cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Manuskripta
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
MANUSKRIPTA is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) in collaboration with National Library of Indonesia. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian (Nusantara) manuscripts. MANUSKRIPTA aims to preserve and explore the diversity of Nusantara manuscripts, and communicate their localities to the global academic discourse. The journal spirit is to provide students, researchers, scholars, librarians, collectors, and everyone who is interested in Nusantara manuscripts, information of current research on Nusantara manuscripts. We welcome contributions both in Bahasa and English relating to manuscript preservation or philological, codicological, and paleographical studies. All papers will be peer-reviewed to meet a highest standard of scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta" : 6 Documents clear
Lapis Struktur Fisik dan Batin Pupuh ke-14 Babad Dipanegara (Analisis Strukturalisme Levi-Strauss) Arista Nur Rizki; Muhammad Abdullah
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.171

Abstract

Artikel ini merupakan sebuah analisis terhadap teks berupa tembang Sinom pada pupuh ke-14 Babad Dipanegara. Wujud teks tembang yang berasal dari Jawa ini jika dikategorikan dalam genre sastra merupakan sebuah puisi terikat. Teks pada bagian pupuh ke-14 Babad Dipanegara ini menceritakan peristiwa Pangeran Diponegoro saat menginjak usia remaja, yaitu ketika diasuh oleh nenek buyutnya di kediaman Tegalrejo, Yogyakarta. Peristiwa ini merupakan wujud proses bagaimana Pangeran Diponegoro mendapatkan pendidikan dari nenek buyutnya sebelum menjadi seorang khalifah saat memimpin perang Jawa. Pengaruh masyarakat Tegalrejo yang memiliki sifat religius dengan nuansa pesantren serta adanya pola kesederhanaan turut membentuk karakter Pangeran Diponegoro sebelum beranjak dewasa. Analisis ini dilakukan secara tekstual, dengan menjabarkan strukturalisme konsep Levi-Strauss dalam menguraikan bentuk puisi terikat (puisi Jawa) pada pupuh ke-14 Babad Dipanegara. Hasilnya dapat menampilkan bagaimana struktur fisik maupun struktur batin yang terdapat pada tembang Sinom pupuh ke-14 Babad Dipanegara.
Naskah Tafsīr Āyāt Yā Ayyuhā al-Nās: Tafsir Antikolonialisme Abdul Latif Syakur Zikra Fadilla
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.176

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan menghadirkan analisis respons Syekh Abdul Latif Syakur terhadap kolonialisme pada sebuah naskah yang berjudul Tafsīr Āyāt Yā Ayyuhā al-Nās (TAYN). Naskah ini merupakan sebuah penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang berawalan yā ayyuhā al-nās. Sebagai wujud interaksi pengarang dan budaya lokal, tak terkecuali karya tafsir akan menggambarkan pemikiran penulisnya. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang bertujuan untuk mengungkap pemikiran Syekh Abdul Latif Syakur mengenai kolonialisme berdasarkan naskah Tafsīr Āyāt Yā Ayyuhā al-Nās. Temuan peneliti ini menunjukkan bahwa Syekh Abdul Latif Syakur menentang aktifitas kolonialisme, menurutnya semua manusia memiliki hak yang sama untuk memerdekakan diri sendiri dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Abstract: This article aims to present an analysis of Sheikh Abdul Latif Syakur's response to colonialism in a manuscript entitled Tafsīr Āyāt Yā Ayyuhā al-Nās (TAYN). This manuscript is an interpretation of the verses of al-Qur’an which begin with yâ ayyuhâ al-nâs. As a form of interaction between the author and the local culture, the work of interpretation will also describe the writer's thoughts. This descriptive qualitative research uses a critical discourse analysis approach which aims to reveal the thoughts of Sheikh Abdul Latif Syakur regarding colonialism based on the text of Tafsīr Āyāt Yā Ayyuhā al-Nās. The findings of this research indicate that Sheikh Abdul Latif Syakur is against colonialism activities, according to him all human beings have the same right to free themselves and defend national independence. Keywords: Sheikh Abdul Latif Syakur, colonialism, freedom, naskah Tafsīr Āyāt Yā Ayyuhā al-Nās
Menelusuri Jejak Kuliner Tembayat dalam Serat Centhini Minardi Minardi; Samidi Samidi; Yulinar Aini Rahmah
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.180

Abstract

Abstract This study aims to determine the kinds or variety of food that was in Tembayat listed in Serat Centhini. For administration, said Tembayat is no longer entered in the population, but at least the word Tembayat the show to an area of old are now in the whole territory of the District of Bayat and most Kecamatan Wedi, still belongs to the region of Klaten Regency to the South. In addition, the study also aims to describe the political atmosphere manufacture of fiber or the work of this paper. This study used qualitative methods, including in the research literature. The object of research, reference, and referral-other referral obtained through written sources. Then confirmed by interviews with community leaders, to know the existence of the names of the food at the moment. In explaining the political atmosphere during the manufacture of Serat Centhini, researchers using the Theory of Soft Power by Joseph Nye. The resulting conclusion is that there are around 48 the name of the food that is written in the Serat Centhini. The condition of this culinary rarely heard by the public, the bias is said to have been a rare occurrence in Tembayat. About the political atmosphere, Serat Centhini was written by the candidate Pakubuwana V, while the father that Pakubuwana IV still reigned in the Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Current conditions, Kraton Surakarta besieged by Pura Mangkunegaran, the Palace of the Sultanate Ngayogyakarta and the Netherlands, or better known as Pakepung. Then to raise the prestige or name Kraton Surakarta then this paper to be a form of resistance from Surakarta. Since that time, no paperwork, as complete as that by loading all the potential of the Island of Java, it is often referred to as the Encyclopedia of Java. --- Abstrak Kuliner merupakan kekayaan khazanah kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Kuliner-kuliner di Indonesia berkembang sejak dahulu sampai sekarang dan menjadi identitas di setiap daerah. Tulisan-tulisan kuno telah mencatat menu-menu kuliner Nusantara, baik di prasasti, serat kuno, lontar maupun relief candi. Namun juga terdapat menu-menu lain yang tidak tercatat dan hanya diturunkan melalui tutur lisan. Serat kuno yang menyebutkan tentang kuliner diantaranya Serat Centhini Jilid III. Serat Centhini Jilid karya putra mahkota yang bergelar Pakubuwono V dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dari sekian banyak kuliner yang disebut dalam Serat Centhini Jilid III, menyebutkan juga aneka macam kuliner dari Tembayat. Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan metode kualitatif. Sumber utama adalah Serat Centhini Jilid III, sedangkan sumber pendukungnya adalah tulisan-tulisan yang relevan. Terhitung tidak kurang dari 50 menu kuliner Tembayat yang tersaji. Semuanya yang disampaikan hanya mengenai makanan, sedangkan minuman dan jamu tidak disebutkan. Jenis makanan yang disebutkan meliputi sayuran, urapan, tumis dan lauk-pauk. Masih ada makanan yang dapat dilacak keberadaannya, namun ada makanan yang sudah tidak terdengar lagi di Bayat atau mungkin telah dimodifikasi maupun berganti nama. Kata Kunci: Serat Centhini, Kuliner, Tembayat
Pajak Pendapatan dalam Naskah Peraturan Pajak Pendapatan Ternate Latifah Kurnia Hapsari; Priscila Fitriasih Limbong
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.179

Abstract

Tax is a compulsory contribution paid by each citizen to the government. Tax can be used to fulfill the country’s needs for the greatest prosperity of the people. Income tax is one of tax that levied by the government from worker’s income. Income tax has been applied since colonial era. In the colonial era, income tax can be found in Income Tax Regulation 113 H 8/14. This research will discuss about the prevailing income tax rules in Ternate and explain the effect of Income Tax Regulation 113 H 8/14 to the taxpayer. This research uses philology methods with tax theory approach. The result showed that there are regulations that regulate the taxpayer, calculation of the aanslag, the tax collection methods and fines. The regulation was applied by the royal government to all citizens who lived in Ternate in 19th century. According to the regulation, this research also found the intervention of the Dutch government on the management in Ternate’s income tax. It can be seen from the clauses of the regulation that shows an agreement between the Dutch and the royal government caused by economical interest. --- Pajak merupakan salah satu iuran yang harus dibayarkan oleh setiap warga yang bermukim di suatu negara dan digunakan untuk kepentingan masyarakat. Salah satu pajak yang berperan adalah pajak pendapatan. Pajak pendapatan telah diterapkan sejak zaman kolonial. Hal ini dapat ditemukan dalam naskah Peraturan Pajak Pendapatan 113 H 8/14. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aturan pajak pendapatan yang berlaku pada masyarakat Ternate dan menjelaskan penerapan pajak terhadap pembayarpajak yang telah ditentukan dalam naskah Peraturan Pajak Pendapatan 113 H 8/14. Metode penelitian yang digunakan adalah metode filologi dengan pendekatan teori perpajakan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa di dalam naskah ini terdapat aturan mengenai pembayar pajak, orang yang dibebaskan dari pajak, perhitungan jumlah aanslag, cara pemungutan pajak serta perihal denda. Aturan ini diterapkan kepada seluruh masyarakat yang bermukim di Ternate pada abad XIX. Selain itu, pada peraturan ini ditemukan pula bahwa Belanda ikut campur tangan dalam pengelolaan pajak pendapatan di daerah Ternate. Hal tersebut terlihat dari pasal-pasal di dalam PPPT yang menunjukkan adanya kesepakatan keputusan antara pemerintah kerajaan dan pegawai pemerintah Belanda.
Ciri, Peran, dan Kedudukan Seorang Istri terhadap Suami dalam Naskah Babad Awak Salira Isep Bayu Arisandi; Titin Nurhayati Ma'mun; Undang Ahmad Darsa
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.172

Abstract

Abstract The entry of Islam in Tatar Sunda also influenced the written tradition that was present before. One of the results of cultural acculturation is the ancient manuscript Babad Awak Salira (BAS), which contains Islamic teaching values. The BAS manuscript is identified into the category of the Sundanese manuscript of the Pesantren literature. The teachings of morals contained in the BAS text relate to the characteristics of a woman, the role of a wife, and the position of a wife in Islamic view. The author chooses to use an Islamic perspective because the relationship between the discussion in the value of the content is analyzed with the wife and recommendation in Islamic teachings, as well as the relevance of the value of the content to the conditions of Islamic teachings that enter and affect the written tradition. The results showed the same correlation between the content values ​​contained in the BAS text and the content values ​​in Islamic teachings. In other findings, the BAS text contains high language, because the form of the text is a wawacan (poetry), however, the aesthetic value of past poetry forms does not hinder the delivery of the content value in the text. --- Abstrak Masuknya Islam di Tatar Sunda turut memengaruhi tradisi tulis yang hadir sebelumnya. Salah satu hasil akulturasi budaya adalah naskah kuna Babad Awak Salira (BAS), yang mengandung nilai-nilai ajaran Islam. Naskah BAS teridenfikasi masuk ke dalam kategori naskah Sunda pustaka pesantren. Ajaran adab atau akhlak yang terkandung di dalam teks BAS berkaitan dengan ciri wanita salihah, peran seorang istri, dan kedudukan seorang istri dalam pandangan Islam. Penulis memilih menggunakan pandangan Islam, karena keterkaitan pembahasan dalam nilai kandungan dianalisis dengan anjuran istri dalam ajaran Islam, serta relevansi nilai kandungan dengan kondisi ajaran Islam yang masuk dan berpengaruh pada tradisi tulis. Hasil Penelitian menunjukkan korelasi yang sama antara nilai kandungan yang terdapat di dalam teks BAS, dengan nilai-nilai kandungan dalam ajaran Islam. Dalam temuan lain, teks BAS mengandung bahasa yang tinggi, karena bentuk teks merupakan sebuah wawacan (puisi), meskipun demikian, keterikan nilai estetis trhadap bentuk puisi masa lalu tidak menghambat penyampaian nilai kandungan dalam teks.
Diplomasi Politik Belanda terhadap Kerajaan Banggai dalam Naskah Perjanjian 113 8/21 Siti Aliyah; Dewaki Kramadibrata
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.162

Abstract

This article discusses the manuscript 113 8/21 in the collection of the National Library of Indonesia. This manuscript is a letter of agreement between the Kingdom of Banggai, the Dutch East Indies Government, and Ternate which was made in 1828 AD. Treaty Manuscript 113 8/21 contains 13 articles that regulate all aspects of the life of the Kingdom of Banggai. This study was researched using the literature study method and historical approach. This research was conducted to analyze the forms of political power and diplomacy used by the Dutch East Indies and Ternate Governments toward the life of the Banggai people in the Treaty Manuscript 113 8/21. Based on the analysis, there are three aspects that are controlled by the Dutch East Indies and Ternate Governments: political, legal, and economic aspects. To be able to do this, the Dutch East Indies Government launched a strategy of Coercive Diplomacy and Market Diplomacy.---Penelitian ini membahas naskah dengan kode 113 8/21 koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah ini merupakan surat perjanjian antara Kerajaan Banggai, Pemerintah Belanda, dan Ternate yang dibuat pada tahun 1828 M. Naskah 113 8/21 berisi 13 pasal yang mengatur segala aspek kehidupan Kerajaan Banggai. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan sejarah, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bentuk kekuasaan dan diplomasi politik yang digunakan Pemerintah Belanda dan Ternate terhadap kehidupan masyarakat Banggai dalam Naskah Perjanjian 113 8/21. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap naskah perjanjian 113 8/21, terdapat tiga aspek yang dikuasai Belanda dan Ternate terhadap Kerajaan Benggai, yaitu aspek politik, hukum, dan ekonomi. Untuk dapat melakukan hal tersebut, Pemerintah Belanda melancarkan strategi Coercive Diplomacy dan Market Diplomacy.

Page 1 of 1 | Total Record : 6