Khasanah; Kawiji Kawiji
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.301 KB)

Abstract

Pemanfaatan bahan alam seperti daun jati sebagai pewarna makanan menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi penggunaan pewarna sintetik. Daun jati mengandung pigmen antosianin yang dapat memberikan warna merah. Pemanfaatan daun jati sebagai pewarna makanan masih sedikit. Padahal banyak penelitian yang menyebutkan bahwa daun jati memiliki khasiat seperti antibakteri, antitoksik, dan antioksidan. Dalam pengolahannya, makanan sering kali melalui proses pemanasan dan perubahan pH, dimana kedua faktor tersebut akan mempengaruhi stabilitas antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas ekstrak pigmen antosianin daun jati pada berbagai perlakuan pengolahan pangan meliputi pH (3, 5, 7), dan suhu (750C, 1000C, 1210C) ditinjau dari total antosianin, aktivitas antioksidan, dan kualitas warna. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan perlakuan pH dan suhu. Data hasil analisis pada penelitian ini diuji secara statistik menggunakan sidik ragam ANOVA dengan SPSS. Jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan Duncan Mulitiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya perlakuan pH dan suhu mempengaruhi stabilitas ekstrak daun jati. Semakin tinggi nilai pH dan suhu, stabilitas ekstrak (ditinjau dari kadar total antosianin, aktivitas antioksidan dan kualitas warna) semakin menurun. Perlakuan yang paling menjaga stabilitas pigmen antosianin ekstrak daun jati adalah perlakuan pH 3 dan suhu 75 0C.
ANALISIS KEASAMAN, pH DAN MUTU ORGANOLEPTIK PADA PEMBUATAN YOGHURT DRINK DENGAN PENAMBAHAN LARUTAN PERISA BUAH NANGKA SELAMA INKUBASI 5 JAM Novia Tri Damayanti; Ahmad Ni&#039;matullah Al-Baarri; Yoyok Budi Pramono; Sri Mulyani
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Larutan perisa buah nangka diduga mengandung karbohidrat yang cukup tinggi berupa gula yang dapat menunjang pertumbuhan BAL selama proses fermentasi dalam pembuatan yoghurt drink. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan larutan perisa buah nangka terhadap keasaman, pH dan sifat organoleptik (citarasa asam, tekstur dan kesukaan) yoghurt drink. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, dengan menggunakan metode uji organoleptik dengan 25 panelis agak terlatih. Perlakuan yang diterapkan adalah pengaruh penambahan larutan perisa buah nangka sebanyak 0% (T0), 1% (T1), 3% (T2) dan 5% (T3). Hasil penelitian menunjukan perlakuan penambahan larutan perisa buah nangka berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keasaman dan pH, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap citarasa asam, tekstur dan kesukaan yoghurt drink. Keasaman diperoleh hasil antara 1,19-1,49; pH antara 3,86-3,95; citarasa asam sebesar 6,20-6,76 (agak asam-asam); tekstur 4,12-6,84 (sedikit kental-kental) dan kesukaan 4,52-5,80 (tidak suka-agak suka).Kata kunci :  yoghurt drink, larutan perisa buah nangka, organoleptik

Page 1 of 1 | Total Record : 10