Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Ratio Kombinasi Maltodekstrin, Karagenan dan Whey Terhadap Karakteristik Mikroenkapsulan Pewarna Alami Daun Jati (Tectona Grandis L. F.) Wahyu Purnomo; Lia Umi Khasanah; Baskara Katri Anandito
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2420.135 KB)

Abstract

Antosianin merupakan zat warna yang bersifat polar bertanggung jawab untuk kebanyakan warna merah, biru, dan ungu. Dengan mikroenkapsulasi antosianin dapat terlindungi dari pengaruh lingkungan yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ratio kombinasi bahan penyalut terbaik dalam spray drying. Ekstrak daun jati dimikroenkapsulasi dengan penyalut maltodekstrin, karagenan, dan whey dengan proporsi total padatan ekstrak terhadap penyalut dengan rasio 3:10. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor (ratio kombinasi penyalut maltodekstrin, kappa-karagenan dan whey) dengan 3 taraf yaitu (2:1:0, 2:0:1, dan 1:1:1). Variable respon yang diukur adalah randemen, kadar total antosianin, penangkapan radikal bebas, dan kualitas warna (L*a*b,oHue), kadar air, kelarutan dalam air, sisa pelarut (etanol) dan mikrostruktur. Hasil penelitian menunjukkan ratio kombinasi penyalut terbaik ditinjau dari nilai kadar antioksidan, kualitas warna L dan b, kadar air, serta mikrostruktur adalah mikroenkapsulan dengan ratio kombinasi penyalut maltodekstrin, karagenan, dan whey (MKW). ditinjau dari kadar antosianin, dan kelarutan dalam air adalah mikroenkapsulan dengan penyalut maltodekstrin dan whey (MW). Dan ditinjau dari randemen dan oHue adalah mikroenkapsulan dengan penyalut maltodekstrin dengan karagenan (MK). Mikroenkapsulan yang dihasilkan diharapkan dapat diaplikasikan dalam bahan pangan sebagai pewarna makanan alami dalam bentuk sediaan bubuk.
Pengaruh Perlakuan Pendahuluan Terhadap Karakteristik Mutu Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) Lia Umi Khasanah; Kawiji Kawiji; Rohula Utami; Yoga Meidiantoro Aji
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.983 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perlakuan pendahuluan (daun segar utuh, daun pemeraman, daun kering angin giling kasar (15 mesh), dan daun kering angin giling halus (60 mesh)) terhadap karakteristik mutu minyak atsiri daun jeruk purut yang meliputi rendemen, berat jenis, putaran optik, indeks bias, viskositas, dan kelarutan dalam alkohol 70% serta kandungan dan kadar senyawa aktif minyak atsiri daun jeruk purut terpilih. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut dengan perlakuan pemeraman memiliki rendemen tertinggi sebesar 0,867%. Berat jenis, viskositas, indeks bias, putaran optik, dan kelarutan alkohol 70% berturut-turut sebesar 0,837-0,845 g/ml, 0,016-0,023 N.m/s2, 1,450-1,453 dan 1:3-1:4. Senyawa aktif minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) terpilih yaitu Citronellal 64,15%, Beta-Citronelol 10,71%, Linalool 5,54%, dan Trans-Caryophyllene 5,31% yang didapat dari hasil destilasi daun jeruk purut dengan perlakuan pendahuluan pemeraman.
Stabilitas Antosianin Ekstrak Daun Jati (Tectona Grandis) terhadap Perlakuan pH dan Suhu Fathinatullabibah Fathinatullabibah; Lia Umi Khasanah; Kawiji Kawiji
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.301 KB)

Abstract

Pemanfaatan bahan alam seperti daun jati sebagai pewarna makanan menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi penggunaan pewarna sintetik. Daun jati mengandung pigmen antosianin yang dapat memberikan warna merah. Pemanfaatan daun jati sebagai pewarna makanan masih sedikit. Padahal banyak penelitian yang menyebutkan bahwa daun jati memiliki khasiat seperti antibakteri, antitoksik, dan antioksidan. Dalam pengolahannya, makanan sering kali melalui proses pemanasan dan perubahan pH, dimana kedua faktor tersebut akan mempengaruhi stabilitas antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas ekstrak pigmen antosianin daun jati pada berbagai perlakuan pengolahan pangan meliputi pH (3, 5, 7), dan suhu (750C, 1000C, 1210C) ditinjau dari total antosianin, aktivitas antioksidan, dan kualitas warna. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan perlakuan pH dan suhu. Data hasil analisis pada penelitian ini diuji secara statistik menggunakan sidik ragam ANOVA dengan SPSS. Jika terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan Duncan Mulitiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya perlakuan pH dan suhu mempengaruhi stabilitas ekstrak daun jati. Semakin tinggi nilai pH dan suhu, stabilitas ekstrak (ditinjau dari kadar total antosianin, aktivitas antioksidan dan kualitas warna) semakin menurun. Perlakuan yang paling menjaga stabilitas pigmen antosianin ekstrak daun jati adalah perlakuan pH 3 dan suhu 75 0C.
Pectin-based Edible Coatings with Lemongrass Essential Oils for Shelf-life Extension of Papaya Danar Praseptiangga; Husnawati Fatihah Habibie; Dyah Ayu Ashari; Dea Widyaastuti; Rohula Utami; Lia Umi Khasanah
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): November - January
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i1.2043

Abstract

The urgency of biodegradable packaging as an alternative for plastic-based packaging has been demanding. Accordingly, in this study, the development of pectin-based edible coating incorporated with lemongrass essential oils (LEO) has been done to sustain the physicochemical quality of papaya. The edible coating was prepared by using a simple solution method, while LEO was produced by using the water vapor distillation method. Basically, there are five applied treatments, which are uncoating (control), dip-coating (DC), spray-coating (SC), dip-coating with LEO introduction (DC/LEO1%), and spray-coating LEO incorporation (SC/LEO1%). The physicochemical characteristics of papaya were examined over 12 days of storage. Compared to the control, the application of edible coating was significantly (p < 0.05) enhanced weight loss, pH, ascorbic acid, and yeast and mold counts. Therefore, by mixing pectin-based coating solution with LEO can preserve the quality of papaya for almost more than 12 days at room temperature.
Peningkatan Produktivitas Melon dan UKM Jamu Melalui Penerapan Teknologi Screen House dan Mesin Pengering di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Wonogiri Dewi Ratna Nurhayati; Dewanto Harjunowibowo; Kuncoro Diharjo; Lia Umi Khasanah; Siti Supeni; Efi Nikmatu Solikhah; Andini Desi Sawitri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/9qh92h22

Abstract

Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri merupakan wilayah agraris dengan potensi hortikultura dan tanaman obat yang cukup besar, namun belum didukung oleh teknologi produksi yang memadai. Dua mitra utama dalam program ini, yaitu Kelompok Tani Barro Tani Manunggal dan UKM Jamu Tanaman Obat Fit (Tanofit), menghadapi kendala produktivitas dan efisiensi usaha. Petani melon masih menggunakan sistem budidaya terbuka yang rentan terhadap iklim, hama, serta boros air. Sementara itu, UKM jamu masih mengandalkan pengeringan tradisional yang tidak higienis, belum memiliki legalitas PIRT, dan minim pemasaran digital. Program ini menawarkan solusi berupa penerapan teknologi screen house berbasis Internet of Things (IoT), sistem irigasi tetes otomatis, dan panel surya untuk mendukung pertanian hemat energi. Bagi UKM, diperkenalkan mini plant jamu skala rumah tangga dengan mesin pengering otomatis berbasis thermostat digital, alat pencuci dan perajang rempah, serta sistem pengemasan higienis. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, instalasi teknologi, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan produktivitas, efisiensi air, percepatan proses produksi jamu, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam manajemen usaha dan pemasaran digital. Program ini diharapkan menjadi model teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan dalam pemberdayaan masyarakat desa.panjang
Introduksi Teknologi Tepat Guna pada Industri Rumah Tangga (IRT) “Rambak Eco” Surakarta untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Produksi dan Kualitas Produk Setyaningrum Ariviani; Lia Umi Khasanah; Dwi Ishartani; Siswanti Siswanti; Windi Atmaka; Gusti Fauza; Dimas Rahadian Aji Muhammad; Muhammad Zulfan Hawari
PRIMA: Journal of Community Empowering and Services Vol 9, No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prima.v9i1.94570

Abstract

Introduction of Appropriate Technology at Home Industry (HI) “Rambak Eco” Surakarta to Increase the Production Process Efficiency and Product Quality. The home industry (HI) "Rambak Eco" produces unfried and fried crackers. IRT "Rambak Eco" has limited production capacity, reaching 10 kg of flour per day, so it has been unable to meet market demand. This limited production capacity is caused by the low efficiency of the production process, especially the cracker-slicing process, which still uses manual equipment consisting of knives and cutting boards. Apart from that, the IRT "Rambak Eco" also experienced problems related to inconsistent product quality. The inconsistent quality of cracker products is caused by the low understanding of Good Manufacturing Practices (GMP) for the Home Industry, manual packaging using PE plastic bags without labelling, and the manual slicing process impact on the thickness of the products was not uniform. Efforts to resolve the "Rambak Eco" home industry problems were carried out through community service activities, including introducing a semi-automatic cracker slicer, GMP training, and packaging and labelling. Based on the evaluation, the community service activities increased the efficiency of the “rambak” cracker production process and improved product quality at the "Rambak Eco" HI. The process efficiency was demonstrated by reducing the cracker's slicing process from 30 minutes/Kg to 10 minutes/Kg and the drying process from 9 to 4 hours. Improving product quality includes uniform shape and size of crackers and unfried and fried cracker products packaged in attractive packaging with informative labels.
Media Edukatif Berbasis Permainan Interaktif dalam Pembelajaran Manajemen Pemilahan Sampah pada Murid Sekolah Dasar Choirul Anam; Tanaya Nafilya Mumtaz; Yosefina Angie Sekhinah Christy; Danar Praseptiangga; Gani Cahyo Handoyo; Lia Umi Khasanah; Mujiyo Mujiyo; Farouk Heidar Barido; Raka Rayhan Pasha; Rachel Amanda Meilanny Subowo; Saskia Maritza Ramania; Mustapha Abolore Abdulwahab; Ana Rosmiati; Ipung Kurniawan Yunianto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110335

Abstract

Edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemilahan sampah organik dan anorganik untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 sekolah dasar. Metode partisipatif yang digunakan adalah permainan edukatif “mencari harta karun” untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan di SDN 1 Turus, Polanharjo, Klaten. Dalam permainan ini, siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan diberi peta petunjuk menuju “harta karun” berupa berbagai benda atau sampah. Setelah menemukannya, mereka menempelkan stiker sampah pada tempat sampah sesuai kategori organik atau anorganik. Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Juli 2025 ini mendapat antusias tinggi dari para siswa. Melalui permainan ini, siswa memperoleh pengetahuan teoritis dan pengalaman praktis tentang pentingnya memilah sampah dengan benar. Hal tersebut terlihat dari kemampuan anak-anak memisahkan sampah organik dan anorganik berdasarkan tempat sampah yang tersedia. Secara keseluruhan, metode ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan berbasis permainan efektif diterapkan pada anak usia sekolah dasar, karena 83,34 persen siswa berhasil memisahkan sampah dengan benar. Metode interaktif ini dapat menjadi model alternatif yang menjanjikan untuk sosialisasi lingkungan di sekolah. Di masa yang akan datang, siswa dapat berperan aktif dan berkolaborasi dengan mitra pengelolaan sampah, yaitu bank sampah ”Mrisen Makmur” yang ada di desa tersebut.
Short Communication: Preservation effect of Javanese turmeric and red ginger essential oils on coated frozen patin fillets ROHULA UTAMI; KAWIJI KAWIJI; DANAR PRASEPTIANGGA; GODRAS JATI MANUHARA; LIA UMI KHASANAH; NENSI ANGGRAINI; FENY MARGITA LESTARI
Nusantara Bioscience Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/nusbiosci/n080220

Abstract

Abstract. Utami R, Kawiji, Praseptiangga D, Manuhara GJ, Khasanah LU, Anggraini N, Lestari FM. 2016. Short Communication: Preservation effect of Javanese turmeric and red ginger essential oils on coated frozen patin fillets. Nusantara Bioscience 8: 264-267. Due to antimicrobial and antioxidant properties of essential oil, Javanese turmeric and red ginger potentially used as preservation agents on food. Cassava starch-based edible coating enriched with Javanese turmeric and red ginger essential oils were applied to maintaining of patin fillets quality during frozen storage. Fillets quality were analyzed based on microbiological (total plate count) and chemical properties (total volatile bases; thiobarbituric acid value). Different concentration of Javanese turmeric and red ginger essential oil enrichment were studied (0, 0.1, and 1% (v/v of distilled water)). Javanese turmeric and red ginger essential oils enrichment on coating solution significantly inhibited microbial proliferation, retarded protein deterioration and delayed lipid oxidation in fillet during frozen storage for four months. Increasing essential oil concentration showed on the increase in maintaining fish quality. The results indicated that Javanese turmeric and red ginger essential oil addition on cassava starch-based edible coating could maintain quality and extend the shelf life of frozen fish fillets and can be used as an alternative fish fillets preservation.
Characterization of cassava starch-based edible film enriched with lemongrass oil (Cymbopogon citratus) RIANI RESIANINGRUM; WINDI ATMAKA; LIA UMI KHASANAH; KAWIJI KAWIJI; ROHULA UTAMI; DANAR PRASEPTIANGGA
Nusantara Bioscience Vol. 8 No. 2 (2016)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/nusbiosci/n080223

Abstract

Abstract. Resianingrum R, Atmaka W, Khasanah LU, Kawiji, Utami R, Praseptiangga D. 2016. Characterization of cassava starch-based edible film enriched with lemongrass oil (Cymbopogon citratus). Nusantara Bioscience 8: 278-282. &nbsp;Good packaging is necessary to prevent food spoilage before and after processing. The edible film maintains food quality and eco-friendly packaging. Cassava starch-based edible film is capable of being developed because of the approaching appearance of plastic packaging. The addition of essential oils can be used as an alternative to improve the antimicrobial properties of the edible film. Lemongrass oil consists of active compounds that shown antimicrobial activity. Therefore, the characteristics of cassava starch-based edible film incorporated with lemongrass oil were investigated. Concentration of lemongrass oils varied at 0%, 0.25%, 0.5%, 0.75% and 1%. The analyzed edible film characteristics include thickness, water vapor transmission rate, tensile strength, elongation, and antimicrobial activity. The results showed that the addition of lemongrass oil increased the thickness, tensile strength, and antimicrobial activity but decreased the elongation of edible films. The water vapor transmission rate of edible films was not affected by the addition of lemongrass oil.