cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Manuskripta
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
MANUSKRIPTA is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA) in collaboration with National Library of Indonesia. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian (Nusantara) manuscripts. MANUSKRIPTA aims to preserve and explore the diversity of Nusantara manuscripts, and communicate their localities to the global academic discourse. The journal spirit is to provide students, researchers, scholars, librarians, collectors, and everyone who is interested in Nusantara manuscripts, information of current research on Nusantara manuscripts. We welcome contributions both in Bahasa and English relating to manuscript preservation or philological, codicological, and paleographical studies. All papers will be peer-reviewed to meet a highest standard of scholarship.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta" : 11 Documents clear
Penyelamatan Naskah-naskah Karya Pangeran Madrais dengan Teknik Digitalisasi Tedi Permadi; Emmy Ratna Gumilang Damiasih; Euis Kurniasih
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.687 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.121

Abstract

Masyarakat Adat Karuhun Urang (Akur) Sunda are Sundanese community doctrines based in Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur Sub-Distric, Kuningan Distric, West Java Province. Sundanese teachings that are used as a guide in carrying out customs and traditions are the teachings of Prince Madrais Sadewa Alibassa Kusumaningrat; in the form of speech and writing. Prince Madrais's writing, now in the category of manuscripts, the condition is worrying and has not received proper care and repair. One effort to save the content of the manuscript is the technique of digitizing the manuscript. The problems faced by the manager of Paseban Tri Panca Tunggal in the rescue of manuscripts, are now handled by the knowledge of care and the way of codification; good places and tools for storing manuscripts and the ability to maintain and digitize the manuscript. These efforts expected to provide an understanding of the characteristics, roles, functions, and meaning of the Prince Madrais Manuscript’s in the whole journey of the Nusantara written tradition; can further be utilized to serve as one of the reference sources of the nation's cultural development. -- Masyarakat Adat Karuhun Urang (Akur) Sunda adalah penganut ajaran Sunda yang berpusat di Paseban Tri Panca Tunggal, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ajaran Sunda yang dijadikan pedoman dalam menjalankan adat dan tradisi adalah ajaran Pangeran Madrais Sadewa Alibassa Kusumaningrat yang berupa tuturan dan tulisan. Tulisan tangan Pangeran Madrais yang sekarang termasuk kategori naskah kuno, kondisinya mengkhawatirkan dan belum mendapat perawatan serta perbaikan sebagaimana mestinya. Permasalahan yang dihadapi pengelola Paseban Tri Panca Tunggal dalam penyelamatan naskah sekarang tertangani dengan adanya pengetahuan perawatan naskah, tempat dan alat yang baik untuk menyimpan naskah, dan kemampuan merawat dan mendokumentasikan naskah. Salah satu upaya pelestarian naskah-naskah tersebut adalah dengan teknik digitalisasi. Upaya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang karakteristik, peran, fungsi, dan makna naskah karya Pangeran Madrais dalam keseluruhan perjalanan tradisi tulis Nusantara; lebih lanjut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber rujukan pengembangan budaya bangsa.
Kearifan Lokal Mitos Pertanian Dewi Sri dalam Naskah Jawa dan Aktualisasinya sebagai Perekat Kesatuan Bangsa Trisna Kumala Satya Dewi; Heru Supriyadi; Sholeh Dasuki
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.546 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.116

Abstract

The agricultural myth of "Dewi Sri" contained in Javanese manuscripts contains local wisdom related to agriculture, fertility, food (rice) and actualized in the ritual of village cleaning (bersih desa) ceremonies. The term of village cleaning is also commonly referred to as sadran (nyadran), ruwah rosul, sedekah bumi, and manganan. In the ritual of village cleaning ceremonies some Javanese people still actuaize it with performng art of the Wayang Purwa with the lakon of Sri Sadana or Sri Mulih (Mbok Sri Boyong). In addition, there are also some people who implement village cleaning with Tayub performing arts. The performing arts in the ritual of village cleaning are the actualization of the agricultural myth, namely "Dewi Sri" as a symbol of "Goddess of Rice", "Goddess of Fertility". The ritual of village cleaning as local wisdom can be used as a social adhesive in the community (Java). Besides that, in the village cleaning there are also various functions such as expressing gratitude to the Almighty God for salvation and abundance of sustenance, fostering togetherness (harmony), and tolerance between citizens. --- Mitos pertanian Dewi Sri yang termuat dalam naskah-naskah Jawa mengandung kearifan lokal yang berkaitan dengan pertanian, kesuburan, pangan (padi) dan diaktualisasikan dalam upacara ritual bersih desa. Istilah bersih desa biasa juga disebut dengan sadran (nyadran), ruwah rosul, sedekah bumi, dan manganan. Dalam upacara ritual bersih desa sebagian masyarakat Jawa masih mempagelarkan dengan seni wayang purwa dengan lakon Sri Sadana atau Sri Mulih (Mbok Sri Boyong). Di samping itu, juga ada sebagian masyarakat yang melaksanakan bersih desa dengan seni pertunjukan tayub. Seni pertunjukan dalam ritual bersih desa tersebut merupakan aktualisasi mitos pertanian, yaitu “Dewi Sri” sebagai simbol “Dewi Padi”, “Dewi Kesuburan”. Upacara ritual bersih desa sebagai kearifan lokal tersebut dapat digunakan sebagai perekat sosial dalam masyarakat (Jawa). Selain itu, dalam bersih desa juga termuat berbagai fungsi seperti ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas keselamatan dan limpahan rezeki, memupuk kebersamaan (guyub rukun), dan toleransi antarwarga.
Manuskrip dan Jawaban atas Tantangan di Era Milenial Abdullah Maulani
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.497 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.122

Abstract

Aditia Gunawan dan Ali Akbar (eds.). 2018. Naskah Nusantara antara Kekunoan dan Kekinian. Jakarta: Masyarakat Pernaskahan Nusantara dan Perpustakaan Nasional RI.
Intertekstual antara Syair Nabi Allah Ayub dengan Hikayat Nabi Ayub Dimurkai Allah Riski Wulandari
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.718 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.117

Abstract

This article aims to describe manuscript comparison between Syair Nabi Allah Ayub (SNAA) and Hikayat Nabi Ayub Dimurkai Allah (HNADA) based on intertextual approach. This study describes equations, differences and hypograms in the form of expansion and modification. The equation in the two texts is that the Prophet Ayub was given a trial repeatedly by Allah SWT, the Prophet Ayub left his country when he was sick, the wife of the Prophet Job made a living when the Prophet Ayub was sick, Prophet Ayub recovered thanks to the water rising from the ground. The difference in the two texts is the beginning of the story of Prophet Job, the background of the story and the end of the story. The expansion hypogram is in the form of the addition of the angel Michael's figure and the reduction of the male character to the SNAA script. The conversion in the form of SNAA text seems to be a predecessor text of HNADA because it has a more complete story, even though the year of writing was older. While the modification is a change because the Prophet Ayub received trials from God. -- Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang intertekstualitas naskah Syair Nabi Allah Ayub (SNAA) dan Hikayat Nabi Ayub Dimurkai Allah (HNADA). Penelitian ini menjelaskan tentang persamaan, perbedaan dan hipogram yang berupa ekspansi dan modifikasi. Persamaan dalam kedua naskah adalah Nabi Ayub diberi cobaan bertubi-tubi oleh Allah SWT, Nabi Ayub pergi dari negerinya saat sedang sakit, istri Nabi Ayub mencari nafkah saat Nabi Ayub sakit, Nabi Ayub sembuh berkat air yang terbit dari tanah. Perbedaan yang terdapat pada kedua naskah adalah permulaan kisah Nabi Ayub, latar cerita dan akhir cerita. Hipogram ekspansinya berupa penambahan tokoh malaikat Mikail dan pengurangan tokoh lelaki soleh pada naskah SNAA. Konversi berupa teks SNAA yang seolah-olah merupakan teks pendahulu HNADA karena memiliki cerita yang lebih lengkap, padahal tahun penulisan HNDA yang lebih tua. Sedangkan modifikasi berupa perubahan sebab Nabi Ayub menerima cobaan dari Allah.
Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi: Kajian Teologi Penciptaan Alam dan Manusia Doni Wahidul Akbar; Titin Nurhayati Ma'mun
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.209 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.112

Abstract

The ancient manuscripts of Nusantara (Indonesian Archipelago) is the cultural heritage of the past in which high value, not only to the past also to the present. One of the scripts that have a significance the present for the people of the archipelago is the manuscripts Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi. This study uses the philological and theological approaches. This manuscripts explains the value of Christian teachings that include the occurrence of the universe, the creation of man, the sins of mankind, man fell into sin, and God help the man rose from the sin that they do. The information actualized its spread through the Arabic Pegon alphabet and Javanese culture prevailing at that time namely the script used in the Qur'an. It shows that the manuscripts Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi as document the spread of Christianity in the Islamic period are in Java. The findings of this study is about the chronology of the creation of the universe and the creation of humans as well as Christian Godhead theology guidelines. --- Naskah kuna Nusantara merupakan warisan budaya masa lalu yang isinya bernilai tinggi, tidak hanya untuk masa lalu juga untuk masa kini. Salah satu naskah yang memiliki arti penting kekinian bagi masyarakat Nusantara adalah naskah Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi. Penelitian ini menggunakan teori filologi dan metode teologi. Naskah ini menjelaskan pokok-pokok ajaran Kristiani yang meliputi terjadinya alam semesta, penciptaan manusia, dosa manusia, manusia jatuh dalam dosa, dan usaha Tuhan membantu manusia bangkit dari dosa yang mereka perbuat. Informasi itu diaktualisasikan penyebarannya melalui budaya Jawa dan aksara yang berlaku pada saat itu yaitu aksara Arab Pegon yang digunakan dalam Alqur’an. Hal itu menunjukkan bahwa naskah Kitab Musa: Layang Musa Kang Kapisan Kaarangan Purwaning Dumadi sebagai dokumen penyebaran ajaran Kristiani pada zaman Islam yang berada di Jawa. Temuan dari kajian ini adalah penjelasan tentang kronologi penciptaan alam semesta dan penciptaan manusia serta pedoman teologi ketuhanan agama Kristen.
Konsep Kesehatan Raja Haji Daud dalam Naskah Risalah Asal Ilmu Tabib Ellya Roza
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.593 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.118

Abstract

This paper aims to analyze the contents of the text of the Risalah Asal Ilmu Tabib (RAIT) collection of the Sang Nila Utama Museum in Pekanbaru. This text is a copy of the manuscript of Raja Haji Daud bin Engku Haji Ahmad bin Almarhum Fi Sabilillah. The text is one proof that the people of the past have a high intellectual level. This paper is a preliminary study to uncover the content of the text using the philology method. At the end of the study it was found that this text contained a message to humans to maintain the balance of the four elements in their bodies, namely wind, fire, water and land. The four elements must be balanced because if there is a deficiency or excess one of them, then the disease will come into the human body. There are four characteristics of diseases that attack humans, namely: (1) ash-shafrawi, which is the pain of mirrat, the nature is hot and dry because of its element of fire and its place around bile; (2) as-sudawi, which is ill, it is cool dry because of the element of the soil and its place in the spleen; (3) al-balghomi, a slimy disease, the nature is wet because of the element of water and its place in the lungs; (4) ad-damawi, which is blood pain, the nature is hot and wet because of the element of the wind and its place in the heart. -- Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kandungan teks Risalah Asal Ilmu Tabib (RAIT) koleksi Museum Sang Nila Utama Pekanbaru. Naskah ini merupakan salinan dari naskah Raja Haji Daud bin Engku Haji Ahmad bin Almarhum Fi Sabilillah. Naskah tersebut merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat masa lalu memiliki tingkat intelektual yang tinggi. Tulisan ini merupakan kajian awal untuk mengungkap kandungan teksnya dengan menggunakan metode filologi. Di akhir kajian ditemukan bahwa naskah ini mengandung pesan kepada manusia untuk menjaga keseimbangan empat unsur yang ada dalam tubuhnya, yakni angin, api, air dan tanah. Keempat unsur tersebut harus seimbang karena jika terjadi kekurangan atau kelebihan salah satunya, maka penyakit akan datang ke dalam tubuh manusia. Ada empat sifat penyakit yang menyerang manusia, yaitu: (1) ash-shafrawi, yakni sakit mirrat, tabiatnya panas dan kering karena unsurnya api dan tempatnya sekitar empedu; (2) as-sudawi, yakni sakit pitam, tabiatnya sejuk kering karena unsurnya tanah dan tempatnya di limpa; (3) al-balghomi, penyakit yang berlendir, tabiatnya basah karena unsurnya air dan tempatnya di paru-paru; (4) ad-damawi, yakni sakit darah, tabiatnya panas dan basah karena unsurnya angin dan tempatnya di hati.
Revitalisasi Kearifan Lokal Naskah-naskah Primbon Koleksi Masyarakat Indramayu Nurhata Nurhata
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.807 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.113

Abstract

The primbon manuscript has concrete implications for social life, both concerning individual needs and collective needs of society. Various problems faced by the community some time ago, referring to the primbon as a reference, because the truth has been tested, like a roadmap that will direct someone to a specific goal. The use of primbon is generally through "smart people" or dukun, who are considered to have more ability. In Indramayu, there are at least five types of primbon namely petungan (calculation), pranata mangsa, ngalamat, prayers and spells, and predictions ‘ramalan'. Now the primbon manuscript is increasingly alienated from the inheritor's society, even though it contains a variety of local wisdom and knowledge that may still be relevant to today's society. Therefore, an effort is needed to in still awareness of the urgency of the primbon of the community and reintroduce the contents of the primbon manuscripts, which can be done through a philological approach. -- Naskah primbon memiliki implikasi konkrit bagi kehidupan sosial, baik menyangkut kebutuhan perorangan maupun kebutuhan masyarakat secara kolektif. Berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat pada beberapa waktu lalu, merujuk pada primbon sebagai acuannya, karena kebenarannya telah teruji, ibarat petunjuk jalan yang akan mengarahkan seseorang pada tujuan tertentu. Penggunaan atas primbon pada umumnya melalui “orang pintar” atau dukun, yang dianggap memiliki kemampuan lebih. Di Indramayu, sedikitnya ada lima jenis primbon yaitu petungan (perhitungan), pranata mangsa, ngalamat, doa dan mantra, serta ramalan. Kini naskah primbon semakin terasing dari masyarakat pewarisnya, padahal di dalamnya memuat beragam kearifan lokal dan ilmu pengetahuan yang mungkin masih relevan bagi masyarakat dewasa ini. Oleh karena itu diperlukan usaha menanamkan kesadaran akan urgensi primbon bagi masyarakat serta memperkenalkan kembali kandungan isi dari naskah-naskah primbon, di antaranya dapat dilakukan melalui pendekatan filologi.
Nalar Teologi Sunnī al-Rānīrī dalam Naskah Durr al-Farā’id: Kajian Historis-Teologis Muhamad Bindaniji
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.548 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.119

Abstract

Theological thought of the Archipelago (Nusantara) Ulama’s still need to be studied. As long as this is known that the developed theology in Nusantara is only Ash‘arism, while Māturīdīsm is less well known. In Nusantara, the existence of Māturīdīsm was under domination of Ash‘arism. This study aims to construct theological paradigm in Nusantara. And focus of this study is to identify and describe the intellectual treasures of theological manuscript Durr al-Farā’id by Nūr al-Dīn al-Rānīrī. Using the ‘historical criticism’ approach and the analysis of ‘theological comparison’, it was concluded that al-Rānīrī was the first Ulama to introduce the discourse of Ash‘arism-Māturīdism simultaneously to the Nusantara’s people. This study concludes that theological discourse in Nusantara is a form of continuity of global theological discourse that developed in the Islamic world. In this context, the discourse of Ash‘arism-Māturīdism is an integral unity in the Sunnī theological tradition that emphasizes the elements of moderation and balance in theology. -- Nalar teologi ulama Nusantara masih perlu dikaji. Selama ini dikenal, teologi yang berkembang hanya Ash‘arīyah, sedangkan eksistensi Māturīdīyah kurang dikenal. Di Nusantara, eksistensi Māturīdīyah tenggelam oleh dominasi Ash‘arīyah. Kajian ini bertujuan untuk membangun nalar dan paradigma teologi di Nusantara. Fokus kajian ini adalah mengidentifikasi dan menjabarkan khazanah intelektual dari manuskrip teologi karya Nūr al-Dīn al-Rānīrī yang berjudul Durr al-Farā’id. Dengan menggunakan pendekatan ‘kritik sejarah’ dan analisis ‘perbandingan teologi’ disimpulkan, al-Rānīrī merupakan orang pertama yang memerkenalkan wacana teologi Ash‘arī-Māturīdī secara bersamaan kepada masyarakat Nusantara. Studi ini berkesimpulan, wacana teologi di Nusantara merupakan bentuk kesinambungan wacana teologi global yang berkembang di dunia Islam. Dalam konteks ini, wacana teologi Ash‘arī-Māturīdī merupakan kesatuan integral dalam tradisi teologi Sunnī yang menekankan unsur moderasi dan keseimbangan dalam berteologi.
Praktik Literasi Agama pada Masyarakat Indonesia Tempo Dulu: Tinjauan Awal atas Naskah-naskah Cirebon Agus Iswanto
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.458 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.114

Abstract

The practice of literacy, especially on religious texts, has already exists in Indonesian society based on available written evidence. This paper examines religious manuscripts with the perspective of the study of religious literacy. Analyzed by contextual literacy approach, not an autonomous literacy approach, this paper discusses the practice of local literacy in a specific social context. Furthermore, the contribution of the Indonesia manuscripts to the study of local literacy (indigenous literacy) and religious literacy (faith literacy). Taking the case on several Islamic manuscripts in the Cirebon region which became one of the “granaries” of the Nusantara manuscripts in the West Java, this paper maps important issues in the study of local literacy and religious literacy reflected in these manuscripts, such as the identity negotiated and patron or literacy sponsor and the production of meaning in the literacy practice. This paper argues that the study of religious literacy practice reflected in the Indonesia manuscripts can contribute to the understanding of the production of the contextual meaning of religion that has been practiced by the community that underlies the production of these manuscripts. -- Praktik literasi, terutama terhadap teks keagamaan, sudah ada dalam masyarakat Indonesia (Nusantara) berdasarkan bukti-bukti tertulis yang tersedia. Tulisan ini mengkaji naskah-naskah keagamaan dengan perspektif kajian literasi agama. Pokok bahasannya adalah praktik literasi lokal dalam konteks sosial yang spesifik dengan menggunakan pendekatan praktik literasi kontekstual dan ideologis, bukan dengan pendekatan literasi otonom. Lebih lanjut, kontribusi naskah-naskah Nusantara bagi kajian literasi lokal (indigenous literacy) dan literasi agama (faith literacy). Dengan mengambil kasus pada beberapa naskah keislaman di wilayah Cirebon yang menjadi salah satu “lumbung” bagi khazanah naskah Nusantara di wilayah Jawa Barat, tulisan ini memetakan isu-isu penting dalam kajian literasi lokal dan literasi agama yang terrefleksikan dalam naskah-naskah tersebut, seperti persoalan identitas yang dinegosiasikan dalam naskah dan patron atau sponsor literasi serta produksi makna dalam praktik literasi. Selain itu, kajian praktik literasi agama yang tercermin dalam naskah-naskah Nusantara dapat memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang produksi makna agama yang kontekstual yang telah dipraktikkan oleh masyarakat yang melatari produksi naskah-naskah tersebut.
Peta Naskah Kuno Kabupaten Kampar Provinsi Riau Nining Sudiar; H Rosman; Hadira Latiar
Manuskripta Vol 8 No 2 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara (The Indonesian Association for Nusantara Manuscripts, Manassa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.667 KB) | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i2.120

Abstract

Manuscripts are an archipelago material culture that is rich in noble values, history and other sciences that have not been widely studied by researchers, especially researchers who focus on non-textual, one of them is mapping ancient manuscripts scattered throughout the area in Indonesia. Riau is one of the regions that produces the most ancient manuscripts. Therefore, this study aims to map ancient manuscripts, especially in Kampar Regency, Riau Province. This study uses a quantitative method with descriptive presentation based on 16 (sixteen) aspects namely; title, subject, script condition, writing quality, script, harakat, blank page, watermark, separating line, illumination, illustration, rubric, catch-word, cover type, type of writing pad, and number of manuscript pages, with 97 samples Kampar. The results showed that almost half of the ancient manuscripts of Kampar were religious manuscripts. -- Naskah-naskah kuno merupakan warisan budaya Nusantara yang kaya akan nilai-nilai luhur, sejarah serta ilmu pengetahuan lain yang belum banyak dikaji oleh para peneliti, khususnya penelitin yang berfokus pada non-tekstual, salah satunya yaitu pemetaan naskah-naskah kuno yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menghasilkan naskah-naskah kuno terbanyak adalah Riau. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan naskah kuno khususnya di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyajian secara deskriptif berdasarkan 16 (enam belas) aspek yakni; Judul, Subjek, Kondisi naskah, Mutu tulisan, Aksara, Harakat, Halaman kosong, Watermark, Garis pemisah, Iluminasi, Ilustrasi, Rubrikasi, Catch-word, Jenis sampul, Jenis alas tulis, serta Jumlah halaman naskah, dengan jumlah sampel 97 naskah kuno Kampar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah naskah kuno Kampar adalah naskah-naskah keagamaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11